Drunk Kenma and Caring Husband
Kozume Kenma. Muda, kaya, manis. Banyak yang bertanya-tanya apakah CEO muda satu ini sudah memiliki kekasih? Tentu tidak sedikit yang mengincar posisi untuk menjadi kekasihnya, namun sayang sekali hingga saat ini belum ada yang mampu menembus benteng pertahanan si CEO muda. Entah tidak ada yang tahu alasannya, mungkin dia memang tidak tertarik dengan hubungan asmara atau malah dia sudah memiliki seorang kekasih sehingga ia tidak menggubris satu pun perempuan yang mendekatinya. Hingga pada satu waktu saat jam makan siang di kantornya, salah seorang karyawannya yang juga teman sekelasnya nyeletuk "Kenma-san apa kau tidak berniat mencari kekasih?" satu pertanyaan lugas yang dilayangkan pada Kenma itu lantas menarik perhatian berpasang-pasang telinga dan mata di sana. Dirinya kini menjadi seperti entitas asing yang diteliti dengan rasa penasaran oleh para cendekiawan.
"Aku sudah punya kekasih."
Sunyi sejenak.
"HUUHHH?"
"Kenma-san kau punya kekasih?" tanya mereka serempak, terkejut mendengar jawaban bos mereka.
Kenma mengernyit, "he'em, sejak SMA."
Kenapa pertanyaanya seolah-olah Kenma tidak mungkin punya kekasih? Harusnya mereka tetap memasukan opsi "mempunyai kekasih" sebagai jawaban dari pertanyaan mereka.
"Wow pantas saja Kenma-san tidak pernah menggubris perempuan-perempuan yang mencoba mendekat."
Oh tentu, Kenma tidak akan mencari gara-gara dengan menggubris perempuan-perempuan yang mendekatinya. Kekasihnya memang bukan tipe yang menunjukan secara ekspresif bahwa dia cemburu, tapi Kenma sudah pernah merasakan akibat dari kecemburuan kekasihnya yang membuat ia tidak bisa berjalan selama sehari penuh. If you know what I mean. Sejak saat itu dia bersumpah tidak akan pernah membuat kekasihnya cemburu lagi.
"Ne, ne dia orang yang seperti apa?"
"Dia tipe yang dewasa atau kekanakan?"
Kenma berpikir sejenak. Kuroo selalu memberi nasihat yang bijak, selalu mendukungnya dan yang paling penting selalu memanjakannya. "Hm... dia sangat dewasa, tapi terkadang bisa menjadi kekanakan," jawab Kenma akhirnya.
"Rambut panjang atau pendek?"
"Pendek."
"Kurus atau gemuk?"
"Hmm besar," Kenma bisa melihat raut terkejut dari mulut karyawan-karyawannya yang mengangga. Pertanyaannya adalah kurus atau gemuk tapi Kenma malah menjawab besar! Bukankah itu jawaban yang ambigu? Jadi Kenma-san suka yang besar-besar setidaknya begitulah isi pikiran mereka.
"Apa dia lebih muda darimu Kenma-san?"
"Lebih tua."
Lebih tua, dewasa, dan…. besar? Whoa selera seorang CEO memang bukan kaleng-kaleng itulah yang dipikirkan karyawan-karyawannya sekarang.
"Oiya Kenma-san karena kita sudah menyelesaikan project kemarin, rencananya hari ini kami mau mengadakan acara minum-minum. Kau harus ikut!"
Satu kalimat ajakan itulah yang menyebabkan Kenma hari ini terjebak di restoran bersama dengan karyawan-karyawannya. Normalnya dia akan menolak ajakan tersebut lalu langsung pulang ke rumah, mandi air hangat kemudian menyamankan diri di depan komputernya tentu saja untuk streaming game online, tapi dengan paksaan dari seluruh anggota timnya mau tidak mau Kenma harus ikut. Kenma pikir tidak ada salahnya juga dia sesekali ikut minum, lagipula mereka baru saja selesai menyelesaikan proyek terbaru, yah anggap saja ini sebagai hadiah untuk dirinya dan juga karyawannya yang sudah bekerja dengan baik.
Begitulah pikiran Kenma sampai malapetaka itu terjadi. Game Spill or Drink! Siapapun yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan harus menegak alkohol satu sloki penuh. Lihat saja tatapan kelaparan para bawahannya pada Kenma, seperti serigala kelaparan melihat kelinci tak berdaya. Kenma dalam bahaya sudah jelas dia yang akan menjadi tumbal dalam game ini. Berbagai pertanyaan licik dan penuh jebakan sudah terkumpul di otak para bawahannya, terlebih mereka semua orang-orang cerdas pilihan. Kenma bisa membayangkan jenis pertanyaan macam apa yang akan diajukan.
Kenma sudah mengirim SOS –hal yang selalu dilakukannya apabila ia merasa terancam pada kekasihnya untuk menjemput dia di lokasi yang sudah dikirimkan, namun 30 menit berlalu Kenma belum juga mendapatkan jawaban, mungkin saja kekasihnya juga sedang sibuk. Balasan baru muncul 30 menit kemudian yang mana sangat telat karena waktu 1 jam sudah cukup untuk membuat CEO muda itu mabuk parah. Pertama, dia selalu kalah, kedua, dia tidak kuat minum. Pikir saja orang yang biasa minum milk shake diberi soju, mana kuat! Jadi wajar saja kalau kepalanya sudah terasa berat sekarang. Handphone-nya bergetar menampilkan tulisan Honey -si penelpon.
"Kenma-san, handphonemu bergetar," kata salah seorang bawahannya.
"Ehmm... halo? Kau dimanah? Ngh.. aku keluar sekarang..." panggilan dimatikan.
"Aku... harus pulang..." lanjutnya, Ia mencoba berdiri dengan linglung, hampir saja Ia terjatuh namun untung sepasang lengan kekar dan dada bidang yang kokoh lebih dulu menangkapnya.
"Kenma, hey are you okay?" tanya orang itu, setelah melihat kondisi Kenma yang tak berdaya ia melanjutkan, "ah, sepertinya tidak."
Kemunculan lelaki super hot di sana tentunya menjadi tanda tanya besar bagi mereka. Badan kekar, tinggi, tampan, rambut hitam yang agak berantakan, lengan kemeja digulung dan jam tangan bermerk, siapa juga yang tidak terpesona dengan penampilannya? Tersadar dari keterpanaan salah seorang bawahan Kenma bertanya, "maaf Anda siapa?"
"Saya Kuroo Tetsur-"
Baru saja Kuroo akan menjawab, sebuah teriakan dari pria dipelukannya mengintrupsi "KUROOO KENAPA KAU LAMA SEKALI?!"
Lihat itu wajah ngambeknya sangat manis, mata yang sedikit berair dan bibir merahnya manyun. Ah, Kuroo harus ekstra sabar, jangan sampai Ia menerkam Kenma saat itu juga.
"Ne, ne maaf tadi aku sedang-"
"AYOOO PULAANG~~" lagi-lagi Kuroo diintrupsi. Pria manis dipelukannya merengek-rengek minta segera diajak pulang. Ide yang bagus, sejujurnya Ia juga sudah tidak sabar ingin menerkam pria manis itu.
"Oke oke ayo pulang. Saya akan membawa Kenma pulang. Maaf kalau Kenma merepotkan kalian," katanya sopan.
"Oh, tidak kami yang minta maaf karena telah membuat Kenma-san mabuk."
"Hahaha tidak apa, dia memang tidak bisa minum. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Selamat malam." Kuroo menggendong Kenma ala bridal style kemudian mengangguk sekilas sebelum pergi dari tempat itu.
"Ha'i selamat malam."
"Hati-hati di jalan."
Seperti tetangga-tetangga tukang julid, bawahan Kenma serentak heboh setelah melihat bosnya yang selalu cuek itu merengek pada seorang pria. Tentu mereka sudah memiliki spekulasi di kepala masing-masing. Siapa pula yang tidak heran? Mana ada pria menggendong teman prianya yang mabuk ala bridal style? Tidak akan ada.
"Hei... bukannya yang menelpon tadi honey?" sebuah pembuka percakapan –ghibahan— dari seorang bawahan Kenma.
"Benar, aku liat sendiri tulisan di handphonennya honey," dijawab dengan ciamik oleh si tukang kompor.
"JANGAN JANGAN..."
"HONEY ADALAH ORANG TADI?"
"DIA TERLIHAT LEBIH DEWASA!"
"BADANNYA BESAR, PADAT, DAN KEKAR, KALIAN LIHAT LENGANNYA? OH MY GOD!"
"BERAMBUT PENDEK JUGA!"
"JADI PACAR KENMA-SAN ADALAH LELAKI?"
"WHOAAA MEREKA TERLIHAT SANGAT SERASI!"
"AKU RASA JIWA FUJOSHI KU MERONTA-RONTA!"
Keributan itu lalu membuat mereka diusir secara halus dari restoran.
Pelan-pelan didudukannya Kenma di kursi penumpang tidak lupa memasangkan sabuk pengaman. Secara tiba-tiba sepasang tangan menarik kerah kemeja Kuroo hingga kini wajah mereka berdekatan, kemudian lelaki berambut ombre mencium lelaki di depannya. Kenma tidak hanya menempelkan bibirnya dengan bibir Kuroo melainkan ia melumat bibir kekasihnya itu dengan penuh gairah.
Alkohol sepertinya sudah membuat otaknya konslet. Ya, Tuhan cobaan macam apalagi yang kau berikan pada hambamu? Kalau saja mereka berada di ruang tertutup sudah habis Kenma digerayangi olehnya. Untung saja Kuroo masih sadar pada kenyataan bahwa mereka masih di luar dengan pintu mobil yang belum tertutup. Ia melepaskan dirinya dari Kenma lebih dulu "bagaimana kalau orang-orang tahu the world famous kodzuken sangat agresif, hm? tahan sampai kita tiba di rumah," katanya lalu mencium kening lelaki yang lebih kecil darinya itu. Kemudian dia menutup pintu mobil dan membalikan badan.
TADAAA
Para bawahan Kenma berdiri mematung sambil menatapnya dengan wajah terkejut alias terciduk kalian anjic. Kuroo hanya mengangguk sambil tersenyum. Baginya tak masalah orang orang melihatnya berciuman dengan Kenma, itu menunjukan betapa mereka saling mecintai satu sama lain, bahkan ia sangat ingin mengumumkan pada seluruh dunia bahwa Kenma hanya dan akan selalu menjadi miliknya. Namun, lain lagi dengan Kenma, lelaki itu tidak suka mengumbar kemesraannya di depan umum. Biarlah semoga saja karyawan Kenma tidak bermulut besar atau Kenma akan merasa tidak nyaman.
-ooo-
Esoknya di kantor Bouncing Ball.
Salah seorang bawahannya mendekat dengan wajah penuh tahu "ne, ne Kenma-san, apakah pria kemarin itu adalah kekasihmu?"
Bawahannya yang lain mencoba menghalangi, sungguh bodoh menanyakan privasi bosmu sendiri. Kau mau dipecat? "Hey, bodoh—"
"Ah, bukan," Kenma menjawab dengan lugas.
Karyawan yang mengahalangi tadi mencoba menabok temannya yang tidak tahu privasi, "tentu saja bukan, kau in—"
"Dia suami ku," lanjut Kenma.
"HAAAAAAAHHH?"
Fin
