Desclaimer

K-ON milik Kakifly dan animasinya dibuat oleh Kyoto Animation

Chapter 1: A Tragedy

Kisah berlanjut setelah training camp musim panas, sebelum festival sekolah SMA Sakura dimulai

.

Di ruang klub musik, sore hari. Terdapat Yui, Mio, Ritsu dan Mugi. Mereka baru saja sampai ke ruang klub mereka. Tak lama setelah itu, tampak anggota mereka yang belum lama bergabung memasukki ruangan

.

"Azu-nyann" teriak Yui. Berlari memeluk Azusa yang baru masuk keruang klub

.

"Mooo, Yui senpai, berhentilah memelukku" balas Azusa mencoba mendorong Yui yang telah memeluknya.

.

"Yui, berhentilah. Biarkan Azusa bernafas dulu" kata Mio

.

"Sudah kuduga itu akan terjadi" komentar Ritsu

.

"Kuenya teman2?" tawar Mugi sambil tersenyum. Tanpa pikir panjang mereka menuju kursi untuk makan dan minum teh

.

"Arigattou, Mugi-chan" kata Yui sambil tercengir. "Seperti biasa, kue bawaan Mugi-chan enak sekali" lanjut Yui sambil memotong kuenya dengan garpu. Mugi hanya tersenyum menanggapinya

.

"Sawa-chan belum datang?" tanya Ritsu kepada mereka berempat

.

"Tadi aku bertemu dengannya. Dia ingin membeli beberapa pak kertas nada untuk klub orchestra. Jadi ia tidak datang hari ini" kata Mio batal memasukkan kue ke dalam mulutnya

.

"Dasar Sawa-chan. Dia baru serius jika berurusan dengan klub lain." Protes Ritsu

.

" ..ma..ma.. Setidaknya sensei nyaman bersama kita" kata Tsumugi sambil berjalan untuk menuangkan teh ke gelas mereka

.

"Mugi, kamu kira klub kita itu café?" Jawab Ritsu

.

"Pfftt" tawa Mio dan akhirnya semua ikut tertawa

.

Makan kue, minum teh, tertawa bersama, membicarakan hal-hal lucu. Mereka berlima, Yui, Ritsu, Mugi, Mio, dan Azusa. Bagian dari klub K-On dalam band Houkago Tea Time (HTT).

.

Tak terasa sudah pukul 6 sore. Mereka bersiap untuk begegas pulang. Seperti biasa Mugi mengambil cangkir dan piring satu-persatu dari meja setiap orang ke atas nampan. Membawanya ke wastafel dan mencucinya dengan terampil

.

"Mugi, arigatou atas kuenya, maaf selalu merepotkanmu" kata Mio

.

Mugi tersenyum "Ma, tidak apa Mio-chan, memang aku yang menginginkannya"

.

Di sudut lain ruangan, terlihat Azusa sedang menggendong tasnya, dan berjalan menuju gitarnya untuk ia bawa

.

"Aaazunyan!" teriak Yui tiba-tiba memeluk Azusa dari belakang, membuat Azusa terkaget. "Kyaa!"

.

"Mooo, Yui senpai! Bagaimana jika aku jatuh dan terluka?!" protes Azusa berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Yui

.

"Daijobu Azunyan, kau tidak akan terjatuh karena aku memelukmu hehehe"

.

"Bagus Yui, tahan dia seperti itu!" teriak Ritsu

.

"Hai' kapten Ricchan"

.

"Kiyaaaaaaaa!" Azusa berteriak nyaring

.

SMACK! SMACK!

.

Terlihat Mio menjitak kepala kedua sahabatnya itu. Ia berpaling menghadap Azusa. "Azusa, kamu baik-baik saja?"

.

"Ahh.. Senpai, aku baik-baik saja, terima kasih"

.

"Kalian ini, cukup dengan sikap kalian yang malas-malasan. Berhenti menjahili Azusa!"

.

"Mio-chan hidoi~" jawab Ritsu dan Yui bersamaan

.

"Yui-senpai, tolong berhenti memelukku, dan tolong berhentilah memanggilku dengan nama aneh itu" ucap Azusa dengan wajah tertekuk

.

"Eeeee? Tapi Azu-nyan kawai dan enak untuk dipeluk" Yui keberatan dengan permintaan Azusa

.

"Yui senpai.." Azusa ingin menjawab namun dipotong Mio "Yui, perlakukan Azusa dengan baik atau dia nanti keluar"

.

"Haii'…" Jawab Yui lemas

.

.

.

Malam itu, dikediaman Hirasawa. Ui sedang menyiapkan makan malam. "Onee-chan, makan malam" panggil Ui

.

Ia membawa nampan makan malam mereka. Yui yang sedang melamun di bawah kotatsu tersadarkan oleh suara panggilan Ui

.

"Ah, Ui, gomenasai, aku melamun. Arigatou makanannya"

.

Ui menata makanannya dengan rapi.

.

"Itadakimasu" ucap mereka berbarengan

.

"Ui, seperti biasa, makanan yang kamu buat selalu nikmat". Yui berbicara sambal mengunyah makanannya

.

"Onee-chan, jangan berbicara ketika makan" jawab Ui sambal tersenyum

.

"Ehehehe, gomen gomen"

.

Merekapun melanjutkan makan malam mereka

.

"Terima kasih makanannya" ucap mereka berbarengan

.

Kemudian Ui merapikan peralatan makan mereka dan membawanya ke wastafel

.

'Onee-chan sedang memikirkan apa ya? Aku lihat dia melamun tadi' batin Ui

.

Setelah selesai mecuci, Ui kembali ke ruang tengah. Ia mendapati kakaknya melamun lagi di bawah kotatsu.

.

"Onee-chan" panggil Ui

.

"Ahh, Ui. Gomen, ada apa?" Yui tersadar dari lamunannya

.

"Aku sudah melihat one-chan melamun dua kali. Apa ada masalah?" memiringkan kepalanya

.

"Ah, benarkah itu? Eheheh." Yui menggaruk belakang kepalanya. "Tidak ada sesuatu yang mengganggu kok... Hanya saja.." lanjut Yui

.

"Hanya saja?" Ui kembali memiringkan kepalanya

.

"Uuummm. Bagaimana jika aku mendadak berubah?" tanyanya

.

"Berubah bagaimana onee-chan?"

.

"Eto.. bagaimana ya? Seperti aku rajin belajar, membantumu membersihkan rumah, menyiapkan makan. Yang pasti berbeda dengan diriku sekarang" ucap Yui antusias

.

"Pastinya aku akan terkejut". Jawab Ui. "Itu yang one-chan pikirkan hingga melamun?" tanya Ui yang memiringkan kepalanya lagi

.

Yui mengangguk kecil.

.

"Ui.. sepertinya Azusa tidak menyukaiku" dengan nada sedih

.

"Onee-chan? Tidak mungkin. Dia tidak terlihat seperti itu" sangkal Ui

.

"Tapi ia terlihat begitu tadi. Ia memintaku berhenti memeluknya"

.

"Kurasa ia hanya lelah tadi onee-chan"

.

"Begitukah? Haa… aku lega" jawab Yui dengan nada riang

.

.

.

Keesokan harinya, di ruang klub musik. Mereka berlima sedang berlatih untuk festival sekolah yang akan datang

.

"Miooo, aku lelah" kata Ritsu, lalu mendesah

.

"Kita baru berlatih sebentar, jangan bercanda"

.

"Ma ma, Mio -chan, lebih baik kita beristirahat dulu. Masih banyak waktu sebelum festival sekolah" jawab Mugi dengan tenang

.

"Tapi, Mugi..."

.

"Tenang saja Mio-chan. Aku akan bernyanyi tahun ini. Pasti!" kata Yui secara tiba-tiba dengan nada semangat

.

"Dengan begitu, kita bisa menghindari kejadian tahun lalu, hihihi" Tambah Ritsu

.

"Horaaaaaaa!" teriak Mio, wajahnya memerah

.

"Mio memerah!" Ritsu berteriak

.

SMACK!

.

"Itte te te te" kata Ritsu sambil memegangi kepalanya. Mugi menghampirinya dan menanyakan apa perlu dia mengambil air es

.

"Apapun itu, kita harus rajin latihan" kata Mio dengan nada serius. "Dan Yui!" mendadak Mio menunjuk ke arah Yui

.

"Ha-Hai!" kata Yui gagap

.

"Aku tidak mau kejadian penyambutan murid baru terulang" kata Mio

.

"Kejadian? Kejadian apa?" tanya Azusa sambil memiringkan kepalanya

.

"Yui lupa lirik di tengah permainan" sambil Mio, melipat kedua tangannya di depan dada

.

"Tenang saja Mio-chan. Aku mengandalkanm-"

.

SMACK!

.

"Hari itu kita hanya beruntung. Lagian kau tidak bisa mengandalkanku terus seperti itu" jawab Mio masih melipat kedua tangannya

.

'Mio senpai galak sekali hari ini' batin Azusa sambil menelan ludah

.

Di ruangan itu yang selamat dari pukulan Mio hanyalah Mugi dan Azusa. Memang tidak bisa dipungkiri. Mereka berdualah yang benar benar tidak membuat masalah

.

"Bagaimana kita minum teh dulu?" kata Mugi. Ia berbicara untuk menyelamatkan kedua temannya itu

.

"B-benar, pelajaran tadi sedikit berat, aku jadi sedikit lapar sekarang" lanjut Azusa. Dia benar-benar tidak mau melihat senpai berambut hitam itu marah

.

Mio menghela nafas. "Haaa, mau bagaimana lagi. Menjitak dua orang perlu tenaga lebih." Mio berjalan menuju mejanya

.

"Mio malu-malu!" teriak Ritsu

.

"Horaaaaa!" Mio berteriak. Mengambil langkah berlari untuk menjitak Ritsu yang ditahan oleh pianis dan adik kelasnya

.

"Mio-chan sabar!" kata Mugi mengunci kedua bahu Mio dari belakang

"Mio senpai.. Tehnya nanti dingin!" kata Azusa mencoba mencari kata-kata yang bisa menenangkan senpainya itu

.

.

.

"Haaaahh... Aku merasa hidup" ucap Yui dan Ritsu berbarengan. Kini, mereka sedang duduk untuk makaan kue dan minum teh

.

"Mugi, terima kasih telah menyel-" kata kata Ritsu langsung berhenti setelah Azusa menutup mulut Ritsu

.

"Aaaaa.. Mio-senpai. Apa kue stroberi adalah kesukaanmu?" ucap Azusa gagap. Menahan rontaan Ritsu

.

Mio memiringkan kepalanya. "Ada apa Azusa?" lalu Mio tersenyum. "Ah ya, kue stroberi adalah kesukaanku." Pandangannya beralih ke kue stroberi di hadapannya. Menghiraukan pertanyaan yang ia keluarkan sebelumnya

.

Azusa melepaskan dekapannya dari mulut Ritsu. "Gomen senpai, tapi berbahaya jika mengatakan itu sekarang" bisik Azusa kepada Ritsu

.

"Wakarimashita" jawa Ritsu singkat

.

"Azunyan?" ucap Yui

.

Azusa yang sedang mengangkat garpu terhenti Ada apa, Yui-senpai?"

.

Yui tiba-tiba beranjak dari kursinya dan memeluk Azusa. "Azunyaann!". Yui tidak bias menahan dirinya karena apa yang Azusa lakukan terhadap Ritsu sangatlah imut baginya

.

"Yu- Yui-senpaiii..! kuenya! Kuenya" teriak Azusa panik

.

"Kue? nani nani?" Yui melepaskan pelukannya dari Azusa sehingga kue yang tertancap di garpu Azusa terjatuh pada baju Azusa, membuatnya kotor dengan krim

.

"A-Azunyan.." ucap Yui pelan panik. Semua terdiam membeku. Kaget melihat kejadian itu

.

"Aa-aaa-aa. Biar aku bersihkan" Yui dengan panik mengambil sapu tangannya untuk melap krim di baju Azusa

.

TASH!

.

Azusa memukul tangan Yui yang ingin membersihkan krim di bajunya. Ia berdiri dengan mata berkaca-kaca dan badan bergetar

.

"Yui-senpai! Aku sudah bilang padamu tolong berhenti memelukku dan memanggilku dengan nama aneh itu!" Azusa berteriak kearah Yui

.

"Sekarang lihat akibat perbuatanmu! Bajuku kotor dengan krim. Aku pasti akan dimarahi ayah dan ibuku pasti di rumah!' Azusa melanjutkan amarahnya. "Yui-senpai, apa aku terlihat menyukai apa yang kau lakukan?!"

.

"Azunyan, gomenasai" Tangan Yui berusaha menggapai Azusa. Tapi Azusa menolaknya

.

"Mio-senpai, Mugi-senpai, Ritsu-senpai, gomen, aku akan pulang duluan" Azusa dengan setengah berlari mengambil tas dan gitarnya dan pergi keluar ruangan

.

Selama kejadian itu tidak ada yang berbicara sama sekali. Baru pertama mereka melihat Azusa seperti itu sejak ia masuk ke klub musik

.

"Yui, sudah kukatakan agar berhenti memperlakukan Azusa seperti itu!" Mio berbicara dengan nada tinggi pada Yui. Lalu ia mendekati Yui dan memegang kedua bahunya. "Apa kau mau Azusa keluar dari klub?!" lalu mengguncang kedua bahu Yui

.

"Mio-chan tenanglah!" Ucap Mugi membuat jarak antara Yui dan Mio

.

"Yui, kamu baik-baik saja?" tanya Ritsu khawatir pada Yui yang tak berucap sepatah katapun meski Mio mengguncang bahunya

.

"Yui!" teriak Mio

.

Yui tersentak kaget. "Go-gomen, mungkin aku terlalu berlebihan. Aku tidak ingin Azunyan pergi dari klub kita" ucap Yui sedikit terisak

.

Mio yang mendengar itu sekarang mulai terkendali emosinya. Ia ingat jika Yui memanglah orang yang sulit menahan diri sejak awal, tidak mungkin jika ia memiliki niat jahat pada Azusa

.

"Yu-yui, gomenasai, aku terbawa emosi" sesal Mio

.

Yui menggeleng. "Tidak, aku yang salah di sini"

.

"Yui-chan, aku rasa kamu harus meminta maaf pada Azusa besok" tanggap Mugi

.

"Ya, aku akan membantumu" tambah Ritsu memberi dorongan kepada Yui

.

"Ricchan, Mugi-chan" ucap Yui dengan mata bersinar

.

"Yoosh, aku akan melakukan sesuatu besok!" ucap Yui bersemangat dan mengangkat tangannya. "Ooooo!"

.

'Aku menyesal mengkhawatirkanmu' batin Mio dan Ritsu bersamaan

.

"Yare yare" ucap Mugi