Desclairmer
K-ON milik Kakifly dan animasinya dibuat oleh Kyoto Animation

Chapter 2: Who Are You?

Keesokan harinya. ruang klub. sore hari. Yui, Ritsu, Mugi dan Mio sedang duduk menikmati kue dan teh

.

"Kemana Azusa?" tanya Mugi

.

"Dia ada piket mungkin" kata Ritsu sambil menyunyah kuenya

.

"Ritsu, jangan berbicara ketika makan" Mio menegurnya

.

Ritsu mengacungkan ibu jarinya."hmm!"

.

"Sawa-chan kemana?" tanya Yui

.

"Sebentar lagi dia datang. Ia berkata kalau ia akan melakukan sedikit diskusi dengan klub orkestra" jawab Mugi

.

"Souka.." Yui mengangguk paham

.

Setelah beberapa menit berlalu terdengar suara pintu terbuka

.

"Permisi, aku masuk masuk" kata Azusa dengan sopan

.

Mereka ber-4 menoleh bebarengan ke arah Azusa

.

"Konichiwa Azusa" sambut Mio

.

"Silahkan duduk dan nikmati kuenya" tambah Mugi dengan senyum khasnya

.

"Ah iya.. Terima kasih" Azusa berjalan untuk menaruh tas dan gitarnya. "Yu-Yui-senpai, kemarin aku.." tiba-tiba Yui berlari dari duduknya mendekati Azusa sambal berteriak. "Azunyaaaannn gomenasaiiii!-"

.

Azusa yang melihat itu reflek menghindar dan melakukan sikutan ke perut Yui

(referensi K-On Movie)

.

Karena cepatnya lari Yui, sikutan mendadak itu membuatnya kehilangan keseimbangan dan membuatnya mengudara jatuh kedepan

.

Belum sempat Yui jatuh. Pintu terbuka dengan keras, terdengar suara Sawako sensei yang memegang ganggang pintu klub musik

.

"Minna-san!, seda-"

.

*BRUK*

.

Kalimat Sawako terhenti. Ia melihat ke bawah dan terdiam. Faktanya, semua yang ada diruangan terdiam. Mencerna kejadian yang mereka lihat. Keheningan tidak berlangsung lama sampai Mio menjerit

.

"KYAAAAAAA!" Mio berteriak dan menutup telinganya. Ia berlari ke sudut ruangan dan berjongkok

.

"YUII!" Ritsu dan Mugi berteriak bersamaan. Berlari menghampiri temannya yang jatuh tersungkur

.

Setelah mengudara akibat sikutan Azusa, kepala Yui membentur sisi pintu klub yang dibuka Sawako lalu jatuh tersungkur. Dari dahinya keluar cairan merah yang mengalir membasahi dahi dan lantai disekitarnya

.

Yui tak sadarkan diri setelah kejadian itu

.

Sawako dengan sigap mengambil tubuh Yui dan menggendongnya. Secepat mungkin ia berjalan menuju UKS

.

"Aku pergi ke UKS! Tolong panggil Ui! Beritahu dia keadaannya" suara Sawako lantang sambil menggendong Yui cepat menuju UKS

.

Mugi dan Ritsu mengambil tasnya dengan cepat

.

"Mugi, tolong susul Yui dan panggil Ui!. Aku akan mengurus disini" perintah Ritsu sambil mengemas drum stiknya

.

Mugi mengerti maksud Ritsu mengurus apa yang ada di ruang klub. Ia tau persis keadaan Mio dan Azusa.

.

'Arigattou, aku tinggalkan mereka padamu, Ricchan'. Batin Mugi dan bergegas menuju UKS dan menyusul Sawako.

.

Lorong sekolah, Mugi berlari sepanjang itu mengikuti Sawako yang membaw Yui. Untungnya sekarang sudah sore. Kebanyakan siswa sudah pulang dan beberapa sibuk di ruang klubnya. Sehingga lorong sekolah kosong

.

'Saat ini hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memberitau Ui-chan mengenai keadaan Yui-chan'. Sambil berlari mengejar Sawako, Mugi menelpon Ui.

.

Sfx: dering ponsel

Mugi: "Halo, Ui-chan, maaf menggaggu"

Ui: "Halo, Tsumugi-san, ad-"

Mugi: "Cepat datang kesekolah. Yui-chan terluka! Ia-"

Sfx: tuut~ tuut~ tuut~

.

Belum sempat Mugi memberitahu bagaimana Yui bisa terluka. Telponnya ditutup sepihak

.

Tanpa ba bi bu. Ui yang sedang memasak di rumah langsung mematikan kompor. Mengambil tas kecil dan berlari keluar rumah menuju sekolah.

.

.

.

Sementara itu di ruang klub. Azusa hanya diam mematung. Mio shock dan bergetar ketakukan disudut ruangan

.

Ritsu berdiri diam dibelakang Mio. Ia membatin. 'Ayolah Mio, disaat seperti ini kaulah yang bias diandalkan Azusa'. Ritsu mendesah lalu menghampiri Mio

.

"Mio, sudah tidak apa. Mugi dan Sawa-chan akan mengurusnya, yang lebih penting. Azusa butuh dirimu sekarang" bisik Ritsu mejajarkan tubuhnya setinggi Mio

.

"Aku tidak lihat, aku tidak dengan, aku tidak lihat, aku tidak dengar" hanya kata-kata itu yang bisa Mio ucapkan sambil bergetar

.

"Yare yare" lalu Ritsu memeluk Mio erat-erat

.

"Mio, tenanglah, aku disini" bisik Ritsu lembut. "Anggota klub baru sedang memerlukan kita sekarang" sambil mengusap punggung Mio agar ia cepat tenang

.

Sengan segera Mio mengangkat kepalanya menatap Ritsu dan berbalik mengarah ketempat Azusa mematung. "Arigattou, Ritsu"

.

Ritsu melepas pelukkannya. Lalu Mio berjalan kearah Azusa dan memeluknya dari belakang."Azusa, tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja"

.

Dalam sekejap Azusa berbalik dan memeluk senpainya erat-erat. Mengubur wajahnya di dadanya dan tangannya menggengam seragam belakangnya erat-erat. Seluruh tubuhnya bergetar

.

Mio membalas pelukan adik kelasnya sambil mengusap kepalanya. "Yosh yosh"

.

Ritsu memberi isyarat pada Mio untuk menyusul Mugi duluan. Mio hanya mengangguk. Kini, tersisa hanya tersisa Mio dan Azusa di dalam ruang musik

.

.

.

Yui terbaring di atas kasur UKS. Perban terlilit pada dahinya. Nampaknya Sawako sudah mengurus semuanya. Hanya ada Mugi dan Sawako yang duduk di ruang tunggu.

.

Sawako bertanya kepada Mugi. "Jadi Mugi-chan, apa yang terjadi?"

.

Mugi hanya menunduk dan mulai menjelaskan. "Yui-chan berlari ke arah Azusa-chan. Tapi Azusa-chan menyikutnya untuk menghindari pelukan Yui-chan yang mana hal tersebut menyebabkan Yui-chan kehilangan keseimbangan dan terjatuh kedepan, dan kebetulan sensei sedang membuka pintu ruangan" ia berdiam diri setelah selesai menjelaskan kejadian tersebut secara runtut

.

"Kuharap tidak terjadi apa-apa" Sawako hanya bisa menghela nafas saat itu

.

BRAK!

.

Pintu UKS terbuka dengan keras

.

"Onee-chan!" Ui berlari menghampiri kakaknya yang terbaring dikasur

.

"Ui-chan? Bagai-" Kalimat Mugi terpotong oleh suara yang masuk dari luar

.

"Yo" Suara Ritsu memotong pertanyaan Mugi

.

"Ricchan..." kata Mugi

.

"Bagaimana keadaan Yui?" Ritsu tanpa basa basi membuka pertanyaan

.

Ui tampak berdiri disisi Yui yang terbaring sambil memegang tangannya

.

"Dia belum sadarkan diri sejak kubawa kesini" Sawako menjawab pertanyaan Ritsu dengan serius

.

"Ano... Bagaimana dengan Mio dan Azusa?" sela Mugi kepada Ritsu

.

"Apa yang terjadi? Kenapa onee-chan bisa terluka?" Ui bertanya kepada seisi ruangan

.

Semua terdiam, suasana menegang. Hanya terdengar suara Sawako yang berdiri dan berjalan menuju Ui untuk menceritakan apa yang terjadi

.

Setelah melihat kondisi Ui yang lebih tenang, Ritsu berjalan mendekati Mugi. Entah bagaimana ia menceritakan kejadian itu, yang pasti Ui hanya mengangguk paham dengan kejadiannya.

.

Ritsu mulai berbisik "Mio sudah mengurus semuanya"

.

"Syukurlah kalau begitu"

.

"Azusa sangat shock awalnya. Tapi sekarang dia baik-baik saja"

.

Mugi mengangguk kecil. Suasana hening menyelimuti UKS sekolah

.

.

.

Sementara di ruang musik, Ausa sudah berhenti bergetar dan melepaskan pelukannya. Namun, ia masih terisak

.

"Mio-senpai.. Aku.."

.

"Tidak apa, tidak ada yang menyalahkanmu"

.

"Tapi.."

.

"Itu kecelakaan. Tidak ada yang sengaja melakukannya"

.

"Tapi aku penyebab Yui-senpai terluka..." suasana hening sekejap

.

"Jika saja aku tidak melakukan itu. Mungkin ini tidak akan terjadi" Azusa lalu menangis dalam dekapan Mio

.

Mio menggeleng. "Tidak, memang Yui yang membuatmu tidak nyaman. Kami tidak bisa menyalahkanmu atas itu..". Suasana hening kembali. "Azusa, kamu pulang saja duluan. Kamu pasti lelah kan? Biar kami yang menangani sisanya" ucap Mio kepada Azusa

.

"Tapi-"

.

"Keadaan di ruang UKS pasti tidak enak sekarang. Lagipula mungkin sudah ada Ui disitu, kami tidak tau bagaimana ia menanggapi situasi ini. Dia sangat protektif terhadap Yui". Azusa hanya diam, ia paham betul bagaimana Ui sayang terhadap kakaknya, mengetahui hal in, Azusa tidak berani membayangkan reaksi Ui jika melihatnya.

.

"Tenang saja Azusa, aku akan membicarakan hal ini dengan yang lain". Ucap Mio berusaha meyakinkan adik kelasnya itu agar percaya kepadanya.

.

"Baiklah Mio-senpai, aku mengerti. Maaf merepotkan kalian" lalu Azusa mengemasi barang-barangnya dan keluar pintu untuk pulang.

.

Setelah Azusa keluar ruang musik. Mio mulai mengemas barangnya dan barangnya Yui untuk dibawa ke UKS

.

.

.

"Baiklah, aku kembali keruang guru. Panggil aku jika terjadi sesuatu" Sawako berjalan menuju pintu keluar. Ketika hendak membuka pintu, Mio memasuki ruangan UKS

.

"Ah sensei" Mio terkejut mendapati Sawako ada di depan pintu

.

"Ah, Mio-chan, silahkan masuk. Aku pergi dulu ya" sembari melambaikan tangannya pada Mio

.

"Baik sensei, terima kasih bantuannya" ucap Mio sopan. Setelah Sawako pergi, ia masuk ke dalam ruangan. "Bagaimana keadaan Yui?" tanya Mio sambil menutup pintu UKS

.

"Ia belum sadarkan diri sejak tadi" jawab Ritsu

.

"Mio-senpai, tidak bersama Azusa-chan?"

.

Glek.. Ritsu, Mugi dan Mio menelan ludah

.

"Aaaa. Maa.. Ia sudah pulang" ucap Mio gagap

.

"Sudah pulang? Ia tidak kesini?"

.

"Ahh.. A-aku menyuruhnya p-pulang" ucap Mio gagap

.

"Kenapa?"

.

"Yah... Dia terlihat kelelahan tadi. Wajahnya pucat" Mio memalingkan wajahnya dari Ui

.

'Apa yang akan Ui lakukan terhadap Azusa? Melakukan hal yang sama dengan yang terjadi pada Yui' batin Mio

.

"Yah, intinya.. Ui, tenang dulu" Ritsu angkat suara

.

"Benar, kita bisa selesaikan masalah ini secara damai kan?" lanjut Mugi

.

"Besok mari kita bicarakan baik-baik. Aku akan temani kalian" tambah Mio

.

"Begitu ya.., baiklah, aku akan menemui dia besok"

.

Ketiga sahabat Yui saling memandang satu sama lain. Mereka khawatir akan apa yang terjadi besok ketika Ui menemui Azusa

.

Keadaan hening sampai terdengar suara dari tempat Yui terbaring. "Uhh.. Dimana ini.." Yui menggumam dan mulai tersadar

.

"Ah, onee-chan?! Onee-chan?! Aku disini, kita di UKS sekolah" Ui langsung heboh mengetahui kakaknya telah sadar

.

Ketiga sahabat Yui yang sebelumnya berdiri di ruang tunggu langsung berlarian menuju kasur Yui setelah mendengar suaranya

.

"Yui-chan kamu tak apa?"

"Kamu baik-baik saja?"

"Apa masih terasa sakit?"

"Apa kamu merasa pusing?"

"Katakan apapun pada kami"

Mereka bertiga membombardir Yui dengan kekhawatiran mereka

.

Yui perlahan duduk dan memegang kepalanya. Ia sedikit meringis

.

"Onee-chan, ada apa? Apa onee-chan pusing?"

.

Yui menatap sekitar ruangan. Kalimat pertama yang ia keluarkan adalah..

.

"Onee-chan? Kalian siapa?"

.

Mereka yang mendengar itu langsung terdiam shock.

.

"Ahahaha.. Yui, jangan bermain-main. Kami mengkhawatirkanmu tau" Ritsu berharap kalau Yui hanya bercanda

.

"Yui? Siapa? Aku?" Yui menunjuk dirinya sendiri dan kebingungan

.

"Bohong.. Tidak mungkin kan? Yui!" Mio tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Yui

.

"Aku akan memanggil Sawako-sensei" Mugi segera berlari keluar menjemput Sawako

.

Ui hanya terdiam membatu. Ia tidak bisa mempercayai jika kakaknya yang sangat ia sayangi tidak mengenal dirinya.