Setelah mendengar keadaan Yui. Sawako segera mengambil mobilnya, dan membawa Yui ke rumah sakit untuk menjalani pengecekan. Ia hanya membawa Ui seorang

.

Anggota klub musik yang tersisa pulang ke rumah masing-masing. Sebelum itu, Mugi menghubungi Nodoka untuk mengabari dia tentang keadaan Yui dan mereka memikirkan bagaimana cara meredam amarah Ui saat bertemu Azusa

.

Ui terlihat tak bernyawa, ia hanya diam sepanjang perjalanan ke sini. Tatapannya kosong. Bahkan Sawako tidak ingat bagaimana ia membawa Ui ke sini dengan keadaannya yang seperti orang mati

.

"Ui-chan?" Sawako mencoba memanggil Ui. Namun ia tidak mendapat jawaban

.

'Harusnya aku membawa mereka tadi. Bagaimana Ui bisa diandalkan jika keadaannya seperti ini' batin Sawako

.

Tak lama setelah itu. Terdengar suara memanggil Sawako

.

"Yamanaka-sensei!"

.

Sawako menoleh ke arah namanya dipanggil

.

Itu adalah Nodoka yang berlari mendekati mereka berdua dengan plastik berisi belanjaan ditangannya

.

"Nodoka-chan, ada apa kesini?"

.

Nodoka berhenti sejenak untuk menarik nafasnya yang terengah-engah. "Kudengar Yui hilang ingatan, bagaimana keadaannya?"

.

"Yui mengalami hilang ingatan setelah kepalanya terbentuk sisi pintu. Kini ia sedang menjalani pemeriksaan di dalam"

.

"Begitu ya.." Nodoka mengangguk mengerti

.

Mereka bertiga duduk bersama menunggu Yui keluar dari ruangan. Posisi Nodoka duduk diantara Ui dan Sawako. Lalu Sawako menceritakan apa yang ia dengan dari Mugi, mengenai bagaimana insiden itu bisa terjadi dengan suaranya terdengar kering hingga selesai

.

"Begitu kah? Tidak kusangka kejadian ini terjadi pada Yui" komentar Nodoka pada cerita Sawako

.

"Sangat disayangkan, semoga ia baik-baik aja" ucap Sawako dengan khawatir

.

Nodoka teeingat dengan plastik bawannya. "Yamanaka-sensei?" ia menawarkan minuman pada Sawako

.

"Eh, untukku? Terima kasih" Sawako mengambil dan meminum air pemberian Nodoka. Ia belum minum sejak sore tadi ketika Yui terbentuk sisi pintu

.

"Sensei, terima kasih telah mengantar Yui kemari"

.

"Bukan masalah"

.

"Ui-chan? Mau minum?" sekarang Nodoka menyodorkan air kepada adik Yui tersebut

.

Ui mengadahkan wajahnya yang dari tadi tertunduk menatap Nodoka. Ia menerima pemberian Nodoka dan meminumnya walau perlahan

.

"Arrigatou.., Nodoka-san.." ucap Ui pelan

.

Melihat perkembangan Ui yang sejak tadi murung. Kini Sawako yakin, ia bisa mengandalkan Nodoka mengatasi Ui

.

"Yup" Nodoka tersenyum.

.

"Nodoka-chan" panggil Sawako.

.

"Ada apa sensei?" Nodoka menoleh kearah Sawako dengan wajah bingung

.

Sawako tidak berbicara apa-apa. Ia hanya tersenyum padanya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ui. Padangan Nodoka mengikuti arah pandang Sawako

.

Nodoka yang mengerti mengangguk dan membalas senyum Sawako. Ia perlahan mulai berinteraksi dengan Ui

.

Sawako memperhatikan Nodoka dalam menangani keadaan Ui yang sekarang. Dalam hati ia hanya berucap. 'Yui-chan, syukurlah kau dikelilingi orang yang peduli padamu'

.

Setelah dokter keluar dan menjelaskan keadaan Yui. Mereka meninggalkan rumah sakit. Menggunakan mobilnya, Sawako mengantar Yui, Ui dan Nodoka menuju ke kediaman Hirasawa.

.

(Halaman Rumah Kediaman Hirasawa)

"Arrigatou sensei atas tumpangannya" ucap Nodoka sopan membungkukkan diri

.

"Bukan masalah besar, hubungi aku bila terjadi apa-apa"

.

Nodoka mengangguk

.

"Ano.. Sensei.." kini giliran Ui yang berbicara

.

"Nani? Ui-chan"

.

"Gomenasai, aku bersikap buruk padamu di rumah sakit" Ui hanya tertunduk

.

"Ahh, jangan dipikirkan, aku bisa memakluminya" Sawako mengibas-ibas tangannya tanda bukan masalah besar

.

"Aku berhutang padamu sensei, arrigatou" Ui membungkukkan badannya

.

"Baiklah, sebagai hutangmu tolong jaga Yui dengan baik"

.

"Ha'i!" ucap Ui

.

"Kalau begitu, sampai jumpa lagi!" Sawako masuk ke dalam mobil lalu bergegas pergi.

.

Ui dan Nodoka melambaikan tangannya pada Sawako sensei dengan kepergiannya

.

"Anoo.. Kalian membawaku kemana?" Yui yang dari tadi diam sekarang bertanya dalam kebingungan

.

"Onee-chan, ini rumah kita"

.

"Begitu ya.. Ngomong-ngomong, kamu sejak awal memanggilku dengan sebutan, onee-chan.. Berarti aku kakakmu?"

.

"Ughh.." Ui meringis memegang dadanya

.

'Ugh, rasanya sakit sekali tidak dikenali kakakku sendiri'

.

"Ah, gomen, apa aku menyakitimu?" Yui tampak khawatir melihat Ui meringis memegang dadanya

.

Ui menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. "Tidak apa onee-chan"

.

"Hirasawa Ui, dan kamu adalah Hirasawa Yui" Nodoka mengenalkan namanya dan nama adiknya

.

"Hirasawa.. Yui?" Yui lagi-lagi menunjuk dirinya salam bingung

.

Nodoka hanya menganggu, lalu ia mengenalkan dirinya sendiri. "Namaku Manabe Nodoka, kita berteman sejak TK, memang aneh rasanya mengenalkan diri pada orang yang telah lama ku kenal"

.

"Begitu.. Salam kenal Manabe-san"

.

"Manabe-san?"

.

"Apa itu terdengar aneh bagimu?"

.

"Sejujurnya memang terdengar aneh. Tapi tidak apa"

.

"Sebaiknya kita masuk, udara dingin di luar" Nodoka mengajak kedua bersaudara itu untuk masuk ke dalam rumah