(Pagi jam 06.00 AM)

.

Dug, dug, dug. Suara derap kaki terdengar ditelinga Yui. Ia terbangun, dan mendapati dirinya tertutup selimut

.

"Aku ketiduran" sambil mengucek matanya

.

"Onee-chan? Apa aku membangunkanmu?" Ui baru saja mengambil koran harian

.

" Ui.. Ohayou gozaimasu"

.

"Ohayou onee-chan. Aku akan menyiapkan roti selai" ucap Ui

.

"Tidak perlu repot-repot, biar aku yang siapkan. Ui mau selai apa?". Tawar Yui sembari berdiri menuju meja makan untuk membuat roti selai

.

"Stroberi.." jawab Ui

.

"Ohayou gozaimasu" Nodoka keluar kamar

.

"Ohayou gozaimasu" balas dua bersaudara itu

.

" Nodoka-chan, ingin roti selai?" tawar Yui

.

"Terima kasih, aku ingin selai blueberry" jawab Nodoka

.

"Baiklah". Ucap Yui mulai membuat roti sesuai selai keinginan adik dan temannya

.

"Nodoka-chan kapan kembali kerumah?" tanya Ui

.

"Setelah makan dan bersih-bersih. Oh iya, bagaimana kalau kita ke sekolah bersama?

.

"Boleh, Nodoka-chan" lalu ia melihat kearah meja makan dan mendapati sudah ada 3 roti beserta selai pesanan mereka di atas meja

.

"Itu cepat!" Ui kaget bukan main

.

*TIME SKIP*

.

Hari ini Ui memiliki beban yang jauh lebih sedikit dari hari biasanya. Kakaknya bangun sendiri, membantunya menyiapkan makan dan bekal. Dan sekarang Nodoka, Yui, dan Ui berjalan bersama ke sekolah

.

"Ne.. Ne.. Ui, sejak kemarin aku tidak melihat ayah san ibu kita. Apa kita hanya tinggal berdua

.

Ui menggeleng." Mereka sedang liburan keluar negeri, kita sering ditinggal di rumah berdua"

.

"Begitu ya.."

.

Nodoka menyambung percakapan mereka "Biasanya kau selalu merepotkan Ui, kau tau itu?"

.

"N-nodoka-san.." ucap Ui panik

.

"Begitu kah? Pasti berat mengurus diriku, terima kasih ya Ui "

.

"Bukan masalah! Melihat onee-chan senang sudah membuatku bahagia kok"

.

"Tenang saja Ui, aku tidak akan merepotkanmu lagi mulai sekarang"

.

"Onee-chan, sudah kubilang itu bukan masalah besar.."

.

Yui menggelengkan kepalanya. 'Tidak tidak, walau begitu aku harus menjadi contoh bagi adik kesayanganku" ucap Yui tegas

.

"Eh.. baiklah onee-chan" ucap Yui malu-malu

.

Mereka telah sampai di sekolah. Mereka melepas sepatu luar ruangan dan menggantinya dengan sepatu dalam ruangan

.

"Setelah pulang sekolah kau ada kegiatan klub, kamu sekelas dengan Ritsu dan Mugi. Mereka pasti akan menuntunmu nanti"

.

"Baiklah Nodoka-chan"

.

"Onee-chan, aku duluan ke kelas" kata Ui sambal berjalan menuju kelasnya

.

"Baiklah Ui, ganbatte" lalu mereka bertukar lambaian tangan

.

"Yui, aku juga akan ke kelas, sampai jumpa"

.

"Sampai jumpa Nodoka-chan" dan lagi, Yui bertukar lambaian tangan, kali ini dengan Nodoka

.

(dikelas Yui)

Yui memasukki kelasnya, teman-temannya menatap Yui dengan pandangan bingung mengenai perban di kepalanya

.

"Hirasawa-san? Daijobu?"

"Hirasawa-san, kenapa dahimu?"

"Apa kau terluka?"

"Apa kau baik-baik saja?"

.

Rasa menasaran menyelimuti teman-temannya. Yui kewalahan dengan teman-temannya yang mendekatinya dengan wajah penasaran dan khawatir mereka

.

"Aku baik-baik saja teman-teman..." ucap Yui

.

Ditengah keributan itu, Mugi dan Ritsu muncul di depan Yui menghalangi teman-temannya

.

"Ahh minna, Yui baik-baik saja" Kata Mugi

.

"Iya, kemarin dia hanya terjatuh dan kepalanya terluka, lukanya tidak parah" tambah Ritsu

.

Teman sekelas Yui yang tadinya mengerubunginya mulai berkurang hingga tidak ada lagi yang mengerubunginya, rasa khawatir dan penasaran mereka telah terjawab oleh kehadiran Ritsu dan Mugi. Lalu mereka duduk ke bangkunya masing-masing. Kecuali Mugi dan Ritsu yang menghampiri Yui di kursinya

.

"Fiuhh, Yui kamu tidak apa?" tanya Ritsu pada Yui

.

"Yui-chan, ku kira kamu tidak masuk sekolah hari ini" ucap Tsumugi

.

"Ahh, terima kasih kalian aku merasa baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kurasa sekolah bukan masalah. Nodoka-chan sudah memberitahuku mengenai diriku disekolah ini ucap Yui"

.

"Seperti yang diharapkan dari Nodoka" tambah Ritsu

.

"Ano.. Tainaka Ritsu-san dan Kotobuki Tsumugi-san?" ucap Yui memastikan jika ia tidak salah orang

.

"Yap, benar sekali, aku Tainaka Ritsu, drummer sekaligus ketua klub musik" ucap Ritsu bangga

.

"Aku keyboardis klub musik, Yui-chan, kamu bisa memanggil kami dengan nama kami kok" ucap Mugi

.

Yui mengangguk paham, "Baiklah, Ritsu-chan, Mugi-chan, jika tidak salah, aku berperan sebagai gitaris?" tanya Yui

.

"Benar, lebih tepatnya kau salah satu gitaris di klub bersama Azusa-chan" ucap Ritsu

.

"Masih ada satu anggota lagi? Nodoka tidak menceritakannya" ucap Yui

.

"Mungkin dia belum tau jika kita punya anggota baru" sambung Mugi

.

"Ngomong-ngomong Yui, apa kau baik-baik saja? Apa kau ingat cara bermain gitar?" tanya Ritsu

.

"Ahh, itu akan menjadi masalah besar.." ucap Yui

.

"Sepertinya kita harus mengulang dari awal ya, Ricchan, Yui-chan" Mugi menyimpulkan

.

"Ini akan berat..." ucap Ritsu pasrah

.

.

.

(Pulang sekolah, klub music)

"Jadi seperti ini ruang klub kita" ucap Yui sambil melihat sekitar. "Tea set?" tambahnya

.

"Aahh, kita setiap hari biasanya makan kue dan minum teh disini" ucap Ritsu

.

"Ini kuenya Yui-chan, aku membawa kue stroberi kesukaanmu" ucap Mugi sambil mengangkat box berisi kue yang ia bawa

.

"Eh? Apa itu akan baik-baik saja?" ucap Yui ragu

.

(Ruang kelas Mio)

.

"Mio!" panggil Nodoka

.

"Ah, Nodoka, bagaimana keadaan Yui? Apa dia baik-baik saja?" tanya Mio khawatir

.

"Tenang aja, dia bahkan sudah bersekolah, meski ingatannya hilang" jawab Nodoka

.

"Benarkah?!" ucap Mio tidak percaya. "Tapi.. apa ia akan baik-baik saja? Kehilangan ingatan berarti kehilangan semua pelajaran dan segala hal mengenai klub kami" ucap Mio sedih

.

"Mengenai pelajaran itu tidak menjadi masalah, tetapi ia benar-benar lupa cara bermain gitar" tambah Nodoka

.

"Tentu saja.. Sepertinya kami akan berputar kembali seperti tahun lalu" ucap Mio dengan lesu

.

"Kurasa tidak Mio" Nodoka menggantung kalimatnya

.

"Apa maksudnya Nodoka?" tanyanya penasaran

.

"Aku belum tahu pasti, tapi kurasa tidak hanya ingatannya yang hilang, namun kepribadiannya ikut berubah. Aku menyadarinya kemarin, ia bersikap seperti orang normal pada umumnya. Bahkan tadi pagi ia menyiapkan sarapan untukku dan Ui" ucap Nodoka, menjelaskan apa yang ia ketahui tentang Yui

.

"Begitukah? Kurasa baik jika ia mengalami perubahan seperti itu. Kuharap proses belajar gitarnya akan lebih cepat" ucap Mio. Harapan terlihat jelas dimatanya

.

"Ya, itu memang benar. Tapi Mio, aku belum tau sejauh mana ia berubah, jadi kusarankan untuk tidak berlebihan dan amati, tapi yang lebih penting dari itu. Kau pasti akan merindukan dirinya yang lama" Nodoka melembutkan nada suaranya di akhir kalimatnya

.

"Benar juga, meskipun ia bisa bersikap seperti orang normal lainnya, tanpa keceriaannya dan keluguannya, klusik pasti akan sedikit berbeda" ucap Mio. "Tapi sampai saat itu, aku akan berusaha yang terbaik. Arrigatou Nodoka." Lalu ia melambaikan tangannya dan berbalik, ia berlari menuju ruang musik.

.

"Ganbatte Mio" ucap Nodoka