Chapter 6: Berkenalan Lagi

(Ruang music)

Hanya terdengar suara mulut mengunyah, dan kertas yang dibalik. Ritsu dan Mugi sedang memakan kue dengan teh dihadapan mereka. Sesaat kemudian pintu tebuka dan terlihat Mio mulai memasukki ruangan.

.

"Hai Mio, tumben hari ini agak lama, darimana saja?" tanya Ritsu

.

"Aku hanya berbicara sebentar dengan Nodoka" jawab Mio. "Yui?" panggil Mio

.

Yui yang sedang membaca buku tersadar dengan kehadiran satu anggota lainnya. "Ah, gomenasai, aku sedang membaca buku ini" Jawab Yui

.

Mio menggelengkan kepalanya. "Bukan masalah Yui, apa yang sedang kau baca Yui?"

.

"Ini buku panduan bermain gitar untuk pemula. Apakah kau Akiyama Mio-san?"

.

"M-Mio-chan" jawabnya

.

"Baiklah, Mio-chan" panggil Yui dengan senyum lebar di wajahnya. Kemudian ia kembali membaca buku

.

Mio menaruh barang-barangnya dan menuju meja untuk bergabung bersama Ritsu dan Mugi untuk makan.

.

"Ada yang aneh dengan Yui" kata Ritsu

.

"Itu benar Mio-chan, aku sudah mengajaknya, tetapi ia tidak makan" tambah Mugi

.

Setelah memastikan Yui tidak mengamati mereka bertiga. Mio mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mereka berdua. "Menurut Nodoka, Yui tidak hanya mengalami hilang ingatan, tetapi kepribadiannya juga ikut berubah" jelas Mio

.

"Apa maksudnya Mio-chan?" tanya Mugi

.

."Maksudku, ia sekarang bukanlah Yui yang kita kenal dengan kepribadiannya yang polos dan konyol"

.

"Begitu ya, aku mengerti" jawab Ritsu

.

"Ah, minna-san, aku dengan ada satu anggota lagi yang belum kemari, dimana ia?" tanya Yui dari bangku panjang

.

"Orang yang kau maksud adalah Nakano Azusa, ia adalah adik kelas kita yang baru bergabung. Biasanya ia tidak telat, mungkin sedang piket di kelas" jelas Mio pada Yui

.

"Begitu ya.." jawab Yui mengerti. "Ngomong-ngomong, apa yang terjadi hingga aku hilang ingatan?"

.

Pertanyaan mendadak Yui membuat mereka bertiga kebingungan

.

"Yui, kamu belum mengetahui kenapa kamu kehilangan ingatan?" tanya Ritsu

.

Yui menggelengkan kepalanya. "Aku belum mengetahui penyebab aku kehilangan ingatan. Aku tidak menanyakannya pada Nodoka-chan ataupun Ui di rumah. Ketika aku bangun, hal pertama yang aku ingat adalah kalian ber-3 dan 1 orang yang lebih tua. Oleh karena itu aku memutuskan untuk menanyakannya langsung kepada kalian" jelas Yui

.

Mio, Ritsu dan Mugi terdiam sejenak, mereka bingung dengan cara terbaik menceritakan hal itu kepada Yui yang sekarang

.

"Moshi moshi? Apa pertanyaan itu mengganggu kalian?" tanya Yui memastikan jika ketiga temannya itu mendengarkannya

.

"Gomenasai Yui-chan, bukan begitu, kami hanya bingung bagaimana menceritakannya kepada dirimu" ucap Mugi

.

"Jika kalian berpikir itu karena diriku berbeda dari sebelumnya, maka jangan sungkan" Yui memastikan kepada mereka jika dirinya akan baik-baik saja

.

"Begitukah? Baiklah Yui, hari itu.." ketika Mio mulai bercerita, ia mendengar deritan pintu yang lembut. Terlihat adik kelas mereka ragu untuk masuk ke dalam

.

"Azusa! Masuk masuk" teriak Ritsu pada Azusa

.

"P-permisi, aku masuk" Azusa memasuki ruangan dengan kaku. Ia menaruh tas dan gitarnya lalu pergi ke meja makan untuk bergabung bersama Mio, Ritsu dan Mugi. Sambil menghindari kontak mata dengan Yui

.

"Azusa.." ucap Mio. Tidak hanya Mio, Ritsu dan Mugi juga menatap kouhainya dengan khawatir

.

"Apa kau baik-baik saja? Azusa" tanya Ritsu mewakili Mio dan Mugi

.

"A-aku baik-baik saja senpai, tidak ada masalah" jawab Azusa gagap

.

"Jika tidak ada masalah, harusnya kau tidak bersikap menghindariku kan?" tanya Yui mendadak berada di belakang Azusa dengan wajah horor

.

"Hiyaaa!" teriak Azusa kaget

.

"Ehehehe, gomen gomen. Apa kau Nakano Azusa?" tanya Yui pada adik kelasnya

.

"Yui-senpai, kau mengagetkanku. Kau benar, aku Na-" ucapan Azusa terhenti Ia menyadari sesuatu yang aneh dari senpainya itu. Lalu ia menatap ketiga senpainya yang sedang makan kue di hadapannya.

.

"Yui kehilangan ingatan" jelas Ritsu pada Azusa

.

"T-tidak mungkin.." ucap Azusa tidak percaya

.

"Azusa-chan, gomenasai, tapi apa yang Ritsu katakan memang benar" tambah Mugi, disusul anggukan Mio

.

Setelah mendapat konfirmasi dari ketiga senpainya, ia menatap Yui. Ia tidak berkata sepatah kata apapun sampai Yui menyadarkannya

.

"Moshi moshi? Apa kau masih disini?" tanya Yui mengibas tangan kananya di depan wajah kouhainya itu

.

"Ah, gomenasai, aku hanya tidak percaya itu terjadi" ucap Azusa tertunduk

.

"Moo, apa kau baik baik saja?" ucap Yui khawatir dengan keadaan Azusa

.

Azusa menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja Yui-senpai" jawab Azusa memastikan kondisinya pada Yui. "Aku Nakano-Azusa, anggota klub musik ringan, berperan sebagai gitaris" Azusa memperkenalkan dirinya

.

"Baiklah, Azusa-chan, senang berkenalan denganmu" ucap Yui sambil tersenyum

.

"Azusa-chan?" Azusa kebingungan dengan apa yang baru saja ia dengar. Kemudian ia menatap ketiga senpainya kembali

.

Kali ini Yui yang menjawabnya sendiri. "Berdasarkan cerita dari Nodoka-chan, kurasa sifat berubah" jawab Yui. "Tapi itu bukan masalah besar untukku, jadi tolong jangan anggap itu sebagai hal yang sensitif." Yui menegaskan hal tersebut

.

"B- begitu ya" jawab Azusa.

.

"Nah, sekarang Azusa-chan. Jelaskan padaku, mengapa kau menghindariku seperti tadi? Apa aku membuat kesalahan sebelum aku kehilangan ingatanku?" tanya Yui tanpa basa basi

.

"I-itu..." Azusa bingung bagaimana menceritakannya

.

Mio kemudian berdiri mendekati Azusa yang sedang kebingungan dengan permintaan Yui. "Yui, biar aku yang menceritakannya. Azusa sedang dalam kondisi tidak baik hari ini"

.

"Azusa-chan, gomenasai. Aku tidak tau jika kau sedang tidak baik"

.

Azusa menggeleng. "Tidak apa senpai, Mio-senpai, arrigatou"

.

Mio menggelengkan kepalanya. "Tidak masalah Azusa". Kemudian ia mengajak Yui "Yui, ikut aku keluar" sambil berjalan keluar pintu ruang klub

.

"Baiklah Mio-chan" Yui mengikuti Mio keluar ruangan

.

Di luar ruangan klub Mio menjelaskan kejadian sebelum Yui kehilangan ingatan. "Yui, dua hari yang lalu. Sehari sebelum kejadian kau melakukan hal yang buruk pada Azusa" jelas Mio

.

Yui terkejut mendengar hal itu. "B-benarkah? Apa yang kulakukan?"

.

"Kau mengganggu Azusa yang sedang makan kue. Sehingga kue yang sedang ia makan terjatuh mengotori baju seragamnya. Kurasa hal tersebut bisa menyebabkan ia dimarahi kedua orangtuanya"

.

Yui terdiam sejenak mendengar penjelasan Mio. "Lalu, bagaimana selanjutnya?" tanya Yui

.

"Keesokan harinya, kau ingin meminta maaf padanya. Tetapi caramu meminta maaf justru mengejutkan Azusa. Kau berlari ke arahnya dengan posisi ingin memeluknya, namun Azusa bisa menghindarinya dan secara tidak sengaja menyikutmu hingga kau kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kebetulan Sawako-sensei sedang membuka pintu dan kepalamu terbentur sisi pintu" jelas Mio pada Yui

.

"Seperti dugaanku, diriku memang kacau ya. Hehehe" Yui tertawa garing

.

"Yui, apa kau baik-baik saja setelah mendengar itu?" tanya Mio khawatir

.

"Daijobu, Mio-chan. Aku akan meminta maaf pada Azusa-chan setelah kegiatan klub selesai"

.

"Baiklah Yui, mari kembali ke dalam. Aku sudah selesai dengan ceritaku" ajak Mio

.

Merekapun masuk ke dalam ruangan klub. Mio kembali duduk ke kursi sedangkan Yui berdiri di depan pintu klub, melihat adik kelasnya dengan seksama. Merasa ada yang mengamatinya, Azusa menengok ke arah sumber tatapan tersebut. Secara tidak sengaja Yui dan Azusa bertatapan

.

"Yui-senpai, kau tidak duduk?" tanya Azusa

.

"Azusa-chan kawaii.." goda Yui pada Azusa

.

Azusa merona merah. Kemudian dengan cepat membuang mukanya ke arah kue yang sedang ia makan. Sedangkan Yui kembali membaca buku tutorial gitar dengan wajah puas menggoda Azusa

.

"Azusa tersipu malu!" teriak Ritsu

.

"Ritsu-senpai! Aku hanya kepanasan!" Sanggah Azusa

.

"Azusa-chan..." ucap Mugi sambil menyentuk kedua pipinya

.

"Mugi-senpai juga?!" ucap Azusa

.

.

.

Kegiatan klub telah berakhir sore itu. Mereka sedang berjalan menuju rumah masing-masing

.

"Kalian sama sekali tidak latihan, apa tidak apa-apa?" tanya Yui

.

"Tenang saja, kita setiap hari selalu begini kok, benar kan Mio?" sambil melihat ke arah Mio.

.

"Itu hanya kau yang menginginkannya!" gerutu Mio

.

"Tapi Yui-chan, melihatmu membaca buku daripada makan kue membuatku merasa ada yang kurang" Mugi menyampaikan isi hatinya

.

"Mugi-chan.." jawab Yui terharu. "Apa itu mengganggumu? Maafkan aku" ucap Yui

.

Mugi menggeleng. "Tidak-tidak, kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Melihatmu kembali ke klub bersama kami itu sudah cukup"

.

"Itu benar Yui.. tapi ku harap kau cepat pulih, agar parter manzai ku kembali" ucap Ritsu sambil merangkul Yui. Disusul anggukan Mio

.

Author note: manzai adalah permainan lawakan dari Jepang, ada dua peran dalam permaian ini, yakni boke (orang bodoh) dan tsukumi (orang pintar)

.

"Minna.." Yui terharu mendengar reaksi kawan-kawannya itu. "Beruntungnya diriku, memiliki kawan baik seperti kalian semua" sambil mengusap matanya

.

"Oh ayolah Yui, ini bukan sesuatu yang harus kau tangisi" ucap Ritsu sambil mengeratkan rangkulannya

.

Mereka terkekeh geli melihat reaksi Yui

.

Disisi lain, Azusa yang berjalan bersama mereka hanya terdiam, melihat kedekatan senpai-senpainya satu sama lain. 'Mereka dekat sekali ya'

.

Menyadari tatapan Azusa, Yui melepas rangkulan Ritsu

.

"Ada apa? Yui" tanya Ritsu heran

.

Yui menggeleng. "Bukan apa-apa Ritsu-chan, aku hanya hampir melupakan sesuatu". Kemudian ia menatap ke arah kouhainya itu

.

"!" Azusa terkejut dan segera membuang mukanya ke arah yang lain

.

"Azusa-chan.." panggil Yui

.

"A-ada apa, senpai?" jawab Azusa gugup

.

Mereka telah dipersimpangan dimana mereka akan berjalan terpisah untuk pulang ke rumah masing-masing

.

"Aku ingin meminta maaf dengan apa yang sudah ku lakukan tempo hari, sampai hari ini aku belum meminta maaf dengan benar.. dan mengenai kedua orangtuamu. Jika boleh, aku akan berhadapan dengan mereka berdua dan bertanggung jawab atas apa yang ku perbuat" ucap Yui sambil membungkukkan badannya

.

"Yui.." Mio, Ritsu dan Mugi kaget melihat Yui seperti itu

.

Lalu Azusa segera mendekat pada Yui, "Yui-senpai, angkat dirimu, tidak apa apa" ucap Azusa

.

"Lalu, mengenai orangtuamu.." Yui mencoba lagi namun kali ini sela oleh Azusa

.

"Yui senpai tidak apa.." kemudian ia menghela nafasnya. "Terima kasih senpai, tapi aku sudah memaafkanmu. Lagipula aku tidak dimarahi kedua ornagtuaku" jawab Azusa

.

"Benarkah? Syukurlah.." jawab Yui lega

.

Azusa mengangguk. "Benar senpai, mereka bilang itu adalah bagian dari menjadi teman, kali ini tidak apa. Itu yang mereka katakan"

.

Yui, Mio, Ritsu dan Mugi saling bertatapan satu sama lain dengan ekspresi lega

.

"Syukurlah Yui" ucap Mio

.

"Benar, jika mereka tidak memaafkanmu, mungkin kau tidak akan berada di ruang klub esok" ucap Ritsu. Azusa hanya bisa ber-hei! ria menaggapi senpainya

.

"Yui-chan.. aku senang sekali mendengarnya" ucap Mugi

.

Yui tersenyum, "Azusa-chan, arrigatou.."

.

Mereka kemudian berpisah, pulang ke rumah masing-masing.