Hai guys! :)
Saya ucapkan terima kasih untuk review kalian di chapter sebelumnya.
Saya senang jika kalian menyukai cerita ini. Saya berfikir merevisi chapter sebelumnya.
Seharusnya saya membuat nama Ace disitu bukan Hiken no Ace. Astaga ini karena saya terlalu bersemangat membuat cerita sampai terlupakan nama asli Ace. :')
Ah, ini cerita berat yang coba saya buat.(T-T) Saya membuat cerita ini sambil mengulang-ulang episode animenya. Dan saya juga berharap bisa menamatkan cerita ini, tapi itu tidak mungkin jika One Piece masih Ongoing. :') Berharap lah One Piece segera tamat kurang lebih 5 tahun lagi. :')
Karena jika lebih saya tidak merasa bisa untuk menamatkan dengan epic cerita ini. :') Yahh mungkin jika klw pun One piece belum tamat juga, jika saya memiliki hayalan dikepala mungkin akan menamatkan dengan paksa fict ini :')
Kebanyakan Crossover Naruto x One Piece keren berhenti ditengah jalan karena ini. :')
Dan btw guys, tolong jangan memanggil ku "bang" :') saya ini wanita. :')
Oke cukup dengan basa-basi nya. Semoga kalian menyukai chapter ini. :)
The Second New Life
Chapter 2
Marineford
"MENYINGKIRRRR!!" Teriak seorang pria yang berlari ke tengah medan perang dengan tubuh yang sebagian tertutupi diamond.
"Jozu!" Teriak para bajak laut dan mereka mulai berlari menyingkir.
OOOOAAARRRR!!!
Teriak orang yang dipanggil Jozu yang tengah memukul lantai es.
Retakan es melingkar terbentuk akibat pukulan Jozu. Kemudian dia mengangkat bola es tadi kemudian melemparkannya ke Angkatan Laut.
"Coba Hentikan ini!!" Teriaknya.
Angkatan Laut terkejut, mulut mereka menganga melihat es besar tersebut melayang ke arah mereka. Es itu mulai menutupi area tersebut.
"Gumpalan es... Raksasa!!!" Teriak angkatan laut
Angkatan Laut yang tengah duduk dikursi dibawah tiang hukuman melihat bongkahan es besar tersebut.
"Meninggalkan tempat ini begitu saja" Katanya sambil berdiri. Tangan kanannya mulai mengeluarkan magma bersiap untuk meninju.
"Jika kita semua pergi kesana... lalu siapa yang akan melindungi tempat ini!" Ucapnya dengan kepalan tangan yang mulai membara dengan magma.
"Akainu-san" Ucap seorang angkatan laut.
Tangan Akainu mulai meledakkan magma.
"DAIFUNKA!" Ucap Akainu sambil meninju bongkahan es raksasa.
Es itu pun terlihat mulai hancur akibat magma panas yang dihasilkan Akainu. Akibat dari melelehnya es dan panasnya magma. Itu kemudian meledak dan jatuh seperti hujan meteor.
"Pergi dari sini!!"
"Hujan Batu Vulkanik!"
"Sialan!"
Teriakan para bajak laut yang tengah melarikan diri dari serangan Akainu terdengar.
Hujan magma itu mengenai apapun di sekitarnya. Bahkan salah satu kapal milik Bajak Laut Shirohige.
Kepulauan Sabaody
Ini adalah salah satu pulau yang terletak di dekat Red Line. Salah satu pulau dengan ciri khas gelembung-gelembung yang dihasilkan dari pulau ini.
Di tengah kota, Layar raksasa yang menampilkan peperangan antara Angkatan Laut dan Bajak Laut Shirohige ditampilkan. Banyak para warga yang tengah menyaksikan peperangan tersebut.
"Seperti melihat akhir dunia" Ucap salah seorang warga.
Semua orang terlihat terkejut dengan apa yang tengah mereka lihat. Mulut mereka terlihat selalu menganga tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.
Marineford
Salah satu magma tengah menuju ke arah Shirohige. Tapi dengan mudah dia memblokirnya dengan pedang nya.
"Kau pikir kau terlihat keren dengan pukulan mu itu" Ucapnya yang kemudian meniup magma itu dengan mudah hingga padam.
"Kenapa kau tidak menyalakan lilin ulang tahun saja, Bocah magma!" Ucapnya sambil menyeringai ke arah Akainu.
Akainu yang mendengar tersebut ikut menyeringai.
"Tentu saja, Itu untuk pemakamanmu nanti... Shirohige!" Balasnya ke Shirohige.
"Jangan berhenti menembak! masih ada 3 kapal disana!" Perintah salah satu wakil laksamana.
Meriam ditembakkan. Bola misil itu pun menghujani mengarah ke arah kapal Shirohige. Namun, secepat itu pula sekelebat warna orange terlintas dan...
BOOOMM!
"Arrghhh!!" Teriak Angkatan Laut yang terkena efek ledakan.
Bola misil tadi meluncur kembali ke arah meriam dan meledakkannya. Orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu kembali turun ke bawah. Shirohige yang melihatnya menyeringai.
Uzumaki Naruto.
Sejak kedatangannya di dunia ini. Dia memutuskan akan membantu Shirohige dalam peperangan untuk menyelamatkan Ace. Dari tadi dia diam untuk memperhatikan kekuatan apa yang akan dikeluarkan orang-orang ini.
Dia sedikit terkejut saat melihat bahwa Kekuatan Buah Iblis yang di beritahu oleh Rikudou Sennin ternyata hebat. Dia bersemangat. Kurama juga dari tadi ribut untuk cepat ikut serta.
"Heh! Jadi itu kekuatan Buah Iblis. Menarik" Ucap Naruto sambil menyeringai. "Sasuke"
"Ya. Tapi, Kita juga tidak kalah kuat bukan. Lagipula itu bukan apa-apa." Balas Sasuke mengamati dengan Sharingannya yang telah aktif sejak mereka mendeklarasikan membantu Shirohige.
"Tapi, Naruto." Kata Sasuke yang melihat ke arah Naruto yang berdiri disampingnya. "Apa ini benar-benar dirimu?"
"Huh?"
"Biasanya kau akan langsung menyerbu musuh tanpa pikir panjang. Sekarang kamu memilih memperhatikan musuhmu terlebih dahulu."
"Apa kau benar-benar Naruto?" Tanya Sasuke dengan aneh.
"Huh?! Sialan kau Teme!! Aku juga pintar tahu." Ucap Naruto kesal. Kurama yang mendengar tertawa.
"Naruto yang bodoh berfikir. Ahahaha""Sialan kau Rubah Besar!" Ucap Naruto kesal dengan tautan pikirannya ke Kurama.
Kembali ke dunia nyata. Naruto dan Sasuke kembali melihat ke depan. Sengoku yang melihat tersebut mulai kesal.
"Cepat tangkap Uzumaki Naruto dan pemuda disampingnya!!" Perintah Sengoku. "Pasukan Raksasa cepat maju!!"
Angkatan laut itu pun berlari mencoba menangkap Naruto dan Sasuke. Para raksasa itu juga mulai bergerak.
"Sasuke beri aku waktu. Aku akan menangani para raksasa itu." Ucap Naruto yang kemudian duduk bersemedi.
"Baiklah" Balas Sasuke yang kemudian dengan cepat melesat kedepan dan mengahajar angkatan-angkatan laut itu dengan mudah. Tidak perlu sampai mengeluarkan kusanaginya.
"Tembak dia!"
Peluru mengarah ke Sasuke. Walaupun seberapa cepatnya itu. Namun, Sharingan dapat dengan mudah melihat pergerakan peluru-pelu tersebut.
Sasuke menghindar dengan mudah. Dan mulai menendang dan menghajar angkatan laut bersenjata.
"Di Dia kuat!"
Angakatan laut yang mengelilingi Sasuke sedikit takut. Mereka bergerak mundur. Ditambah melihat mata merah dan ungu milik Sasuke mereka semakin takut.
Di tempat Naruto. Naruto mulai membuka matanya. Tapi yang terlihat bukan lagi biru langit cerah. Itu berubah berwarna kuning yang mengingatkan dengan mata seekor katak.
Naruto kemudian mulai melesat cepat kearah para raksasa. Berhenti di depan wajah salah satu raksasa yang terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba.
"A Ap-"
Sebelum raksasa itu sempat bereaksi Naruto menedang wajahnya kesamping. Cukup kuat walaupun tidak sekuat milik Sakura, tapi itu sudah bisa membuat raksasa itu kehilangan keseimbangan dan jatuh kesamping.
Raksasa lain yang melihat tersebut terkejut. Angkatan laut memiliki mulut mereka menganga. Bajak laut yang melihatnya terkesan.
"Heh, si dobe itu tidak menahan sama sekali." Menyeringai Sasuke melihat aksi mencolok Naruto.
Naruto terus menghajar pasukan raksasa angkatan laut. Seketika tanah bergetar. Dari laut muncul sosok besar yang menuju ke medan perang.
"Woaahhhh dia datang!" Sorak Bajak laut Shirohige.
"Little Oars Junior!"
Naruto yang melihat terkejut. Sasuke juga terkejut walau dia menutupi emosi di wajahnya.
"Ternyata ada orang besarnya mendekati Kurama" Ucap Naruto.
"Sialan Brat! Kau membandingkannya dengan ku!"
Naruto tidak memperdulikan protes yang dilontarkan oleh Kurama. Raksasa itu menyerang kapal Angkatan laut dan melemparkannya ke depan. Beberapa angkatan laut tersingkir.
Raksasa yang dipanggil Oars itu berjalan ke arah tempat hukuman.
"Ace-kun.. Aku datang" Ucap Oars.
"Hentikan! kau hanya akan menjadi sasaran empuk dengan tubuh besar mu!" Teriak Ace menangis.
Naruto yang melihat pemandangan itu sedikit sakit. Mereka seperti keluarga. Mereka akan melakukan apapun untuk menyelamatkan keluarga mereka.
Sedikit mengingatkan akan dirinya sendiri. Naruto juga akan melakukan apapun untuk melindungi desa dan teman-temannya. Sasuke disisi lain hanya terdiam. Dia sangat tidak bisa berurusan dengan hal-hal seperti perasaan ini.
Walaupun dia berusaha berubah. Namun perasaan-perasaan seperti ini masih sulit untuk dia terima. Tapi, selama dia bersama Naruto. Sahabatnya. Dia akan melakukan apapun untuknya. Dia sudah bertekad.
"Saat Oars mengalihakan perhatianmu. Kami akan menyerangmu" Ucap salah satu bajak laut yang mulai menembakkan misil ke arah seorang wanita dengan ular kuning di belakangnya.
Wanita itu mendekatkan jarinya kebibir dan mengeluarkan sesuatu berbentuk hati. Dengan gerakan seperti menarik panah.
"Salve Arrow"
Anak panah keluar dari benda berbentuk hati tersebut. Angkatan Laut dan Bajak laut yang terkena panah itu mulai berubah menjadi batu. Naruto yang melihat tersebut merinding.
'Wanita yang menakutkan!' Ucap Naruto dalam hati.
"Ratu Bajak Laut-" Ucap seorang Bajak laut yang terhenti akibat tendangan wanita itu.
Tubuh Bajak laut itu berubah menjadi batu dan retak. Dia kemudian mulai menendang Angkatan laut maupun Bajak laut.
"Parfume Femure"
Setelah menendang baik Angkatan laUt maupun Bajak laut. Wanita itu kembali ke ular kuningnya dan berdiri diatas.
"Sialan! Kau juga menyerang kami!" Ucap salah satu Angkatan laut yang terkena tendangan wanita itu.
"Aku memang setuju untuk melawan Shirohige. Tapi, aku tidak pernah bilang akan berada dipihak kalian" Ucap wanita itu. "Musuh atau sekutu bagi ku semua sama saja... kecuali orang itu."
"Tapi bagaimana pun juga aku tetap akan memegang janjiku" Ucap wanita itu lagi.
"Apa?!"
"Itu karena aku cantik" Ucap wanita itu sambil berpose.
Angkatan laut yang melihat nya tidak bisa berkata apa-apa karena tersihir oleh kecantikannya.
'Wanita yang menakutkan!' Ucap Naruto dan Sasuke syok dalam hati.
Raksasa Oars terus maju ke arah tempat hukuman. Salah satu pria besar dengan baju hitam mulai mengeluarkan sesuatu seperti bentuk telapak tangan kucing.
Itu terus membesar diatasnya. Kemudian setelah itu mulai menyusut hingga sangat kecil. Orang itu melepaskan nya menuju ke arah Oars.
"Ursus Syock"
Saat benda itu mencapai perut Oars. Itupun berputar dan meledak. Ledakannya sangat kuat sampai dapat menghempaskan beberapa orang.
'Itu seperti Oodama Rasengan!' Ucap Naruto dalam hati.
Oars itu pun jatuh berlutut. Kemudian dengan tekadnya dia berdiri dan terus menuju ke tempat hukuman. Angkatan laut itu menembakinya.
Lalu dia meninju disalah satu tempat Shichibukai berada. tapi orang itu melompat keatas.
"Ada apa Oars.. Apa ada yang aneh." Ucao Shichibukai dengan bulu pink itu sambil tertawa.
"Ka Kaki ku" Ucap Oars.
Kemudian Kaki Oars mulai terpotong tanpa sebab. Oars pun jatuh.
"Menyenangkan" Ucap Shichibukai itu sambil tertawa senang.
"Oars!!" Teriak Ace.
Walaupun dia terluka parah. Bahkan salah satu kakinya terpotong. Pandangannya mulai memudar. Tapi Oars tetap berusaha untuk menjangkau Ace. Yang ada dipikirannya hanya Ace. Ace. Dia harus menyelamatkan Ace.
"Kurang ajar si Doflamingo! dia memotong kakinya! Tubuhnya adalah milik ku!" Ucap satu Shichibukai berpakaian hitam.
"Doppelman... Serang dia... Tsunotokage!" Ucapnya dan bayangan kelawar dan membentuk tobak tombak bayangan menembus tubuh Oars.
"Oars!!!" Teriak Ace putus asa.
Walaupun begitu. Oars tetap berusaha untuk menjangkau Ace. Dia tetap berusaha. Ace yang melihatnya mengepalkan tangan.
"Sekarang... Aku akan menyelamatkanmu... Ace-kun"
Namun tidak beberapa lama kemudian. Oars jatuh. Dan Shichibukai yang mengendalikan bayangan itu tertawa.
"Oars!!!!!" Teriak Ace sambil menangis.
Sasuke yang memperhatikan nya dengan Sharingannya terkejut. Ternyata mereka kuat. Sepertinya dia dan Naruto harus memperlihatkan kekuatan mereka.
Bersambung!!!
Terima kasih sekali lagi untuk review kaliab guys!!
Maaf jika update nya lama. saya harus memikirkan dengan keras adegan yang akan saya masukkan dalam cerita ini. Ini benar-benar cerita yang berat.
Ditambah aku juga harus memikirkan cerita fanfict lain saya yang masih On going.
Ah ngomong-ngomong ini tidak akan berakhir dengan cerita Shonen-Ai ya guys. Walupun saya Fujoshi sih ahahaha.
Cerita ini hanya satu episode(T-T) Benar-benar membhat kepala saya pening. :')
Ditunggu kelanjutannya ya guys. Semoga chapter selanjutnya bisa lebih panjang saya buat. :')
