Story by SlimeID

Disclaimer :

Naruto by Masashi Kishimoto


-Ore to haha-

•••


Bonus Tambahan

Kushina mengedipkan matanya bingung. Dirinya menahan rasa malu yang memberontak di hatinya. Pipi mulus wanita beranak satu tersebut merona merah setelah mendengar kalimat yang dilontarkan pemuda di depannya.

"A-apa maksudmu, Naruto-kun?"

Pemuda bersurai kuning yang bernama lengkap Uzumaki Naruto itu terlihat mengenggam kedua tangannya erat menahan rasa malu yang melanda tubuhnya.

"Aku mencintaimu Kaa-san. Bukan sebagai anak terhadap ibu, namun seperti laki-laki pada perempuan."

Kushina menggigit bibir bawahnya gugup. Wajahnya semakin merona. Gawat, kenapa tubuhnya tak bisa bergerak. Wanita bersurai merah tersebut memegang dadanya menahan gemuruh aneh di hatinya.

Dibalik itu semua, wanita yang telah menginjak usia kepala empat itu tak bisa untuk tak merasa senang. Kushina bahagia, perasaannya terbalas. Naruto juga mencintainya.

"T-tapi, Naruto-kun. Kita sepasang ibu dan anak."

"Aku tak peduli, Kaa-san. Aku hanya mencintai dirimu. Kau adalah wanita yang sangat berharga bagiku."

Kushina mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tubuhnya sedikit bergetar, wanita tersebut mencoba tak memandang mata biru milik putranya.

"T-tapi, b-bagaimana dengan tanggapan orang-orang terhadap kita, nanti?"

Pemuda bersurai kuning yang mendengar pertanyaan Kushina nampak berpikir. Naruto sebenarnya telah memikirkan hal itu.

"Kita akan pindah ke Tokyo, Kaa-san."

Wanita yang merupakan ibu pemuda tersebut terlihat tersentak mendengar penuturan putranya. Tak terasa air mata jatuh dari kelopak mata indahnya. Wanita tersebut merasa bahagia, putranya dengan berani mengungkapkan perasaannya pada dirinya.

"Kaa-san? Kenapa kau menangis?." tanya Naruto dengan terkejut saat wanita yang dicintainya itu menangis.

"Hiks, Kaa-san bahagia, Naruto-kun. Kaa-san..Hiks...Juga mencintaimu."

Kushina mengusap air mata yang jatuh ke pipinya. Naruto merasa dunianya berhenti untuk sejenak. Pemuda itu tak salah dengarkan? Pemuda tersebut tidak bermimpi bukan?

"Kaa-san, kau..."

Anggukan Kushina dengan malu-malu membuat pemuda berusia 23 tahun itu terkejut senang. Dengan cepat ia bangkut dari duduknya dan memeluk wanita yang dicintainya itu.

"Kita akan menikah, Kaa-san." ucap pemuda itu dengan nada gembira.

Kushina mengangguk, "Um, panggil aku dengan namaku."

"Aku mengerti.."

.

.

"Kushina."

•••


•••

Beberapa tahun kemudian

"Tadaima."

Salam pria dewasa bersurai pirang yang datang di sebuah rumah. Pria tersebut duduk dan melepaskan sepatu beserta kaos kaki yang terpasang di kedua kakinya.

"Ara. Okaerinasai, Anata."

Pria bersurai kuning tersebut berbalik dan melihat ke arah wanita bersurai merah yang berdiri tak jauh darinya.

Sepasang suami istri tersebut adalah Uzumaki Naruto dan Uzumaki Kushina. Naruto menikahi wanita tersebut tepat dua bulan pria itu mengungkapkan perasaannya. Pernikahan di gelar di Konoha dengan sederhana. Kemudian pria itu mengajukan kerja di sebuah perusahaan periklanan di Tokyo dan diterima.

Naruto lantas membawa istrinya pergi bersamanya tinggal di Kota Tokyo. Pemuda yang sekarang telah menjadi pria yang matang itu sangat menikmati kehidupan barunya bersama Kushina. Bukan sebagai anak, melainkan sebagai Suami.

"Okaeri, Papa."

Sebuah suara imut membuat Naruto tersadar dari lamunannya. Dirinya ingin bangkit namun tertahan oleh pelukan gadis kecil bersurai kuning berusia kira-kira 4 tahun.

"Wah. Halo, putri kecil papa."

Naruto tersenyum ke arah gadis yang merupakan anaknya dengan Kushina. Tangan pria itu menggendong anak perempuannya dan mencium pipi gembil gadis kecil tersebut.

"Naruko-chan sudah mandi?"

Gadis kecil itu menggeleng manis, "Em, belum papa. Naruko menunggu papa."

"Kenapa menunggu papa?"

"Tidak tau, Ruko mau mandi sama papa."

"Hai', Hai'. Ayo kita mandi."

Kushina yang melihat percakapan antara ayah dan anak itu nampak tersenyum. Wanita itu tak menyangka jika ia dengan Naruto bisa menikah dan memiliki putri manis bernama Naruko. Gadis kecil itu mirip ayahnya yang periang, manis, dan sama-sama berambut pirang. Mungkin gen yang ia berikan pada putrinya, hanya mata violet yang sama dengan matanya.

"Sayang, ayo kita ke dalam."

Ajak pria yang menjadi suami Kushina itu saat melihat istrinya diam melamun.

"A-ah, baiklah. Aku sudah menyiapkan ramen kesukaanmu."

Kushina tersadar dan segera mengikuti masuk ke dalam. Wanita tersebut melihat ke suami dan anaknya dengan tatapan bahagia. Dia bersyukur..

Karena diberikan kehidupan lengkap bersama suami dan anaknya.

.

.

.

Sekian

dan

Terima kasih


SlimeID