Bastard Guardian

.

.

.

Main Pair: Park Chanyeol x Byun Baekhyun

Rate: T

Genre: Romance, Drama, School-life

Disclaimer: All the casts aren't mine but the story's originally mine.

Warning: BoyxBoy, Shou-ai, OOC, typo(s)

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

Baekhyun hanyalah siswa biasa yang tidak ingin terkena masalah apapun dengan siapapun. Tapi, karena kesalahan Luhan dan Kyungsoo, surat cinta yang dibuat oleh Luhan untuk Sehun justru dibaca oleh Park Chanyeol – salah satu berandal di sekolahnya – dan lebih parahnya lagi Chanyeol mengira Baekhyun-lah yang menulis surat itu dan menerima Baekhyun sebagai kekasihnya.

.

.

HAPPY READING

.

.

Baekhyun melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kelasnya yang masih agak sepi. Namja mungil itu menguap karena sejujurnya ia merasa masih sedikit mengantuk karena tertidur cukup larut tadi malam. Baekhyun berjalan ke arah meja Luhan dan menatap Luhan yang kini sedang menatap ke arah selembar kertas yang berada di tangannya.

"Kau sudah membuat suratnya?" tanya Baekhyun sambil meletakan tasnya di tempat duduknya.

Luhan mendongakan kepalanya dan mengangguk dengan pelan. Ini adalah pertama kalinya ia akan mengirimkan sebuah surat untuk Sehun sunbae dan dia benar-benar berharap agar sunbae-nya itu membaca surat miliknya.

"Bagaimana kalau ia tidak membacanya?" tanya Luhan.

"Kurasa ia akan membacanya. Bukankah anak-anak basket ada latihan pagi ini?"

Luhan menganggukan kepalanya. Hari ini ia sengaja datang lebih awal agar ia bisa meletakan surat di loker milik Sehun sunbae dan ia juga meminta agar Baekhyun berangkat lebih awal sehingga ia bisa menemani Luhan untuk meletakan surat itu di loker milik Sehun.

"Bagaimana kalau ia tidak mau menemuiku?" tanya Luhan.

"Kalau begitu kau saja yang menghampirinya"

Luhan membelalakan matanya ketika mendengar jawaban santai yang keluar dari mulut sahabatnya itu. Meskipun ia cukup sering meneriaki Sehun ketika namja tinggi itu melakukan pertandingan basket, Luhan sama sekali belum pernah menemui Sehun atau menghampirinya seperti murid-murid yang berani lainnya.

"Tenang saja, Lu. Aku yakin dia akan menemuimu" ucap Baekhyun sambil menepuk bahu Luhan.

Luhan menganggukan kepalanya. Lalu setelahnya ia memasukan surat miliknya ke dalam amplop berwarna biru muda dan segera bangkit dari duduknya. Baekhyun tersenyum lalu segera berjalan di sebelah sahabatnya dan pergi ke ruang ganti pemain basket.

"Kau yakin lokernya yang ini?" tanya Baekhyun sambil menatap loker yang ada di depannya.

Luhan menganggukan kepalanya pelan. Dia sangat yakin kalau ini adalah loker milik Sehun sunbae karena dua hari yang lalu ia dan Kyungsoo melihat sendiri kalau Sehun sunbae memasukan sepatunya ke dalam loker ini.

"Cepat letakkan. Sebelum mereka selesai latihan"

Luhan segera meletakan surat miliknya ke celah loker milik Sehun dengan cepat. Setelah memastikan kalau suratnya tidak akan terjatuh, namja mungil bermata rusa itu segera mengajak Baekhyun untuk keluar dari ruang ganti para pemain basket tersebut.

Luhan menghembuskan napasnya lega ketika mereka sudah berada jauh dari ruang ganti para pemain basket.

"Ya ampun aku benar-benar lega sekarang" kata Luhan.

Baekhyun terkekeh kecil lalu mereka berdua segera berjalan menuju kelas mereka yang berada di lantai dua. Ketika mereka baru saja duduk di tempat duduk mereka, Kyungsoo berjalan masuk dengan sebuah paper bag coklat yang berada di tangannya. Senyuman namja mungil bermata bulat itu mengembang ketika ia melihat kedua sahabatnya sedang menatap ke arahnya.

"Kau sudah membungkusnya?" tanya Luhan penuh harap.

Kyungsoo menganggukan kepalanya.

"Ya, kalian juga sudah meletakan suratnya di loker milik Sehun sunbae kan?"

"Tentu saja. Aku dan Baekhyun baru saja kembali dari ruang ganti para pemain basket"

"Semoga beruntung, Luhannie" ucap Kyungsoo sambil tersenyum.

Luhan menganggukan kepalanya. Dia benar-benar berharap ketika ia menemui Sehun sunbae nanti, sunbae kesukaannya itu akan mau menerima kue darinya karena menurut pengamatannya selama ini Sehun sunbae tidak pernah menerima hadiah-hadiah dari siswa-siswi lainnya.

"Kalian akan menemaniku kan?" tanya Luhan penuh harap.

Kyungsoo menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar sedangkan Baekhyun yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya ikut menganggukan kepalanya setelah Luhan menyikut perutnya.

.

.

.

"Byun Baekhyun, bisakah kau menemuiku sebentar di ruang guru?"

Baekhyun mendongakan kepalanya sambil menatap ke arah guru matematikanya. Beberapa saat yang lalu, bel istirahat sudah berbunyi dan seharusnya gurunya itu sudah keluar dari kelas dan Baekhyun bisa segera menemani Luhan untuk menemui Sehun sunbae.

"Ba-baiklah, seonsaengnim" ucap Baekhyun pada akhirnya. Sekalipun dia ingin menolak, tapi itu adalah hal yang sulit kan?

Setelah Baekhyun mengiyakan ucapan gurunya, guru matematikanya tersebut segera berjalan keluar dari dalam kelas dan menuju ke ruang guru. Luhan menatap Baekhyun dengan tatapan tidak percaya.

"Kau bilang kau akan menemaniku!" seru Luhan.

Baekhyun menghembuskan napasnya.

"Kalau aku bisa menolak permintaan Shim seonsaengnim, aku akan menolaknya, Lu. Lagipula kau akan ditemani oleh Kyungsoo kan? Aku janji akan segera menyusul kalian secepatnya"

Luhan memegang kedua lengan Baekhyun dengan erat sambil menatap ke arah sahabatnya dengan tatapan memohon. Dia benar-benar gugup dan Baekhyun bilang tidak akan menemaninya? Ayolah, dia membutuhkan kedua sahabatnya!

Ketika Baekhyun ingin mengatakan sesuatu kepada Luhan, Kyungsoo masuk ke dalam kelas mereka dan menatap ke arah kedua sahabatnya.

"Hei, apa aku terlalu lama?"

Baekhyun melirik ke arah Kyungsoo lalu menghembuskan napas. Setidaknya dia akan lebih mudah kalau ingin membujuk Luhan ketika Kyungsoo ada di sini.

"Aku akan segera menyusulmu dan juga Kyungsoo, oke?"

Kyungsoo mengernyitkan keningnya.

"Memangnya kau mau kemana?" tanya Kyungsoo bingung.

"Shim seonsaengnim memintaku untuk menemuinya di ruang guru sekarang. Kalian temuilah Sehun sunbae lebih dulu. Aku janji akan segera menyusul kalian"

Kyungsoo menganggukan kepalanya lalu menatap ke arah Luhan yang masih memegang kedua lengan Baekhyun dengan erat. Namja mungil bermata rusa itu menggigit bibir bawahnya dengan gugup hingga membuat Baekhyun tersenyum geli. Ini adalah pertama kalinya ia melihat Luhan sangat gugup seperti ini padahal biasanya Luhan adalah orang yang sangat ceria dan juga percaya diri.

Kyungsoo menggenggam lengan Luhan dengan lembut.

"Sebaiknya kita temui Sehun sunbae sekarang. Aku yakin dia sudah menunggu terlalu lama"

"Bagaimana kalau ia tidak mau menerima kue buatanku? Bagaimana kalau ia membuangnya?" tanya Luhan dengan panik.

"Kalau ia tidak mau menerima kue darimu lebih baik kau berikan saja kuenya untuk-ku. Aku akan memakan kue buatanmu itu"

Luhan menatap Baekhyun dengan penuh harap.

"Seburuk apapun rasanya?" tanya Luhan.

Baekhyun mengernyitkan keningnya.

"Apa kue buatanmu seburuk itu rasanya?"

"Ya! Bukankah kau seharusnya mengatakan 'Aku akan memakannya seburuk apapun rasanya'?"

Baekhyun mendengus.

"Memangnya siapa yang mau memakan kue yang rasanya buruk?"

Luhan melotot dan baru saja ia ingin memukul kepala Baekhyun kalau saja namja mungil bermata sipit itu tidak segera berlari keluar kelas dan meninggalkan Luhan dan Kyungsoo di dalam kelas.

"Dasar kau! Ya! Kembali kau, Byun Baekhyun!" seru Luhan kesal.

Kyungsoo hanya terkekeh ketika ia melihat tingkah kekanakan kedua sahabatnya itu. Luhan tersenyum tipis. Namja mungil itu tau kalau Baekhyun tadi hanya bercanda dan berusaha agar tidak membuatnya gugup sebelum menemui Sehun sunbae.

"Ayo Kyungie! Kita berikan kue-ku ini kepada Sehun sunbae" ucap Luhan dengan semangat.

.

.

.

Baekhyun menutup pintu ruang guru dengan pelan. Sejujurnya ia sudah merasa cukup panik ketika Shim seonsaengnim memanggilnya ke ruang guru. Namja mungil itu takut kalau guru tersebut akan meminta bantuannya untuk mengoreksi jawaban dari teman-teman sekelasnya tapi untung saja guru tersebut tidak meminta hal itu. Sebenarnya Baekhyun tidak masalah kalau ada guru yang ingin meminta bantuan kepadanya tapi dia sudah berjanji akan menemani Luhan untuk menemui Sehun sunbae hari ini jadi dia merasa agak kesal ketika Shim seonsaengnim memanggilnya ke ruang guru tadi.

Baekhyun segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke taman belakang sekolahnya. Dia benar-benar berharap kalau saat ini Luhan sudah memberikan kue buatannya kepada Sehun sunbae.

Baekhyun mengernyitkan keningnya sambil menghentikan langkahnya. Pandangannya terjatuh ke arah sebuah kantong plastik bening dengan pita berwarna merah yang berada di tangan Jongin sunbae.

"Sepertinya aku kenal dengan itu..." gumam Baekhyun sambil memiringkan kepalanya ke arah kanan.

Setelah itu mata Baekhyun membulat ketika ia mengingat kalau plastik bening dan juga pita berwarna merah itu adalah kantong dan juga pita yang ia dan Luhan beli hari Minggu kemarin. Selain itu, bentuk kue yang berada di dalam kantong plastik bening itu juga sama persis dengan bentuk kue yang kemarin mereka buat.

"Tu-tunggu dulu, jangan bilang kalau Luhan sudah menyerahkan kue nya kepada Sehun sunbae tapi Sehun sunbae memberikannya kepada Jongin sunbae?"

Tanpa ingin berspekulasi lebih lanjut, Baekhyun segera berlari dengan cepat ke arah taman belakang. Kalau memang benar Sehun sunbae memberikan kue buatan Luhan kepada Jongin sunbae, Baekhyun pastikan ia akan menendang bokong sunbae-nya itu.

Baekhyun berhenti berlari dan berdiri dengan napas yang terengah-engah di sebelah Kyungsoo yang kini sedang menatap ke arah depan. Baekhyun ikut menatap ke arah depan dan ia bisa melihat kalau saat ini Sehun sunbae sedang berdiri di depan Luhan dengan kedua tangan yang dimasukan ke dalam saku celananya.

"Luhan belum memberikan kuenya?" bisik Baekhyun.

Kyungsoo menggigit bibir bawahnya lalu menggeleng.

"Sehun sunbae baru saja datang. Sepertinya tadi ia memiliki urusan" jelas Kyungsoo.

Baekhyun menganggukan kepalanya lalu terdiam dengan kening yang mengernyit. Kalau Luhan belum memberikan kuenya kepada Sehun sunbae lalu kenapa Jongin sunbae bisa memegang kue yang sama dengan yang mereka buat? Bukan hanya bentuk kuenya saja yang sama tetapi kantong plastik bening dan juga pita berwarna merahnya juga sama. Apakah seseorang juga membuat kue untuk Jongin sunbae dan kebetulan bentuk kue dan juga kantong plastik dan pitanya sama?

'Tapi seingatku, kemarin pita berwarna merah hanya tinggal satu' batin Baekhyun.

Kyungsoo hampir saja memekik dengan keras sambil meremas tangan Baekhyun ketika ia melihat Sehun sunbae menerima kue buatan Luhan. Baekhyun tersadar dari lamunannya dan ia tersenyum dengan lebar ketika sunbae-nya itu menerima kue buatan Luhan.

"Sehun sunbae menerimanya!" seru Kyungsoo dengan suara tertahan.

Baekhyun menganggukan kepalanya dengan semangat. Saat ini, Sehun sedang memegang kue yang diberikan oleh Luhan sambil tersenyum tipis. Bahkan sekarang namja berkulit putih pucat itu membuka pita berwarna merah tersebut dan mengambil satu buah kue dan kemudian memakan kue tersebut.

"Apakah rasanya buruk?" tanya Baekhyun pelan.

Kyungsoo mendengus lalu memukul pelan lengan Baekhyun. Jelas saja hal itu tidak mungkin terjadi karena hari Minggu kemarin mereka sudah mencoba lebih dulu rasa kue buatan Luhan dan rasanya enak. Tentu saja, karena Kyungsoo lah yang membantu Luhan dalam membuat kue tersebut.

Setelah itu, Sehun kembali mengikat kantong plastik bening itu dengan pita merah dan setelahnya ia berjalan menuju ke arah Kyungsoo dan juga Baekhyun yang kini mematung sambil menatap ke arah Sehun.

Ketika namja berkulit putih pucat itu hampir melewati mereka, Kyungsoo dan Baekhyun bisa melihat dengan jelas kalau sunbae mereka itu tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai ke arah mereka.

Setelah Sehun berjalan menjauh, Kyungsoo dan Baekhyun segera berlari menghampiri Luhan yang kini sudah terduduk di atas rumput dengan wajah yang merah merona hingga telinganya. Baekhyun tersenyum geli ketika melihat ekspresi tidak percaya yang kini terlukis di wajah sahabatnya itu sedangkan Kyungsoo tersenyum lebar sambil memeluk Luhan dengan erat.

"Sehun sunbae menerima kue-mu!" jerit Kyungsoo dengan senang.

Luhan tersenyum kecil lalu mengangguk-anggukan kepalanya dengan senang. Dia benar-benar tidak percaya kalau Sehun sunbae akan benar-benar menemuinya di taman belakang dan Sehun sunbae juga menerima kue buatannya bahkan memakan kue buatannya tepat di depan matanya!

"Aku bahagia sekali~" seru Luhan dengan keras.

Kyungsoo terkekeh ketika melihat raut wajah bahagia Luhan. Baekhyun tersenyum tipis lalu setelah itu merogoh kantongnya ketika dia merasakan ponsel miliknya bergetar sekali, tanda sebuah pesan baru masuk. Baekhyun membaca pesan yang baru masuk itu lalu mendengus sehingga membuat kedua sahabatnya mengalihkan tatapan mereka ke arahnya.

"Ada apa Baek?"

Baekhyun meletakan kembali ponselnya di dalam kantong lalu menggelengkan kepalanya.

"Tidak. Hanya salah satu rekan OSIS yang meminta proposal"

Kyungsoo dan Luhan mengangguk lalu setelahnya Luhan kembali menceritakan tentang bagaimana perasaannya ketika tadi ia memberikan kue buatannya kepada Sehun sunbae.

"Pulang sekolah nanti aku akan mentraktir kalian es krim~" seru Luhan.

Kyungsoo berseru senang sedangkan Baekhyun hanya mengangguk sambil tersenyum lebar.

.

.

.

Sehun berjalan ke arah pinggir lapangan dengan napas terengah-engah. Namja tinggi berkulit putih pucat itu mengambil sebotol air mineral yang sudah disediakan oleh manajer tim basket lalu meneguk air mineral dingin itu dengan cepat. Jongin yang berada tidak jauh dari Sehun, berjalan menghampiri sahabatnya itu lalu merangkul pundaknya dengan tiba-tiba hingga ia tersedak.

"Sialan" umpat Sehun sambil mengusap dagunya yang terkena tumpahan air.

Jongin terkekeh ketika melihat tampang Sehun yang kesal karena perbuatan tiba-tibanya itu hingga ia tersedak.

"Aku pergi lebih dulu ya" ucap Jongin.

Sehun mengernyitkan keningnya bingung.

"Sana pergi. Kenapa kau mengatakannya padaku?" ucap Sehun.

Jongin terkekeh lagi ketika mendengar ucapan tajam dari mulut sahabatnya.

"Kau sendirian tidak apa-apa?"

Sehun mendengus.

"Jangan konyol. Kau pikir aku ini anak kecil, heh?"

Jongin menepuk bahu Sehun sekali sebelum akhirnya ia melangkah keluar dari lapangan indoor sambil menggumamkan sebuah lagu. Sehun menatap punggung Jongin yang berjalan menjauh.

"Dasar nekat"

.

.

.

Sehun berjalan keluar dari lapangan indoor bersama dengan para pemain basket lainnya. Mereka berjalan menuju ruang ganti dengan cepat agar mereka bisa sarapan lebih dulu di kantin.

"Hey Sehun" panggil Minho.

Sehun yang baru masuk ke dalam ruang ganti segera berjalan ke arah Minho yang sedang berdiri tepat di depan loker miliknya.

"Ada apa?" tanya Sehun.

Minho menoleh ke arah Sehun lalu menunjuk ke arah sesuatu yang terselip di loker milik Sehun dengan dagunya.

"Ada surat dari penggemarmu"

Sehun menatap datar ke arah surat yang terselip di lokernya. Tanpa memiliki ketertarikan sedikitpun dengan surat yang terselip di sana, Sehun membuka lokernya hingga surat itu terjatuh. Pandangan namja itu segera jatuh kepada ponselnya yang berada di dalam loker dengan layar yang menyala karena sebuah pesan yang baru saja masuk.

'Tumben sekali' batin Sehun.

Namja berkulit putih pucat itu membuka pesan tersebut lalu menghela napas.

'Pantas saja' batin Sehun.

Setelah membalas pesan tersebut, Sehun meletakan kembali ponselnya di dalam loker lalu membungkukan badannya untuk mengambil surat yang sebelumnya terjatuh.

"Wow! Oh Sehun membaca surat dari penggemarnya!" ucap salah seorang pemain basket.

Sehun mendengus ketika mendengar ucapan salah seorang temannya lalu membuka amplop tersebut.

"Sehun oppa~ Ayo jadi kekasihku~" ledek pemain basket lain.

Para pemain basket yang berada di sana hanya tertawa ketika mendengar ledekan yang dilontarkan oleh salah seorang pemain basket untuk Sehun sedangkan Sehun hanya mendengus kecil.

"Berisik"

.

.

.

"Hey, ayo" ajak Jongin sambil duduk di atas meja Sehun.

Sehun melirik Jongin sekilas sebelum akhirnya ia kembali memainkan ponsel miliknya.

"Aku ada urusan" jawab Sehun singkat.

Jongin mengernyitkan keningnya bingung. Tumben sekali Sehun mempunyai urusan sendiri.

"Urusan apa?" tanya Jongin.

"Mau tau sekali kau" ucap Sehun sambil memasukan ponselnya ke dalam saku.

"Kau tidak ke kantin?"

Sehun mengangkat bahunya.

"Entahlah. Lihat saja nanti"

Jongin menganggukan kepalanya lalu berjalan keluar dari kelasnya. Sehun melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya lalu ia segera bangkit and berjalan keluar dari kelasnya.

.

.

Sehun menghela napasnya sekali sebelum akhinya ia kembali berjalan menghampiri seorang namja mungil yang kini sedang membelakanginya.

"Luhan" gumam Sehun datar.

Entah karena pendengaran namja itu yang tajam atau memang gumaman Sehun-lah yang terlalu keras karena namja mungil itu segera membalikan badannya ke arah Sehun.

"Sehun sunbae..." ucap namja mungil itu pelan.

Sehun menatap sosok di hadapannya yang kini terlihat gelisah sambil melihat ke kiri dan kanan. Sehun mengangkat sebelah alisnya bingung ketika melihat namja mungil itu menarik napas selama beberapa kali sebelum akhirnya namja mungil itu menatap lurus ke arah Sehun sambil mengulurkan kedua tangannya.

Pandangan Sehun teralih ke arah sebuah kantong plastik bening dengan pita merah yang berisi kue-kue coklat.

"I-ini...sebagai hadiah karena permainan basket sunbae yang luar biasa" ucap Luhan sambil menatap Sehun dengan gugup.

Sehun mengulurkan tangannya untuk mengambil kue yang berada di tangan Luhan dan tersenyum tipis. Luhan membelalakan matanya ke arah Sehun ketika namja tinggi berkulit putih pucat itu menerima kue buatannya padahal sebelumnya ia yakin kalau Sehun akan membuang kue buatannya.

"Terima kasih. Bolehkah aku mencobanya?"

Tanpa menunggu ucapan Luhan, namja berkulit putih pucat itu segera membuka pita merah yang mengikat kantong plastik bening tersebut dan segera mengambil satu buah kue coklat di dalamnya dan memakannya. Rasa manis dari kue tersebut segera menyebar di seluruh permukaan mulut Sehun. Setelah itu, Sehun kembali mengikat kantong plastik bening tersebut dengan pita merah.

"Apa ada lagi?" tanya Sehun.

Dengan cepat, Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah merah merona. Sehun menganggukan kepalanya lalu segera membalikan badannya. Mata namja tinggi itu segera menatap ke arah dua orang namja mungil yang berdiri tidak jauh dari sana. Sehun berjalan mendekat ke arah keduanya lalu menyeringai. Setelah itu namja tinggi itu segera pergi dari sana.

.

.

.

Baekhyun memasukan buku-buku miliknya ke dalam tas lalu segera memakai tasnya. Pandangan namja mungil itu teralih ke arah Luhan yang sudah berdiri di sebelah mejanya sambil tersenyum-senyum.

Baekhyun mendengus. Sejak Sehun sunbae menerima kue buatan Luhan saat jam istirahat, namja mungil itu tidak henti-hentinya tersenyum sendiri. Bahkan Luhan sempat ditegur karena senyum-senyum sendiri saat seorang guru sedang menerangkan pelajaran.

"Hei, ayo" ajak Baekhyun.

Luhan menganggukan kepalanya lalu memeluk lengan Baekhyun sambil berjalan keluar kelas. Sesuai janji Luhan, namja bermata rusa itu ingin mentraktir kedua temannya es krim saat pulang sekolah.

"Kalian lama sekali" ucap Kyungsoo yang sudah menunggu mereka berdua di depan kelas.

"Salahkan saja Luhan. Dia terlalu lama melamun" ucap Baekhyun sambil melirik Luhan yang masih memeluk lengannya.

Luhan memutar bola matanya malas dan memilih untuk tidak menanggapi ucapan Baekhyun.

"Sudahlah. Lebih baik kita cepat pergi ke kedai es krim" ucap Kyungsoo melerai keduanya.

Baekhyun dan Luhan hanya menganggukan kepalanya sambil berjalan mengikuti Kyungsoo yang sudah lebih dulu berjalan ke arah gerbang sekolah.

Kyungsoo menghentikan langkahnya membuat Baekhyun dan Luhan yang berjalan di belakang Kyungsoo ikut berhenti dan menatap namja bermata bulat yang berhenti tiba-tiba.

"Ada apa Kyung? Kenapa kau berhenti?"

Kyungsoo menolehkan kepalanya lalu menunjuk ke arah depan dengan dagunya. Baekhyun dan Luhan mengalihkan pandangan mereka dan melihat Sehun sunbae dan juga Jongin sunbae yang sedang mengobrol dengan Chanyeol sunbae.

"Bukankah Chanyeol sunbae masih dirawat di rumah sakit?" tanya Baekhyun.

"Kurasa ia sudah keluar hari ini" tebak Luhan.

Chanyeol yang saat ini sedang berbicara serius dengan kedua temannya tanpa sengaja bertemu pandang dengan Baekhyun yang berdiri tidak jauh dari sana. Mata bulat tajam milik Chanyeol terus menatap ke arah mata sipit Baekhyun sebelum akhirnya Sehun menyenggol lengan Chanyeol dan fokus namja tinggi itu segera teralih kembali ke arah dua temannya.

Baekhyun terdiam di tempatnya. Ketika pandangannya bertemu dengan Chanyeol selama beberapa saat tadi, ia merasa seperti dirinya terhisap oleh kedua bola mata tajam Chanyeol hingga Baekhyun tidak bisa mengalihkan pandangannya sama sekali. Untung saja Sehun sunbae segera menyenggol lengan Chanyeol hingga fokus namja itu segera teralih.

Ketiga namja tampan tersebut segera masuk ke dalam mobil sport milik Sehun dengan Jongin yang mengendarai mobil tersebut. Sebelum masuk ke dalam mobil, Chanyeol sempat mengalihkan tatapannya ke arah Baekhyun sebentar sebelum akhirnya ia memasukan tubuh tingginya ke dalam mobil Sehun.

"Mereka mau kemana? Buru-buru sekali" kata Luhan ketika mobil milik Sehun sudah meninggalkan halaman sekolah.

Baekhyun mengangkat bahunya acuh sedangkan Kyungsoo memilih untuk menggenggam tangan kedua sahabatnya dan menarik mereka berdua untuk segera keluar dari halaman sekolah.

"Sudahlah. Itu urusan mereka, lebih baik kita segera pergi"

.

.

.

Baekhyun melambaikan tangannya ke arah Luhan dan juga Kyungsoo ketika mereka berpisah di perempatan. Sebenarnya namja mungil itu memiliki arah yang sama dengan Luhan dan juga Kyungsoo tapi karena tadi sepupunya mengiriminya pesan untuk berkunjung ke apartemennya Baekhyun harus berpisah dengan kedua temannya itu di perempatan.

Baekhyun melangkahkan kakinya dengan pelan. Sebenarnya dia agak malas untuk berkunjung ke apartemen sepupunya yang maksudnya adalah untuk mengecek kondisi apartemennya. Hampir setiap seminggu sekali Baekhyun disuruh untuk mengecek kondisi apartemen sepupunya yang saat ini sedang menetap di London.

Baekhyun menghentikan langkahnya ketika ia mendengar sebuah suara terjatuh dari dalam sebuah gang yang gelap. Kening namja itu mengernyit ketika ia tidak bisa melihat apapun karena kondisi gang tersebut. Baru saja Baekhyun ingin mengacuhkannya dan berjalan pergi ketika ia mendengar suara rintihan dari dalam gang tersebut.

"Hei, apa ada orang di dalam gang?" seru Baekhyun.

Terdengar sebuah rintihan lagi dari dalam gang membuat Baekhyun segera mengeluarkan ponselnya dan menggunakannya untuk penerangan. Baekhyun melangkah masuk ke dalam gang dengan ponsel yang berada di tangannya. Mata sipitnya membelalak ketika ia melihat seseorang yang jatuh tengkurap di sana sambil memegangi bahunya.

"Astaga! Apa kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun dengan khawatir.

Namja mungil itu segera berjalan menghampiri sosok itu dan membalik tubuh itu dengan perlahan karena sepertinya ia sedang kesakitan.

DEG.

Baekhyun menganga ketika ia melihat sosok yang kini sedang berbaring di hadapannya. Dia benar-benar tidak percaya bahwa sosok yang ia lihat beberapa jam lalu di sekolah kini sedang terbaring tidak berdaya di dalam sebuah gang gelap yang sempit.

"C-Chanyeol sunbae..." gumam Baekhyun.

Tanpa memikirkan perbedaan ukuran tubuhnya dan juga ukuran tubuh Chanyeol, Baekhyun segera membantu namja tinggi itu agar bisa berdiri dan juga meletakan lengannya di bahu mungilnya dan membantunya berjalan.

"Sunbae? Apa kau baik-baik saja? Aku akan membawamu ke apartemen sepupuku yang tidak jauh dari sini. Bertahanlah, sunbae!" ucap Baekhyun.

.

.

.

"Terima kasih atas bantuannya"

Baekhyun membungkukan badannya berkali-kali ke arah seorang petugas keamanan apartemen sepupunya yang sudah membantunya membopong tubuh Chanyeol ke dalam apartemen sepupunya.

Baekhyun menutup pintu apartemen dan menguncinya lalu berjalan ke arah kamar tamu yang kini ditempati oleh Chanyeol. Baekhyun menghela napasnya lalu bergidik ngeri ketika melihat beberapa luka yang berada di wajah Chanyeol.

"Hah, bodoh. Kenapa aku membawanya ke sini? Kenapa aku tidak membawanya ke rumah sakit saja?" gumam Baekhyun sambil mengacak-acak rambutnya.

"Yah, sudahlah. Sudah terlanjur"

Baekhyun berjalan keluar dari kamar tamu dan menuju ke arah dapur untuk mengambil air hangat dan kotak obat. Setelah itu ia masuk ke dalam kamar sepupunya untuk mengambil satu buah handuk kecil. Baekhyun berjalan masuk ke dalam kamar tamu dan duduk di tepi ranjang yang ditempati oleh Chanyeol.

"Apakah tadi Chanyeol sunbae dan yang lainnya terburu-buru karena ingin berkelahi?" ucap Baekhyun sambil mengobati luka-luka yang berada di wajah Chanyeol. Pandangan namja mungil bermata sipit itu terkunci pada wajah Chanyeol yang kini sedang terlelap. Mata bulat yang tadi seolah menghisap dirinya kini sedang terpejam. Dahi yang biasanya terekspos kini tertutup oleh poni miliknya. Hidungnya yang mancung. Tulang pipi dan juga rahangnya yang tegas menambah kesan tampan di wajah sunbae-nya itu.

"Astaga. Apa yang kupikirkan? Aish!"

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menepuk-nepuk pipinya beberapa kali ketika sebuah pikiran tentang wajah Chanyeol melintasi pikirannya. Setelah selesai mengobati luka di wajah Chanyeol, namja mungil bermata sipit itu segera bangkit dan berjalan keluar dari kamar tamu untuk meletakan handuk yang tadi ia gunakan dan juga kotak obat di dapur.

Baekhyun kembali masuk ke dalam kamar tamu dengan satu stel piyama yang berada di tangannya. Untungnya saja ukuran tubuh Chanyeol sunbae dan juga sepupunya tidak berbeda jauh sehingga Chanyeol bisa menggunakan piyama milik sepupunya.

"Apa tidak masalah kalau aku mengganti pakaian Chanyeol sunbae? Tapi, bagaimana kalau nanti dia marah? Tapi, dia pasti tidak nyaman kalau tertidur dengan pakaian kotor"

Setelah mempertimbangkan beberapa kemungkinan, Baekhyun akhirnya memutuskan untuk mengganti pakaian Chanyeol. Namja mungil itu tidak peduli apakah nanti Chanyeol akan marah kepadanya atau tidak, yang penting Chanyeol bisa tertidur dengan pakaian yang bersih.

"Aku kan sudah menolongnya jadi tidak mungkin kan kalau dia akan marah padaku?" gumam Baekhyun sambil menatap Chanyeol yang terlelap.

Baekhyun mengangkat bahunya acuh lalu membawa pakaian kotor milik Chanyeol keluar dari kamar tamu dan membiarkan Chanyeol beristirahat di sana.

.

.

.

TBC

.

.

.

Ampuni aku.

Ini cerita bener-bener aneh. Ya kan? Aku juga tau lebih banyak Hunhannya disini dibandingkan dengan Chanbaek. Tapi, aku janji ke depannya Chanbaek bakal lebih banyak kok apalagi Baekhyun udah ngerawat Chanyeol.

Maaf aku baru sempet update sekarang karena sejujurnya aku sendiri bingung dengan kelanjutan cerita ini HAHAHA.

Maaf kalau di cerita ini ada typo atau kata-kata yang kurang pas.

Terima kasih buat kalian yang masih setia(?) mau review cerita ini, yang mau favorite, dan follow cerita ini. Aku bener-bener terima kasih /bow/.

Malem ini, aku update bareng para authornim kece:

-SilvieVienoy

-Byun Min Hwa

-Pupuputri (Republish)

-Myka Reien (bukan Chanbaek)

-Park Ayoung

-Aeri Channie

Thanks to:

zheend: Chanyeol bukan ya? Hmm, liat nanti deh itu Chanyeol atau bukan. Terima kasih dukungannya! – baeksootao: Pertanyaan-pertanyaanmu akan terjawab seiring dengan berjalannya waktu(?) Terima kasih dukungannya! – ifhta: Gay or Straightnya nanti ya. Rencananya aku update bulan November. Ditunggu ya! – dindinxoxo94: Ceritanya santai kok gaserumit itu hehe – pcyluphbbh: Waduh aku gabisa jawab pertanyaan kamu nih. Waktu yang akan menjawabnya ya hehe. Gimana chap ini? Udah dapet clue belum? Hehe – lepetitbyun: Iya chanyeolnya ngikutin Baek~ Hmm, siapa ya? Ditunggu aja! – Nurul891: Terima kasih! – Galaxy Aquarius: Terima kasih! – lily: Hmm, kenapa ya? Ditunggu aja oke? Hehehe – neniFanadicky: Maaf ga fast update ya~ kuusahakan akan fast update hehe – SHINeexo: Waduh~ siapa ya? Ditunggu aja hehe. Terima kasih dukungannya! – exobbabe: Aku sengaja gangasih tau siapa itu hehe. Tapi, nanti pasti tau kok. Terima kasih dukungannya! – LyWoo: Baekhyun bukan ya? Ditunggu aja ya! – Guest: Semua pertanyaanmu akan terjawab seiring dengan berjalannya waktu(?) Sehun bukan ya~~ hehe. Terima kasih dukungannya! – Guest(2): Sudah dilanjut~ - parkobyunxo: Selamat menebak bagaimana alur cerita ini ya hehe. Semua pertanyaanmu akan terjawab nanti seiring dengan berjalannya waktu hehe. Ada kan momen mereka sedikit di chap ini hehe. – lee ana ki: Sudah update ya! – ruqiy614: Hayoo siapa ya? Ditunggu aja, oke? – FlashMrB: Haha, kamu ngiranya siapa yang ikutin Baek? Bagian pertama yang mana ya? – Guest(3): Sudah dilanjut ya – kukk: Selamat berpenasaran ria(?) – Eka915: Ayo tebak! Siapakah itu? Sudah diupdate ya – ByunJaehyunee: Waduh aku juga bingung gimana dong ini~ lanjut atau tidak ya? HEHEHE – Hanna Byun614: LuBaekKyung? Tebak tebak tebak! – sehunboo17: Mungkin begitu? HEHEHE – callmerta: Silahkan dibaca kelanjutannya. Semoga gabingung lagi, atau justru masih bingung? – yousee: Semua pertanyaanmu akan terjawab seiring dengan berjalannya waktu(?) – hunniehan: Silahkan menunggu "dia" dan "mereka" ya! – parkbyunCBKHKHnHS: Terima kasih sudah menunggu ff ini ya! Ini sudah update semoga tidak mengecewakan! – Tak Secantik Baekhyun: Maaf kalau interaksi Chanbaeknya sedikit. Tapi, di chap depan akan bertambah terus kok hehe – : Nih sudah dilanjut lagi ya~ selamat membaca! – leeminoznurhayati: Terima kasih dukungannya untuk ff ini ya /bow/ - cheonsa19: Sudah dilanjut ya! – chanslumiere: Semua pertanyaanmu akan terjawab seiring dengan berjalannya waktu. Ditunggu saja ya! – honeybyul: Hmm, mungkin aja ya seperti itu? Ditunggu saja ya! – bbyubee: Hmm, gitu bukan yaa? Ditunggu saja ya! – silkyes: Baekhyun sama sehun bukan yaa? Ditunggu saja ya! – fwxing: Aku juga penasaran hehehe – Hyo: Terima kasih sudah menyukai cerita ini! Udah berkhayalnya? Sama ga kelanjutannya kaya chapter ini? Hehehe – Asayakano: Hmm, mungkin aja ya. Ditunggu saja pkee! – jiellian21: Sudah dilanjut ya! – Ziyu256: Hmm, pertanyaanmu akan terjawab seiring dengan berjalannya waktu hehe. Ditunggu saja ya! – OX Wind: Pertanyaanmu akan terjawab nanti seiring dengan berjalannya waktu ya hehe

Terima kasih semuanya yang sudah review!

Aku harap ke depannya kalian terus mendukung kelanjutan cerita ini. Karena, tanpa dukungan kalian cerita ini gaakan berlanjut. Oh iya kritik dan saran aku terima asalkan menggunakan bahasa yang sopan ya.

Terakhir,

Mind to review?