Curious
By Vira D Ace
Bungou Stray Dogs by Asagiri Kafka and Harukawa Sango
[OdaZai week day 2: vampire!AU]
[lil note(s): a drabble, ini ga jelas]
Happy reading!
~o~
"Matahari jadi makin panas, ya?"
Oda mengangguk pelan. Dazai yang berbaring di sebelahnya menggumam beberapa kali—gumamannya tidak terlalu jelas, jadinya Oda tidak tahu apa yang pemuda itu katakan, meski sebenarnya juga tidak terlalu memerdulikannya. Bulan di luar sana bersinar terang, cahayanya menembus jendela yang gordennya tersikap, rasanya lebih menyenangkan ketimbang berpanas-panasan di bawah terik matahari yang menyiksa.
"Omong-omong, Odasaku tahu, nggak?" Dazai tahu-tahu bangkit, duduk. Oda menoleh.
"Hm?"
"Pasak kayu putihku kurang lagi, gara-gara tadi ada vampir yang nyerang aku pas mau ke sini," pemuda berhelai cokelat itu mendengus pelan. "Dasar, padahal nyarinya susah ..."
Oda hanya menatapnya. "Bau darahmu menarik perhatian mereka," ia berujar singkat.
Lagi, Dazai mendengus. "Aku tahu itu, huft," pemuda itu mendongak. "Merepotkan banget, sih. Aah ..."
Bau darah Dazai memang menggoda—namun entah kenapa pemuda 18 tahun itu memilih jalan hidup sebagai seorang pemburu vampir, yang mana punya kemungkinan besar buat mengantarkannya pada maut lebih cepat. Dan omong-omong soal darah, Oda memalingkan kepalanya sebentar. Tangannya merogoh saku, lantas mengeluarkan botol kaca berisi kapsul berwarna merah dari sana.
Dazai melirik, mengintip sedikit kala si pria berhelai merah mengeluarkan dua butir kapsul tersebut dari botol kaca dan langsung menelan keduanya sekaligus.
"Aku kira rasa obatnya nggak enak?" gumam Dazai pelan, ketika Oda sudah selesai dengan urusannya.
"Memang."
"Tapi Odasaku masih meminumnya?"
"Mmm ..."
Bukan sekali dua kali Dazai melihat pria itu menenggak kapsul berwarna merah itu—sudah berkali-kali, nyaris tiap mereka bertemu dan berkumpul seperti ini. Dazai pernah dengar dari seseorang—entah siapa, ia lupa—bahwa rasa obat yang menahan keinginan para vampir buat meminum darah itu pahit sekali.
"Kenapa?" Dazai menatap Oda, penasaran.
Dahi Oda mengernyit. "Aku kira kamu sudah pernah dengar alasannya?" ia balas bertanya.
Dulu Oda pernah menjelaskan, soal ketidakinginannya dalam meminum darah manusia itu didasari oleh rasa tidak suka. Hanya itu, dan setelah Dazai pikirkan lagi, rasanya ada yang mengganjal.
Tidak mungkin alasannya sesederhana itu.
Dazai mendengus lagi. "Pasti ada alasan lain, kan?"
Oda menggeleng tenang. "Tidak."
"Heeee?"
Dazai menatap Oda dengan tatapan tidak yakin. Yang ditatap hanya mengangkat bahu, tidak terlalu peduli dengan pemuda manusia yang kelihatannya penasaran di sebelahnya itu.
"Hmp, ya sudah," Dazai memanyunkan bibir. Sambil mendengus, pemuda itu memilih buat berdiri. "Aku mau berburu saja, hmz~"
Bisa Oda lihat kalau Dazai sedang mengecek beberapa barang di balik jaket hitam yang selalu dikenakannya—mungkin pasak kayu, atau apapun itu. Rupanya benar-benar berniat pergi, entah memang keinginan sendiri atau sekedar ngambek karena Oda—menurutnya—enggan menjelaskan alasan yang barusan dipertanyakan.
"Hati-hati," demikian Oda berpesan, begitu Dazai sudah selesai dengan barang-barang di dalam jaketnya.
Dazai melirik, lantas mengangguk. "Mhm~"
Pemuda itu pergi. Oda tinggal sendiri, menatap punggung Dazai yang perlahan-lahan mulai menjauh. Sinar bulan turut mengiringi kepergiannya, yang ketika Oda lihat, serasa deja vu. Kepergiannya kali itu membuat Oda mendadak teringat seseorang.
Barangkali ada saatnya, ia menceritakan alasan di balik tingkahnya yang tidak biasa itu. Alasan sebenarnya, suatu hari nanti.
-end -
I know this is short (dan tyda jelas, plus gantung sekali) but idk what should I do hjkshjsjshshk
Btw, diriku nulis ini pake refrensi dari fanart dari twitter (Zakku_xx), AU di mana Dazai jadi pemburu vampir dan Oda jadi vampir yang nggak suka minum darah :')
