Anime x Manhua.
Naruto,. Holly Ancestor
Namaku adalah Uzumaki Naruto, aku dan kelompokku sedang dalam misi pengejaran, yah kami sedang mencoba menangkap seorang master boneka (Bukan Sasori). Kami mengejarnya sampai di dalam sebuah ruangan yang ada di reruntuhan kota Rauran.
Disaat kami semua berhasil memojokkannya, siapa sangka ia malah berusaha melepaskan segel yang pernah dipasang oleh Hokage ke empat, karena merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi, dengan cepat aku dan Kapten Yamato berserta Sai dan Sakura melesat untuk menghentikannya.
Namun sebuah ledakan energi muncul seketika dan membuat semua orang yang mendekat terlempar, ketika ledakan energi itu hilang, Naruto dan Mukade orang yang mereka incar menghilang entah kemana.
Di sebuah hutan, terlihat seorang pemuda dengan rambut pirang panjang diikat Poni tail, mengenakan baju mewah berwarna biru langit dan celana biru gelap sedang terbaring lemah di tanah.
Tak lama setelahnya pemuda itu membuka mata sembari bergumam pelan, "Ugh dimana ini?" Pemuda itu kemudian menatap ke arah samping dan mencoba untuk berdiri.
"Dimana Mukade sialan itu, aku harus menangkapnya."
Setelah mengucapkan apa yang ingin ia ucapkan, pemuda itu langsung berdiri lalu sedikit kaget ketika melihat lengan bajunya.
"Eh??? Tangan siapa ini? Baju ini? Kapan aku memakainya?"
"Pangeran kamu dimana!!"
Pemuda itu langsung mengarahkan tatapannya ke arah belakang ketika ada seseorang berseru mencari sesuatu.
"Pangeran! Pangeran di mana kamu!!"
Mendengar suara seorang pria berteriak memanggil seorang pangeran, membuat pemuda itu terdiam, terlebih lagi ia nampaknya memikirkan siapa pangenran yang dicari di tengah hutan tersebut.
"Pangeran. Siapa?"
Tak lama setelahnya terlihat seorang prajurit berambut hitam dengan mengenakan armor besi, langsung tersenyum ke arah pemuda tersebut.
"Ah Ketemu-ketemu! Pangeran ada di sini!"
Alis pemuda itu terangkat dan tiba-tiba datang dua prajurit lainnya berjalan mendekat dan berlutut memberikan hormat pada pemuda tadi.
"Hormat kepada pangeran!"
"Hormat kepada Pangeran! Akhirnya kami menemukanmu!
Pemuda yang baru bangun dipanggil pangeran itu, hanya bisa terdiam dan tak tahu harus berkata apa, ia pun menunjuk dirinya sendiri dan bertanya, "Aku, pangeran? Apa kalian tidak salah orang?" para prajurit yang mendengar pertanyaan dari pemuda itu langsung saling menatap satu sama lain.
"Kami yakin! Kami tidak salah orang, anda adalah anak satu-satunya dari Kaisar Kerajaan Air Utara, Penerus Tahta Kaisar Luth."
"Ah mungkin pangeran kehilangan ingatan akibat penyerangan bandit waktu itu, tapi ini bukan masalah, cepat ikuti kami tuan putri menunggu pangeran."
Mendengar hal tersebut, pemuda itu hanya mengangguk sembari membatin, "Sebaiknya aku ikuti permainan mereka. Lagipula aku bisa menangkap Mukade sembari menjadi pangeran dari negri lain. Seorang ninja sepertiku harus tenang. Mungkin ini salah satu trick dari Mukade, tapi aku. Uzumaki Naruto tidak akan takut!" pikir pemuda itu, meskipun ia harus kaget ketika melihat bayangan wajahnya di pantulan air.
"Ini, sama sekali bukan wajahku," batin Naruto ketika melihat pantulan dirinya. Namun, ia hanya bisa diam dan mengesampingkan hal itu dan mengikuti ketiga prajurit itu berjalan menuju ke arah tuan putri.
"Cepat Pangeran, kita hampir sampai."
Naruto yang mendengar perkataan dari sang prajurit hanya mengangguk dan mempercepat langkahnya, sampai akhirnya ia sampai di sebuah kereta kuda mewah yang jendela dan tempat masuknya di tutup tirai kuning, ia juga disambut oleh perempuan berambut biru dan mata biru berpakaian minim.
"Siapa perempuan itu, pakaiannya minim sekali. Dan karena tubuh ini bukan tubuhku, aku harus siap dipanggil dengan nama lain," pikir Naruto sembari berjalan pelan disamping prajurit yang mengawalnya.
"Maaf membuat anda menunggu lama, Ketua Sharon!"
"Ketua?" gumam Naruto sembari menatap perempuan berambut biru cerah dengan pakaian minim dimana bagian atasnya seperti hanya mengenakan bh saja.
"Aku tidak tahu apa yang dipikirkan perempuan ini, tapi pakaiannya sungguh minim sekali, dan lagi aku tidak tahu apakah aku masih bisa menggunakan semua ninjutsuku atau tidak, bahkan aku juga penasaran, apakah Kyuubi masih tersegel ditubuhku atau tidak," pikir Naruto sembari menatap tangannya, wajar ia memikirkannya, karena ia berada di tubuh orang lain, maka ia harus memilikki beberapa kecocokan, terutama teknik apa saja yang bisa digunakan, lalu besar kecilnya energinya."
"Kalian lambat sekali! Tapi akhirnya ketemu juga!" gadis itu berjalan mendekati tenda, lalu ia mulai kembali angkat bicara, "Tuan puteri, Akhirnya Lori ditemukan!"
Mendengar seruan dari gadis berpakaian minim yang dipanggil ketua Sharon oleh Prajurit, membuat Naruto yakin kalau namanya yang sekarang adalah Lori.
"Apakah Mukade juga berpindah ke tubuh orang lain?" tanya batin Naruto sembari mencoba memahami situasi yang terjadi padanya.
Tak lama setelahnya, tirai kuning itu terbuka dan menampakkan seorang tuan putri berambut coklat mengenakan kalung dan tiara emas, memakai baju tradisional berwarna merah muda untuk menutupi tubuhnya.
"Oh jadi dia tuan putrinya, lumayan," puji Naruto dalam hati, ia tidak ingin mengungkapkannya melalui mulut karena ia masih belum memahami situasi dengan benar, belum lagi ia harus mengecek apakah ia masih bisa menggunakkan chakra atau tidak."
Naruto dan Sharon pun masuk ke dalam kereta bersama tuan putri, kereta kuda pun dijalankan menuju ke Kerajaan Air Utara.
Suasana di dalam kereta begitu canggung, tak ada satupun di antara mereka yang ingin memulai pembicaraan.
Naruto atau yang kita kenal sebagai Lori, hanya bisa melamun kala ini karena tidak tahu mengenai apa yang terjadi, ia mencoba memikirkan teknik apa yang digunakan oleh Mukade, sampai-sampai ia harus terjebak di tubuh orang lain, belum lagi ia memikirkan keadaan teman-temannya.
Bersambung
