Anime x Manhua.
Naruto,. Holly Ancestor
Bab 02
Naruto atau yang kita kenal sebagai Lori, hanya bisa melamun kala ini karena tidak tahu mengenai apa yang terjadi, ia mencoba memikirkan teknik apa yang digunakan oleh Mukade, sampai-sampai ia harus terjebak di tubuh orang lain, belum lagi ia memikirkan keadaan teman-temannya.
Karena terlalu banyak berpikir, akhirnya secara tanpa sadar Naruto terus menatap tuan putri yang duduk di depannya dengan tatapan kosong.
"Ehem!"
"Hey!"
Naruto langsung kaget ketika diteriakki dan melotot ke sumber suara, mata coklat dari tubuh orang bernama Lori yang ia tempati menatap tajam perempuan yang mengganggu konsentrasinya.
"Sampai kapan kamu mau menatapi Tuan putri Dasar tidak tahu Sopan Santun!" bentak Sharon karena tatapan Naruto yang terus terarah ke tuan putri.
"Oh maaf. Aku tidak tahu kenapa, tapi saat aku menatap kalian tidak ada satupun ingatanku yang mengatakkan kalau kita pernah bertemu dan saling mengenal."
Mendengar hal itu sang putri pun mulai menjelaskan dengan tenang dengan mengatakkan, "Ya ..., Karena kamu melindungi kami, kepalamu jadi terluka... Ditengah perjalanan, ada kawanan bandit yang menyerang kita..., Orang tuamu kehilangan nyawanya demi menyelamatkanku. Dan karena melindungiku kepalamu jadi terluka, aku sangat berhutang banyak padamu," setelah menyelesaikan cerita singkat tentang kejadian sebelumnya, sang putri pun menghela nafas dan sedikit bergumam, "Ya seandainya kamu bisa sedikit Ilmu Silat(Dari translate komiknya gitu), itu akan lebih baik."
Naruto yang mendengar hal baru baginya langsung tertarik, ia menatap sang putri dan bertanya.
"Silat, apa itu?"
Mendengar pertanyaan dari Naruto atau yang mereka kenal sebagai Lori, dengan cepat Sharon mengambil alih pembicaraan dengan memberikan jawaban.
"Ya seperti Ilmu {Silat Naga Langit} atau semacamnya! Tapi seingatku kau tidak pernah tertarik dengan hal ini."
Naruto yang mendengar hal itu hanya mengangguk pelan.
"Kau benar, aku tidak pernah tertarik akan hal semacam itu," tanggap Lori (Naruto), ia pun memejamkan matanya dan memilih untuk mengosongkan pikirannya saja dari pada mendengar teori rumit yang belum tentu ia mengerti.
"Aku harap Kyubi masih berada di dalam tubuhku, agar ia tidak membuat kekacauan di suatu tempat," pikir Naruto sembari mencoba memasukki alam bawah sadarnya.
Setelah sekian lama mencoba, akhirnya Naruto kembali membuka matanya secara perlahan, ia cukup kaget melihat tuan putri dan Sharon menatapnya dengan tatapan penasaran.
"Aliran Chakraku kacau seperti terganggu oleh energi asing yang cukup kuat."
Gumaman pelan Naruto itu secara tidak sengaja terdengar oleh Tuan Putri dan Ketua Sharon, mereka langsung menatap aneh Lori atau yang sebenarnya Naruto.
"Ano ... Lori."
Mendengar panggilan dari seseorang, Naruto langsung mengarahkan tatapannya ke sumber suara dan mendapati Tuan Putri yang menyentuh dahinya.
"Kau tidak apa-apa?"
"Em aku tidak apa-apa. Hanya saja aliran chakraku menjadi kacau, aku harus memperbaikinya."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lori yang sekali lagi menyinggung masalah chakra yang tidak mereka ketahui, membuat mereka bertanya-tanya apa itu aliran chakra.
"Lori, kalau boleh tahu, apa itu chakra?"
Sharon kali ini bertanya, ia cukup penasaran dengan apa yang Naruto(Lori) katakan pada mereka tadi.
Naruto malah kaget karena mereka tidak tahu apa itu chakra. Namun, karena ia tidak ingin ketahuan kalau dirinya bukanlah Lori, ia pun dengan cepat berdalih.
"Bukan sesuatu yang penting."
"Kalau tidak penting, kenapa kau menyebutnya dua kali?" Sharon mulai mendesak Lori. Lori yang merasa terdesakpun akhirnya hanya memejamkan matanya dan mengalihkan pandangan wajahnya.
"Aku saja tidak mendesak kalian untuk memberitahuku apa itu Silat, tapi kalian berdua malah mendesakku untuk memberitahu apa itu chakra, ini tidak adil."
"Cih. Silat itu sudah merupakan pengetahuan umum di dunia ini. Apakah benturan di kepalamu terlalu keras."
Mendengar jawaban dari Sharon, Naruto langsung menjawab, "Karena kepalaku ini terbentur, banyak hal yang tidak aku ketahui, jadi bisakah kau memberitahuku sedikit."
Sang putri pun tersenyum tipis dan mulai menjelaskan asal mula kekuatan silat yang mereka bicarakan.
"Di Daratan Daerah kekuasaan kami, di bagian Barat Gunung Kunlun, terdapat sebuah pohon dewa. Pohon ini memiliki sejarah tiga puluh enam ribu tahun, terus menyerap keagungan, akhirnya pada suatu hari, tiba saatnya berbuah. Buah dari pohon itu menghasilkan aroma yang menyebar sampai ratusan kilo meter, menarik perhatian banyak orang. Tidak lama setelah itu, buah dari pohin itu terbuka, menciptakan berbagai karakter kuno berterbangan, gabungan dari karakter-karakter itu merupakan formula dari ilmu Silat, jika bisa memahami dan mendalaminya maka kekuatan besar di dapat oleh orang itu."
Naruto yang mendengar penjelasan panjang itu hanya manggut-manggut tanda ia sedikit paham maksud dari percakapan tadi, "Jadi begitu, hem kalau boleh aku tebak, beberapa dari kalian telah mencatat beberapa tulisan dan beberapa bisa mempelajarinya dan beberapa tidak mampu."
"Ya begitulah."
Mendengar tanggapan dari sang putri, Lori atau Naruto kembali terdiam ia pun menatap ke arah keluar jendela.
"Karena kami sudah memberitahukanmu apa itu Silat, sekarang bisa kau memberitahu kami apa itu chakra?" pinta Sharon pada Naruto yang bersemayam di tubuh Lori.
"Hem, bisa dibilang, chakra adalah kombinasi dari kekuatan fisik dan mental, energi spiritual dari chakra bisa dimanipulasi menjadi sebuah jutsu dengan kombinasi beberapa segel tangan, terdapat lima elemen utama chakra."
"Apa itu?"
"Api, Air, Angin, Tanah dan Petir. Selain lima elemen utama, Chakra juga bisa memanipulasi energi Yin dan Yang."
Sharon dan Tuan putri yang berada satu kereta dengannya hanya diam mencoba mencerna isi penjelasan dari Naruto.
"Tapi aliran Chakraku sekarang sedang kacau dan tidak bisa aku gunakan, aku harus memperbaikinya, tapi untuk memperbaiki aliran chakra aku harus berada di tempat yang tenang, jadi aku hanya bisa diam menunggu saja."
"Piffh Ahahahahahahaha! Kau rupanya sangat pandai mengarang cerita Lori."
Mendengar hal itu Naruto yang dipanggil Lori barusan langsung kesal, apa maksudnya coba mengarang cerita, benar-benar bikin kesal saja.
"Sharon, kau tak boleh seperti itu," tanggap sang putri dengan nada lembut.
"Habisnya, aku benar-benar tidak menyangka, karena tidak bisa berkultivasi ia malah mengarang dengan adanya aliran energi baru yang disebut chakra, apalagi lima pembentuk elemennya itu ahahaha ngaco parah!"
Alis mata Lori yang mendengar hal itu langsung berkedut beberapa kali. Namun dengan tenang Lori mencoba untuk tidak menghiraukan ejekkan itu dan memilih menatap ke arah luar untuk melihat pemandangan.
"Sharon."
"Iya, maaf tuan putri."
Naruto yang melihat Sharon, atau gadis berambut biru menyebalkan itu sudah mulai tenang, hanya bisa tersenyum kecil dan menatap ke arah Sharon dan bertanya.
"Apakah kau sudah puas untuk tertawa?"
"Iya emangnya kenapa?"
"Kalau begitu, giliranku yang akan mengatakkan sesuatu yang mungkin akan membuatmu kesal, tapi ini juga demi dirimu sendiri."
"Hah? Kau mau bicara apasih, tak usah basa basi deh Lori."
Lori(Naruto) pun menghela nafasnya secara perlahan, lalu menatap ke arah Sharon.
"Meskipun aku tidak ingat banyak hal, tapi aku masih ingat sebuah fakta mengejutkan, dimana pelacur di istanakupun memilikki pakaian yang lebih sopan dan tertutup ketimbang dirimu. Apa kau tidak takut orang-orang menatap belahan dadamu itu. Di tempatku baju yang kau pakai itu disebut pakaian dalam, jadi itu harus dilapis dengan baju lain yang lebih tertutup. Apakah kau tidak tahu rasa malu mengumbar tubuhmu seperti itu?"
Strike, perkataan yang keluar mulus dari mulut Lori itu berhasil membuat wajah Sharon memerah mendengarnya, bahkan tuan putri yang berada di samping Sharon hanya bisa diam menahan tawa.
"Apa yang kau katakan tadi Lori mesum berengsek!"
"Su-sudahlah Sharon k-kau tak perlu menanggapi perkataannya," Sang putri berusaha menenangkan Sharon yang ingin menghajar Lori sembari menahan tawa.
Bersambung
