Dan seolah dunia tidak menginginkan ketenangan, sebuah headline pada surat kabar cetak maupun online semua memberitakan hal yang sama.
"Kekasih sang soloist Shim Changmin—yang baru saja mengeluarkan album barunya—sedang bertugas di Afghanistan dan kini terluka parah."
.
.
Author Ela_JungShim presents
An Alternate Universe (AU) / FAN-FICTION
"COME HOME"
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Rate : T
Length : 3 of 3
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK/TVXQ/ToHoShinKi. Yang Ela punya hanya plot fanfic, ide gila dan cinta buat TVXQ!
Warn : TYPO's, Soldier!Jung, Soloist!Shim
This is HOMIN Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN. Bagi yang tidak suka, silahkan angkat kaki dari fanfic ini. Simple.
.
.
.
.oOHOMINOo.
.
.
.
"Tidak separah saat kau came out as gay and have a boyfriend sih. Tapi CEO inginnya kau memberikan klarifikasi dalam bentuk apapun. Banyak wartawan haus teh di depan gedung SM. Mereka mencarimu." tanpa salam, tanpa basa-basi, itulah kata-kata yang terucap saat Changmin mengangkat telepon dari sang manajer yang merangkap kakak sepupu sekaligus salah satu direktur non eksekutif di agensi tempatnya bernaung—Kwon Boa.
"Oh, hai Boa-noona. Selamat pagi. Kabarku baik-baik saja kok. Terima kasih sudah bertanya." sarkas Changmin dengan suara serak.
"Untuk apa aku bertanya kabarmu saat aku tahu kalau pasti kau tidak baik-baik saja, bocah. Suaramu saja mirip seperti suara kodok. Jelek sekali." balas yeoja cantik di seberang sana. "Tak perlu kesitu-pun aku sudah tahu kalau sekarang matamu pasti bengkak. Ada kantung mata mengerikan disana, dan mukamu persis seperti Buzzi kalau sedang minta makan."
Changmin menoleh ke kanan, dimana ada cermin besar di dekat tempat tidurnya. Dan sungguh, prediksi noona-nya itu—meskipun menyebalkan, sangat—tetapi benar.
"Aku benar, kan?" kejar Boa dengan nada sombongnya.
"Diam. Aku pakai masker di mata. Tidak lihat apa-apa."
Suara tawa puas terdengar dari line seberang. Membuat Changmin mendengus sebal.
"Bagaimana komentar netizen? Aku baru melihat-lihat saja sih kalau di Naver banyak mengenai berita tentangku. Belum sempat melihat-lihat komentar netizen, karena noona keburu menelepon."
"Banyak yg memberikan komentar positif kok. Soalnya kan kau memang sudah konfirmasi kalau punya kekasih seorang namja dari sejak lama. Apalagi sekarang publik jadi tahu kalau kekasihmu tentara, dan sedang terluka karena sedang menjalankan tugas negara di Afghanistan. Jadi banyak yang bersimpati. Hashtag #ShimChangmin, #SoldierJung, dan #ChangminMAX_Chocolate sedang trending sekarang. Karena itu CEO Lee minta agar kau memberikan klarifikasi secepatnya, minimal di platform SNS dulu."
Changmin menghela nafas.
"Aku harus menelepon Eommonim dulu agar sementara tidak keluar-keluar jika tidak perlu. Dan tidak mengecek sns juga. Hhhh.. Abeoji dan Jihye pasti akan kerepotan seperti dulu lagi." keluhnya malas.
"Setidaknya ini tidak separah skandalmu dua tahun lalu sih—yang saat itu benar-benar membuatku ingin mendorongmu ke jurang."
Changmin mendengus saat ia juga mengingat kejadian dua tahun yang lalu. Di acara TV Nasional—yang pastinya juga di siarkan melalui jejaring sosial secara internasional—ia di tanya mengenai kenapa tidak pernah ada skandal dirinya dengan yeoja manapun, dan ia dengan santainya berkata : "hahaha, tentu saja tidak akan pernah ada skandalku dengan yeoja, karena I prefer dick than boobs."
DHUAARR!
Bagai bom atom yang di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, satu detik setelah ia mengatakan hal itu, detik berikutnya sudah ada berita di Naver mengenai orientasi seksualnya.
Mengherankan sebetulnya, karena di Korea Selatan kan sudah melegalkan LGBTQ dan juga pernikahan sesama jenis. Beberapa orang yang duduk di tampuk pemerintahan dan juga public figure, sudah banyak yang mengaku kalau mereka Gay. Bahkan yang pertama kali menikah dengan pasangan Gay-nya adalah Minister of Foreign Affair. Beberapa penyanyi, pemain drama, dan juga idol sudah cukup banyak kok yang came out as gay.
Tapi tetap saja, setiap kali ada public figure yang LGBTQ, para pencari berita itu seperti ikan hiu yang seolah di beri daging. Langsung memberitakan dengan heboh—yang membuatnya jadi harus di panggil secara langsung oleh CEO Lee, dan di marahi.
Tapi dasar dirinya memang tidak merasa bersalah, klarifikasi yang dia berikan melalui akun burung biru-nya adalah sebuah cuitan yang berbunyi :
Changmin88 : Like I honestly said, I prefer dick than boobs. That;s my sexual orientation, and it's in my human rights. Even if I gay, I still The Shim Changmin, Soloist who sing your favorite song, write, produce and be the singer of your favorite drama OST. Oh, and meet my handsome and hot as fuck boyfriend, Lieutenant Colonel Jung Yunho2154 #ShimChangminisGay #HotBoyfieSoldierJung
Cuitan itu di lanjutkan dengan sebuah foto selca Shim Changmin dengan seorang namja—yang memiliki wajah yang seolah di pahat sempurna oleh Tuhan. Tipikal wajah yang akan sangat pantas jika profesinya adalah model, atau idol—yang di beri caption :
Changmin88 : Aren't we cute together? #CuddleTime #RelationshipGoals
—yang kemudian postingan itu membuat aplikasi burung biru itu crash selama beberapa waktu akibat banyaknya orang yang mengakses dan membuat banyak cuitan dalam satu waktu.
Changmin sendiri hanya tertawa terbahak-bahak di dalam pelukan Yunho—yang saat itu memang sedang off duty—saat di telepon oleh Boa-noona dan dimaki-maki dengan bahasa yang tak patut di ucapkan oleh seorang yeoja terhormat. Apalagi panggilan Boa-noona itu ia buat mode loudspeaker, makin menjadilah tawa Changmin karena Yunho juga mendengar segala sumpah serapah Boa-noona untuk adik sepupunya itu.
Kkkkkkk...
Yunho yang memang sudah di mintai ijin oleh pacarnya untuk go public hanya terkekeh mendengar perdebatan konyol antara pacar manisnya itu dengan sang kakak sepupu. Ia memainkan surai lembut milik Changmin, mengelus-elusnya dengan penuh sayang.
"—dasar bocah sumbu pendek. Setelah ini kau harus menghubungi keluarga pacarmu itu. Bilang untuk tidak keluar rumah kalau tidak terlalu perlu. Kalau memang harus bekerja, pakai kendaraan pribadi. Setelah kau mengumumkan nama Yunho, pasti media akan menelusuri segala hal tentangnya juga. Termasuk keluarganya dan alamat tempat tinggalnya."
Elusan di kepala Changmin terhenti, membuat Changmin mendongak dan menatap Yunho dengan kedua bambi eyesnya.
"...hyung, mian..."
Di tatap dengan mata bambi yang yang bulat dan jernih—dan sekarang mulai berkaca-kaca itu jelas membuat Yunho meleleh. Apalagi sepasang bibir sintal itu melengkung ke bawah karena—sepertinya—merasa bersalah sudah menyeret keluarganya dalam kericuhan yang ia buat.
"Tolong, kamu jangan gemas-gemas, nanti hati hyung meleleh, Chami." ucap Yunho sambil mengecup dahi pacarnya itu penuh sayang.
"Hyung! Jangan mulai ngardusnya!" kesal Changmin mengerucutkan bibirnya sebal.
"Hehehehe, hyung sudah tahu kok semua resiko kalau nanti go public denganmu. Dari awal kamu menerima hyung jadi pacar juga hyung sudah mewanti-wanti orang rumah kalau nanti muncul berita mengenai hubungan kita, lebih baik berdiam di rumah, dan jangan membuka akun sns apapun." Yunho mengangkat tubuh langsing semampai Changmin ke pangkuannya dengan mudah. Kedua tangan kekarnya melingkar di pinggang ramping sang pacar.
"Yang membuat hyung khawatir itu malah kamu, Chami. Hyung tidak rela kalau sampai ada yang menjelek-jelekkan kesayanngannya hyung ini." gumam Yunho sambil membenamkan wajah di perpotongan leher sang pacar yang wanginya memabukkan sekali. Membuatnya jadi melarikan hidungnya di sepanjang leher putih itu, sambil mengecupinya tanpa sadar.
"..mmhh, hyungie.."
"Cham—"
"—tolong kalian berdua jangan berbuat mesum saat aku masih disini untuk memarahi Changmin!" seruan keras penuh kesal itu langsung menginterupsi kegiatan Yunho.
Dan berakhir dengan Yunho dan Changmin yang mendengarkan ceramah 'emosional' dari sang kakak sepupu yang merangkap sebagai manajernya, sekaligus Direktur Non Eksekutif dari agensinya—yang kemudian harus memutar otak agar skandal adik sepupunya itu tidak semakin membesar.
"—oh, dan karena kali ini bukan skandal yang negatif, kau cukup klarifikasi saja di akun SNS-mu. Jadwalmu hari ini aku kosongkan. Nanti kabari noona juga kalau kau sudah mendengar kabar tentang kekasihmu itu, oke?"
Suara Boa-noona dari seberang line telepon menarik kesadarannya dari kenangan masa dua tahun lalu. Dan akhirnya ia mengiyakan saja, dan mengakhiri panggilan teleponnya.
Sisa hari itu?
Ia lalui dengan mata yang tak pernah kering. Kembali basah setiap kali ia mengingat hal-hal kecil tentang kekasihnya yang kini sedang berjuang di atas bed rumah sakit di seberang lautan.
.
.
.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
.
"Uughh..." Changmin mengerang kesal ketika akhirnya ia bisa tertidur malam itu—karena sebelumnya ia benar-benar tak sanggup memejamkan mata karena bayang-bayang Yunho yang terluka dan berdarah-darah tak mau pergi dari benaknya—terbangun dari mimpinya karena sebuah dering telepon.
Setengah sadar, ia mendengarkan dering telepon—dan langsung cepat-cepat bangun untuk mengangkat telepon itu karena itu adalah nada yang ia gunakan untuk panggilan dari keluarga Jung.
"Yeoboseyo, Eommonim." sapa Changmin dengan suara seraknya.
"C-Changmin-ah.." panggil sang Eommonim dengan tangisnya—yang jujur saja, itu membuat Changmin panik karena pikiran-pikiran buruk melintas dalam benaknya. Apalagi ini tengah malam buta.
"Eommonim? Ada apa? Ada kabar mengenai Yunho-hyung? Bagaimana keadaan Yunho-hyung?"
"Changmin-ah, Yunho sudah sadar. Yunho sudah melewati masa kritisnya."
Kelegaan sontak membanjiri tubuhnya. Seluruh sel tubuhnya yang tadi bertaut kencang karena panik, kini melemas. Kalut yang menyelubungi benaknya semenjak telepon dari Eommonimnya itu, akhirnya pergi. Tanpa ia sadari, ia-pun ikut menangis bersama dengan yeoja yang sudah melahirkan kekasihnya itu.
Setelah berbicara panjang lebar dengan sang Eommonim yang juga sama-sama akhirnya merasa lega mengetahui kondisi anaknya di Afghanistan sana, akhirnya Changmin bisa terlelap dengan tenang—
Changmin88 : My boyfriend got attacked on duty in Afghanistan. His squad got ambushed during transfer supplies. He was in critical condition, but—gratefully—now he's awake. I don't know how long his stay in hospital, but I hope he's recovered soon, and come back to South Korea. I miss you like crazy, Lieutenant Colonel Jung Yunho2154.
—meskipun jelas ia tak lupa untuk membagikan kabar—sekaligus klarifikasinya—melalui cuitan di akun burung biru-nya.
.
.
.
.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sorakan menggema dalam Olympic Gymnastic Arena, tempatnya menggelar charity concert di hari ulang tahunnya. Sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian yang membuatnya begitu kalut itu. Bulan Januari sudah berganti, dan jujur saja, awal-awal ketika Yunho bisa melakukan skype dengannya lagi, Changmin begitu ingin marah karena kekasihnya itu belum mau pulang ke Korea jika belum sembuh benar.
Aturannya, jika terluka di medan perang, seorang tentara akan langsung di pulangkan ke rumahnya. Namun kekasihnya itu ngeyel, dan tidak mau pulang ke Korea begitu ia sadar dari keadaan kritisnya itu.
Alasannya? Pertama, masih ada rekannya yang juga sama-sama terluka disini, dan ia tidak akan bisa tenang jika rekannya belum sehat. Kedua, ia tak mau pulang dalam keadaan yang tidak sehat, karena itu berarti selama di Korea ia akan merepotkan Changmin dan keluarganya. Ketiga, ia ingin pulang dengan gagah dan keren, agar tidak membuat malu kekasih terkenalnya itu.
Sumpah demi Tuhan Changmin benar-benar mengamuk dan mengomeli Yunho sepanjang obrolan skype mereka—dengan Yunho yang masih setengah terbaring di bed rumah sakitnya. Bahkan meskipun ia akhirnya memelas, merengek dan meminta Yunho agar segera pulang, namja itu tetap teguh pada pendiriannya.
Tapi meskipun marah, tetap saja, di hari ulang tahun kekasihnya, ia membuatkan Miyeok-Guk untuknya. Mendengarkan tentang bagaimana satu per satu rekannya sudah boleh pulang dari rumah sakit, dan rehabilitasinya berjalan dengan baik. Namun anjuran dari dokter, ia masih harus melakukan rehabilitasi lagi sampai akhir bulan, sehingga baru awal Maret ia akan bisa berjumpa secara langsung dengan kekasihnya itu.
Sebal sih. Kesal jelas pasti. Tapi sudahlah. Changmin hanya bisa menerima keadaan. Setidaknya kekasihnya itu pulang tiga bulan lebih awal—karena seharusnya waktu tugasnya berakhir di bulan Juni—meskipun ia tak pernah sekalipun mensyukuri luka-luka yang didapatkan oleh kekasihnya di Afghanistan sana.
Dan hari ini, sesuai dengan rencananya bulan lalu, di hari ulang tahunnya ini, ia menggelar charity concert untuk para tentara dan keluarganya. Seragam militer dan t-shirt army memenuhi setiap sudut arena yang berkapasitas 15.000 orang itu. Semenjak memiliki kekasih seorang tentara, jelas Changmin mengerti benar apa yang di lalui oleh seorang prajurit, dan bagaimana sedih keluarga yang di tinggalkan selama bertugas. Karena itu, ia merasa bahwa para tentara dan keluarganya jelas berhak untuk mendapatkan apresiasi kecil dari Changmin yang hanya bisa ia lakukan dengan menggelar konser gratis untuk mereka ini.
"Terima kasih. Bukan aku yang seharusnya mendapatkan semua tepuk tangan ini, tetapi kalian. Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan Korea Selatan, dan aku tak pernah merasa cukup untuk selalu berterima kasih kepada kalian semua."
Kembali tepuk tangan dan sorakan memenuhi arena itu.
"Aku tahu, setelah semua hal yang telah kalian lalui selama bertugas menjaga setiap sudut negeri ini, kalian berhak mendapatkan yang lebih dari sebuah konser. Tetapi aku berharap malam ini kalian semua mengetahui betapa berterima kasihnya kami semua atas segala perjuangan kalian. Dan untuk lagu terakhir ini, kupersembahkan untuk semua keluarga dari para tentara yang sering terjaga karena rasa khawatir."
"Tunggu dulu." ucap Boa-noona yang menggunakan mic sehingga suara-nya terdengar ke seluruh arena. "Sebelum konser ini selesai, kekasih Changmin yang berada di Afghanistan mengirimkan sebuah video untuk ulang tahunnya. Dan kurasa, ini adalah momen yang pas."
Teriakan bernada setuju terdengar dari seluruh penonton.
"Video?"
Boa-noona mengangguk. "Yunho merasa bersalah karena harus melewatkan ulang tahunmu. Jadi dia mengirimkan video ini. Tidak apa-apa kan?"
Changmin hanya bisa mengangguk dengan bingung. Tapi karena Boa-noona yang mmengatakan ini, pasti hal ini tidak masalah jika di ketahui publik. Dan begitu ia mengangguk, dua layar di samping panggungnya itu kini menampilkan wajah yang sangat, dan selalu ia rindukan.
Yunho-hyung di dalam video tersenyum canggung. "Uhm, ini rasanya sedikit aneh, karena biasanya saat sedang ber-skype, selalu ada wajahmu yang terpampang di layarku, Changmin-ah." Changmin sedikit mengernyit ketika nama panggilan kesayangan untuknya tidak terucap dari bibir kekasihnya. Apakah mungkin memang Yunho sudah meminta Boa-noona untuk menampilkan ini di konsernya? Itu menjelaskan sih, kenapa bukan 'Chami' tapi 'Changmin-ah'—kekasihnya itu selalu menolak memanggilnya Chami ketika ada orang selain keluarga dekat mereka. Karena untuknya, panggilan kesayangan darinya itu—Chami—hanya boleh ia yang menggunakan. Tidak boleh ada orang lain yang tahu panggilan sayangnya itu, karena nanti mereka bisa ikut-ikutan memanggilnya begitu.
Dasar pacar possessive!
"Tapi kupikir, dibandingkan dengan skype rutin kita, aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda di hari Ulang tahun-mu ini. Kau tahu, betapa inginnya aku berada di sampingmu di hari kelahiranmu ini—jangan marah lagi mengenai kepulanganku yang tertunda, oke? Setidaknya jadwal kepulanganku menjadi 3 bulan lebih awal dari yang seharusnya."
Yunho mengambil nafas, dan Changmin tak bisa untuk tidak tercekat saat Yunho menatap padanya dengan tatapan teduh penuh cinta-nya, dan tersenyum lembut. "I love you, Changmin-ah. Neomu saranghanda. Setelah ini semua berlalu, kita akan merayakan ulang tahun bersama. Merayakan semua liburan bersama. Chuseok, Natal, Tahun baru bersama, dan kau tidak akan bisa lepas dariku lagi, Changmin-ah."
Sebuah tawa kecil meluncur dari bibir kekasihnya itu, dan Changmin memiringkan kepalanya bingung saat sebuah binar jahil muncul di mata kekasihnya itu.
"Sadar tidak, Changmin-ah, aku dari tadi belum memberimu ucapan selamat loh. Dan kau jelas yang paling tahu dengan sifatku yang suka sok romantis padamu kan?"
Dengan kalimat itu, Yunho berdiri dan pergi dari sana—setelah sebelumnya sempat memberikan kerlingaan jahil. Dan Changmin menatap tak percaya saat ia menyadari lokasi tempat Yunho merekam video mereka itu—Kabul International Airport!
Tak mempedulikan dengungan gaduh dari penonton di belakangnya, Changmin memutarkan pandangan ke backstage mencari penjelasan dari Boa-noona, tapi pandangannya menangkap pemandangan yang sungguh tak bisa ia percaya. Panggung di depannya terbuka, dan menampilkan sosok yang setengah mati ia rindukan.
"CHANGMIN-AH SAENGIL CHUKKAHANDAAA~!" teriak sosok itu yang terdengar ke seluruh penjuru arena karena di dekat bibir namja itu terpasang sebuah microphone kecil.
Senyuman lebar tercetak di bibir Changmin—diikuti dengan riuh sorakan dan siulan jahil dari para audience charity concert-nya.
Changmin tidak ingat ia bergerak. Satu detik ia melihat Yunho—Yunho-hyung-nya!—berjalan ke arahnya, dan detik berikutnya ia sudah membenamkan wajahnya di ceruk leher sang kekasih.
"Hyung... Yunho-hyung..." panggilnya sambil melingkarkan tangan di belakang leher Yunho dan memeluknya begitu erat.
Sepasang lengan melingkar erat di pinggangnya, dan ia memekik kaget saat tubuhnya terangkat dalam gendongan sang kekasih—yang kini mendongak dan memandangnya penuh senyum.
Changmin meletakkan kedua lengan di bahu Yunho sebagai tumpuan, dan menatap kekasihnya yang sangat—sangat—sangat—sangat ia rindukan itu. Sepasang mata bulat Changmin berbinar bahagia mendapati kenyataan bahwa Yunho-hyung-nya kini benar-benar berada disini bersamanya. Ia tersenyum begitu bahagia, yang menjadikan missmatch-eyes-nya muncul.
Membuat Yunho gemas setengah mampus, dan kalau tidak ingat tempat, sudah ia sosor sepasang bibir semerah strawberry itu tanpa ampun.
"Surprise, Changmin-ah~! Sudah romantis belum, pacarmu ini?" goda Yunho pada kekasih cantiknya ini—yang hanya di balas dengan pukulan gemas dari yang di peluknya itu.
Penonton yeoja dan ahjumma yang melihat itu semua jelas berteriak gemas. Sedangkan para tentara usil disana juga bersiul kencang menggoda sepasang kekasih yang bermesraan di panggung itu.
"Tapi surprise-nya belum selesai, Changmin-ah." lanjut Yunho yang kini menurunkan Changmin dari gendongannya. Namja itu kemudian menggandeng Changmin ke tengah panggung, dan kini menggenggam kedua tangan Changmin, saling berhadapan.
"Tadi kubilang, kau sudah tidak bisa lepas dariku lagi, Changmin-ah. Karena itu.."
Sepasang mata Changmin membulat kaget saat kini Yunho berlutut satu kaki di hadapannya. Tangannya merogoh saku-nya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil berwarna merah.
'Tidak..
Yunho-hyung tidak mungkin...'
.
,.
,..
"Shim Changmin, Will you marry me?"
Seluruh arena konser berkapasitas 15.000 penonton itu terasa berguncang ketika semua penonton disana berteriak, bersorak, dan bertepuk tangan saat menjadi saksi kejadian dimana artis papan atas itu di lamar oleh sang kekasih di atas panggung.
"Terima! Terima! Terima!" seorang penonton di dekat panggung berteriak, dan kini sorakan di arena luas itu bergema satu kata.
"Of course, I will." jawab Changmin sebelum ia menerjang kekasih—eh, calon suami-nya itu, dan memeluknya erat.
.
.
.
.
.
.
END
