Kurobas © aa Fujimaki Tadatoshi

Seirin = Bandung

Note: mariposa shintarou dan midorima shintarou adalah orang yang sama namun berbeda hikayat dia sudah diceritakan di chapter sebelumnya

Warning tambahan: tiap scene ngacak :") alay pisan ;")

Sumz: dari awal kita sama-sama. Apa di akhir juga kita sama-sama?

.

.

.

.

Lahir, klinik kita sama

karena ibu kita bertetangga

TK kita bersama

SD juga

SMP masih bersama kita sahabatan

Sekarang kita SMA

Masih sering gandengan tangan

Tapi yang menjadi pertanyaan

Apakah kita di masa depan

Masih bisa saling bertatapan?

.

Junpei, dari dulu aku pingin manggil kamu gitu

Tapi rasanya aku suka pingin ngakak sendiri

Nama kamu Junpei di telingaku terdengar selawak muka Mr Bean kalau lagi selfie

Yaudah aku panggil kamu Hyuuga

Itung-itung amal, kamu disamain sama tokoh favorit kita di Naruto

Hyuuga Neji ganteng dan udah mati, kenapa luka ini malah kubuka lagi?

Kalau kamu Hyuuga Junpei, nggak ganteng dan masih hidup

Yaudahlah ya, Hyuuga.

Kalau ngomongin kamu humor sense aku sering komplikasi

Yaudah sih…

.

Karena karma bukan hal yang dipercayai Hyuuga dengan baik-baik.

.

Hikayat ini di awali dari seorang bocah TK yang ada rasa (namun belum ia sadari) dengan teman sepermainannya. Hyuuga mengingat jelas, ketika umurnya baru menginjak angka lima, masih hobi memanjat pohon mangga, suka kelayapan siang-siang mencari odong-odong itu mengalami gejala disfungsi degup jantung tiap ada Izuki. Puncaknya, Hyuuga sering GR sendiri kalau Izuki ada di dekatnya.

Tapi Hyuuga mengambil kesimpulan kalau ia alergi dekat-dekat Izuki. Mungkin karena Izuki sering main kucing, Hyuuga jadi alergi. Ini tidak ada korelasinya, memang.

Izuki Shun, Hyuuga kecil menulis nama itu dalam otaknya yang masih polos. Izuki Lucu, begitu Hyuuga tulis di dinding kelas dengan menggunakan krayon merah. Bu Guru yang bernama Shintarou Mariposa saat itu bertanya siapa yang berani mengambil lipstik merah dari tasnya dan digunakan untuk menghias dinding tapi Hyuuga tidak mengaku dan Bu Guru hanya bisa bersabar dengan insiden tersebut.

Kronologinya, Hyuuga sempat naksir Bu Guru semok macam Mariposa Shintarou. Siapa sih yang tidak tergoda dengan Bu Guru? Hyuuga memang anak TK yang sudah besar. Ingin berbuat jahil sekali-kali, Hyuuga berniat menuduh dengan menulis nama Izuki supaya Bu Guru marah sama Izuki. Anak kecil pemikirannya terkadang tidak bisa diketahui motif dan tujuannya dengan jelas. Anggap saja, jika Izuki dimarahi Bu Guru, Bu Guru akan berhenti menganggap Izuki sebagai satu-satunya murid yang terlucu dan berbalik menganggap Hyuuga sebagai murid terganteng satu sekolah.

Skenario yang dirancang otak Hyuuga ketika masih TK kira-kira seperti ini.

Namun dia salah.

Bu Guru Mariposa bukanlah Bu Guru sembarangan.

Bu Guru cantik itu tahu siapa pelakunya dalam sekali lihat tapi dia mencoba memancing sikap kejujuran dari pelaku. Si Bu Guru mengibaskan rambut dan semua anak di kelas terpesona tidak terkecuali Hyuuga dan Izuki. Usut punya usut, Bu Guru dulu mantan Miss Universe dan pernah mengisi majalah Trubus, High Cut, dan Forbes.

.

Hayo siapa yang ngambil lipstik Bu Guru?

Loh kok pada diem aja? Anak-anak tau, lipstik bu guru harganya berapa?

Dua ratus ribu~!

Nah itu tau, jadi ngaku ayo~

Coba ngaku aja, Bu Guru nggak marah, Bu Guru cuman ingin tahu siapa yang ngambil lipstik Bu Guru

Yaudah kalau nggak ada yang ngaku Bu Guru sumpahin naksir terus sama Izuki sampai nanti

(Hyuuga tetap membungkam.)

[Bah, kalau misalkan beneran juga pasti nanti ada yang lucu aku pasti bisa muff on dari Izuki]

.

Lalu sumpah Bu Guru menjadi bibit sempurna yang tumbuh di hati Hyuuga, terpupuk dengan baik (iyalah tiap hari ketemu Izuki terus) dan sekarang Hyuuga panen dari buah-buah dengan rasa berwarna-warni itu.

.

Wajah Bu Guru terganti oleh wajah Izuki dan Hyuuga kebingungan.

Antara Bu Guru dan Izuki

Sesungguhnya, siapa yang aku cintai?

.

Izuki sempat curiga karena insting scorpio sebagai detektif tapi ia memilih diam ketika Hyuuga bilang ingin buang air ke WC. Izuki lumayan malu, dari semua anak TK cahaya suci, kenapa harus namanya yang terpampang di dinding? Izuki kepalang suuzon dengan Hyuuga.

.

Junpei, kamu 'kan yang nulis nama aku?

Bu-bukan!

Oh gitu…

.

Sekelas panik. Kejadian itu dianggap kasus yang terselesaikan dan ditutup secara sepihak meski Izuki selalu mengingat dan Hyuuga berusaha melupakan.

Bu Guru lebih tahu siapa yang sudah berjodoh sejak mereka dilahirkan ke dunia.

.

Di bangku SD, Hyuuga tahu rasanya dikacangin sakitnya bagaimana. Bagaikan garpu baso tahu, dekat tapi berjauhan. Izuki menanggapi dengan senyuman dan Hyuuga akan selalu bersabar.

Pulang pergi, Hyuuga selalu bersama Izuki. Kalau mengerjakan PR bersama, tapi kalau main, Izuki selalu ke kelas sebelah, Hyuuga ditinggal. Katanya Hyuuga ngebosenin, gosip yang beredar di kalangan anak SD yang overdosis sinetron. Izuki tidak membantah tapi Izuki tidak membela. Izuki hanya kecewa, Hyuuga kecil diam saja di pojokan kelas.

Apalah yang anak SD harapkan dari tetangganya yang sama-sama masih SD juga? Kepastian akan hubungan mereka? Keinginan untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi?

Mereka masih SD ini kok sudah berpikir jauh di depan. Efek dari ganteng-ganteng seringgila yang ditonton oleh tetehnya Izuki ternyata berimbas pada normal kehidupan anak SD pada umumnya. Akhirnya mereka ngobrol lagi setelah terperosok ke dalam sawah, Izuki main layang-layangan, Hyuuga menanam padi dan keduanya tidak sadar di belakang ada Pak Mitobe yang akan membajak sawah bersama kerbau imut kesayangannya.

Meskipun terjebak dalam lumpur, tapi mereka bahagia.

Diam-diam pak Mitobe tersenyum damai.

.

SMP, puncak dimana Hyuuga seratus persen terjebak dalam pesona Izuki yang murni dan alami.

Hari itu hujan turun. Primbon yang dibacakan di radio sekalah meleset total dan Hyuuga memutuskan untuk berhenti percaya pada hal-hal seperti itu. Suatu hari hatinya lelah dan berkata untuk berhenti berjalan. Hyuuga pikir mungkin ini wangsit untuk stop memikirkan apapun yang berhubungan dengan Izuki.

Mereka bersekolah dekat dengan alun-alun kota. Otomatis, banyak pedagang makanan, penjaja DVD bajakan, dan andong alias delman banyak yang nangkring. Banyak delman berarti banyak kuda. Banyak kuda berarti... bau. Hyuuga tahu, ranjau hijau bertebaran saat air menghantam bumi. Hyuuga tidak suka musim hujan. Selain hujan mengingatkannya pada airmata Izuki yang tanpa sadar menangis karena remedial bahasa Sunda, hujan juga mengingatkannya pada jemuran baju yang belum diangkat, sepatunya yang nanti kebasahan dan besok bukan hari Minggu dan sekarang ia lupa bawa payung, kresek dan jas hujan. Alamak.

Sekarang jam 4. Otak Hyuuga mengkalkulasi berapa lama kemacetan menghadangnya sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Satu jam, kalau Hyuuga naik buraq. Hyuuga mendecih, inilah saatnya dimana ia membuktikan bahwa lelaki sejati tidak akan takut hujan-hujanan dan dimarahi Mamah.

Awan dan angin saling bertengkar, Hyuuga membelah angin dengan langkah kuat. Bajunya baru dua detik sudah basah kyup, Hyuuga fokus ketakutan akan menginjak ranjau berbau bekas kuda tak berpopok pun semakin kuat.

"Izuki?"

Dan Hyuuga terjatuh tak bisa bangkit lagi.

Tenggelam dalam kubangan luka dalammm

Ranjau terinjak dan dia tak bisa berkata apa-apa lagi

Suatu hari kau datang padaku Juk

Kau bilang padaku; lebok!

Engkau berikan padaku setusuk cilok

Sungguh dramatis, bukannya menolong Hyuuga dengan memberikan payung, Izuki menyodorkan setusuk cilok yang basah oleh hujan dan Izuki tersenyum bak malaikat dari kayangan. Lalu Hyuuga sempat berpuisi di tengah adegan yang sungguh berseni; alun-alun kota, cilok dan Izuki.

Hujan turun dan hatiku kau obok-obok

Rasa ciloknya membuatku tertohok

Membawa cinta ini ke dalam kisah cinlok

Biarlah aku dikatai mereka goblok

Tapi sungguh, aku mengagumi matamu yang elok, Milady

Menonjokku dengan tatapan mencolok

Pipimu yang semok dan bibirmu yang montok

Memojokkanku ke dalam cinta beda blok

Dari saat kita dipakaikan popok

Sampai coba-coba cimeng dan rokok

Hatiku sering kau godok

Akan dibawa kemanakah friendzone berkelok-kelok ini?

Juk aku sayang kamu

Untuk masa-masa suci dan polos, masa alay dan masa galau yang akan kita lewati.

.

Siklusnya berulang. Izuki suka sama cewek. Cewek itu suka sama Hyuuga. Dan Hyuuga suka sama Izuki. Lingkaran cinta tiada juntrungan ini terus berputar, baik Izuki dan Hyuuga tidak ada yang sadar akan kemana takdir kehidupan mereka akan dibawa. Mereka saling menyukai dan berasumsi mereka saling membenci satu sama lain.

Satu hal yang luput dari Hyuuga; Izuki menyukai cewek berkacamata dan judes. Persis kepribadian Hyuuga.

Satu hal yang luput dari Izuki; Hyuuga punya cara perhatian yang berbeda dari kebanyakan orang.

.

Dari waktu ke waktu, bukan Junpei lagi tapi Hyuuga.

Dan bukan Shun lagi, tapi Izuki.

.

(timeline kisah friendzone Hyuuga Junpei menurut buku hariannya)

(mari kita bayangkan tiap adegan seperti gulungan film usang yang diputar ulang)

2012, Oktober yang menyedihkan.

Hyuuga sudah duduk di kelas, menopang dagu keluar jendela pukul enam pagi. Sengaja datang subuh-subuh supaya bisa melihat Izuki dari sisi yang tak pernah ia lihat. Terpengaruh drama Korea, Hyuuga ingin mencoba salah satu panel komik favoritnya—cowok menunggu sahabatnya.

Aku yang perhatian padamu

Tapi kamu perhatiannya sama yang lain

Hyuuga pikir, mungkin ia bisa coba lagi, nanti.

2013, November yang menyedihkannya setara dengan Oktober tahun kemarin.

Izuki kaget. Ada karangan bunga mejeng indah di pagar rumahnya. Izuki tengok kanan-kiri, shubuh jam 5 pagi belum ada orang-orang yang berlalu-lalang. Izuki mengernyitkan kening.

SELAMAT JADIAN YA, IZUKI SHUN

SAMA

HAYAMA KOUTAROU
SEMOGA LANGGENG AWET MUDA DAN KEEP CUTE AND LOVELY

TERTANDA,

DARI AKU YANG GAGAL MEMACARIMU

NAMUN SELALU MENCINTAIMU

MESKIPUN ENGKAU TAK PERNAH TAHU

(J. H)

Izuki pertama menebaknya dengan Johny Depp Hasemele

Jean Horas, bukan, Bruno Mars juga bukan, Rihanna juga bukan,

Jokowi Hatta? Bukan. Izuki bingung

Tapi sesaat ia menyadari bukan Johny Depp atau Jokowi Hatta yang ada di sisinya

Tapi seseorang berkacamata yang emosinya kadang bagai petasan dan mercon di bulan Romadon

Meledak-ledak, tapi Izuki akan selalu mencari dan membutuhkannya

.

2014, Selamat datang di bulan Juni yang tidak ada tanggal merahnya.

Dikira hati Hyuuga terbuat dari daging steak tenderloin yang enak kalau terus dipanggang dengan suhu tinggi, Izuki berhasil membuat Hyuuga PMS dengan statusnya pacaran dengan anak dari SMA sebelah—SMA beken yang sukses menelurkan boyband-boyband keren, SMA Kaijou.

Perlu digaris bawahi:

Izuki dan Hyuuga sering bicara dengan hati alias telepati.

Moriyama Yoshitaka namanya. Hyuuga pikir, cowok yang selama ini ngembat Izuki kenapa harus berlabel sempurna. Apalah Hyuuga dibanding Moriyama. Dinilai dari wajah perbandingannya bagai Al Ghazali dan ARB. Dari kepopulerannya, bagaikan CJR vs SMASH. Hyuuga sakit lahir dan batin.

Hyuuga tau nggak dia tuh ternyata artis beken? Aku udah dapet CD dia di KFC looohh

Nggak tau

.

Imayoshi Shouichi. Izuki takkan pernah lupa cowok mistis dan ghaib seperti dia yang berhasil membuat Izuki siang dan malam tak mau makan nasi.

Kenapa sih kamu mau aja ditembak cowok begituan? Aku kurang apa sama kamu?

Kamu gak secare Imayoshi, Hyuuga

Begitukah?

.

Yang terakhir, Miyaji Kiyoshi. Hyuuga hanya terdiam kehabisa kata-kata. Tukang nanas, alamak, tukang nanas. Perlukah Hyuuga menjadi tukang salak demi Izuki?

.

"Izuki, jam empat di taman Jomblo kita harus bicara. Ini menyangkut kesehatan jiwa dan ragaku,"

"Kamu sakit apa, Hyuuga?"

Hyuuga menunjuk dada kiri, mengarah pada jantungnya. "Ini,"

"Kenapa?" Izuki khawatir tapi tidak menunjukkan. Menurut primbon, Izuki termasuk kepada golongan yang care dalam bisu.

"Tiapkali melihat kamu sama cowok Kaijou itu," Hyuuga menunduk dan tersenyum pedih, meremas kausnya, "Disini terasa sakit sekali,"

Izuki terhenyak untuk beberapa menit ke depan. Hyuuga kena kanker? Izuki berpikiran jahat. Setelah otaknya menyambungkan korelasi kata 'sakit', 'cowok Kaijou', 'pacaran', dan 'sahabatan', Izuki menarik satu kesimpulan; Hyuuga… cemburu?

Ah, Izuki tidak mau berharap lebih. "Yasudah, mau aku antar ke dokter?"

Hyuuga menggeleng.

"Oh… oke," kata Izuki lemah dan menyerah.

.

"Kamu juga nggak sadar kalau aku pacaran cuman mau ngetes kamu apa kamu suka aku atau enggak,"

Izuki berkata setelah Hyuuga masuk ke dalam rumahnya.

"Apakah saran dari si Teteh salah?"

.

Teh, mau nanya

Sok apa

Gimana ya caranya tau seseorang suka sama kita apa nggak

Pacaran aja sama orang lain Dek

Ha?

Liat dia cemburu apa enggak

Nuhun teh

Si Hyuuga kan?

Naha teteh tau?

Si itu mah suka sama kamu Juk suka sama kamu fix

[Izuki tersenyum damai]

.

Hyuuga pikir ia bukan tipe cowok superman yang punya segudang topik untuk berbicara. Tiapkali ia terjebak dalam kondisi dimana hanya ada ia dan Izuki, hanya ada sunyi yang menghiasi. Hyuuga selalu khawatir Izuki bosan.

"Dok, saya kena penyakit apa?"

Hyuuga agak sangsi melihat ekspresi serius dokter penyakit batin dan spesialisasi syaraf + jantung yang menanganinya. Hyuuga berpikir dokter yang satu ini lebih cocok jadi model atau aktris berhubung tampangnya mendukung pendulangan dana satu miliar hanya dalam sehari.

Ruangan praktek dokter ini tidak ada yang mencurigakan. Hyuuga membaca koran yang mengulas rekomendasi seorang Jenderal Besar yang mengapresiasi kerja Dokter ini. Simpel, sederhana, luas tapi banyak tisu di tong sampah. Hyuuga menyipitkan mata, banyak bekas darah disana tapi tidak ada hawa keberadaan senjata tajam atau benda berbahaya disini.

Tapi kok mukanya rasanya familiar ya…

"Itu bekas pasien wanita yang datang dan mendadak mimisan lihat saya," seolah menjelaskan kebingungan dan penasaran Hyuuga, dokter tersebut menerangkan. "Yang datang bukan seorang-dua orang. Pokoknya banyak, dan mereka semua mimisan," tambahnya mistis.

Hyuuga mengernyit. Dokter ini familiar sekali dari wajahnya, cara bicara dan sikapnya. Tapi siapa ya?

"Sebagai tambahan, saya sering dikomplain petugas PMI, katanya saya adalah dalang pemborosan kantung darah stok untuk sebulan. Entah kenapa saya sering dituduh jadi orang dibalik kasus korupsi Hambalang dan back-upnya Akil Mochtar. Entahlah. Tapi saya sering dipuji oleh ketua apoteker, katanya saya adalah pundi-pundi uang. Saya merasa dilema ini masalah yang sangat sensitif untuk disinggung,"

Hyuuga meneguk ludah. Dokter ini bukan dokter sembarangan. Dari postur tubuhnya saja, cocoknya memang jadi bintang utama drama korea atau film laga. Tag name yang mengukir nama Midorima Shintarou membuatnya sangsi. "Pak, gapake pelet 'kan?"

Dokter Midorima menghela napas. "Semua orang menuduh saya memakai pelet. Kenapa tidak ada satu pun dari mereka termasuk kau percaya bahwa wajah ini karunia dari Tuhan?"

Hyuuga mengangguk puas. Jawaban yang memastikan bahwa Dokter ini tidak percaya hal-hal pintas seperti pelet susuk dan sebagainya. "Jadi Pak, saya sakit apa?"

"Berdasarkan gejala yang Anda sebut barusan, oke saya ulangi, sakit kepala, tidak bisa tidur, maag mendadak, nyeri di bagian dada, sering ingin menangis tanpa alasan, lidah kelu, bibir beku, sering teringat-ingat seseorang, kalau hujan terkena serangan flashback mendadak dan sering melamun, betul?"

Hyuuga mengangguk mengiyakan, kehilangan rasa malu. Dokter tersebut sok sibuk, mengetik-ngetik di atas keyboard dan Hyuuga semakin curiga.

"Alexithymia," si dokter ini menghela napas, "Stadium akhir,"

"Paan tuh pak." Hyuuga menopang dagu, mengintip layar laptop si Bapak yang sudah pasang Windows 9 antusias, "Jelasin dong Pak,"

"Penyakit dimana seseorang tidak mampu mengungkap perasaan dengan kata-kata,"

Bayang-bayang kilasan masa lalu saat Hyuuga mau nembak Izuki yang gagal karena delman, karena hujan, karena panas, karena Bu Guru semua menyesakkan dada Hyuuga sampai ke ubun-ubun.

"Sepertinya kamu memendam cinta pada sahabatmu sendiri yang hobi melucu tapi tidak pernah ada yang ketawa dan kamu takut melukai hatinya,"

Hyuuga diberi satu strip obat maag, parasetamol, madu, jintan hitam dan ginseng merah.

Pada akhirnya, ketika Hyuuga gegulingan di kasur miliknya, tetap saja rasa familiar terhadap wajah Dokter Midorima belum berhasil dipecahkan.

.

Pak, saya gasuka minum obat

Itu buat kesehatan kamu. Suka hujan-hujanan tidak usah berbohong segala

Pak, saya minta resep untuk Alexithymianya

Dua kali sehari kamu coba instropeksi diri. Pagi, kamu coba berdo'a dan menulis di dinding kamu, apa saja hal yang menyenangkan dan momen bahagia bersama keluargamu, kamu coba ingat terus. Siang, kamu ada baiknya berolahraga ke gunung. Kamu akan paham betapa beruntungnya kamu masih bisa hidup dengan nyaman tanpa ada beban. Sorenya, kamu coba berbicara seperti biasa, dan beranggapan, jika dia memang jodohmu, pasti akan kembali padamu. Sebelum tidur, dekatilah orangtua yang sudah membesarkanmu dengan baik. Kamu akan menyia-nyiakan pengorbanan mereka hanya karena cinta? Kau tahu orangtua menawarkan cinta yang lebih baik untukmu.

Ada baiknya juga kau belajar bahwa cinta tak harus memiliki, Nak. Cobalah jujur dan kemukan isi hatimu dan lupakan masalah harga dirimu yang tinggi.

Dokter…

Ya?

Salam bakti dan hormat untukmu

.

.

.

.

.

"Gue pikir selama ini… lo Godzilla, Juk, lo Godzilla,"

Lokasinya di pekarangan rumah Hyuuga yang tidak seberapa namun nyaman. Pulang sekolah, Hyuuga membawa semangka yang sudah dipotong ke teras rumah. Izuki datang membawa teh botol dan es kelapa. Rasanya kalau sore dengan angin sepoi-sepoi, PR fisika dan matematika terlupakan begitu saja.

"Hah?" Izuki mengernyit bingung. Hyuuga kadang-kadang seperti kuaci, cangkangnya susah dibuka padahal isinya cuman segitu-gitu aja. Mau ngomong intinya sih pendek tapi pembukaannya panjang dan belibet.

"Gak cuman Godzilla doang yang bikin hancur bumi, lo udah memporak-porandakan hati gue Juk, lo pikir hati gue apaan Juk, apa Juk, bilang sama gue Juk," kata Hyuuga menyeruput es kelapa yang dibawa Izuki. Yang dituduh memperhatikan ekspresi Hyuuga dengan seksama. Izuki malah mengulum senyum.

Coba aja kalau kamu jujur dari dulu…

"Asal lo tau hati gue lebih rapuh dari kaca, Juk. Cuman elo kan Godzilla, hati gue sekarang udah gada bedanya kek rongsokan Juk, tinggal dibuang dan gada lagi yang mau ngambil Juk," Hyuuga memutuskan untuk jujur pada dirinya sendiri. Mungkin ini saat yang terbaik sebelum mereka berdua terpisahkan oleh waktu dan semakin menjauh.

Aku udah jujur tapi kamu selalu jadian sama orang lain…

"Hyuuga ishtighfar," titah Izuki segera. "Aku bukan godzilla, aku cuman manusia biasa,"

Lumpuhkanlah ingatanku…

Lumpuhkanlah ingatankuuuu

"Kamu udah nentuin abis SMA mau kuliah atau kerja?" Hyuuga mencari topik pembuka percakapan mereka. Hyuuga menekan geletar-geletar cinta dalam jiwa dengan meneguk es kelapanya cepat-cepat.

"Aku mau nikah," Izuki mengatakannya dengan bahagia, mengunyah baso tahu semangat. Hyuuga membelalakkan mata dan rasanya es kelapa tak segar seperti dulu lagi.

Ni-nikah? Kenapa? Kenapa harus secepat ini kamu meninggalkanku, Juk? Kenapa juk? Why why why?

"Ah," es kelapa Hyuuga habis. Hyuuga menerawang langit dengan hampa, "Iya sih, orang lucu kayak kamu pasti banyak yang naksir,"

Iya aku mau nikah. Biar status aku sama si dia lebih legal, ne?

"Nggak kayak aku, sampai sekarang jones, nungguin orang yang aku udah tau dia nggak suka aku,"

"Hyuuga—"

"Aku bodoh ya Juk. Ngapain pula percaya kalau aku sama dia tuh selamanya bakal bersama,"

"Hyuuga dengarkan aku dulu,"

"Apa atuh Juk da urang mah es buah di pesta pernikahan kamu," Hyuuga terkekeh maso, "Disimpen di ujung, dicari cuman buat haus doang, kalau asem dicaci kalau manis nggak dipuji,"

"Hyuuga bukan gitu,"

"Iya da urang mah ngan ungkul OB dinikahan kamu Juk. Tukang ngepel, bolak-balik ngepel, tapi diinjek lagi, dilukai lagi dan terus ngebersihin tetep sabar,"

"HYUUGA JUNPEI!" Izuki kadang-kadang kesal juga omongannya disela terus.

"APA ATUH IZUKI SHUN?"

"Bapak kamu teh namanya Hyuuga kan?" Izuki mengunyah semangka dan menyelonjorkan kaki. Terbayang kembali remedial bahasa Sunda yang menyakitkan hati. Andai saja waktu itu dia menerima contekan yang disebar oleh Riko dan kawan-kawan semuanya tidak akan berakhir suram seperti ini.

"Mau ngegombal salah waktu, Juk,"

"Bukan ngegombal ari sia,"

"Kita tetanggaan dari jaman Dinosaurus melahirkan, kamu nggak apal nama Bapakku? Apa artinya kita saling membuka rapot hadap-hadapan?"

"Ada artinya." Izuki menyahut santai. "Kita saling memahami melebihi diri kita sendiri,"

Hyuuga terhenyak dan mencerna omongan Izuki pelan-pelan tidak pasti.

"Kalau nikah undang-undang ya," Hyuuga tersenyum perih.

"Iya, besok jangan lupa dateng ke mas Penjahit, tulis ukuran baju kamu," balas Izuki cuek.

"Oke,"

"Oh iya siap-siap aja buat lamaran juga,"

Hyuuga baru tahu perasaannya ibarat kertas bon. Dicetak, lalu dibuang begitu saja. Kadang-kadang diremuk atau dimasukkan ke dalam tong sampah. Izuki bangkit dari duduknya, dan meregangkan tangan.

"Jangan lupa kita besok ke toko emas oke? Aku mau cincin kita yang biasa-biasa aja gausah yang najong." Kata Izuki woles, berbalik dan memamerkan punggung.

Jeda dua detik sebelum kejeniusan Hyuuga tidak perlu ditanyakan lagi.

"Izuki, kamu nggak minum tuak 'kan?"

Izuki menyahut kalem dan menyeruput teh botol yang ia beli. "Nggak,"

Hyuuga terhenyak dan mencerna kalimat Izuki baik-baik, diresapi maknanya dan dipahami maksudnya. Dada Hyuuga serasa dipenuhi oleh bunga mawar yang bermekaran di musim semi saat melihat sejuk tatapan Izuki bagai salju di gurun sahara.

"Besok jam berapa?" Hyuuga bertanya dan ia tidak keberatan atas keputusan ayahnya yang baru pertama kali harus ia syukuri. Berarti terkadang ia harus belajar bersabar dan percaya bahwa kebahagiaan selalu datang tepat pada waktunya. Jadi, harusnya dari dulu ia tahu kalau jodoh itu pasti balik lagi. Izuki mau jadian sama siapa aja, toh pada akhirnya kembali ke dalam pelukan Hyuuga.

"Delapan."

Hyuuga terduduk di belakang, seperti matahari sore berbayang, seulas senyum menghiasi wajahnya dan Izuki sebelum besok menjemput datang, dan bahagia mengetuk pintu kehidupan mereka.

.

Juk, aku bukan Christian Soegiono loh... serius nih mau nikah sama aku? Aku bukan Teuku Rassya bukan Song Joong-ki bukan Messi Juk

Jun, harus berapa kali bilang mau segimana alaynya kamu aku tetep mau sama kamu?

.

Hyuuga kaget melihat Dokter Midorima datang di pesta pernikahannya.

"Shun… perasaan kita nggak ngundang dia deh?"

"Itu bu Guru kita waktu TK. Bu Guru cantik tea, Jun!"

.

End

.

apabangetlahsemuagegaraUASdanteteqbengeknyamampusinigaringbanget

hampura gomenasai mianhae punten im sorry para pemirsa ;_;
terima kasih banyak untuk dukungan kalian yang penuh cinta stay tune yaaaaahhh *deepbow*