Apa yang membahagiakan setelah hari Senin adalah tanggal merah, meskipun yang di nanti hari Senin sebagai tanggal merah, tapi siapapun akan senang bila mendapati tanggalan berwarna merah selain di hari minggu.
Kicauan burung mulai terdengar berisik padahal matahari belum terbit sepenuhnya. Sedikit mengusik tidur lelaki mungil di dalam selimut nya. Pergerakan terlihat dari seseorang di samping nya yang nampak ingin bangun terlebih dahulu.
Tangan nya mengucek mata yang bahkan belum terbuka sempurna, lalu menguap lebar dengan otot yang di renggangkan.
"Baekhyun-ah! Kau bilang ingin lari pagi, cepatlah bangun!" Luhan menggerakkan badan sahabat nya yang masih meringkuk.
"ungh~ ini masih terlalu pagi Luhan" gumam nya, semakin merapatkan diri pada selimut tebal yang hangat.
"Cepatlah, Kris juga mengajak ku lari pagi"
"Kau sialan! Kau pasti akan meninggalkan ku" Baekhyun masih bergumam, membuat Luhan kesal.
"Cepat bangun! Aku akan cuci muka sebentar" Luhan beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, meninggalkan Baekhyun yang sibuk mengumpulkan nyawa nya.
Mendengar suara air dari dalam kamar mandi, mau tak mau Baekhyun pun melangkahkan kaki nya mengikuti jejak Luhan.
.
Sekitar 15 menit mengelilingi taman tersebut, Baekhyun benar-benar mengutuk lelaki tinggi yang sudah membawa Luhan pergi. Bahkan Luhan bilang ia akan langsung pulang. Sialan! Baekhyun semakin tidak menyukai saja lelaki dengan gigi aneh itu. Dengan wajah kesal ia pun kembali ke rumah nya dengan kaki yang menghentak.
Dan dahi nya mengerut saat melihat lelaki tinggi yang membuat nya jadi semakin kesal berdiri di depan pintu rumah nya. Hei bahkan dia telah membuka gerbang rumah nya! Sungguh tidak sopan!
Baekhyun mempercepat langkah nya hingga dia berada di belakang pemuda dengan pakaian kasual nya.
"maaf?"
Mendengar suara di belakang nya, pria itu berbalik dengan senyuman yang menawan.
"Kau pasti Baekhyun?" suara bass nya terdengar di telinga yang lebih kecil, kerutan di dahi nya semakin terlihat.
"Kau siapa?"
"Park Chanyeol, kekasih kakak mu Byun Baekhee" tangan besar nya terulur untuk berjabat tangan, dan di balas dengan ragu oleh tangan mungil Baekhyun.
Baekhyun mengangguk paham setelah jabatan tangan itu terlepas
"tapi Kak Baekhee tidak ada di rumah hingga 5 hari kedepan"
Terdengar Chanyeol menghela napas kecewa, membuat Baekhyun tak enak hati.
"Kak Chanyeol ingin masuk dulu?" tawar nya, setidaknya sedikit menghilangkan kekecewaan Chanyeol.
Merasa tak ingin kedatangan nya sia-sia, Chanyeol pun memutuskan untuk masuk ke dalam dan menduduki sofa berwarna maroon yang ia ketahui warna kesukaan Baekhee.
"Kak Chanyeol ingin minum apa?" tanya Baekhyun sedikit gugup.
Chanyeol menatap nya sambil tersenyum
"Kau biasanya membuat apa?"
Baekhyun mengernyit saat lelaki itu bertanya balik padanya, ia sedikit menatap ke atas seolah berpikir
"eung, susu?" katanya ragu yang malah di sambut tawa oleh Chanyeol.
"astaga kau tak mungkinkan memberi susu pada lelaki dewasa seperti ku? Kecuali langsung dari sumber nya" Chanyeol berujar asal hingga Baekhyun mengerjap polos.
"huh?"
"tidak lupakan! Kau bisa membuatkan ku kopi? Gula nya satu sendok saja, bisakah?" Baekhyun sedikit tersentak lalu mengangguk dan berjalan ke arah dapur.
Chanyeol yang sedang memperhatikan Baekhyun yang pergi malah terfokus pada bongkahan padat yang tercetak jelas dari celana ketat Baekhyun.
Glup!
Chanyeol terpaksa menelan saliva nya, sungguh ia memang tahu Baekhee mempunyai adik yang manis namun baru kali ini ia melihat secara langsung adiknya itu, dan ternyata adiknya sungguh menggoda.
"sial!"
Tak lama, Baekhyun datang dengan secangkir kopi dan meletakkan nya pada meja depan sofa. Sebenarnya Baekhyun ingin mandi, namun ia urungkan karna merasa tak enak pada Chanyeol.
"Maaf Kak kalau nanti kopi nya kurang enak, aku baru pertama kali membuat nya" Baekhyun sedikit mencicit, lalu mendongak menatap Chanyeol yang sedang tertawa kecil. Sungguh tampan!
"tidak masalah, apapun yang disediakan tuan rumah pastilah nikmat" Chanyeol mengangkat cangkir kopi nya, lalu menyesap sedikit. Memang rasanya tidak senikmat buatan Baekhee, namun kopi yang sedikit lebih manis dari pada biasanya tak buruk juga.
"Kau sekarang kelas berapa?" tanya nya berbasa-basi sambil meletakkan cangkir nya kembali.
"kelas 12 Kak"
"wah sebentar lagi akan lulus ya"
"hehehe iya"
"mau kuliah di mana?" Chanyeol memandang Baekhyun lebih lekat, sungguh selain manis, adiknya Baekhee bahkan begitu mengemaskan dengan mata yang sering mengerjap dan bibir yang di kulum, membuat nya terlihat mengemaskan sekaligus menggoda di waktu yang sama.
"umm belum di pikirin, Kak"
"Kuliah saja di tempat Kakak dulu, Baekhee juga kuliah di sana"
"iya liat nanti Kak"
"Kau sudah punya pacar?"
Baekhyun mengerjap sebentar lalu tersenyum manis dengan pipi yang bersemu.
"belum sih, tapi ada yang disuka" ujar nya terlihat malu-malu.
"benarkah? Kakak boleh tau?" Chanyeol sedikit menahan senyum melihat Baekhyun begitu mengemaskan di depan nya.
"ah tentu saja tidak! Mana mungkin aku memberi tau Kakak, bahkan kita baru bertemu pertama kali" bibir tipis yang sedikit menebal karna di kulum itu mengerucut dengan lucu nya, bahkan Chanyeol sampai terdiam tak berkedip.
"memang nya Baekhee tidak pernah cerita tentang Kakak?"
Baekhyun menggeleng pelan
"Kak Baekhee jarang sekali di rumah, libur pun kadang saat aku sedang sibuk sekolah"
Chanyeol hanya mengangguk paham, ia pun merasakan seperti itu. Berpacaran layak nya LDR, bertemu pun jarang karna kesibukan keduanya. Tapi hubungan komunikasi tetap lancar sejauh ini.
"tadinya aku ingin mengajak Baekhee jalan tapi karna tidak ada, bagaimana bila kau ikut Kakak saja?" ajak Chanyeol menatap Baekhyun yang sedikit terkejut.
"tapi aku belum mandi Kak"
"tidak apa, Kakak tunggu di sini"
Baekhyun langsung sumringah, ia bergegas ke kamar nya untuk mandi, meninggalkan Chanyeol yang menghela napas sambil bergumam
"untung saja aku masih normal"
Lalu menatap kembali Baekhyun yang mulai menjauh dari pandangan nya.
Selang 45 menit kebosanan melanda Chanyeol, akhirnya Baekhyun muncul dengan jeans ketat membalut kaki ramping nya, dan sweater berwarna pink. Jika boleh jujur, menunggu Baekhyun lebih lama dibandingkan dengan Baekhee yang notabene nya seorang perempuan. Namun melihat Baekhyun yang begitu cantik di hadapan nya, membuat Chanyeol merasa menunggu bocah itu tidak sia-sia juga.
"Ayo Kak!" Baekhyun terlihat antusias, sesekali membenarkan poni nya, dan tersenyum ke arah Chanyeol.
Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan membawa nya menuju mobil nya.
Chanyeol membukakan pintu mobil untuk Baekhyun yang mana membuat lelaki berparas manis itu mengulum senyum nya. Chanyeol hanya terkekeh, dan ikut memasuki mobil dari pintu yang berlawanan.
Usai memakai sabuk pengaman, Chanyeol menoleh pada Baekhyun.
"aku dengar ada festival di sungai Han, kau ingin lihat?" tanya nya.
Baekhyun langsung mengangguk antusias, dia pikir akan lebih menyenangkan bila ketiga sahabat nya ikut juga, tapi ia juga merasa sungkan pada Chanyeol. Jadi ia memilih untuk menikmati perjalanan nya kini bersama Chanyeol, hanya berdua.
"Kau ingin mendengarkan musik?" tanya Chanyeol sambil mengutak radio mobil mahal nya.
Baekhyun ikut memperhatikan pergerakan Chanyeol sesekali menatap wajah tegas yang masih sibuk dengan radio nya itu.
"aku akhir-akhir ini senang mendengarkan lagu dari Taeyeon Noona, rasanya seperti hanyut pada lagu itu" ujar Baekhyun sambil tersenyum tipis. Chanyeol hanya mengulum senyum sesaat dan melakukan sesuatu pada radio nya.
"baiklah kita akan mendengarkan lagu dari Taeyeon" Chanyeol kembali fokus pada kemudi nya, sesekali melirik Baekhyun yang terpejam dengan bibir yang bergerak mengalunkan melodi indah mengikuti alur lagu yang mengalir.
Mobil Chanyeol melaju dengan kecepatan sedang, sesekali lelaki tampan itu mengeluarkan suara hanya untuk sekedar berbasa-basi pada adik kekasih nya.
.
Usai memarkirkan mobil nya, Chanyeol mengajak Baekhyun untuk turun, dan anak itu tampak antusias melihat ke ramaian di sekitar sungai Han.
"Woah aku akan mengajak Kyungsoo dan Jongdae kesini!" ujar Baekhyun menatap takjub wahana besar yang nampak dari kejauhan.
"Mereka teman mu?"
"uhum! Mereka sahabat baik ku! Ah aku juga akan mengajak Luhan! Lebih tepat nya aku akan menculik nya agar kekasih tinggi nya tidak ikut!"
Chanyeol terkekeh mendengar celoteh anak itu yang nampak posesif pada teman nya.
"hei memang nya kenapa? Dia kekasih nya, wajar saja bukan?" Baekhyun menatap Chanyeol kesal.
"aku tidak suka! Kekasih nya benar-benar menyebalkan! Karna kekasih nya itu Luhan jadi jarang bermain dengan ku!" Baekhyun mencebik bibir kesal mata puppy nya mengerjap lambat membuat Chanyeol gemas sehingga tangan nya dengan santai menarik bibir yang nampak seperti bebek itu menjadi lebih maju.
"ish Kak Chanyeol mah!"
Chanyeol tertawa pelan lalu menggandeng tangan lentik Baekhyun untuk menembus keramaian.
"kau ingin naik wahana apa?" tanya Chanyeol, biasanya remaja jaman sekarang suka sekali menaiki wahana yang ada pada festival.
Baekhyun menggeleng lemah.
"aku tidak pernah bisa menaiki semua wahana nya" ujar nya lirih membuat Chanyeol sedikit menunduk untuk menoleh.
"kenapa?"
"aku akan mabuk dan sakit bila menaiki nya. Aku sudah pernah mencoba semuanya dan reaksi nya selalu sama. Aku akan muntah dan demam keesokan harinya. Semenjak itu, Ayah dan Kak Baekhee akan melarang ku naik wahana apapun"
Chanyeol tersenyum lembut lalu mengusap rambut yang lebih muda.
"jangan sedih, kita akan coba permainan saja. Seperti menembak kaleng? Atau melempar gelang?" tawar Chanyeol mencoba mengembalikan semangat anak itu.
"aku tidak pandai memainkan nya" Baekhyun semakin sedih membuat Chanyeol gemas, membalikkan anak itu menghadap nya lalu menangkup gemas pipi Baekhyun.
"hei tenang saja, kan ada Kakak! Ayo!" Chanyeol menarik tangan Baekhyun menuju tempat permainan yang sekiranya ia pandai memainkan nya.
"kau ingin hadiah yang mana?" Chanyeol mengeluarkan dompet tebal nya lalu menatap Baekhyun yang berbinar menatap hadiah yang terpajang.
"aku mau boneka yang itu!" Chanyeol mengikuti arah telunjuk Baekhyun.
"yang coklat?" Baekhyun mengangguk lucu.
"Kenapa tidak yang besar saja?" ujar nya seraya memberi beberapa lembar uang pada penjaga permainan tersebut.
"tidak! Itu terlalu besar! Aku akan susah memeluk nya" Chanyeol lagi lagi tertawa mendengar celoteh mengemaskan Baekhyun.
"bisakan Kak Chanyeol mendapatkan nya untuk Baekhyun?" anak itu menatap Chanyeol memelas membuat lelaki yang lebih tinggi hanya mampu menelan saliva nya kasar. Sial! Benar-benar mengemaskan!
"kita lihat saja nanti" Chanyeol mulai memasuki 3 peluru yang di beri penjaga tadi pada pistol yang ada di depan nya. Dia mulai mengarahkan pistol tersebut pada setumpuk kaleng yang telah di tata rapi. Tak perlu dua tangan, hanya berbekal satu tangan kanan nya dan bidikan mata yang tajam, Chanyeol langsung menembakan peluru pertama nya. Baekhyun bahkan langsung terpukau melihat bagaimana peluru itu berhasil menjatuhkan semua kaleng yang telah di susun tadi. Mata dan mulut nya melebar, menggumamkan kata "wow" yang sampai pada pendengaran Chanyeol.
Lelaki tampan itu kembali tertawa kecil, lalu meminta penjaga tersebut untuk mengambilkan boneka incaran Baekhyun. Chanyeol menyerahkan boneka coklat tersebut pada Baekhyun yang masih menatap nya tak percaya.
"wah yang tadi itu hebat!" pekik nya sambil mendekap erat boneka incaran nya tadi.
"Kakak sering memainkan nya saat masih SMA dulu, waktu kuliah juga sering pergi ke festival" Chanyeol merangkul pundak Baekhyun karna kedua tangan anak itu sibuk memeluk boneka yang baru saja ia menangkan.
Sejujur nya Chanyeol bisa saja langsung membeli nya, tapi karna ia ingin berusaha mendapatkan nya untuk Baekhyun jadi tidak ada salahnya memainkan permainan itu. Karna memang ia sudah dewa memainkan nya.
"kau ingin kemana? Mumpung belum terlalu panas" Chanyeol menggaruk ujung hidung nya sambil menatap sekitar yang nampak ramai, apalagi saat malam nanti, pasti akan tambah ramai.
"Kak Chanyeol~" panggil Baekhyun dengan nada merengek, Chanyeol menoleh sambil memasang raut bingung nya.
"Baekhyun ingin es krim, boleh ya ya ya?" wajah nya mendongak, mata nya mengerjap dengan bibir ia pout kan. Sungguh! Bila ia terlalu sering berdekatan dengan Baekhyun, bisa-bisa ia terkena serangan jantung mendadak.
Chanyeol terdiam beberapa saat membuat anak itu kembali merengek. Sekilas ia mendapatkan ide jahil yang mendadak muncul di otak jenius nya.
Chanyeol menunduk mendekatkan pipi nya pada wajah Baekhyun.
"cium Kakak dulu" ujar Chanyeol sambil mengetuk pipi nya menggunakan jari telunjuk.
Baekhyun mengerjap beberapa kali, lalu secepat kilat mencium pipi Chanyeol.
Deg!
Chanyeol langsung stagnan di tempat, niatnya ia hanya bercanda! Sungguh! Namun Baekhyun benar-benar mencium nya! Meskipun itu hanya di pipi, tapi jantung nya mendadak berdegup dengan irama tidak normal.
Melihat Chanyeol yang hanya diam seperti patung, Baekhyun mendadak kesal. Ia menghentakan kaki nya.
"Ish Kak Chanyeol kok malah diam?!"
Pekikan Baekhyun langsung membuat Chanyeol tersadar dan berdehem kikuk.
"baiklah ayo kita cari penjual es krim" Baekhyun langsung tersenyum lebar dan mengangguk semangat.
.
"Kak Chanyeol sudah berapa lama berpacaran dengan Kak Baekhee?" Baekhyun sibuk menyuapkan es krim ke mulut nya, sementara boneka coklat nya sudah berada pada tangan kiri Chanyeol.
"sudah lumayan lama, sejak kuliah semester akhir. Kenapa memang nya?"
Baekhyun hanya mengangguk pelan sambil asik memakan es krim nya.
"tidak, aku hanya penasaran. Berarti sudah lama ya, huh Baekhyun saja tidak berani bilang kalau Baekhyun suka sama-"
Chanyeol merasa geli sendiri mendengar celotehan polos Baekhyun.
"sama siapa?"
Baekhyun langsung menggeleng panik.
"tidak tidak! Bukan siapa-siapa!" secepat kilat ia menyembunyikan wajah merona nya dari Chanyeol.
"hei kenapa harus merahasiakan nya? Barangkali Kakak bisa bantu Baekhyun" bujuk Chanyeol semakin gemas melihat tingkah malu-malu anak itu.
"tidak! Nanti Kak Chanyeol akan bilang pada Kak Baekhee" Baekhyun menunduk sambil mengaduk mangkuk es krim nya tak minat, sesekali memakan nya dengan kesal.
"tenang saja, Kakak tidak akan bilang. Memang nya Kak Baekhee kenal dengan orang yang Baekhyun suka?"
Baekhyun mengangguk imut sambil mempoutkan bibir sedih.
Chanyeol kembali tertawa lalu mengajak Baekhyun untuk duduk di bangku dekat sungai Han, di bawah pohon yang menutupi mereka dari sinar matahari.
Baekhyun menatap ke hamparan air tenang di depan nya, lalu menghela napas.
"tapi janji ya Kakak tidak akan bilang pada Kak Baekhee?"
Chanyeol tersenyum lalu mengusak rambut coklat Baekhyun.
"iya Kakak janji"
"tapi Kakak tidak akan menjauhi Baekhyun, kan? Kakak juga tidak akan marah pada Baekhyun, kan?"
"Kenapa memang nya?"
Baekhyun menundukan wajah nya dengan bibir yang ia gigit.
"soalnya orang yang Baekhyun suka itu laki-laki" ujar nya sedih. Mendadak Chanyeol terdiam. Ia kira orang yang Baekhyun suka itu perempuan. Meskipun ia tahu kalau Baekhyun sendiri terbilang feminim.
Chanyeol lalu menatap Baekhyun yang seperti akan menangis. Tangan nya terangkat untuk mengusap rambut halus Baekhyun.
"hei tidak apa. Itu hak Baekhyun untuk menyukai siapa saja. Kakak tidak akan marah apalagi menjauhi Baekhyun"
Baekhyun langsung mendongak dengan mata berbinar meskipun mata nya terlihat berkaca-kaca.
"Kakak tidak berbohong, kan?!"
Chanyeol hanya mengiyakan dengan anggukan dan tersenyum hangat.
"jadi siapa orang yang Baekhyun suka?"
Baekhyun mendadak terdiam dengan pipi bahkan sampai telinga memerah.
"Baekhyun menyukai Kak Kevin" ujar nya malu-malu.
Chanyeol mengernyit bingung meski ia begitu gemas dengan tingkah bocah itu.
"Kak Kevin?" sejujur nya Chanyeol tidak asing dengan nama tersebut, seperti pernah mendengar namun tidak ingat dimana.
Baekhyun mengangguk malu.
"I-iya, dia sumuran dengan Kak Chanyeol sepertinya. Soalnya Kak Kevin lebih tua dari Kak Baekhee. Kak Kevin itu seorang pilot, dia benar-benar tampan. Kak Kevin itu sudah bermain dengan Kak Baekhee dari kecil. Jadi saat Baekhyun kecil, Kak Kevin juga sering mengajak Baekhyun bermain. Kak Kevin sering menjaga Baekhyun, bahkan kadang dia lebih khawatir dari Kak Baekhee. Mungkin Kak Kevin hanya menganggap Baekhyun sebagai adik nya, seperti Kak Kevin memandang Kak Baekhee sebagai adik. Soalnya Kak Kevin itu tidak punya adik"
Baekhyun terdiam sebentar.
"Baekhyun juga tidak tahu kenapa Baekhyun bisa suka sama Kak Kevin, Baekhyun takut mengatakan nya" mata puppy nya kembali berkaca-kaca bahkan hampir menangis.
"Baekhyun hiks Baekhyun ta-kut Kak Kevin marah. Baekhyun takut K-Kak Kevin hiks membenci Baekhyun"
Chanyeol menghela napas lalu menarik wajah Baekhyun ke dada nya, mengusap rambut coklat nya sesekali membisikan kata-kata memenangkan.
"tenanglah, Kakak akan bantu Baekhyun agar mendapatkan Kak Kevin. Baekhyun tidak perlu takut, Kakak yakin Kak Kevin tidak akan membenci Baekhyun"
"Benarkah?" Baekhyun mendongak dengan wajah berbinar membuat Chanyeol tersenyum lebih hangat.
"iya, percaya saja pada Kak Chanyeol"
Baekhyun langsung memeluk pinggang Chanyeol erat.
"aaaaaaaaaaaa terimakasih Kak! Kak Chanyeol benar-benar baik!"
"lebih baik kita langsung pulang, hari sudah semakin siang" Chanyeol mencoba bangkit sambil membawa boneka Baekhyun.
Bocah manis itu hanya mengangguk senang lalu membalas uluran tangan Chanyeol dan berjalan bersama lelaki itu menuju parkiran.
.
"terimakasih Kak!" Baekhyun tersenyum manis pada Chanyeol, yang mendapat senyuman hanya mengangguk sambil memainkan kunci mobil nya.
"Kak Chanyeol ingin masuk dulu?"
"tidak perlu, Kakak harus kembali ke kantor. Masih ada urusan yang harus Kakak selesaikan" Chanyeol tersenyum pada Baekhyun yang mengangguk dengan bibir di kulum.
"Baiklah Kakak pergi dulu, Baek!" sebelum masuk ke dalam mobil, Chanyeol menyempatkan diri mengusak rambut halus Baekhyun.
"Hati-hati Kak!" Chanyeol mengangguk dari dalam mobil yang kaca nya sengaja ia buka. Menyempatkan diri untuk tersenyum sebelum menghilang dari hadapan Baekhyun.
Baekhyun tersenyum manis menatap ke pergian Chanyeol sambil mendekap erat boneka coklat yang Chanyeol dapatkan. Baekhyun segera masuk ke dalam rumah nya dengan senandung riang dari bibir nya.
.
.
.
Hallo!! Ini rencana nya bakal aku update setiap malam jumat :v tapi gak setiap minggu gitu :") karna malam jumat adalah malam yg hqq, ku lepas dari urusan sekolah yuu!! Kok bacot hmm.
SUMPAH GAK NYANGKA BANGET SAMA REAKSI KALIAN TERHADAP FF INI ㅠ.ㅠ SENENG BANGET DONG HEHEHE.
Oh iya buat part yg kmren, aku minta maap banget kalo ada yg kurang nyaman karna aku juga gak tau kenapa pembatas nya ilang :) oke jadi pelajaran aja.
MKSH YA YG UDH REVIEW DAN NGASIH SEMANGAT, LUP BANGET GAK SIH:") oh ya yg kmren nanya uname wattpad aku itu sama kok sama uname ffn ini
