"hei, kau ingin membeli kopi sebentar? Aku ingin pergi ke cafe di seberang" Sehun menghampiri Chanyeol yang masih sibuk mengetik pada laptop mahal nya, sesaat Chanyeol menatap jam rolex di pergelangan tangan kiri nya lalu menatap Sehun.
"bisakah kau membelikan nya untuk ku? Aku malas sekali keluar" Chanyeol menyandarkan punggung nya yang terasa kaku, mata nya terpejam sesaat, entah kenapa ia merasa ngantuk sekali.
"kalau begitu belilah sendiri!" Sehun berjalan ke luar ruangan Chanyeol, niatnya itu untuk pergi bersama, bukan menjadi bahan suruhan bos sialan nya itu.
"Sialan kau! Hei tunggu aku!" usai menutup laptop nya, Chanyeol berlari menyusul Sehun. Seharusnya ia tahu, dari dulu Sehun paling tidak suka jika ada orang yang menitip sesuatu padanya.
.
.
Kedua lelaki tampan itu mendudukan diri mereka di bangku yang berada di pojok kanan, keduanya meletakkan kopi pahit kesukaan mereka di temani roti bakar yang setidaknya bisa untuk menggganjal perut keduanya.
"kemarin, kau sudah bertemu dengan Baekhee?" Sehun melahap potongan pertama roti bakar nya di susul sesapan pada gelas kopi nya.
Chanyeol menggeleng dengan mulut yang masih mengunyah, setelah tertelan ia baru menjawab pertanyaan Sehun.
"tidak, Baekhee tidak ada di rumah sampai 5 hari kedepan mungkin. Aku hanya bertemu dengan adik nya"
"Baekhyun maksud mu?" Sehun menaikan alis nya lalu kembali melahap potongan roti nya.
"hmm, memang nya siapa lagi?" Chanyeol tampak mengangkat bahu nya acuh sambil menikmati kopi nya yang berefek pada matanya yang mendadak segar kembali.
"Bagaimana dia sekarang? Terakhir kali aku melihat nya waktu dia masih SMP, dia cantik. Mungkin kau akan tertawa bila aku mengatakan bahwa dia terlihat lebih cantik di bandingkan Kakaknya sendiri" Sehun terkekeh di akhir perkataan nya, mengingat wajah Baekhyun saat terakhir kali ia melihat anak itu.
Chanyeol menganggukkan kepalanya, menyetujui ucapan Sehun. Ia akui, Baekhyun memiliki daya tarik sendiri di bandingkan Baekhee, entahlah dia pun tidak tahu daya tarik yang mana. Lalu sesaat kemudian, Chanyeol mengangkat sebelah alis nya.
"kau pernah melihat Baekhyun?"
"hmm"
"kapan?"
"lupa"
"tck! Bedebah kau!"
"lagi pula kenapa kau sangat penasaran?!"
"hanya ingin tahu"
Mereka sama sama terdiam dalam beberapa menit.
"Hun, kau tahu seseorang yang bernama Kevin?" Chanyeol bertanya usai terjadi keheningan di antara mereka.
Sehun menaruh gelas kopi nya, memainkan lidah pada gigi nya dengan mata yang menerawang ke atas, tampak seperti berpikir.
"tidak yakin, tapi aku pernah mendengar nya. Entahlah lupa" Sehun tampak acuh dengan mengedikan bahu tegap nya, menatap piring roti nya yang telah kosong. Lalu menyatukan kedua tangan nya di bawah meja, sambil memperhatikan Chanyeol yang masih menikmati kopi nya.
"Baekhee mengenal nya" hanya kalimat seperti pancingan itu, langsung membuat bibir Sehun terbuka dengan kepala yang mengangguk beberapa kali.
"ah aku ingat! Dia sudah di anggap seperti Kakak oleh Baekhee, dan aku sering melihat nya dulu di rumah Baekhee. Dia juga sangat dekat dengan Baekhyun"
"seberapa dekat?"
Sehun menatap Chanyeol aneh, sedikit merasa asing dengan pertanyaan Chanyeol yang menjurus pada Baekhyun dan Kevin.
"entah lah. Tapi kau tahu? Ada sesuatu yang aneh pada tatapan matanya"
"maksud mu?"
"hmm, pandangan Kevin sedikit berbeda pada Baekhyun. Tapi aku juga tidak tahu pasti" Sehun mengeluarkan ponsel nya, tampak tidak peduli lagi pada topik pembicaraan mereka, berbeda dengan Chanyeol. Dia merasa sedikit terganggu.
.
.
"Kyungsoo, kemarin aku pergi ke festival yang di dekat Sungai Han! Kau tau? Disana benar-benar ramai!" Baekhyun berceloteh sambil menyuapkan yoghurt strawberry ke dalam mulutnya, sesekali mata sipit itu kerap kali terlihat meram-melek saat mencecap rasa asam pada yoghurt nya.
"sungguh ada festival di Sungai Han?!" Jongdae ikut menimbrung dengan binar mata yang berlebihan.
Berbeda dengan Kyungsoo yang nampak mengedikan bahunya.
"aku sudah ke sana bersama keponakan ku" ucap nya acuh yang mendapat seruan tak terima dari kedua teman nya.
"dasar sialan! Kau tidak memberi tahu kami!" itu Jongdae yang mengeluarkan seruan tidak terima nya.
"benar! Jahat sekali dia tidak memberi tahu teman-teman nya" sindir Baekhyun, berusaha membuat Kyungsoo panas agar merasa bersalah meskipun ia tahu itu tidak akan terjadi pada Kyungsoo.
Kyungsoo hanya melirik mereka malas lalu berujar
"kurasa itu bukan sesuatu yang penting" lalu teman-teman nya kembali mendengus.
Tak lama Baekhyun menangkap sosok Luhan di kejauhan yang seperti nya akan melangkah menuju tempat mereka sekarang, lelaki imut itu mulai berbisik pada Kyungsoo dan Jongdae.
"hei jangan beri tahu Luhan tentang festival itu sebelum kita menculik nya dan membawa nya pergi ke festival!" bisik nya, yang aneh nya Jongdae bahkan Kyungsoo ikut mendengarkan dengan seksama bahkan mereka berkedip lambat.
"Kenapa?" Jongdae bertanya.
"jika dia tahu sebelum kita membawa nya ke festival, dia pasti akan mengajak kekasih nya dan akan menolak ajakan kita!" Baekhyun mulai memonopoli teman-teman nya, dan aneh nya lagi kedua teman nya itu mengangguk setuju.
"benar juga"
Dan tepat pembicaraan mereka usai, Luhan telah tiba di depan mereka dengan senyum lebar nya.
"kalian sedang membicarakan ku, ya?" tuduh nya yang sebenarnya tepat sasaran.
"percaya diri sekali!" cibir Jongdae langsung mendapat dengusan dari Luhan.
Luhan mengambil tempat di seberang Baekhyun lalu mengambil alih yoghurt Baekhyun dan mulai melahap nya yang mana langsung mendapat teriakan dari pemilik nya.
"OH TIDAK LUHAN YOGHURT KU!!"
Baekhyun menatap yoghurt nya dengan mata berkaca-kaca, well Baekhyun itu paling tidak suka jika hal-hal berbau strawberry harus ia bagi, meski itu pada sahabat nya sendiri. Bahkan Kakak nya pun sudah memaklumi itu.
Dan Luhan langsung terbelalak saat mencecap rasa yoghurt itu, sendok yoghurt bahkan masih bertengger di dalam mulut nya.
"SIAL STRAWBERRY!!!" Luhan berteriak panik, dan satu fakta Luhan itu benci Strawberry! Tetapi aneh nya dia sangat menyukai hal-hal berbau pink. Sedikit aneh. Meskipun strawberry dengan warna pink tidak ada hubungan nya.
"GANTIKAN YOGHURT KU DENGAN YANG BARU!! AKU TIDAK MAU TAU!" Baekhyun berteriak lagi lalu meninggalkan mereka dengan kaki yang menghentak sesekali mengusap pipi nya. Dia itu jika sudah kesal pasti akan menangis, dan hal yang membuat nya kesal ialah berbagi makanan dengan rasa kesukaan nya pada Luhan! Bukan berbagi hei, Luhan bahkan tidak ijin pada nya!
Kyungsoo dan Jongdae menatap prihatin pada Luhan yang mengusak rambut nya kasar. Sudah salah makan, membuat Baekhyun mengamuk, dan sekarang ia harus ganti rugi. Kyungsoo dan Jongdae menggeleng lambat secara bersamaan membuat Luhan ingin menendang keduanya.
"kau membuat bayi anjing menangis" ujar Jongdae sambil terkikik.
"hhh cara apa yang harus ku lakukan untuk membujuk nya" Luhan mulai merana, membujuk Baekhyun adalah hal tersulit. Bahkan lebih sulit dari mengintip pakaian dalam wanita. Pemikiran Luhan sialan!
.
.
Demi masa depan nya yang cerah, Luhan akhirnya menyetujui ajakan teman-teman nya untuk ikut mereka yang entah ingin kemana. Juga dengan tambahan mengganti yoghurt strawberry milik Baekhyun. Akhirnya ia dapat bernapas lega karna mood Baekhyun sedikit membaik meski masih dalam mode senggol-bacok. Sensitif memang macam pantat bayi.
Mereka ber-empat menaiki bus dengan tujuan menuju Sungai Han. Sebenarnya Luhan mulai curiga, jangan-jangan dia akan di mutilasi dan di buang ke Sungai Han oleh teman-teman nya! Okey itu pemikiran kalut nya. Bagaimana pun tampang Baekhyun masih seperti anjing bulldog belum kembali pada wajah imut nan mengemaskan layak nya puppy.
Luhan menatap Kyungsoo yang tampak tertidur dengan earphone menyumbat telinga nya, lalu ia menoleh pada Jongdae yang sial nya sedang bermodus pada gadis-gadis dari sekolah tetangga. Sial! Lalu ia menatap Baekhyun yang tertidur pula dengan kepala bersandar pada tubuh Kyungsoo, astaga anak itu sudah tidur saja! Padahal saat ia menatap Kyungsoo tadi, Baekhyun masih menatap ke arah luar jendela. Benar-benar unik teman nya itu.
Dan Luhan pun hanya bisa mendesah pasrah, ia memilih memainkan ponsel nya dan mood nya ikut hancur saat tak ada satupun pesan dari kekasih nya. Double sial untuk hari ini!
Usai perjalanan yang cukup membosankan bagi Luhan, akhirnya mereka turun di halte tak jauh dari Sungai Han. Luhan yang belum tahu apa-apa, mengernyit bingung saat melihat area Sungai Han tampak ramai. Dan mata nya langsung melebar saat melihat wahana kincir angin yang menjulang tinggi dari kejauhan.
"OH MAY! FESTIVAL!!" pekik nya seperti anak gadis, mood nya langsung naik drastis membayangkan keseruan yang akan ia dapat dari festival ini. Baekhyun pun mood nya sudah bertambah baik ia akan meminta Kyungsoo memainkan segala permainan. Karna hanya Kyungsoo yang malas naik wahana. Dan benar saja, Jongdae dan Luhan sudah berlari entah kemana, yang Baekhyun bisa tebak mereka pasti akan mengantri membeli tiket untuk naik wahana. Baekhyun jadi iri.
Namun saat melihat Kyungsoo yang menghampiri pedagang makanan, Baekhyun langsung mengikuti teman nya itu.
"aku ingin 3 tusuk sosis bakar, 2 tusuk otak-otak bakar, dan 3 tusuk kentang gulung" pesan Kyungsoo pada penjaga kedai makanan tersebut.
"Kyungsoo, aku mau aku mau!" Baekhyun berseru riang dengan mata berbinar.
"tolong buatkan 2 porsi" penjaga kedai itu kembali mengangguk mengiyakan pesanan Kyungsoo.
Lelaki bermata bulat itu membawa langkah nya pada kedai minuman beraneka rasa.
"aku ingin rasa coklat satu!" pesan Kyungsoo.
"Kyungsoo, aku ingin yang strawberry!" Baekhyun kembali ikut berseru sedangkan Kyungsoo hanya menghela napas, memang Baekhyun akan membayar nya sendiri tapi apakah anak itu tidak bisa memesan sendiri?
"baiklah, tolong buatkan rasa strawberry juga"
Mereka berdua memutuskan untuk duduk selagi pesanan mereka berdua di buat, untungnya kedai makanan dan kedai minuman itu berseberangan jadi memudahkan mereka untuk mengambil pesanan mereka nanti nya.
"Kyungsoo, kau akan memainkan permainan apa?" Baekhyun bertanya dengan kaki yang terayun, ia tersenyum saat melihat tempat permainan yang kemarin Chanyeol mainkan. Ah! Dia jadi ingat kekasih kakak nya itu.
"entahlah, waktu itu aku hanya melihat wahana-wahana nya saja belum melihat permainan nya. Kau tau sendiri dengan keponakan ku, dia tidak ingin melewatkan satu wahana sedikit pun"
"jadi kau dan keponakan mu sudah mencoba semua wahana disini?!" Baekhyun menatap Kyungsoo tak percaya, hebat sekali sahabat nya itu, pikir nya.
"bukan aku, hanya keponakan ku saja. Aku hanya menunggu nya selagi ia mencoba semua wahana"
"eih ku kira kau juga ikut mencoba nya"
"kau tau aku paling tidak suka naik wahana. Rasanya hanya membuang-buang uang tanpa mendapatkan apapun"
"tapi memang nya kau tidak bosan menunggu keponakan mu mencoba semuanya?"
"tidak, aku menunggu sambil baca komik dan mendengarkan lagu" dan Baekhyun hanya mengangguk, pantas saja tidak bosan ternyata dia membawa komik! Kyungsoo itu sangat suka baca komik, jadi tidak heran dia sangat menikmati waktu nya menunggu keponakan nya itu.
"tapi tetap saja pasti menyenangkan bisa mencoba wahana itu" Baekhyun berujar lirih. Kyungsoo yang sudah paham akan pembicaraan Baekhyun hanya menghela napas.
"hei tidak ada yang seru dengan wahana itu, lebih seru jika kau mencoba banyak permainan yang menantang disini!" dan setelah itu pesanan minuman mereka telah siap begitu juga dengan pesanan makanan mereka.
"kita nikmati ini dulu! Setelah itu, kita coba semua permainan yang ada disini!" oh Kyungsoo dengan semangat kemenangan nya. Baekhyun heran, Kyungsoo mudah menghabiskan uang nya hanya untuk mencoba permainan yang ada disini. Tetapi aneh nya, uang pemuda itu rasanya tidak pernah habis. Meski ia tahu Kyungsoo sangat pandai menghemat uang, tetapi jika sudah asik dengan segala permainan yang ada ia berasa lupa apa itu arti hemat.
Apalagi jika lelaki itu sudah menginjak kaki nya di game center, percayalah bahkan nyamuk pun enggan mengganggu Kyungsoo. Untuk itu, Baekhyun sangat menjauhi Kyungsoo pada game center, jika tidak lelaki itu akan lupa pulang! Beruntung Kyungsoo tipikal yang jika tidak ada yang mengajak pergi maka ia tidak akan mau.
Usai melahap semua jajanan mereka, Kyungsoo dan Baekhyun mulai menjelajahi segala permainan yang ada.
Lain Kyungsoo dan Baekhyun, lain lagi dengan Luhan dan Jongdae yang seperti remaja gila menaiki wahana rollercoaster.
"Aku bersumpah akan muntah setelah ini!!" Luhan berteriak, wajah nya sudah pucat pasi menahan mual yang berada di perut nya, sedangkan Jongdae hanya tertawa lepas merasa ide nya kali ini mampu membuat Luhan kapok. Heh salahkan saja pemuda China itu yang menantang nya.
Dan benar saja usai turun dari wahana tersebut, Luhan memuntahkan isi perut nya, pandangan nya terasa kabur namun beruntung ia tidak pingsan. Jongdae hanya tertawa melihat keadaan sahabat nya. Dia langsung menyeret Luhan untuk duduk di kedai yang menjual air mineral.
"heh payah!" cibir nya, jika Luhan sedang dalam kondisi fit ia bersumpah akan menendang teman nya yang satu itu.
"ayo pulang" Luhan mengernyit saat mulut nya terasa aneh sehabis muntah, lalu ia menegak air mineral yang setidaknya sedikit membantu kondisi nya saat ini.
"kita tunggu dua tuyul itu! Kau tau kan Kyungsoo seperti apa"
"bilang pada nya kalau aku pingsan!"
"ku harap kau pingsan dan akan ku buang kau ke Sungai Han"
"sialan!"
Jongdae pun menelepon Kyungsoo yang sudah bersiap mengomel karna acara nya di ganggu, namun saat mendengar Jongdae mengatakan bahwa Luhan pingsan, lelaki bermarga D.O itu langsung terburu mengajak Baekhyun menuju tempat Jongdae dan Luhan saat ini.
"Dimana Luhan?!" tanya nya panik, napas nya terengah akibat berlari begitu juga dengan Baekhyun yang tersengal dengan berbagai macam mainan yang di dapat.
"aku disini dan ayo kita pulang!" Luhan menyeret langkah nya sesekali terhuyung, meninggalkan ketiga teman nya yang menatap nya bingung.
"kau bilang dia pingsan?" Kyungsoo menatap Jongdae penuh selidik, yang ditatap langsung berlari menyusul Luhan. Tentunya Jongdae tak ingin kena amukan oleh lelaki itu.
"Kyungie! Bawakan mainan nya!" Baekhyun menyerahkan mainan yang di dapat oleh Kyungsoo lalu pergi menyusul langkah kedua teman nya, meninggalkan Kyungsoo yang menggeram. Sudah belum menyelesaikan semua permainan nya, sekarang ditambah ia ditinggal dengan berbagai macam mainan dari hasil kerja keras nya. Sungguh hari yang menyebalkan bagi Kyungsoo!
.
.
.
Isn't boring chapter??
Oh iya, kmrin ada yang tanya, kenapa namanya Kevin? Um gmna ya, waktu ngebayangin ff ini nama Kevin plus karakter dan profesi nya langsung ke bayang gitu ㅠ.ㅠ mungkin karakter nya sedikit mirip sama kris, cuma pengen aja namanya kevin wkwkwk
Trus juga buat penggunaan kata Hyung, dari awal sebelum buat ini tuh aku pengen banget buat ff yang gak begitu baku jadinya aku pakai kata 'kakak' karna kalo menurut aku kata 'hyung' itu baku wkwkw gak jls emg pemikiran gua :v juga pengen ngurangin kata kata dari bahasa korea, pengen full Indo gitu gak di aduk aduk. Jadi kalau misalnya kalian gak nyaman, I'm sorry ㅠ.ㅠ
Oh iya aku gak tau juga karakter baekhyun disini terlalu manja apa gmana. Aku minta maaf kalo masih ada kekurangan dalam ff ini yang bikin kalian gak nyaman. Maap ya gaes
Makasih buat yang selalu dan udah review, lup u gaes!!
