Siapa di antara kalian yang menyukai hari Jumat? Baekhyun termasuk salah satunya. Well, ada beberapa alasan mengapa ia menyukai hari Jumat, yang pertama pelajaran pada hari Jumat lebih sedikit dan lebih ringan di bandingkan hari yang lainnya dan yang kedua pada hari Jumat sekolah nya akan pulang lebih awal dan itu sangat menguntungkan.
Dan pukul 2 dia sudah sampai di rumah dengan tubuh yang merebah sepenuhnya pada sofa. Baekhyun cukup merasa kantuk hari ini jadi ia akan memutuskan untuk tidur sampai jam 5 nanti. Namun, niatnya terpaksa ia urungkan karna terdengar ketukan pada pintu rumah nya. Dengan mata yang sudah 5 watt ia beranjak menuju pintu demi membukakan pintu pada tamu sialan nya yang tidak mengerti kondisi matanya saat ini.
Ceklek!
"Hmm" Baekhyun bersandar pada daun pintu dengan mata tertutup, tidak peduli pada tamu nya yang kini menatap nya dengan bibir terkulum menahan gemas.
"lucu nya"
Deg!
Suara itu?
Kelopak mata Baekhyun langsung terbuka dengan semangat, matanya melebar dengan tatapan tak percaya.
"Kak Kevin?!!" Baekhyun memekik dengan mata berbinar.
Baiklah, Baekhyun akan mencabut kata-kata perihal tamu sialan nya, karna saat ini tamu yang datang adalah tamu kesayangan nya.
"mengantuk hm?" Kevin mengusap pipi gembil Baekhyun sayang, matanya teduh memandang ke arah yang lebih muda.
Sontak pipi Baekhyun langsung merah merona dengan bibir tipis nya yang dia kulum. Kepalanya menggeleng malu dengan wajah yang sedikit tertunduk.
"tidak kok"
Sungguh Baekhyun sangat malu saat ini!
"hei mana pelukan selamat datang nya"
Ah sungguh Baekhyun benar-benar merindukan suara berat bercampur lembut ini! Dengan tak tahu malu, dia langsung menubruk tubuh tegap yang lebih tinggi. Mengusak wajah nya pada dada bidang Kevin, mencoba mencuri aroma yang menguar alami dari tubuh lelaki tinggi itu.
"aku merindukan Kakak" Baekhyun mencicit, suaranya semakin terendam dengan wajah yang terbenam di dada Kevin.
Lelaki yang masih dengan seragam pilot nya terkekeh, ia mengusak rambut yang lebih muda gemas.
"Kakak juga merindukan Baekhyun"
"hei tidak mau menyuruh Kakak masuk?" Kevin tertawa saat melihat raut cemberut Baekhyun, tanpa mendengar jawaban Baekhyun dia langsung menggenggam tangan lentik tersebut untuk membawa nya masuk ke dalam.
Apakah Baekhyun pernah bilang bahwa dia sangat lemah melihat lelaki itu memakai seragam pilot nya? Karna demi wajah cantik nya, Kevin berjuta kali lipat lebih tampan dan berkharisma saat memakai seragam kebanggaan nya itu!
Lihatlah proposal tubuh nya, sangat sempurna! Bagaimana cara dia menggambarkan sosok lelaki itu?
Baiklah, Baekhyun akan mencoba mendeskripsikan lelaki kesayangan nya itu!
Kevin memiliki tinggi sekitar 190 cm, kaki nya sangat jenjang dengan urat yang menghiasi betis seksi nya - Baekhyun memperhatikan nya saat Kevin memakai jeans pendek!- Kevin juga memiliki bulu di kaki nya namun tidak begitu lebat. Rambutnya berwarna kecoklatan dengan tatanan yang selalu menampilkan jidat nya yang seolah ingin di kecup, matanya berwarna abu kelam namun Baekhyun menyukai nya, hidung nya sangat mancung bagai perosotan anak paud, bibir nya sangat seksi jika kalian ingin tau. Terlebih jakun nya yang begitu menggoda, tubuh nya sangat atletis dengan bahu lebar, dada bidang dan perut yang telah berbentuk. Dia benar-benar lelaki sempurna.
Wanita bahkan pria pun rela mengantri demi menjadi kekasih atau bahkan simpanan lelaki itu. Hei Baekhyun pun juga mau!
Dia sudah menjadi lelaki yang mapan dan mandiri. Baekhyun jadi tidak kuat jika membayangkan dia akan menjadi masa depan lelaki itu kelak, pasti masa depan nya akan sangat bahagia dan terjamin tentunya.
Mereka berdua duduk di sofa dan sungguh Baekhyun ingin menenggelamkan diri nya saat ini juga karna keadaan sofa benar-benar kacau, beberapa bantal sofa tergeletak di lantai, tas sekolah nya berserakan, ponsel beserta earphone yang juga ikut berhamburan. Ah ini memalukan!
Kevin hanya terkekeh sambil membantu Baekhyun memunguti barang yang berserakan. Lalu, lelaki tampan itu memandang Baekhyun yang terus menunduk.
"hei tidak apa. Lain kali taruh barang-barang mu di tempat nya dulu baru beristirahat. Kau bahkan belum mengganti seragam mu" Baekhyun semakin menunduk, dia tahu dia salah. Dan dia juga tahu bahwa Kevin tidak menyukai orang yang menaruh barang sembarangan karna lelaki itu teramat disiplin.
"maaf" cicitnya, lalu dapat ia rasakan usapan lembut di rambut nya membuat Baekhyun lantas mendongak.
"gantilah seragam mu dulu" Baekhyun langsung mengangguk patuh, ia mengambil ponsel, earphone beserta tas sekolah nya dan membawa nya ke dalam kamar nya.
Tidak butuh waktu lama, Baekhyun kembali dengan kaos dan celana bahan selutut. Ia tersenyum pada Kevin yang sedang menatap nya.
"Kenapa Kakak belum mengganti seragam?" Baekhyun bertanya usai mendudukan dirinya di sofa tepat di samping Kevin.
"sehabis dari bandara Kakak langsung ke sini, niatnya ingin mengajak mu ke rumah Kakak. Oh dimana Baekhee?"
Baekhyun mengangguk paham dengan bibir menahan senyum lalu saat mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Kevin, dahi nya mengerut bingung.
"Kak Baekhee? Memangnya Kak Baekhee hari ini pulang?" matanya mengerjap ke arah Kevin yang juga menatap nya bingung.
"hari ini Baekhee pulang, tapi setahu Kakak dia pulang lebih awal. Kakak kira dia sudah di rumah"
Baekhyun menggeleng lucu, ia pikir Kak Baekhee belum sampai di rumah karna saat ia pulang sekolah tadi pun rumah masih dalam keadaan terkunci.
"tidak, Kak Baekhee belum sampai di rumah"
"ah mungkin dia mampir ke tempat lain"
.
.
"Kenapa kau tidak bilang akan pulang hari ini?" lelaki dengan mata bulat menghiasi wajah nya, menatap kesal ke arah wanita yang kini hanya tersenyum.
"mungkin sedikit kejutan?"
Chanyeol hanya menghela napas sambil memperhatikan wanita yang kini sedang menyesap latte nya.
"tidak biasanya kau langsung menemui ku" memang benar, ini baru pertama kali nya Baekhee langsung menemui Chanyeol sehabis dari bandara. Biasanya wanita itu akan langsung menemui adik nya.
"hmm, tidak apa. Aku juga yakin Kak Kevin pasti sudah menemui adik ku dulu"
'Ah nama itu lagi', pikir Chanyeol.
"Baiklah, ayo ku antar kau ke rumah" Chanyeol mengambil jas nya di sandaran kursi, ngomong-ngomong mereka saat ini sedang berada di kantin perusahaan Chanyeol.
"hum?? Kenapa buru-buru sekali? Tidak biasanya"
Chanyeol terdiam kikuk mendapat respon seperti itu.
"entahlah, mungkin karna aku tidak ingin kau kelelahan. Lagi pula kau harus bersih-bersih, aku tahu tubuh mu pasti tidak nyaman" Chanyeol masih setia berdiri dengan tangan memegang jas nya, lelaki itu terus menatap wanita yang kini tampak berpikir.
"umm, jika aku bersih-bersih, apa itu tanda nya kita akan kencan?"
"hah?"
"ayolah Chanyeol.. Kau tau kan nanti malam'malam sabtu?? Ayo kita jalan!"
Terdengar helaan napas dari Chanyeol, ia mengusap wajah nya lelah.
"Ayolah Baekhee, kebanyakan orang akan pergi kencan pada malam minggu"
"apa bedanya?!" Baekhee tampak mengelak. "malam minggu ataupun malam sabtu sama saja! Ayolah Chanyeol"
Kali ini Chanyeol menghela napas lebih berat.
"baiklah akan ku usahakan"
.
.
Kevin dan Baekhyun terpaksa menunggu Baekhee pulang terlebih dulu, karna Baekhyun sudah terbiasa menyambut Kakak nya itu. Dan kali ini sungguh tidak biasa karna Baekhee tidak pulang menemui nya dulu. Berakhir dengan Baekhyun yang cemberut sambil menonton layar tv dan Kevin yang sibuk dengan ponsel mahal nya, mungkin mengecek jadwal penerbangan nya atau entahlah.
"Kenapa Kak Baekhee tidak pulang bareng Kak Kevin saja!" Baekhyun masih mengeluarkan protes nya, padahal jelas-jelas sosok Baekhee tidak ada di sana.
"hei sudahlah, mungkin ada urusan yang harus Baekhee urus." dan Kevin terpaksa mandi dan berganti pakaian di rumah Baekhyun dengan berbekal pakaian sisa di koper nya.
Baekhyun bersedekap dada, merasa sebal kali ini akan respon lelaki itu. Entahlah mood nya sedang buruk dan perasaan ingin di bela muncul.
Harus nya Kak Kevin ikut menyalahkan Kak Baekhee! Dumel Baekhyun pada batin nya.
Dan selang beberapa menit, pintu depan terbuka menampilkan sosok wanita bertubuh model dengan sosok lelaki bertubuh tinggi di belakang nya.
"Baekhyunie!!" Baekhee memekik sambil berlari ke arah adik nya, namun saat hendak memeluk adik nya yang ia dapat hanyalah dengusan yang terdengar lucu dari adik satu-satu nya. Baiklah Baekhee rasa adik nya merajuk kali ini.
"Hei mana pelukan selamat datang nya!" Baekhee ikut cemberut saat adik nya malah memalingkan wajah.
"Tidak mau! Kak Baekhee sekarang sudah tidak memprioritaskan Baekhyun lagi!" bibir nya semakin maju, namun ketahuilah 2 pria dewasa di sana sibuk mati-matian menahan gemas, sedangkan satu-satu nya sosok wanita di sana hanya terkekeh pelan.
"baiklah maafkan Kakak oke? Kakak ada urusan yang harus di urus dulu tadi"
"urusan penting?" Baekhyun mulai menatap Kakak nya dan saat matanya tidak sengaja melirik ke arah belakang Baekhee, ia menemukan Chanyeol di sana yang juga sedang menatap nya. Mungkin tidak ada yang tahu, kalau mereka sempat bertatapan selama beberapa detik.
"hum ya mungkin bisa di katakan seperti itu"
"jadi urusan penting itu menemui Kak Chanyeol? Jadi Kak Chanyeol lebih penting dari Baekhyun?!" nada nya terdengar tidak suka membuat Baekhee mendadak panik.
"kau mengenal Chanyeol? Astaga! Baiklah-baiklah Kakak mengaku salah. Jadi maafkan Kakak, oke?" dan perkataan Baekhee hanya di balas dengusan.
Tak lama Kevin bangkit dari duduk nya dan secara tak langsung menginterupsi perdebatan adik-kakak itu.
"Baekhyun! Kakak pamit pulang dulu, mendadak ada urusan pekerjaan" Kevin menyempatkan diri untuk mengusap rambut Baekhyun pelan, kini pandangan nya teralih pada Baekhee.
"aku titip barang-barang ku! Dan jangan lupa sepertinya akan ada rapat"
"serius? Rapat? Aish" dengus Baekhee dan di balas tawa kecil oleh Kevin. Lelaki itu pamit undur diri dan melenggang dari sana.
Baekhee mendadak lemas dan menatap Chanyeol memelas.
"kita tidak jadi kencan malam ini" ujar nya lesu yang mendapat senyuman dari Chanyeol.
"tidak apa, lebih baik kau istirahat dan bersiap untuk rapat nanti" Chanyeol kemudian beralih pada Baekhyun dan tersenyum manis pada adik pacar nya itu.
Baekhyun tersentak untuk beberapa saat karna mendapat senyuman manis dari pacar kakak nya secara mendadak.
"baiklah, kau ingin langsung pulang?" Baekhee mendudukan diri nya di sofa dan menatap Chanyeol yang mengangguk.
"masih ada pekerjaan yang harus aku urus, aku kembali ke kantor ya?" pertanyaan Chanyeol hanya dibalas anggukan lesu dari Baekhee.
"Kak Chanyeol mau Baekhyun antar sampai depan?" Baekhyun menawarkan diri karna merasa Kakak nya itu tidak bangkit dari sofa untuk mengantar Chanyeol. Hei tidak sopan jika kau membiarkan tamu mu pulang tanpa di antar! Setidaknya antarlah sampai pintu depan, bukan begitu?
"boleh jika Baekhyun tidak keberatan" Chanyeol memberikan kode pada Baekhee yang mengisyaratkan kalau dia akan pulang, dan Baekhee hanya menutup mata dan mengangguk kecil.
Lalu Chanyeol mulai berjalan beriringan dengan Baekhyun sampai pintu depan.
"hati-hati, Kak!" seru Baekhyun sambil terus memperhatikan Chanyeol yang mulai memasuki mobil. Chanyeol menampilkan jari jempol nya dan memberikan senyuman sebelum tubuh nya hilang di dalam mobil hitam mewah nya.
.
.
Sabtu sialan! Kerja kelompok sialan! Teman-teman sialan! Aish benar-benar sial! Oke, hari Sabtu yang menyebalkan karna ada kerja kelompok untuk ujian praktek seni budaya, kumpul pada pagi hari dan bagus sekali kerja kelompok selesai jam 4 sore! Apa kalian berpikir bahwa sudah selesai? Tentu saja belum! Mereka masih membutuhkan ending yang membuat pecah suasana dan rasanya feel mereka juga belum terlalu dapat. Kenapa belum selesai juga? Itu semua sebab Luhan! Salahkan dia telat 2 jam dan datang-datang di rumah Kyungsoo mengeluh sakit perut karna belum makan, jadilah mereka sibuk memasak karna Ibu Kyungsoo sedang pergi jadi anak nya lah yang memasak. Selesai makan bukannya langsung kerja, Luhan malah chatingan dengan kekasih nya dengan beralasan memberikan waktu sejenak agar makanan nya turun ke perut nya dengan lancar dan selamat, hell!! Lalu setelah 1 jam menunggu, Luhan malah mempunyai masalah pada pencernaan nya. Bagus! Semakin lama, maka semakin bagus pula menyiksa Baekhyun! Sialan. Dan akhirnya pukul 12 siang mereka baru membuat konsep dan sedikit gerakan. Mereka berniat menyanyi dengan tambahan gerakan ala-ala Boy Band Korea jaman sekarang. Tetapi karna mereka menginginkan konsep yang wow, jadilah mereka mengatur siasat lagu apa yang di nyanyikan dan membuat gerakan yang bisa memecah suasana. Dan pukul 4 sore mereka terpaksa menyudahi acara kerkom mereka. Dan Baekhyun langsung pamit pertama meninggalkan rumah Kyungsoo.
Dan disinilah dia, di depan halte yang cukup jauh dari rumah nya. Dan mau tau apa yang lebih sial? Dia belum mengisi T-Money nya dan sialnya dia tidak membawa dompet! Saldo saat berangkat ke rumah Kyungsoo ternyata adalah saldo terakhir nya. Astaga bagaimana dia pulang sekarang? Dia tidak mungkin mengirim pesan pada Kakak nya, yang ada Kakak nya itu khawatir dan Baekhyun yakin Kakak nya itu sibuk di rumah. Baekhyun tidak berharap lebih pada Kak Kevin karna lelaki itu mempunyai jadwal penerbangan yang padat dan Baekhyun rasa Kevin harus butuh banyak istirahat. Bagaimana ini? Sudah 45 menit dia hanya duduk diam di halte tanpa tau harus melakukan apa! Dia mengirim pesan pada Kyungsoo bahkan menelepon nya, tetapi anak itu tidak menjawab sama sekali. Luhan? Mana bisa di andalkan. Jongdae? Lelaki berisik itu tidak ada guna nya, yang ada dia hanya memberi omelan pada Baekhyun.
Apa sebaiknya dia memesan taksi online dan membayar di rumah? Tapi Baekhyun belum pernah menggunakan jasa taksi online sebelum nya! Dan dia cukup parno aish!
Dan disaat genting seperti ini, perut nya keroncongan. Memang ada restoran di dekat sini, tapi mau bayar dengan apa jika kau tidak membawa sepeser uang pun?
Arah rumah nya memang tidak sulit, hanya tinggal mengikuti 4 halte dari sini, dan menyeberang lalu berbelok ke kanan dan ikuti jalan terus sampai kau benar-benar gempor. Yang benar saja!
Mendadak harapan akan Chanyeol muncul, tapi dia bahkan tidak memiliki nomor lelaki itu. Mengharapkan lelaki itu ada di depan mata tiba-tiba? Hei kau pikir ini cerita dalam novel. Tidak ada yang seperti itu, yang ada dirinya terpaksa jalan. Dan jika Baekhyun sudah tidak kuat maka ia terpaksa memesan taksi online. Sudah dibilang dia parno kalau memesan taksi online! Karna banyak sekali modus penjahat sebagai driver taksi online jaman sekarang.
Baekhyun menghela napas sejenak, memantapkan dalam hati kalau dia akan baik-baik saja. Baekhyun mulai mengambil langkah, di dalam hati nya ia terus bergumam bahwa ini tidak akan sulit. Langkah demi langkah ia ambil dan jarak yang dia tempuh sudah cukup jauh dari halte tadi, dia cukup lelah namun Baekhyun tetap memaksakan langkah nya. Dan tepat saat ia melewati parkiran restoran, sebuah mobil yang hendak parkir mendadak berhenti. Baekhyun menatap mobil itu dengan alis terangkat. Memperhatikan seseorang yang mendadak keluar dari mobil dan menghampiri nya.
"Baekhyun?"
Astaga sepertinya malaikat penolong memang benar-benar ada!
.
.
.
HWHWHW GILA DONG GUA MABOK AMA MOMENT CHANBAEK!! Berkah banget malem jumat gua kmrn :v
DAN MAKASIH BUAT YANG SELALU DAN UDAH REVIEW LUP LUP 3
