Baekhyun menatap lelaki tampan itu dengan pandangan mengernyit bingung, seperti kenal namun tidak ingat siapa lelaki itu.
"kau sedang apa disini?" lelaki dengan kemeja biru itu memegang pundak nya.
"uhm, Paman siapa?" Baekhyun mengerjap bingung, sesekali bibirnya sedikit di majukan karna gagal mengingat siapa lelaki tersebut.
Lelaki di hadapan nya tertawa ringan dengan kepala menunduk.
"Aku Oh Sehun, teman kelas kakak mu Baekhee. Dulu aku lumayan sering berkunjung ke rumah mu" jelas sosok tersebut, Sehun.
Baekhyun menatap langit sore di atas nya, dengan bibir yang ia gigit, Baekhyun mencoba mengingat sosok tersebut dalam memori nya.
"OOHHHH, Kakak tampan ya?" tebak Baekhyun membuat lelaki itu tertawa cukup keras.
"astaga, kau masih ingat saja panggilan itu"
"hehehe, iya dong. Dari dulu Kakak tetap sama, masih sama tampan nya. Malahan, sekarang lebih tampan" Baekhyun tersipu saat mengucapkan nya membuat Sehun gemas dan mengusak puncak kepala lelaki itu.
"kau sedang apa disini?" Sehun mengulang pertanyaan nya.
Seakan baru mengingat sesuatu, Baekhyun menatap nya dengan pandangan hampir menangis.
"Kakak!! Aku tidak bisa pulaaangg" jerit nya frustasi, kaki nya di hentak saat merasa pegal di kaki nya kembali menyerang.
Sehun mengernyit.
"Kenapa tidak bisa pulang? Memang nya kau habis dari mana?"
"aku habis kerja kelompok dan saldo T-Money ku habis! Aku tidak bawa dompet!" bibir nya mengerucut, matanya masih berkaca-kaca seolah minta di kasihani.
"kau sudah makan?" Sehun bertanya yang lain, mungkin ia sudah memikirkan rencana untuk membawa Baekhyun pulang.
Baekhyun menggeleng lemah sebagai jawaban nya. Membuat Sehun menghela napas, dan menarik tangan itu untuk mendekati restoran tadi.
"Kita mau makan?" Baekhyun bertanya.
Sehun mengangguk.
"Kakak yang traktir?"
Dan Sehun kembali mengangguk. Baekhyun memekik girang di dalam hati, akhirnya perutnya akan segera di isi.
Sebelum melangkah memasuki restoran, Sehun menyerahkan kunci mobil nya kepada petugas bermaksud meminta petugas itu untuk memarkirkan mobil nya.
Usai memesan makanan mereka, Sehun menatap Baekhyun dengan geli.
"aku tidak tahu, tapi bagaimana bisa siswa kelas 3 SMA tidak bisa pulang ke rumah sendiri" ujar nya berusaha agar tidak tertawa. Seketika Baekhyun merengut tak suka.
"kalau T-Money ku tidak habis dan aku bawa dompet, pasti aku akan pulang sendiri!" sungut nya tidak terima yang hanya di balas anggukan dari Sehun pertanda tak ingin membuat anak itu semakin merajuk.
Pelayan restoran itu datang, membawa pesanan kedua nya. Sehun menata makanan yang ada, dan menyerahkan sepiring spaghetti kepada Baekhyun.
"makanlah! Kau terlihat sangat lapar" ujar Sehun yang dengan antusias Baekhyun mengangguk. Anak itu mulai mengambil garpu nya dan mengaduk spaghetti dengan bumbu yang dapat membuat siapapun meneteskan liur mereka.
Sehun terkekeh melihat anak itu yang tampak menyantap makanan tersebut dengan lahap. Lelaki dewasa itu mengambil cangkir kopi nya lalu menyeruput nya sebentar.
Drrrtt.. Drrtt
Tepat ketika cangkir itu di letakkan, ponsel nya bergetar dengan nama seseorang sebagai penelpon terlihat di layar persegi nya yang ia letakan di samping cangkir kopi nya. Sehun mengangkat panggilan tersebut.
"Kenapa?"
"aku sedang makan"
"dengan Baekhyun"
"hmm" Sehun melirik ke arah Baekhyun yang sedang menatap nya sejak nama anak itu tersebut di dalam percakapan telepon nya. Lalu, panggilan tersebut berakhir dengan Sehun yang memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana bahan nya. Ia menatap Baekhyun sesaat dan entah kenapa lelaki itu tertawa kecil dengan pandangan menerawang.
Sehun beranjak dari duduknya, membuat Baekhyun menatap nya dengan mulut sibuk mengunyah.
"kau habiskan saja makanan nya, aku akan pergi sekarang. Masih ada urusan di kantor" ucapan Sehun membuat mata sipit Baekhyun membola. Dengan susah payah anak itu menelan kunyahan nya.
"lalu siapa yang akan membayar makanan nya? Kakak'kan tau kalau aku tidak bawa uang! Lalu aku akan pulang dengan siapa? Kakak'kan juga tau kalau T-Money ku habis!!" celoteh Baekhyun tidak terima.
Sehun terkekeh sebentar.
"tenang saja, kau tidak akan menanggung bayaran untuk makanan nya dan kau juga akan pulang dengan selamat. Sekarang kau hanya perlu menghabiskan makanan mu, oke?" Baekhyun mengerjap, berusaha mencerna perkataan Sehun.
"baiklah, aku pergi dulu!" Sehun pergi begitu saja dari hadapan nya, membuat Baekhyun mulai gelisah dan menatap ponsel nya merana. Apa ia harus menggadaikan ponsel nya?
Dengan pundak yang turun, Baekhyun kembali melahap makanan nya. Tidak peduli siapa yang akan bayar dan bagaimana ia pulang, yang terpenting ia mengisi perut nya sekarang.
Setelah spaghetti super lezat itu ia habiskan, Baekhyun menghela napas sebentar dan meminum jus strawberry nya lalu mulai menikmati dessert yang tadi ia pesan.
Baru saja ia menyuapkan puding lembut itu pada mulutnya, seseorang tiba-tiba saja sudah duduk di hadapan nya, menempati tempat Sehun duduk tadi.
Mata sipit nya mendadak membola, terkejut bukan main hingga ia lupa untuk menarik kembali sendok puding pada mulut mungil nya, menarik kekehan dari lelaki di hadapan nya.
"Lucu nya" ujar suara bass tersebut. Bahkan hanya dengar suaranya saja Baekhyun sudah bergetar.
"K-kak Ch-Chanyeol?!"
"Kenapa?" dengan santai Chanyeol menopang dagunya dengan tangan kanan nya yang ia letakkan pada meja dan menatap Baekhyun dengan tatapan yang mampu membuat orang yang di tatap meleleh seketika.
"t-tidak!" Baekhyun menunduk malu dengan rona merah pada pipi nya. Sial! Kenapa ia harus berdebar dengan pipi memerah hanya karna di tatap seperti itu?!
"kau sudah selesai makan nya?" Chanyeol bertanya sambil melirik makanan yang ada pada meja, hampir semua sudah habis hanya tersisa jus dan pudding yang masih belum tandas dan juga secangkir kopi yang sudah mendingin.
"uhum" Baekhyun mengangguk dengan tangan yang terus memilin ujung baju nya, sungguh kenapa ia harus gugup seperti ini?!
Chanyeol terlihat melambai pada seseorang di ujung sana, membuat Baekhyun menoleh untuk mencari tahu dan ternyata Chanyeol memanggil seorang pelayan untuk mendekat.
"hitung semua nya" usai berkata seperti itu, Chanyeol merogoh dompet kulit nya di saku celana yang Baekhyun tidak yakin seberapa tebal dompet tersebut. Baekhyun memperhatikan lelaki itu yang tampak mengeluarkan kartu kredit dan menyerahkan nya pada pelayan tersebut. Pelayan itu pergi untuk menggesek kartu yang nominal nya Baekhyun tidak dapat pikirkan, pasti di belakangnya terdapat banyak angka 0 disana. Memikirkan nya saja membuat Baekhyun bergidik antara ngeri dan kagum, mungkin.
Tidak lama, pelayan itu kembali untuk menyerahkan kartu Chanyeol beserta struk pembayaran. Chanyeol menerima nya, dan memasukkan kartu nya kembali dengan santai.
Lelaki itu menatap Baekhyun sebentar.
"baiklah, ayo!" Chanyeol beranjak dari duduk nya, dan spontan membuat Baekhyun ikut berdiri namun dengan wajah bingung nya.
"memangnya mau kemana?" mata nya mengerjap beberapa kali.
Chanyeol berdecak gemas, lalu menarik pergelangan tangan Baekhyun agar anak itu mengikuti langkah nya.
Baekhyun hanya pasrah saat langkah nya di bawa pada mobil hitam mewah yang terlihat sangat jantan. Apa mobil dengan pemilik nya harus sama-sama jantan?
.
.
Baekhyun masih memperhatikan Chanyeol yang menyetir mobil mewah nya, memperhatikan jakun lelaki itu yang naik-turun saat lelaki itu menelan saliva nya.
"kita akan kemana?" Baekhyun bertanya yang berhasil membuat Chanyeol menoleh padanya.
"ke rumah mu. Bukankah kau tidak bisa pulang?"
Mendadak Baekhyun tersipu malu. Astaga, sungguh memalukan saat kau tidak bisa pulang ke rumah sendiri!
"terimakasih!" cicitnya.
Chanyeol menoleh sebentar, lalu kembali pokus pada jalanan di depan.
"untuk apa?"
Baekhyun mengulum bibirnya, merasa gugup untuk menjawab pertanyaan sederhana itu.
"hmm, karena Kakak sudah membayar makanan ku dan mengantar aku pulang. Kak Chanyeol terimakasih!" Baekhyun tersenyum menampilkan eyesmile nya yang beruntung Chanyeol tidak melewatkan pemandangan indah itu.
Hampir saja Chanyeol akan menginjak rem nya mendadak, jika tidak langsung tersadar bahwa hal itu bisa saja menyebabkan kecelakaan.
Chanyeol berdehem sebentar lalu mengangguk ringan.
"bukan masalah"
Tentu saja bukan masalah! Dia kan punya banyak uang, jadi itu bukanlah masalah! -pikir Baekhyun
"apa Kakak juga ingin bertemu dengan Kak Baekhee di rumah?" Baekhyun bertanya, mungkin itu juga alasan kenapa Chanyeol mau mengantar nya pulang.
"jika Baekhee ada, tidak masalah"
Baekhyun mengernyitkan dahi nya, merasa ada yang aneh akan jawaban Chanyeol. Namun, ia memilih untuk memainkan ponsel nya saja.
.
Kedua nya melangkah masuk ke pekarangan rumah Baekhyun usai memarkirkan mobil Chanyeol dengan baik.
Baekhyun berjalan lebih dulu sedangkan Chanyeol mengikuti sambil terus memperhatikan langkah anak itu yang kemudian terhenti tepat di depan pintu. Chanyeol memperhatikan Baekhyun yang kini sedang terpaku pada sepatu kets hitam di depan pintu, saat hendak menanyakan, suara Baekhyun telah memotong nya terlebih dahulu dengan lekingan cempreng nya.
"Kak Keviinnn!!" anak itu terburu buka pintu dan masuk begitu saja meninggalkan Chanyeol yang terdiam di depan pintu. Lalu setelahnya, Chanyeol menghela napas saat ia terlupakan begitu ada sosok Kevin di sini. Tidak sadar, lelaki itu mendengus sebal dan melangkah masuk ke dalam usai melepas sepatu kulit nya.
Dan pemandangan di ruang tamu, entah mengapa membuat perasaan nya gondok bukan main. Baekhyun dengan manja bergelayut pada lengan lelaki itu dan dengan tangan nya yang lain Kevin mengusap rambut halus Baekhyun.
"Kakak! Kakak! Ayo kita ke festival! Ini adalah hari terakhir festival itu! Pasti akan ada pertunjukan mewah!! Ayooo Kakaak!!" Baekhyun merengek saat Kevin hanya mengulum senyum nya.
"apapun untuk mu" mendengar jawaban seperti itu tentu saja membuat Baekhyun memekik senang dan memeluk Kevin erat.
"Kakaak maaciww" wajah nya ia sembunyikan pada lengan Kevin yang keras berusaha menyembunyikan rona merah pada pipi nya.
"maaciw? Kata apa itu?" Kevin mengernyit saat tidak mengerti arti dari kata tersebut.
"Maaciww itu terimakasih hehehe" Baekhyun menyengir lebar saat melihat Kevin terkekeh tampan.
"aduh gemasnya" setelahnya pipi gembil Baekhyun di kerjai Kevin yang begitu gemas akan tingkah aneh remaja itu.
Chanyeol merotasikan bola matanya, hei yang tahu festival itukan dia duluan! Dengan malas, ia melangkah menduduki sofa single dan menatap bosan pada pajangan guci.
"Baekhyun, dia siapa?" Kevin bertanya saat melihat sosok yang sudah tak asing di matanya karna ia sering melihat lelaki itu bersama Baekhee.
Seakan baru menyadari sesuatu, Baekhyun langsung menatap Chanyeol yang sedang melirik tak minat padanya. Tubuh Baekhyun menegak kembali dan memperkenalkan kedua lelaki itu.
"Kak Kevin, ini Kak Chanyeol pacarnya Kak Baekhee. Dan Kak Chanyeol, ini Kak Kevin" kedua lelaki itu berpandangan untuk beberapa saat, lalu berdehem sebelum menjabat tangan masing-masing.
"Kevin"
"Chanyeol"
"Kau kerja apa?" Kevin mencoba mencari topik agar suasana tidak canggung.
"Karyawan biasa" Chanyeol menjawab singkat.
Kevin hanya mengangguk.
"Kau. Kau kerja apa?" Chanyeol bertanya dengan alis yang terangkat saat menunjuk Kevin.
"Oh, supir biasa"
Chanyeol kini yang mengangguk mengerti.
Sedangkan Baekhyun menatap keduanya bingung. Mereka kenapa? Dan apa-apaan itu karyawan biasa dan supir biasa? Astaga!
Baekhyun berdehem membuat kedua pria dewasa di sana beralih menatap nya.
"umm, dimana Kak Baekhee?"
Baru Kevin hendak menjawab namun terhentikan saat sosok gadis muncul dari arah tangga.
"Princess in hereee!" teriak nya membuat ketiga lelaki di sana menoleh dengan kepala melongok ke arah belakang sofa.
"Kak Baekhee! Ayo kita ke festival! Baekhyun ingin ke festival dengan Kak Kevin! Kak Chanyeol juga akan ikut, iyakan Kak Chanyeol?!" Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol dan berkedip-kedip memberikan kode agar lelaki itu mengiyakan ajakan nya. Pemikiran nya, jika Chanyeol ikut maka Baekhee akan ikut! Padahal, tanpa di suruh pun memang Chanyeol akan ikut.
Baekhee menatap ke arah Chanyeol meminta kebenaran dan kekasih nya itu mengangguk mengiyakan.
"baiklah. Aku akan ganti pakaian dulu, oke?" Baekhee kembali lagi ke lantai atas yang di angguki adiknya dengan semangat.
"Baekhyun juga akan ganti pakaian!" anak itu segera berlari ke arah kamar nya meninggalkan kedua lelaki yang menggeleng melihat tingkah nya.
Mendadak suasana hening seketika, kedua lelaki tampan itu berdehem canggung karna merasa tidak ada yang perlu dibicarakan. Keduanya sama-sama berharap Baekhyun ataupun Baekhee cepat kembali dari urusan mengganti pakaian, meskipun keduanya menyadari hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kakak-beradik itukan terkenal dengan Ratu Byun, karna hanya mengganti pakaian saja lamanya seperti sidang kerajaan. Bahkan ratu istana pun kalah lama dengan kedua Kakak-beradik itu.
Sekitar setengah jam waktu yang di habiskan untuk menunggu kedua kakak-beradik yang katanya akan berganti pakaian meskipun fakta nya tidak hanya mengganti pakaian namun juga mempoles diri dengan berbagai macam alat kecantikan.
Keduanya datang, meskipun Baekhyun tiba lebih dulu karna kamar anak itu lebih dekat dengan ruang tamu. Anak itu memakai jeans yang panjang nya hanya sampai atas lutut, membalut sempurna paha nya yang berisi juga hoodie berwarna kuning cerah yang nampak kebesaran bahkan hampir menutupi celana jeans nya. Tetapi sungguh, anak itu benar-benar imut!! Bahkan polesan lipbalm dan riasan pada matanya membuat orang akan terasa betah berlama-lama menatap pada Baekhyun.
Baekhyun berjalan dengan malu-malu sambil melirik ke arah Kevin yang tidak berkedip matanya.
"Apa ini cocok untuk ku?" nadanya terdengar mencicit hingga rasanya mendekap anak itu bukanlah suatu hal yang salah.
"sangat cantik" gumam Kevin yang nyatanya tidak terdengar seperti gumaman.
Pipi gembil Baekhyun merona malu, tentu saja! Dia hanya bertanya apa style nya cocok kali ini dengan dia tapi Kevin malah memuji nya berlebihan, membuat jantung nya ikut berdetak tak normal.
"terimakasih" cicit nya, lalu kepala anak itu menoleh saat mendengar bunyi ketukan pada lantai.
Dia melihat Baekhee dengan rok selutut yang pas di tubuhnya serta kemeja cerah membalut tubuh ramping nya. Di padukan dengan wedges dan tas mini yang tersampir rapi di bahu nya. Riasan nya sangat natural namun wajahnya terlihat semakin cantik dengan rambut yang sedikit di curly.
"Ayo! Semua sudah siapkan?" Baekhee memandangi satu persatu lelaki di sana juga dengan adiknya yang mengangguk semangat.
"tapi aku masih pakai pakaian kantor, apa tidak aneh?" Chanyeol bertanya saat ia melihat pakaian Kevin yang nampak seperti style anak remaja. Sial! Pakaian kantornya pasti akan membuat dia terlihat tua!
"tidak apa! Kau selalu terlihat tampan!" Baekhee menjawab dengan jujur lalu berjalan menuju pintu keluar yang di susul oleh Kevin setelah lelaki itu berujar bahwa akan pergi menggunakan mobil nya. Chanyeol mencibir di dalam hati, jika saja pergi dengan mobil nya pasti ia akan terlihat lebih keren.
Chanyeol lalu menatap Baekhyun yang mengerjap padanya.
"apa?" bukan nya menjawab, anak itu malah mendekat hingga tersisa jarak 5 cm dari nya. Perlahan, jari lentik Baekhyun berada di pundak Chanyeol dan melepaskan jas mahal lelaki itu lalu menaruh nya di sofa. Baekhyun melepaskan dua kancing teratas kemeja putih Chanyeol dan sedikit membenarkan kerah nya. Lalu melepas kancing lengan kanan Chanyeol dan menarik nya sampai sebatas sikut begitu juga lengan kiri nya.
Merasa pekerjaan nya telah selesai, Baekhyun menepuk tangan nya seolah sedang membersihkan debu. Mundur beberapa langkah dengan jari telunjuk berada di dagu seolah sedang menilai.
"Nah! Kak Chanyeol jadi lebih tampan! Dan juga–"
Chanyeol mengulum senyum nya, mendekatkan diri pada Baekhyun lalu berbisik di sana.
"Juga apa?" nadanya terdengar menggoda membuat pipi Baekhyun terlihat semakin merah begitu menyadari posisi mereka yang begitu dekat.
"Seksi" Baekhyun langsung lari setelah mengucapkan nya, merasa benar-benar malu kali ini.
Sedangkan di belakang nya, Chanyeol mengikuti dengan kekehan seksi nya lalu bersiul seolah mendapat hadiah yang begitu memukau.
Saat Chanyeol sampai di depan pintu, ia mendapati Baekhee yang menunggu lalu mengunci pintu rumah nya. Pandangan nya ia pendar dan Baekhyun baru saja masuk ke dalam mobil Kevin tepat di samping kemudi.
"Ayo, Yeol!" Baekhee memasukan kunci rumah ke dalam tas mini nya lalu menggandeng tangan Chanyeol untuk berjalan bersamanya menuju mobil Kevin yang sudah siap untuk melaju.
Keduanya masuk ke dalam kursi penumpang di belakang dengan suara musik dari Girl's Generation yang sudah di putar.
"Nae mameul sarojamneun dancing!!Geu hwaryeohan somssi~~" Baekhyun mengeluarkan suara emas nya dengan tangan dan kepala yang ikut bergerak mengikuti irama lagu tersebut. Membuat dua lelaki tampan terkekeh dan kakak nya yang cantik hanya menggelengkan kepala melihat sikap fanboy adiknya.
"Baiklah, mari kita berangkat!"
"yeaaay!" Baekhyun berseru, bersamaan dengan mobil Kevin yang mulai melaju.
.
Sesuai dugaan di dalam pikiran mereka, area festival lebih padat dibandingkan sebelum nya, terdapat panggung musik yang menjadi salah satu penyebab mengapa hari ini begitu padat.
"Uhm, band musik mana yang kali ini tampil?" Baekhee bertanya sambil menyeruput Bubble Tea nya. Sesekali memainkan sedotan pada cup minuman nya.
"tidak tahu. Kau pikir aku penyelenggara nya?" Chanyeol sedikit mendengus, membuat gadis cantik itu terkekeh. Merasa sudah terbiasa dengan sikap jutek Chanyeol yang terkadang membuat nya jengkel. Tetapi, lelaki itu sebenarnya pria romantis yang manis.
"hei jangan merendah. Dulu'kan kau aktif di band kampus! Kau tidak mau tampil lagi?" Chanyeol menatap kekasihnya yang sedang menaik turunkan alisnya, menggoda Chanyeol untuk mendengus semakin kencang. Baekhee dengan sifat jahil nya adalah sesuatu yang Chanyeol hindari, karna itu terlihat begitu menyebalkan!
"ya!"
"Kak Chanyeol aktif di band kampus?" Baekhyun menyela tiba-tiba, mengerjap pada sepasang kekasih itu untuk menunggu jawaban dari pertanyaan nya.
"uhum! Dan dia dulu yang paling populer dari anggota band lain nya! Kau belum lihat saja!" Baekhee tersenyum bangga, seolah memamerkan kepada adiknya itu bahwa kekasihnya sungguh menakjubkan.
"sungguh?! Kak Chanyeol, kenapa tidak tampil saja nanti?! Aku'kan penasaran" tanpa Baekhyun sadari, nada nya terdengar merengek dengan kepala mendongak menatap Chanyeol yang jauh lebih tinggi dari nya.
Chanyeol berdehem sebentar, sedikit melirik Baekhee yang hanya menggeleng pasrah karna merasa terbiasa pada watak adiknya.
"tidak semudah itu Baekhyun, tentunya harus ada ijin dan lagipula semua nya pasti sudah di atur oleh pihak penyelenggara"
Baekhyun mengerucutkan bibirnya lalu kembali menyusul Kevin yang berjalan jauh di depan.
"Maaf ya, adik'ku memang seperti itu" Baekhee menatap tidak enak pada Chanyeol. Meskipun Chanyeol itu kekasih nya, tetapi tetap saja! Sikap Baekhyun tadi bukan sesuatu yang bisa dikatakan baik. Bisa sajakan Chanyeol sakit hati atas perilaku adiknya?
"tidak apa, dia menggemaskan" Chanyeol tersenyum lembut, berjalan bersama Baekhee dengan tangan yang merangkul gadis itu.
.
.
.
YUHUUU I'M HERE IN NEW YORK!
YES BIG DEAL!! Wkwkwk ngeliat tuh video bikin ketawa lagi.
Oke sumpah aku gak tau kalo di spungbub ada yang nama karakter ny Kevin, ngakak sumpah wkwkwk ngebayangin Kevin di spungbub bentukan ny macem ikan.
Oh iya mau ralat, soal tinggi nya Kevin aku baru nyadar sumpah kalau dia ketinggian :") dan baru sadar kalau jarak ny rada sedikit jauh ama ceye:") nanti ceye kalah tinggi kalah bangsadh :v
Oke di ralat jadi 190, yah beda dikit lah ya. Kevin itu blasteran jadi dia lebih tinggi dari orang korea biasa. Hwhw org korea ae tinggi tinggi bosq:")
Yang kmrin nebak ceye, kalian salah hwhwhw :v
MAKASIH BANGET BUAT YANG UDH REVIEW KEMARIN HWHWHW SARANGHAE~