Baekhyun mengerjap beberapa kali, menatap pada layar ponsel nya. Sedikit bergumam mengenai teman-teman nya yang sibuk pamer coklat. Entah itu coklat yang didapat atau coklat untuk seseorang.

Baekhyun melempar ponsel nya lalu merebahkan diri dengan tatapan pada langit-langit kamar. Memikirkan sesuatu.

Dia ingin sekali memberi Kevin coklat, bukankah itu manis? Tapi apa Kevin menyukai hal-hal manis? Hei dia bahkan tidak tahu harus memberi pada Kevin seperti apa.

Mungkin bertanya pada Kyungsoo ada baiknya.

Anak itu pun kembali mengambil ponselnya dan membuka aplikasi chat lalu mencari kontak sahabat nya di sana.

Kyungsoo!

P

P

Ayo baca pesan ku!

Apa?

Umm, apa memberi coklat

itu penting?

Kenapa?

Aku ingin memberi

seseorang coklat.

Bagaimana pendapat mu?

Ya sudah berikan saja

Tapi aku tidak tahu

bagaimana memberi nya:(

Kau cukup memberi

coklat nya

Kyungsoo :(

Baekhyun mengerucutkan bibirnya saat tidak mendapat balasan kembali dari sahabat nya. Ternyata, Kyungsoo adalah pilihan yang buruk :(

Ah! Dia ingat seseorang yang dapat membantu nya dalam masalah ini!

.

.

Dengan tangan yang penuh dengan bermacam-macam bungkus camilan, Baekhyun kembali menuju kamar nya dimana kedua sahabat nya -yang sebenarnya cukup sial jika disebut sahabat- berada.

15 menit yang lalu, Baekhyun menelepon Luhan dan meminta anak itu untuk datang ke rumah nya. Dan Si Luhan yang cukup matre itu mengajukan syarat untuk menyediakan banyak makanan kalau ingin dia datang, dengan terpaksa Baekhyun menuruti nya hitung-hitung sebagai teman di rumah karna Kakaknya sudah kembali terbang. Tak disangka, Luhan membawa Jongdae yang semakin membuatnya merana karna keduanya sangat pandai dalam menghabiskan stok makanan di rumah nya.

Mendorong pintu kamarnya yang sedikit terbuka dengan menggunakan kaki, Baekhyun memasuki kamar nya dan penampakan yang terlihat adalah dua kecebong yang terbaring dengan posisi tengkurap di atas kasur nya yang cukup berantakan.

Dengan kesal, Baekhyun melangkah mendekati keduanya lalu melemparkan semua camilan yang ada di tangan nya ke atas tubuh kedua teman nya itu.

"akh! Sakit Byun Baekhyun!!" itu Luhan yang berteriak sambil mencoba menyingkirkan beberapa camilan yang ada di atas punggung nya, sedikit sakit akibat tertusuk ujung kemasan camilan tersebut. Melirik sinis pada Baekhyun lalu menendang guling yang berada di dekat kaki nya kesal.

"ISH! JANGAN DI TENDANG LUHAAAN!" Baekhyun segera memungut guling kesayangan nya lalu memukul tubuh Luhan sadis dengan guling tersebut.

"Akh ya ya! Arghh sakit!" Luhan beranjak dari posisi nya demi menghindari serangan Baekhyun.

"hei kalian berdua! Tolong jangan ribut! Lebih baik nikmati saja makanan yang ada!" itu Jongdae yang sibuk memasukan potongan snack ke dalam mulut kotak nya.

"sebenarnya kau meminta ku kesini untuk apa sih?!" Luhan berseru kesal karna jujur tubuh nya cukup sakit akibat Baekhyun.

"Aku?" tanya Baekhyun merujuk pada dirinya sendiri.

"ya iya! Masa makhluk alone berkarat di samping mu!" itu sindiran Luhan untuk Jongdae yang langsung menatap nya nyalang bahkan bersiap melempar snack yang ada di tangan nya.

"alone itu pilihan! Aku masih sendiri juga karna aku masih menunggu jodoh ku yang sedang mencari ku! Kau tidak tahu saja!" elak Jongdae yang sebenarnya cukup bosan disebut sebagai 'makhluk alone'

"hei manusia kotak! Jodoh itu juga harus di cari! Kau ini katanya lelaki jantan masa jodoh saja harus menunggu! Lelaki tugas nya mencari bukan menunggu seperti wanita! Cih ku harap jodoh mu itu tersesat! Dan kau akan terus sendiri HAHAHA!" perkataan pedas Luhan ditutup dengan kerecehan yang dibuatnya sendiri. Tanpa peduli Baekhyun dan si sasaran sindiran kini menatap nya tanpa ekspresi.

"tidak takut! Karna jodoh itu ada di tangan Tuhan" Jongdae tersenyum bangga akan perkataan nya hingga mengundang decihan dari Luhan.

"memang nya kau berani mengambil jodoh mu dari tangan Tuhan?" tiba-tiba Baekhyun berkata dengan polos nya yang membuat Jongdae menahan luapan kekesalan nya dan Luhan yang tertawa terbahak.

"jadi, ingin cerita apa Baekhyunku ini?" Luhan merangkul Baekhyun yang duduk di tepi ranjang, meragakan seolah ingin mencium pipi Baekhyun namun bocah itu segera menghindar dari sasaran bibir Luhan.

"umm apa tidak apa?" Baekhyun menatap ragu kedua teman nya.

"tidak apa, ceritakan saja" Jongdae menyahut dengan bibir yang terus mengunyah.

"sebenarnya aku ingin memberikan seseorang coklat-"

"OH MY CUTIES BAEKHYUN!! Hei-hei ayo cepat ceritakan padaku untuk siapa coklat itu!" Luhan mengguncang bahu Baekhyun tak sabaran. Pasalnya sangat jarang Baekhyun bercerita tentang hatinya seperti ini, sungguh kejadian langka dan baru pertama kalinya.

"aku ragu Luhan"

"yah untuk apa ragu? Ceritakan saja pada ku!" Luhan menatap nya, menatap Baekhyun dengan binar mata rusa nya yang memancarkan rasa sayang nya untuk Baekhyun.

"janji tidak akan marah?" nada Baekhyun terdengar mencicit, takut kedua teman nya marah akan pengakuan nya nanti. Dia memang belum pernah menceritakan perasaan nya pada Kevin pada sahabat-sahabat nya, bahkan Kyungsoo.

"Aku mana pernah bisa marah padamu. Sekarang ceritakan isi hati mu!" Luhan mencoba memberi keyakinan pada Baekhyun melalui senyuman nya.

"ugh! Kalian cerita berdua saja dulu, perut ku mendadak sakit! Baekhyun aku pinjam kamar mandi mu ya!!" Jongdae melempar asal bungkusan camilan yang tadi berada di genggaman nya, lalu lari terbirit menuju kamar mandi.

"YA! Pantas saja bau busuk tadi!" Luhan berteriak pada Jongdae yang telah masuk ke dalam kamar mandi.

"itukan bau napas mu sialan!!" Jongdae balas berteriak dari dalam kamar mandi lalu setelah nya terdengar bunyi khas air dari dalam sana membuat perhatian Luhan kembali lagi pada Baekhyun.

"Ayo cerita saja!"

Baekhyun menatap sebentar pada Luhan sebelum mengambil napas panjang dan mempersiapkan diri untuk mulai bercerita pada Luhan.

"ummm, kau tahu Kak Kevin? Teman nya Kak Baekhee?"

Luhan berpikir sebentar dengan pandangan menerawang sebelum mengangguk tak pasti.

"Yaa, lelaki tinggi yang sering main ke rumah mu? Bahkan mungkin sudah kalian anggap saudara? Aku benar?"

"uh ya memang harus nya aku hanya menganggap nya saudara ku saja-"

"Aku paham! Kau menyukai nya kan?!" tebak Luhan penuh semangat menggebu.

Baekhyun mengusap tengkuk nya kikuk, Luhan terlalu peka atau memang dia yang begitu terlihat menyukai Kevin?

"uh iya. Apa itu salah?" tanya nya ragu. Namun, setelah mendengar Luhan tertawa manis, ia pun merasa lega.

"tidak salah Baekhyunie! Wajar saja kau menyukai pria tampan dan mapan seperti nya!"

"Heu! Terdengar aku seperti mu begitu? Aku bukan seperti mu tau! Dasar Luhan matre!" Baekhyun merengut, dia menyukai Kevin bukan karna alasan. Hanya mengalir begitu saja bahkan dia tak tahu kalau dia menyukai Kevin.

"ya ya ya! Jadi matre itu penting, jika tidak matre bagaimana bisa kau bertampil bagus Huh?" Luhan mengeluarkan firman nya yang mana membuat Baekhyun jengah.

"intinya aku bukan seperti mu!"

"ck! Sudah, ayo lanjutkan lagi ceritanya!"

Baekhyun menghela napas sebentar sebelum melanjutkan ceritanya.

"Aku tidak tahu, Lu! Aku bahkan tidak tahu kapan aku menyukai nya, mengapa aku menyukai nya? Bukankah ini terlihat aneh? Apa menurutmu, Kak Kevin akan membenci ku kalau suatu saat nanti dia tahu aku menyukai nya?"

Luhan menatap nya prihatin dengan helaan napas nya yang terdengar rendah.

"itu tidak aneh Baekhyunie! Bahkan aku bisa menjamin kalau Kak Kevin tidak akan membenci mu" Luhan mencoba memberi kekuatan pada yang lebih mungil, memberi tahu nya bahwa pemikiran seperti itu tidak akan terjadi.

"kenapa?" tanya Baekhyun dengan mata jernih nya.

"karna kau harus tahu, di dunia ini tidak ada yang bisa membenci mu Baekhyunie!" Luhan memeluk anak itu sayang, mengelus punggung sempit Baekhyun yang sedikit bergetar.

Bukan karna apa, Baekhyun hanya merasa terharu akan ucapan Luhan. Dia juga tahu, Luhan sangat menyayangi nya.

"hei hei sudah! Cengeng Huh" biarpun berkata begitu, Baekhyun tahu Luhan hanya tidak ingin melihat nya menangis.

"Lu~" rengek Baekhyun.

"apa?" Luhan menjawab dengan tangan yang sibuk mengelus surai anak itu.

"bantu aku memberi Kak Kevin coklat"

"dasar!"

"hehehe"

.

.

Luhan, Baekhyun serta Jongdae memasuki toko coklat di kota itu. Tampak ramai namun tak melunturkan semangat Baekhyun.

"Bantu aku memilih coklat!"

"heh, coklat itu kan sama saja rasanya!"

"berisik kau Jongdick" sahut Luhan dan Jongdae mempoutkan bibir kotaknya.

"untuk pria dewasa kebanyakan menyukai rasa pahit, Bagaimana dengan rasa coklat yang sedikit pahit?" saran Luhan sambil memperhatikan berbagai macam jenis coklat.

"apa oke?" Baekhyun mempertanyakan saran Luhan pada Jongdae.

"ambil saja yang seperti itu" Jongdae memilih ngacir untuk melihat coklat tanpa gangguan Luhan maupun Baekhyun.

"bantu aku memilih bentuk nya" Baekhyun kebingungan akan bentuk coklat dengan rasa yang sama.

"pilih saja yang batangan, pria dewasa menyukai hal yang simple" Luhan memang pilihan yang tepat jika seperti ini.

"apa kau tidak memberi Kris coklat?" Baekhyun mengernyit saat menyadari tentang itu.

"maaf saja, untuk hubungan ku dengan Kris harus spesial. Kami tidak berbagi coklat di hari Valentine"

"lalu?"

Luhan menyeringai dan mendekati telinga Baekhyun untuk berbisik di sana

"kami berbagi kehangatan" Luhan menjauh demi melihat reaksi Baekhyun. Namun, memang dasarnya Baekhyun masih polos anak itu hanya mengerjapkan mata beberapa kali demi mencerna kalimat yang mengandung makna tersirat dari Luhan. Jika Luhan berkata seperti itu di depan Jongdae, anak itu sudah berkata bahwa Luhan menggelikan!

"sudah, cepat pilih satu dan bayar!"

Baekhyun merengut sambil mengambil coklat batangan dengan kesal, pergi menuju kasir untuk membayar sekaligus meminta sedikit hiasan.

"bagaimana kalau sehabis ini kita pergi ke rumah Kyungsoo?" ujar Luhan pelan di dekatnya, lalu anak itu menoleh pada samping kirinya yang mana Jongdae sedang mengantri di kasir sebelah.

"pasti kau ingin meminta makan!" itu sindiran Jongdae dan Luhan hanya menyengir lebar karna mereka benar-benar kawan sejati yang sudah sangat hapal tingkah masing-masing.

Setelah mengucapkan 'terimakasih' pada pelayan tokoh, mereka bertiga keluar dari sana.

"cih! Untuk apa kau membeli coklat? Kau'kan alone" sindir Luhan yang senang sekali mengungkit status Jongdae.

"sirik! Biarpun alone aku tetap senang! Kau iri ya karna tidak ada yang memberi coklat HAHAHA" kini Jongdae yang menertawai kesialan Luhan.

"berisik!

"tapi kata Luhan, mereka tidak berbagi coklat. Mereka berbagi kehangatan" celetuk Baekhyun lalu mengerjap pada mereka yang menatap nya seperti patung.

Mereka kembali berjalan menuju halte untuk menunggu bus yang akan membawa mereka menuju rumah Baby owl.

Di perjalanan, mereka menikmati jalanan Seoul yang cukup ramai, setelah sempat menunggu bus beberapa menit tadi.

"hei-hei mau dengar sesuatu?" itu suara Jogdae yang terdengar seakan ingin membuka percakapan gosip mereka dan Luhan serta Baekhyun otomatis merapatkan tubuh mereka agar lebih dekat. Bergosip itu akan lebih terasa sensasi nya bila kau saling berdekatan seperti ini.

"apa-apa?" Baekhyun menyerukan rasa penasaran nya di ikuti suara Luhan yang ikut menyahut.

"cepat katakan soal apa itu!" Luhan berdecak sebal saat mendengar tawa nista Jogdae akibat keingin tahuan kedua teman nya.

"ini-soal.." Jogdae berlagak seakan pembawa acara berita gosip yang sedang hangat dibicarakan serta dengan raut wajah -sok- misterius nya.

"bangsat! Cepat katakan!" Luhan terdengar menggebu membuat Baekhyun memanyukan bibirnya mendengar Luhan berkata kasar.

"jangan kasar Luhan!" ucap nya memperingati.

"kenapa sih?!"

"hei-hei kalian ingin bertengkar atau ingin tahu gosip nya!" Jongdae melerai saat merasa berita gosip nya sedikit terlupakan karna keduanya sibuk bertengkar.

"cepat katakan Jongdae-ya!!" Baekhyun mengeluarkan kekesalan nya dengan mata yang melotot namun itu malah terkesan lucu.

"baiklah, ini soal Kyungsoo" ujar nya mengalah.

"WHAT? YA SIALAN ADA APA DENGAN KYUNGSOO?!" Luhan berteriak tanpa sadar lalu setelah nya menutup wajah malu karna menjadi pusat perhatian dan Baekhyun yang bangkit untuk membungkuk sebagai permintaan maaf teman nya.

"ya cerewet! Kecilkan suara jelek mu itu!" Jongdae berbisik namun nada nya terdengar menekan.

"ish! Kau membuat malu Luhan!" Baekhyun mempoutkan bibirnya lalu kembali menatap Jongdae.

"ada apa dengan Baby owl?" Tanya nya penasaran.

"kau tahu? Kelas 12-3?"

"ya jelas tahu, musuh besar kelas ku! Aku benci saat bertanding futsal dengan mereka! Apalagi captain sok kegantengan nya itu!" Luhan mengeluarkan kebencian nya, betapa kesal setiap ada perlombaan kelas dan yang menjadi musuh bebuyutan kelas nya adalah kelas 12-3.

"oh oh oh! Sabar dulu kawan! Aku pikir gosip ini akan membuat mu panas!" keahlian Jongdae yaitu membuat gosip terasa lebih memanas.

"iihhh ada apasih?" Baekhyun tampak tak mengerti, terlebih pada Luhan yang tampak seperti ingin meledak.

"Aku mendengar ini dari sumber terpercaya! Bahwa di kelas 12-3 ramai dibicarakan tentang Kyungsoo yang memiliki hubungan dengan Jongin! BOOM!!" wajah Jongdae memerah karna terlalu semangat.

"si bangsat Jongin! Ya! Kenapa harus dia yang kena gosip dengan Kyungsoo-ku! Aku tidak pernah sudi! Cih rasanya ingin sekali ku tendang wajah nya itu!!" Luhan sebenarnya ingin meledak namun masih ingat kalau mereka sedang berada dalam bus.

"kau benar! Ini seperti cinta terlarang! Bahkan ada beberapa orang yang menyatakan ketidaksukaan nya pada Kyungsoo! Sialan sekali anak kelas itu!!" Jongdae ikut mengeluarkan seruan serupa. Meskipun Jongdae kelas 12-2, tetap saja ia merasa panas pada anak kelas 12-3 yang terkenal memang suka mengajak ribut kelas lain.

"kalian tidak boleh begitu! Kalau Soo beneran suka sama siapa itu namanya aku tidak peduli, berarti kita harus mendukung nya!" Baekhyun mencoba menjadi pihak netral karna bagaimana pun ia tidak begitu peduli akan permusuhan kelas mereka.

"tidak! Tidak dengan si bangsat Jongin! Liat saja nanti! Aku yakin beribu persen kalau Kyungsoo ku pasti sudah di guna-guna oleh Jongin!"

"betul! Tampang playboy cap cicak seperti Jongin sangat tidak pantas mendapat si suci Kyungsoo"

Astaga! Obrolan teman-teman nya ini membuat nya tertawa!

Tak lama mereka sampai di halte daerah rumah Kyungsoo. Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka memutuskan untuk ke minimarket terdekat, membeli minuman dan beberapa camilan.

Mereka tiba di rumah Kyungsoo dan menunggu ada yang membukakan pintu setelah beberapa ketukan pada pintu mereka layangkan.

Selang beberapa menit, pintu terbuka menampilkan Kyungsoo yang mendadak menatap malas tamu nya.

"tidak ada makanan di rumah!"

"Kyungie jangan begitu! Kita sudah jauh-jauh untuk ke sini dan malah di tuduh yang tidak-tidak" Baekhyun mengeluarkan poutan bibir serta mata memelasnya yang tidak akan ampuh pada Kyungsoo bila ada Luhan di sini.

"tidak percaya! Kau membawa Iblis makanan ke rumah ku!" Sindir Kyungsoo menatap sinis Luhan.

"HAHAHA! Aku suka sekali panggilan kesayangan mu, aku juga menyukai mu malaikat ku!" Luhan memasang wajah polos yang sebenarnya terlihat dilebih-lebihkan.

"jijik!"

"Kyungsoo! Siapa yang datang?" teriak Ibu Kyungsoo terdengar dari dalam.

"INI KAMI IBU KYUNGSOO!" Jongdae berteriak, suara nya yang cempreng memang selalu bisa di andalkan.

"Kyungsoo! Ajak masuk teman-teman mu!"

"terimakasih Ibu Kyungsoo! Kami menyayangimu!" seru Luhan lalu menerobos masuk di ikuti yang lain sedangkan Kyungsoo menatap malas teman-teman nya itu.

Mereka berada di kamar Kyungsoo dengan kue kue kecil menemani mereka. Beruntung sekali setan serta iblis makanan ini, datang saat Ibu Kyungsoo membuat kue-kue ringan begitu banyak.

Luhan melahap potongan brownies yang entah ke berapa lalu meneguk jus jeruk nya.

"hei Kyungsoo! Aku ingin meminta kebenaran tentang sesuatu pada mu!" Luhan menatap Kyungsoo yang sibuk membaca buku entah apa itu tetapi cukup tebal sesekali anak itu meminum jus jeruk nya.

"apa?"

"kau?" Kyungsoo menatap Luhan ketika nada bicara nya terdengar serius.

"aku kenapa?" tanya nya bingung.

"menjalin hubungan dengan si bangsat Jongin?"

"uhuk!" Kyungsoo tersedak jus nya membuat teman-teman nya tertawa nista melihat wajah memerah Kyungsoo akibat tersedak.

"kenapa sih harus si bangsat Jongin? Dia itu musuh bebuyutan kelas kita, terutama musuh bebuyutan ku!" Luhan menatap kelas pada Kyungsoo yang sudah lebih baik setelah meminum air mineral dari Baekhyun.

"kalian tahu dari mana?" Kyungsoo ternyata tidak ingin menutupi itu.

"siapa lagi kalau bukan si Raja Gosip Jongdae!" Baekhyun menyeletuk sambil bermain dengan ponsel nya, mengirim pesan pada seseorang.

Kakak!

Apa sayang?

Ish! Apasih!

Hahaha.

Kenapa Baek?

Nanti main ke rumah ya

Kau kesepian ya?

Karna Baekhee tidak

ada di rumah

Iya hehehe. Bisakan Kak?

Apapun untuk mu

Maaciw Kakak!

Baekhyun tersenyum sebentar lalu menyimpan ponsel nya dan kembali menimbrung pada teman-teman nya.

"hubungan mu dengan si Jongin-Jongin itu apa memang nya?" Baekhyun bertanya ingin tahu.

"umm masih tahap pendekatan sih. Tapi aku tidak tahu bahwa sudah banyak yang tahu" Kyungsoo mengusap tengkuk nya kikuk.

"kau tahu apa resiko nya? Kelas si bangsat itu akan tidak menyukai mu!" Luhan masih membawa dendam kesumat pada kelas Jongin terlebih pada anak itu.

"jika mereka membenci Kyungie, kita juga harus membenci Jongin!" itu Baekhyun dan yang lain menepuk dahi mereka bersamaan.

"bukan itu masalah nya, ini bagai cinta terlarang! Kelas mu tentu akan mendesak Kyungsoo menyangkut hubungan nya dengan yah si plaboy cap badak!"

"kenapa ini seperti konspirasi!" Baekhyun menyeletuk lalu memilih merebahkan tubuh memperhatikan teman-teman nya.

"Aku hanya dekat saja dan belum sejauh itu!" Kyungsoo mencoba menenangkan teman-teman nya.

"tetap saja! Kau harus jauh-jauh dengan nya, kau tidak tahu saja dia habis berkencan dengan seseorang!" Jongdae mulai berkompor.

"haha memang nya beneran kencan" Kyungsoo tertawa sadis lalu memilih kembali membaca bukunya.

"sialan! Kau meragukan gosip ku yang mencapai persentase 80 akurat?"

"Jongin sendiri yang bilang"

"dan kau percaya perkataan si bangsat itu?!" Luhan memekik berlebihan, merasa tak percaya sahabat nya telah di guna-guna sejauh ini.

"Aku tidak bilang kalau aku percaya!" Kyungsoo mengoreksi.

"pokoknya kau harus ku pantau!" ujar Luhan yang dihadiahi anggukan dari Jongdae.

Kyungsoo memilih memutar bola matanya malas, Luhan dan Jongdae adalah musibah bila di satu kan.

.

.

.

Lalalala~~~ aku tahu ini boring banget hwhwhw tapi chap ini emang terpaksa harus ada *hiks

Oh iya kalau ada kesalahan di chap ini atau sebelum nya mon maap yaaaa~~

Aku juga yakin pas bagian chatan nya itu kalian gak nyaman yah, aku udh nyoba buat kesamping kanan tapi gak bisa hiks balik lagi jadi ke kiri, jadi aku buat di tengah aja, maaf yaahh

OKEE MAU UCAPIN MAKASIH BANGET BUAT YANG UDH LUANGIN WAKTU NYA BUAT BACA NIH FF MAKASIH JUGA BUAT YANG UDAH NGEREVIEW CHAP SEBELUM NYA HEHEHEH LUPLUP GAES ~