Malam ini, Baekhyun telah bersiap. Anak itu sudah menghubungi Kevin agar lelaki tampan itu mau main ke rumah nya, dan yups Kevin menyetujui nya. Baekhyun sih berharap Kevin mau menerima coklat pemberian nya dan berharap lebih Kevin akan mengajak nya pergi ke luar.

Kevin mengirim nya pesan 5 menit yang lalu, dan berkata bahwa ia sedang ada di perjalanan, terjebak macet katanya.

Baekhyun merasa sedikit beruntung karna jadwal Kevin dan Kakak cantik nya tidak bersamaan. Jadi, di saat Kakak nya tidak ada di rumah, dia bisa meminta Kevin untuk menemani nya hehehe.

Selagi menunggu, anak itu kembali bercermin di kaca. Tidak tahu akan pergi atau tidak sih, tapi ya untuk berjaga-jaga. Hanya sweater berwarna kuning terang dengan skinny jeans nya.

Dan tidak lama setelah nya, terdengar suara klakson dan deru mesin mobil dari luar. Setelah nya, tak lagi terdengar suara mesin mobil di gantikan dengan suara ketukan pintu.

Degup jantung Baekhyun mendadak bertalu lebih cepat. Padahal, sudah sering Kevin bermain di sini tapi kali ini sensali nya terasa lebih beda. Mata sipit nya menatap pada batang coklat dengan lilitan pita menghiasi nya. Menggigit bibir saat rasa resah itu muncul. Astaga, hanya memberi Kevin coklat saja jantung nya sudah tidak bisa di jinakan.

Baekhyun mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan. Ia yakin diri nya pasti bisa. Kembali mematut diri pada cermin, sebelum mengambil coklat tersebut dari nakas dan keluar dari kamar nya demi membukakan pintu pada sosok lelaki tampan di luar sana.

Saat tangan mungil nya meraih handle pintu dan membuka nya, di sana lah sosok Kevin dengan setelan jeans hitam serta hoodie abu-abu dengan kaos hitam yang mengintip dari balik hoodie nya. Baekhyun menatap Kevin tidak berkedip. Bagaimana Kevin bisa setampan itu astaga! Bahkan Kevin terlihat seperti Kakak kelas nya.

"hei, kenapa melamun?" suara nya membuyarkan lamunan Baekhyun dan anak itu mendadak kikuk. Wajah nya tertunduk dengan kedua tangan tersembunyi di balik badan nya, menyembunyikan coklat nya.

Baekhyun hanya menggeleng saat di tanya, lalu mencicit

"Kakak ganteng banget"

Kevin tersedak mendadak, merasa salah dengar tapi saat melihat rona merah di pipi anak itu sepertinya tidak mungkin.

"Baekhyun juga manis banget"

Kevin hanya terkekeh melihat reaksi Baekhyun yang menggigit bibir nya berusaha agar tidak berteriak.

Sesaat, dahi Kevin berkerut melihat tangan Baekhyun yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.

"apa yang Baekhyun pegang?" tanya nya.

Refleks Baekhyun mendongak dan hendak membuka mulut nya namun mengatup kembali.

"apa? Kakak mau lihat" Kevin berjalan mendekati Baekhyun hingga dada bidang nya membentur wajah Baekhyun yang mendadak merona saat menyadari jarak mereka yang begitu dekat. Bahkan, Baekhyun dapat mencium dengan jelas aroma lelaki itu.

"Tidak! Bukan apa-apa!" Baekhyun beringsut mundur seraya tetap berusaha menyembunyikan coklat nya.

"itu Kakak bisa liat ada warna ungu-ungu nya"

"Ihh Kakak jangan lihat!!" Baekhyun merengek dengan kaki nya yang menghentak.

Kevin hanya dapat menahan gemas dengan menggigit pipi bagian dalam nya.

"Kakak kan mau lihat" raut nya sedikit murung demi membujuk Baekhyun.

"ungh, tapi Kakak harus terima ya?" Baekhyun mencoba cara aman, bagaimanapun nanti Kevin harus tetap menerima nya.

Raut Kevin sedikit terkejut lalu tersenyum setelah nya.

"buat Kakak ya?" tanya nya dengan nada menggoda, Baekhyun hanya menggangguk malu.

"memang nya Baekhyun mau kasih Kakak apa?"

Kevin hanya memperhatikan Baekhyun yang tampak ragu, sebelum tangan anak itu mengarah pada nya dengan coklat batang di hiasi pita.

"Kakak selamat hari Valentine!"

Kevin langsung menerima coklat itu dengan pandangan gemas tetap mengarah pada Baekhyun yang kini sedang menggerakkan kaki nya acak.

"manis banget sih" tangan nya terangkat mengusak surai Baekhyun hingga membuat mata bulan sabit nya tersenyum.

"ayo kita jalan-jalan!" Kevin meraih tangan Baekhyun dan menggenggam nya hangat.

"serius?!" binar mata Baekhyun tampak antusias.

Kevin menggangguk sebagai balasan dan menuntun anak itu menuju mobil nya. Setelah membiarkan Baekhyun masuk ke mobil nya, Kevin kembali ke rumah Baekhyun untuk menutup dan mengunci pintu yang kunci nya dia ambil dari balik pintu. Setelah nya, Kevin memasukkan kunci itu ke dalam saku hoodie nya.

Kevin berjalan menuju mobil nya setelah memastikan gerbang telah tertutup. Membuka pintu pada kursi kemudi dan segera masuk ke dalam mobil nya.

Kevin tersenyum pada Baekhyun yang menatap nya dan memakaikan anak itu selfbelt. Tak menyadari bahwa pipi Baekhyun semakin memerah. Setelah selfbeat Baekhyun terpasang, Kevin memakai selfbelt untuk dirinya dan menyalakan mesin mobil.

"kita mau kemana, Kak?"

"makan pizza yuk? Kakak lagi ingin pizza soalnya" Kevin mulai melajukan mobil nya pelan sesekali melihat ke arah jalanan lalu menatap Baekhyun sesaat.

"MAU MAU!! Waktu kemarin Baekhyun minta ke Kak Baekhee untuk order pizza. Tapi tidak boleh, katanya Baekhyun lebih baik makan masakan Kak Baekhee" Baekhyun cemberut usai menyelesaikan kalimat nya membuat Kevin lagi-lagi hanya dapat menahan gemas.

"iya benar, masakan nya Kak Baekhee lebih sehat lebih enak lagi" Kevin memutar stir nya ke kanan kembali menyusuri jalanan yang tampak ramai.

Baekhyun hanya memperhatikan sosok yang sedang mengemudi itu lalu merona sendiri. Tidak bisa Baekhyun bayangkan bagaimana raut Kevin saat duduk di kursi nya sebagai pilot.

"tapi kan Kak! Baekhyun lagi mau banget makan pizza!" Anak itu bersedekap sambil menatap mobil di depan.

"iya iya, maka nya Kakak ajak Baekhyun makan pizza. Diam-diam saja tapi, jangan sampai Baekhee tahu. Ini rahasia kita oke?" Kevin melemparkan senyum manis nya pada Baekhyun yang di balas anggukan antusias dengan senyum nya yang menggemaskan.

.

Setelah Kevin memarkirkan mobil kesayangan nya. Mereka berdua pun berjalan bersama menuju restoran pizza yang menjadi tujuan utama. Kevin menggenggam tangan mungil Baekhyun, berusaha membuat anak itu tetap hangat dan dekat dari jangkauan nya, sedikit takut bahwa anak itu bisa saja menghilang.

Usai mendorong pintu kaca, mereka berdua di sambut waitress dengan ramah. Waitress tersebut juga mengantar mereka pada meja yang kosong. Sangat tepat. Mereka mendapat meja di pojok sana dan tak banyak orang yang berlalu lapang sehingga akan lebih nyaman nanti nya.

Waitress tersebut memberikan buku menu pada pelanggan nya sesaat setelah pelanggan nya duduk dengan nyaman di bangku.

"silahkan di lihat menu nya" Waitress tersebut tampak menunggu dua lelaki di hadapan nya.

"Baekhyun mau pesan apa?" Kevin bertanya seraya membuka buku menu di hadapan nya, sesaat pula menatap Baekhyun yang tampak membuka lembar demi lembar buku menu. Dahi nya tampak mengernyit, bingung sepertinya ingin pesan apa.

"umm, Baekhyun mau meat lovers 1, banana split dan strawberry milkshake!!" anak itu berujar dengan semangat setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.

"tolong catat pesanan nya ya" Kevin berujar pada Waitress yang setia menunggu dengan catatan kecil yang setia di pegang.

Waitress tersebut mengangguk dengan ramah sembari mencatat menu yang di sebut bocah manis tadi.

"tolong Black meat monsta nya 1, toffe coffe 1, dan Chicken Cannelloni nya 1"

Kevin pun menutup buku menu setelah menyebutkan pesanan nya.

Waitress tersebut mengangguk sekaligus mencatat semua pesanan, lalu kembali menyebutkan nya, mencoba memastikan bahwa pesanan sudah benar.

Kevin dan Baekhyun mengangguk membenarkan, lalu Waitress tersebut pergi membawa buku menu bersamanya tak lupa mengucapkan kat 'permisi' dan meminta agar pelanggan nya untuk menunggu sebentar.

"Bagaimana sekolah nya?" Kevin memulai percakapan. Setidaknya ia tidak ingin waktu nya yang berharga dengan Baekhyun terbuang percuma hanya untuk menunggu pesanan mereka tiba.

"lancar kok Kak! Sebentar lagi Baekhyun mau ujian akhir semester. Doain ya kak!" anak itu memberikan senyuman manis nya pada Kevin di akhir kalimat. Sangat menggemaskan sampai-sampai Kevin meremat sisi meja tanpa di ketahui.

"iya. Apa sih yang tidak buat Baekhyun. Jangan lupa belajar, istirahat yang cukup, jaga kesehatan, jangan sampai telat makan! Jaga pola makan nya!" Kevin menasihati seseorang yang telah ia anggap seperti adik nya sendiri.

"iya iya Kakak sayang! Jangan keseringan dekat Kak Baekhee deh. Nanti begini hasilnya! Ketularan bawel" Baekhyun cemberut tetapi di sisi lain dia juga merasa senang. Senang karna Kevin sebegitu perhatian nya pada nya.

"di kasih tahu juga malah bilang bawel!" karna tak tahan menahan gemas, tangan nya terulur untuk mencubit pipi Baekhyun hingga bocah lelaki itu menjerit kesakitan.

"Ihhh Kakak! Sakit tau!" Baekhyun merengut kesal dengan tangan yang mengusap pipi nya.

Kevin hanya terkekeh. Namun, setelahnya memilih untuk mengusap pipi Baekhyun yang terlihat kemerahan akibat ulah nya.

"maaf ya. Habis nya Baekhyun gemesin sih"

Mendadak pipi Baekhyun bersemu merah, terlebih melihat senyuman manis Kevin dan tatapan mata nya. Beneran deh, Baekhyun rasanya mau pingsan.

"apa si Kak!" anak itu tak bisa menahan rasa malu nya dan memilih mengalihkan tatapan nya ke arah lain.

Melihat hal itu, Kevin hanya dapat mengulum senyum nya. Baekhyun selalu terlihat menggemaskan di mata nya.

Tak lama dari itu, seorang Waitress yang lain pun datang, membawakan menu pesanan mereka.

Dapat terlihat, binar cahaya bintang di mata Baekhyun. Tampak senang dan tak sabar untuk mencicipi pesanan nya. Melihat pizza pesanan nya, seakan-akan menyalurkan rindu. Seperti sudah lama sekali tidak merasakan kenikmatan makanan asal Italia tersebut.

"terimakasih" Kevin berujar saat semua pesanan telah di letakkan di atas meja, sedang Baekhyun hanya tersenyum masih tak bisa menahan gejolak kesenangan di hati nya. Waitress tersebut memberikan salam perpisahan seperti 'selamat menikmati' lalu setelah nya pergi dengan senyuman, membiarkan pelanggan nya menikmati menu mereka dengan khidmat.

"Selamat makan Kak Kevin!" seru anak itu, tak lupa tersenyum demi memperlihatkan eyesmile nya yang cantik.

"selamat makan juga Baekhyun" Kevin membalas. Lalu, kedua nya makan dengan senyuman dan sesekali obrolan singkat menemani. Benar-benar menikmati makan malam yang terasa begitu romantis.

.

Saat sedang menikmati makanan mereka, seseorang tiba-tiba saja datang. Menghentikan kedua lelaki berbeda umur itu dalam acara makan nya.

"Kevin!" mendengar suara seseorang memanggil nya, sontak saja Kevin mendongak menatap sosok wanita yang kini di hadapan nya. Reflek, Baekhyun pun ikut menatap wanita tersebut dan sesaat mengernyit tak suka saat tangan wanita itu berada di pundak Kevin.

"Luna?" Kevin menatap nya bingung.

"kenapa panggilan ku tidak di angkat?!" nada nya sedikit meninggi, terkesan kesal dan juga lelah seperti sehabis berlari dengan jarak yang jauh.

"memang nya kau menelfon?"

"aku sudah menelfon sejak sejam yang lalu. Ah sudahlah, aku kesini bukan untuk meributkan itu. Tapi, Kevin tolong aku" Luna, sosok wanita tadi, terdengar memelas di akhir kalimat nya.

"kenapa? Minta tolong untuk apa?"

"ini garurat, hanya kau yang bisa menyelamatkan masa depan ku! Tolong aku Kevinnn"

Baekhyun hanya dapat mendengarkan, dan sekilas merasa iba saat melihat Luna sudah berkaca - kaca.

"sekarang?" Kevin bertanya ragu lalu melirik Baekhyun sesaat. Yang di tatap hanya bertingkah kikuk, tak tahu harus melakukan apa.

"iya sekarang juga! Ayo! Aku tunggu di luar, aku membawa mobil ku tenang saja. Cepat Vin!" tanpa balasan apapun dari Kevin, Luna pergi untuk menunggu Kevin di luar. Sedangkan Kevin terlihat bingung sendiri. Tentu saja, dia membawa Baekhyun bersama nya.

"ayo Baek!" Kevin berdiri dan mengulurkan tangan nya pada Baekhyun yang masih duduk dan menatap nya bingung.

"kemana?" Baekhyun mengerjap sesekali, masih bingung dan juga sedikit sakit hati karna Kevin lebih memilih pergi dan menyudahkan makan malam mereka.

"Kakak antarkan pulang"

"tapi bagaimana dengan Kakak yang tadi?" tanya nya menjurus pada sosok Luna.

"tidak apa, Kakak akan antarkan Baekhyun dulu"

Baekhyun menunduk, memikirkan sesuatu. Wanita tadi sepertinya sedang dalam keadaan genting dan membutuhkan sosok Kevin yang Baekhyun sendiri masih tidak tahu kenapa harus Kevin.

Baekhyun bisa saja membuat wanita itu dalam masalah jika membiarkan Kevin menunda waktu nya demi mengantar diri nya pulang.

"umm, tidak usah Kak. Baekhyun akan pulang sendiri"

"tidak! Baekhyun harus pulang dengan Kakak! Kakak takut nanti Baekhyun kenapa-kenapa"

Baekhyun merasakan letupan letupan itu di hati nya. Hanya perhatian kecil dari Kevin mampu membuat nya bahagia.

"tidak apa Kak. Baekhyun juga mau pergi ke rumah Kyungsoo dulu. Kakak pergi saja dengan Kakak yang tadi, sepertinya penting"

"benar tidak apa?" Kevin mencoba memastikan meski rasanya ia ragu untuk meninggalkan Baekhyun.

"uh'um, Baekhyun kan sudah besar Kaaak!"

"baiklah, hati-hati di jalan, oke?" Kevin mengusak surai lembut Baekhyun, dan memanggil Waitress untuk meminta bill nya.

Selagi menunggu Waitress itu membawakan bill mereka, Baekhyun memutuskan untuk pamit.

"Baekhyun duluan ya Kak, Kyungsoo sepertinya sudah menunggu Baekhyun" anak itu berdiri, meski di rasa berat.

"iya, hati-hati ya. Jangan pulang malam-malam"

Baekhyun hanya mengangguk dan meninggalkan Kevin di sana.

Berjalan secepat yang ia bisa untuk keluar dari restoran dan setelah nya berlari menjauh.

Setelah di rasa sudah cukup jauh, anak itu memilih menghentikan lari nya dan berjalan menyusuri jalanan dengan tangan yang mengusap lembut pipi nya.

"hiks"

Bukan. Baekhyun bukan merasa sakit hati sedalam itu. Ia hanya,

Merasa kecewa?

Tak bisa menahan luapan kekecewaan di hati nya dan berakhir menangis.

Baekhyun hanya mau membuat hati nya tidak merasakan sesak.

Hanya ingin menangis demi mengeluarkan emosi di dalam diri nya.

Hingga, sebuah lampu kendaraan menyorot wajah nya, membuat Baekhyun menutup mata nya karena merasa silau. Suara mesin motor seketika berhenti begitu juga dengan lampu yang menyorot wajah nya.

Baekhyun menyipitkan mata nya demi menatap sosok yang sedang membuka helm di atas motor nya. Lalu semakin menyipit kala sosok tersebut berjalan mendekati nya.

"Baekhyun?"

.

.

.

.

JADI GAIS MON MAAP BARU BISA UPDATE KARNA SELAMA INI AKU GAK BISA LOGIN FFN /nangis gak tau knapa sumpah udah pasrah galau parah, sampai akhirnya tadi bisa dong ya emg si iseng percobaan eh bisa /nangis haru

Jgn muntah ya sama moment disini

Maaf kalau ada kesalahan dalam chap ini

Semoga kalian suka ya sama chap ini!!

DAN MAKASIH BUAT YANG UDAH REVIEW DI CHAP KMRIN HWHWHW

KISSEU