"Baekhyun?"
"ugh?" Baekhyun menengadah, menatap pada seseorang yang kini melepas helm nya dan menyisir rambut hitam kelam nya ke belakang.
Mata sipit nya semakin menyipit, cahaya lampu kendaraan lain membuat penglihatan nya sedikit terganggu untuk menatap seseorang yang sekarang sedang menghampiri nya.
"hei!" tangan besar itu menepuk pundak nya, dan seketika Baekhyun tersadar dan merasakan perasaan yang tak asing.
Malaikat penolong nya, yang lain kah?
"Kak Chanyeol" anak itu bergumam lirih, jejak air mata masih terlihat di pipi gembil nya.
Chanyeol yang memang memiliki sedikit gangguan penglihatan pada mata nya, memilih menajamkan mata nya guna melihat secara jelas pipi anak itu yang nampak basah.
"hei, kenapa?" Chanyeol bertanya dengan khawatir, terlebih anak itu terlihat sendiri di malam yang dingin seperti ini.
Baekhyun menunduk ketika di tanya, dan hanya menggeleng pelan.
Chanyeol memilih meletakkan helm nya di bawah kaki nya, lalu menarik pelan Baekhyun untuk masuk ke dalam pelukan nya.
Chanyeol mendekap anak itu dengan hangat, mengusap rambut dan juga punggung Baekhyun yang nampak bergetar.
"ssttt, tenang yah ada Kakak, oke?"
Baekhyun mengangguk pelan dengan pelukan yang semakin ia rapatkan. Menenggelamkan wajah nya pada dada lelaki yang nampak bidang itu. Menghirup aroma maskulin yang sekarang banyak memenuhi rongga penciuman nya.
Baekhyun menyukai nya.
Menyukai perasaan hangat yang tiba tiba merasuk ke dalam relung hati nya.
Sama hangat nya dengan pelukan yang Chanyeol berikan pada nya.
Baekhyun menyukai aroma Chanyeol.
Mampu menenangkan di saat pikiran nya bahkan seakan tak ada ujung nya.
Baekhyun menyukai suasana seperti ini.
Suasana dimana dia merasa nyaman, aman, dan merasa di sayangi.
Suasana saat dia berada di dalam dekapan lelaki itu.
Park Chanyeol, kekasih dari Kakak nya.
.
"sudah tenang?" Chanyeol bertanya, dengan dagu yang dia letakkan di puncak kepala Baekhyun. Mencuri sebuah kecupan tanpa dia sadari, dan tanpa di sadari pula dia menyukai aroma lembut surai Baekhyun.
"uhum" Baekhyun tetap merapatkan pelukan nya pada Chanyeol, sesekali mendusel pada kaos putih yang Chanyeol kenakan.
"mau pulang?" Chanyeol bertanya dengan lembut, tak peduli mereka masih di pinggir jalan yang hanya sesekali saja tampak ramai.
Baekhyun menggeleng, membuat rambut nya bergoyang dengan lucu.
"terus Baekhyun mau kemana?"
"tidak tahu" anak itu menjawab dengan putus asa.
Dia takut jika pulang ke rumah, lalu Kevin tiba-tiba datang. Anggap saja, dia sedang menghindari Kevin. Pasalnya, di dalam otak dan batin nya sedang berperang. Tentang, siapakah wanita bernama Luna itu? Ada hubungan apa dengan Kevin?
"mau ikut Kakak?" Chanyeol memberi saran, dan tanpa di duga, Baekhyun menengadah. Menatap pada nya uang jauh lebih tinggi, dengan tatapan anak anjing nya.
"Kakak mau kemana?" nada nya terdengar lucu, bahkan kedipan polos itu menjadi alasan jantung Chanyeol berdetak dengan ritme yang kacau.
"Kakak mau minum kopi niat nya, habis itu pulang"
"Baekhyun boleh ikut?"
Lihat! Anak itu terus berkedip polos pada nya! Bagaimana Chanyeol bisa menjelaskan perasaan nya saat ini.
"boleh, kalau Baekhyun mau"
"termasuk ke rumah Kakak?"
Chanyeol mengernyit heran. Alis tebal nya terangkat di sebelah kiri.
"kenapa Baekhyun mau ke rumah Kakak?"
Pertanyaan nya memberi jeda yang cukup lama untuk Baekhyun menjawab.
"umm, Baekhyun mau menginap?"
Chanyeol terkekeh, bahkan Baekhyun terlihat ragu dengan jawaban nya. Mungkin, Baekhyun juga bingung ingin kemana.
"ya sudah ayo!" Chanyeol menarik kembali helm nya di dekat kaki nya, lalu menggenggam tangan Baekhyun yang entah bagaimana terasa sangat pas di antara jemari besar nya.
Chanyeol berjalan, dengan tangan yang menarik lembut Baekhyun untuk mengikuti nya menuju motor nya terparkir.
Baekhyun menatap Chanyeol yang kini sedang naik di atas motor nya, lalu memakai helm nya dengan cara yang sangat menarik di mata Baekhyun.
"Baekhyun mau pakai helm?" Chanyeol bertanya, dan Baekhyun menjawab nya dengan gelengan kepala disertai senyuman tipis nya.
"Baekhyun tidak suka pakai helm"
"ya sudah, ayo naik!" Chanyeol menjaga keseimbangan motor nya, dan membiarkan Baekhyun untuk duduk nyaman di belakang nya.
"sudah?"
"sudah!" Baekhyun menjawab dengan antusias dan anggukan kepala yang terlihat lucu yang sayangnya Chanyeol tidak bisa melihat nya.
"pegangan saja pada Kakak!" Chanyeol menuntun kedua tangan anak itu untuk melingkar pada pinggang nya.
"Baekhyun boleh peluk Kakak kalau nanti Baekhyun merasa kedinginan" seakan tahu apa yang di inginkan Baekhyun, Chanyeol berkata demikian yang langsung di sambut pelukan dari Baekhyun dan anak itu segera menaruh pipi nya pada punggung Chanyeol.
Chanyeol menyalakan mesin motor nya, dan mulai melajukan kendaraan beroda dua itu pada jalanan yang akan mereka lalui. Vespa kesayangan Chanyeol itu pun melaju dengan begitu romantis nya.
.
Mereka berdua tiba di depan kafe yang menghidangkan berbagai jenis minuman kopi. Chanyeol memarkirkan motor nya pada lahan parkir yang cukup luas, lalu meminta Baekhyun untuk turun terlebih dahulu. Setelah Baekhyun turun, barulah dia melepas helm nya dan ikut turun dari atas motor nya. Meletakkan helm di atas jok motor nya.
"ayo!" tangan Chanyeol kembali menggenggam tangan Baekhyun. Menuntun nya untuk berjalan mengikuti nya, memasuki kafe yang terlihat cukup ramai dari luar.
Chanyeol berjalan mendekati kasir, yang beruntung sedang tidak ada antrean di sana.
"saya mau es Americano nya satu!"
"Baekhyun mau apa?" Chanyeol mengalihkan perhatian nya pada Baekhyun dan menemukan anak itu menggeleng.
"Baekhyun tidak mau apa-apa"
"yang benar?"
"uhum!"
"baiklah, es Americano nya satu saja"
"mau minum di sini atau di bawa pulang?" wanita penjaga kasir itu bertanya dengan tangan yang menari di layar untuk memasukkan menu pesanan pelanggan nya agar dapat di cetak struk pembayaran nya nanti.
"bawa pulang"
"baik, es Americano nya satu ya, mohon di tunggu sebentar" kasir itu menyerahkan struk pada Chanyeol, struk yang akan di jadikan bukti pembayaran atas pesanan nya nanti.
Chanyeol kembali menggenggam Baekhyun untuk duduk sementara di meja yang kosong.
"sebelum pulang, ada yang mau Baekhyun beli tidak?"
"uhmm, di rumah Kakak banyak cemilan?"
"tidak banyak, yang banyak itu minuman soda"
"ish! Soda kan tidak baik tau Kak! Kakak punya susu di rumah?"
"ada, tetapi susu beruang ada nya"
"Yah, Baekhyun mau susu yang untuk penambah tinggi! Seperti yang ada di rumah Baekhyun, Kaak" Baekhyun cemberut, minum susu penambah tinggi adalah satu ritual penting baginya sebelum tidur.
Chanyeol terkekeh lalu mengusak surai anak itu gemas.
"ya sudah, nanti kita mampir ke super market sebentar. Sekalian kita beli cemilan"
"beneran, Kak?!!"
"iyaaa"
"Hehehhe makasih Kak Chanyeol!!" Baekhyun tersenyum senang, menampilkan eye smile nya yang begitu manis di mata Chanyeol.
Tak lama, nomor pesanan Chanyeol di sebutkan.
"Baekhyun tunggu di sini sebentar, oke?" Chanyeol bangkit dari duduk nya, lalu berjalan ke arah kasir ketika telah mendapat anggukan dari Baekhyun.
Chanyeol mengeluarkan dompet dari saku celana nya, lalu menyerahkan struk dengan kartu milik nya.
Usai membayar, Chanyeol segera menarik bungkus tersebut dari atas meja kasir dan kembali berjalan menuju tempat Baekhyun berada.
"Ayo, Baek!"
Chanyeol menyerahkan tangan nya pada Baekhyun, menunggu anak itu untuk meletakkan tangan nya di atas tangan Chanyeol.
Saat telapak mungil itu berhasil di atas tangan nya, Chanyeol langsung menggenggam nya dengan baik dan membawa Baekhyun keluar dari kafe menuju motor vespa kesayangan nya.
"tolong pegang ini, Baek" Chanyeol menyerahkan bungkusan kopi nya pada Baekhyun dan di terima baik oleh anak itu.
Chanyeol lalu naik ke atas motor, memakai helm, dan menyalakan motor kesayangan nya.
"naik, Baek"
Baekhyun pun naik ke atas motor nya dan langsung melingkar kan tangan nya pada pinggang Chanyeol.
"Baek, kopi nya jangan mengenai paha Kakak" Chanyeol berujar setelah bergidik ketika merasa sesuatu yang dingin mengenai paha nya.
"uhm?" Baekhyun mendekatkan wajah nya pada pipi Chanyeol.
"dingin, Baek"
"ooooh" Baekhyun terkikik pelan, lalu membenarkan letak tangan nya yang memegang bungkusan kopi Chanyeol, sehingga bungkusan kopi nya tak lagi mengenai paha Chanyeol. Melainkan telah berada di antara kedua paha lelaki itu.
"sudah!"
Chanyeol mengangguk, dan mulai menjalan kan motor nya menuju super market dekat apartemen nya.
.
Chanyeol menuntun Baekhyun saat mereka memasuki lift, sedangkan tangan satu nya ia gunakan untuk menenteng bungkusan belanjaan mereka. Tak banyak, hanya 2 plastik yang cukup besar.
Sedangkan tangan Baekhyun yang satu nya di gunakan untuk memegang bungkusan kopi Chanyeol.
Chanyeol melepas tautan tangan mereka sebentar untuk menekan beberapa tombol menuju kamar apartemen nya.
Lalu pintu lift pun tertutup, kotak bergerak itu segera membawa kedua nya menuju lantai atas.
"Baekhyun serius mau menginap?" Chanyeol bertanya, bukan karena apa, dia ingat besok adalah hari Senin. Bagaimana dengan sekolah anak itu nanti?
"uh'um" mengangguk lucu membuat rambut nya ikut bergoyang.
"kenapa? Tidak boleh ya?" bibir nya mengerucut menatap Chanyeol, pandangan nya pun turut memelas.
"bukan begitu, tapi kan besok hari Senin. Baekhyun sekolah kan?"
Bahu Baekhyun melemas mendengar nya, dia lupa kalau besok hari kramat bagi nya.
"iya Baekhyun lupa" bibir nya semakin tertekuk ke bawah. Bayangan akan hari Senin seakan menjadi beban tersendiri bagi nya.
"ya sudah, besok pagi-pagi sekali Kakak akan antarkan Baekhyun pulang" Chanyeol memberi solusi, setidaknya dia ingin Baekhyun merasa senang.
"beneran, Kak? Lalu Kakak kerja bagaimana?"
"Masih banyak waktu buat Kakak pergi ke kantor" Chanyeol bersedekap dada dengan tangan yang masih memegang barang belanjaan mereka.
"Oke!! Makasih Kak Chanyeooll!"
Chanyeol hanya terkekeh, melihat bagaimana anak itu tersenyum girang. Baekhyun itu, lucu sekali.
Ting!
Pintu lift terbuka, dan Chanyeol mengajak Baekhyun untuk berjalan mengikuti nya.
"dimana kamar apartemen Kakak?" Baekhyun bertanya penasaran, sambil melihat pintu pintu kamar yang tertutup.
"sebentar lagi, tinggal belok ke arah kanan" lalu mereka berdua berbelok ke arah kanan, dan melalui sekitar 3 kamar, baru lah kamar Chanyeooll berada.
Kamar bernomor 614.
Chanyeol meletakkan barang belanjaan mereka di lantai, lalu mulai merogoh key card pada saku jaket denim nya. Setelah mendapatkan barang pipih tersebut, dia menempelkan key card nya pada alat scan. Dan setelah terdengar bunyi, barulah Chanyeol mengangkat kembali barang belanjaan mereka dan membuka pintu dengan tangan yang lain nya.
"masuk, Baek" Chanyeol menyilahkan anak itu untuk masuk.
Baekhyun mengangguk, dan mulai memasuki kamar yang terlihat luas. Baekhyun menghirup aroma ruang apartemen Chanyeol yang penuh dengan aroma khas lelaki itu. Kamar apartemen Chanyeol terbilang luas, dan design nya sangat lelaki dewasa. Tidak banyak barang yang menghiasi ruangan ini, hanya barang barang yang memang di butuh kan. Di dominasi dengan warna putih gading, dan Baekhyun sangat menyukai apartemen Chanyeol hanya dengan sekali berkunjung ke sini.
"Baekhyun duduk dulu saja. Oh iya, Baekhyun mau makan malam?"
"tidak mau! Baekhyun sudah kenyang" Baekhyun membalas ketika telah menyamankan diri di sofa empuk milik Chanyeol.
"cemilan Baekhyun akan Kakak taruh di dapur, Baekhyun ambil saja di sana nanti ya?"
Chanyeol beranjak menuju dapur untuk meletakkan barang belanjaan mereka.
Baekhyun hanya memperhatikan punggung lelaki itu lalu kembali mengedarkan pandangan nya ke sekeliling apartemen Chanyeol.
" Baekhyun mau di buat kan susu sekarang?" suara Chanyeol terdengar berteriak dari arah dapur, dan Baekhyun lebih memilih menyusul Chanyeol sebelum menjawab nya.
"Baekhyun saja yang buat Kak!" anak itu merasa tidak enak, takut merasa merepotkan Chanyeol terlalu banyak.
"tidak apa, Baekhyun duduk saja" Chanyeol memutar badan nya untuk mengambil gelas besar dan mulai membuka kotak susu yang di pilih Baekhyun tadi.
Baekhyun hanya menurut dan duduk di bangku yang ada di depan meja pantry. Menopang dagu nya dan asik melihat kegiatan Chanyeol yang telaten membuatkan susu untuk nya.
"habis minum susu, Baekhyun langsung tidur ya? Besok Baekhyun harus bangun pagi-pagi" Chanyeol berujar seraya menuangkan air panas dari teko khusus untuk memanaskan air dengan menggunakan listrik.
Usai mengaduk, Chanyeol meletakkan sendok pada wastafel, berjalan ke meja pantry, dan meletakkan segelas susu di sana.
"langsung di minum saja, tidak panas kok. Kakak sudah mencapur dengan air adem"
Baekhyun mengangguk, dan mulai meminum susu nya.
Chanyeol terkekeh, bahkan untuk meminum segelas susu itu pun Baekhyun terlihat lucu di mata nya.
Tak butuh waktu lama untuk Baekhyun menghabis kan segelas susu nya.
"sudah!" anak itu bahkan mengelap bibir nya dengan punggung tangan, guna menghapus jejak susu dari bibir tipis nya.
"cemilan Baekhyun mau di bawa pulang besok atau untuk peranti kalau Baekhyun kesini lagi?" Chanyeol bertanya seraya mengambil gelas bekas Baekhyun dan mencuci nya di wastafel bersama dengan sendok tadi.
"taruh di sini saja, Kak! Pulang sekolah Baekhyun mau main ke sini bolehkan?"
"tunggu Kakak pulang kerja tapi, atau Kakak jemput saja nanti ke rumah Baekhyun, bagaimana?"
"ya sudah, terserah Kakak saja"
Chanyeol meletakkan gelas di tempat semula, dan mengeringkan tangan nya dengan lap.
"Baekhyun tidur di kamar Kakak ya? Biar nanti Kakak tidur di sofa saja"
"kenapa?"
"Kamar Kakak cuma satu soalnya"
"kenapa Kakak tidak tidur saja dengan Baekhyun?" anak itu memiringkan kepala nya, menatap Chanyeol dengan kerjapan imut.
"tidak apa?" Chanyeol bertanya ragu dan menghela napas lega ketika Baekhyun mengangguk semangat.
"memang nya kenapa kalau Baekhyun tidur dengan Kakak?"
"tidak apa. Ayo tidur, Baek" Chanyeol mengajak Baekhyun menuju kamar nya dan sekali lagi membukakan pintu kamar nya untuk Baekhyun.
Baekhyun tersenyum saat memasuki kamar Chanyeol. Ah, Baekhyun lebih menyukai berada di kamar Chanyeol, karena aroma lelaki itu sangat jelas saat di sini.
"Kakak, Baekhyun boleh pinjam piyama Kakak?"
Chanyeol menoleh usai menutup pintu kamar nya.
"hah? Kakak tidak punya piyama Baek. Ada beberapa, tapi ukuran Kakak, tidak ada yang ukuran Baekhyun"
"terus, Baekhyun tidur pakai apa? Baekhyun tidak bisa tidur kalau pakai celana jeans" anak itu kembali cemberut saat bayangan dia tidur dengan tidak nyaman menghampiri.
"sebentar, Kakak carikan untuk Baekhyun" Chanyeol berjalan ke arah lemari pakaian nya, dan mulai mencari pakaian nya yang sekira nya cocok untuk Baekhyun.
Baekhyun hanya memperhatikan Chanyeol yang sibuk dengan pakaian nya, dan memilih duduk di ranjang besar Chanyeol.
"Baekhyun, pakai sweater Kakak saja ya?" Chanyeol menarik sweater yang di maksud dan menunjukan nya pada Baekhyun.
"lalu celana nya?"
Chanyeol menoleh pada lemari pakaian nya lagi, lalu kembali menatap Baekhyun.
"Kakak tidak punya celana untuk ukuran Baekhyun"
"yah, Baekhyun tidak pakai celana dong" bibir nya kembali cemberut dan dengan kepala menunduk, menatap kaki nya yang menggantung.
"tidak apa, Sweater Kakak lumayan besar kok untuk Baekhyun" Chanyeol kembali menyerahkan sweater berwarna coklat itu pada Baekhyun, dan anak itu pun menerima nya.
"ya sudah, Baekhyun pinjam dulu ya Kak!" Chanyeol mengangguk dan menunjukan kamar mandi nya pada Baekhyun saat di rasa anak itu ingin mengganti pakaian nya sekarang.
Tak lama, pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan Baekhyun dengan sweater coklat yang kebesaran di tubuh nya, tangan nya menghilang di balik lengan sweater, setengah dari paha nya tertutup oleh sweater, dan tulang selangka dengan tampilan menggoda terlihat jelas akibat potongan leher sweater terlalu besar bagi nya, sehingga sedikit melorot hampir sampai pundak.
"Kakak, Baekhyun mau sikat gigi"
"ambil saja di laci yang ada di kamar mandi, masih ada 1" Chanyeol tidak menatap Baekhyun sejak anak itu keluar kamar mandi, karna lelaki itu sibuk membuka jaket denim nya dan terlihat sibuk pada meja kerja nya.
Baekhyun hanya mengangguk dan meletakkan baju yang tadi dia pakai di ranjang, dan kembali masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai sikat gigi dan cuci muka, Baekhyun kembali keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Chanyeol yang selesai mengganti pakaian nya dengan celana training dan kaos putih yang tadi di pakai.
Kedua nya sama sama terdiam, ketika pandangan mereka bertemu. Chanyeol yang sibuk memperhatikan penampilan Baekhyun, dan Baekhyun yang menatap Chanyeol yang terlihat memandangi nya.
"aneh ya Kak?" suara Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol hingga lelaki itu sedikit tersentak.
Chanyeol menggeleng dengan tangan yang mengusap wajah nya.
Kenapa Baekhyun terlihat seksi sekaligus menggemaskan di mata nya!
"tidak kok, cocok untuk Baekhyun. Baekhyun tidur duluan saja ya, Kakak mau cuci muka dan sikat gigi dulu" Chanyeol lalu masuk ke kamar mandi, meninggalkan Baekhyun yang mengedikan bahu nya.
Baekhyun memilih beranjak menuju ranjang Chanyeol, membereskan pakaian nya dan meletakkan di sofa dekat ranjang.
Baekhyun lalu naik ke atas ranjang dan menyelimuti diri nya sambil duduk bersandar pada kepala ranjang.
Tak lama sosok Chanyeol keluar dengan rambut yang acak acakan terlihat basah, Chanyeol tersenyum menatap Baekhyun yang memperhatikan nya dan memilih menghampiri Baekhyun ke atas ranjang.
"kenapa? Kakak ganteng ya?" Chanyeol terkekeh saat melihat Baekhyun melotot lucu.
"t-tidak! Apa si Kak" Baekhyun memalingkan wajah nya dan memilih membaringkan tubuh nya dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.
Chanyeol terkekeh dan ikut merebahkan diri pada ranjang nya sekaligus masuk ke dalam selimut yang sama.
"selamat tidur Baekhyun" Chanyeol mematikan lampu tidur sebentar, lalu kembali merebahkan tubuh nya.
Kepala Baekhyun menyembul, menatap Chanyeol yang telah memejamkan mata.
Entah bagaimana, Baekhyun tersenyum manis. Menatap wajah damai Chanyeol yang terlelap. Lalu Baekhyun kembali bergelung dengan selimut nya dan berujar
"selamat malam Kak Chanyeol" anak itu pun memilih menyusul Chanyeol dengan memejamkan mata nya dan menjemput alam mimpi nya.
.
.
.
.
YEHEH BISA UPDTE LAGI YUHUU!!
GAK TAU GMNA SAMA PART INI, TAPI SEMOGA SUKA YA!!
Maaf kalau ada kesalahan dalam part ini kalo ada yg perlu di perbaiki tolong bilang ya
OH ya di chap kmrin ada yg blg kalo lebih enak pake bahasa baku
Aku gak tau lebih enakan mana, baku atau semi baku, cuma emang dari awal aku mau nya semi baku, karna ff yang menginspirasi ide ini juga ff semi baku
ㅠㅠ
Kalian pasti baca ff "Bioskop" sumpah aku gemes bgt sama Baekhyun di situ, dan karna syg bgt itu ff nya gak di buat panjang, jadi kegemesan aku sama Baekhyun disitu bikin aku pgn buat ff ini
ㅠㅠ
ã…ã…
Maap ya aku gak bisa buat jadi baku banget. Tapi makasih atas review nya3
MAKASIH YAA YANG UDAH REVIEW CHAP KMRIN, LOVE YOU GUYS3
See you next chap
AQ MAU AMBYAR DULU NGELIAT BAEKHYUN MANIS BGT RAMBUT NYA WARNA BIRU ASDFGJK
CANTIK BGT DIA TUH GAK TAU LAGI
KISSEU
