Disclaimer
Kimetsu No Yaiba/Demon Slayer © Gotouge Koyoharu
the wheels of time merely kept turning © Enamel Illyane
Warning!
future!AU, nezuko-centrict, inspired by velinxi's fanwork
Not gonna say anything nice? Then keep it to yourself and click the 'back' button, you don't like wasting your energy on this right?
.
.
.
.
"もう ちょっと待ってて ね ,もう ちょっと だけ帰るから ."
Bersamaan dengan pedang nichirin hitam yang dulu digenggam erat kakaknya terulur, Nezuko merasakan sesuatu menggelitik hatinya seolah rangkaian kata-kata tengah disampaikan meski tak sedesir suarapun terdengar,
"Kau bisa gunakan ini bila nanti rasa muak atas dunia menggerogoti jiwamu, saat kau hanya ingin menyerah dan pulang."
Nezuko paham. Memberikan pedang yang digunakan Tanjirou semasa masa pengabdiannya sebagai pemberantas iblis kepadanya sebagai "kenang-kenangan" hanyalah dalih belaka. Yang mereka coba lakukan adalah menyerahkan segala keputusan terakhir pada Nezuko karena mereka sudah tak tahu lagi apa yang bisa mereka lakukan.
Perjuangan dan pertarungan panjang telah berakhir setengah abad yang lalu. Setelah Muzan berhasil mereka rendam dalam hangatnya cahaya mentari, semua masalah mendadak lenyap. Bahkan tikus-tikus pelahap daging yang dulu bersembunyi dibalik tirai malam hilang seolah mereka tak pernah ada.
Namun nyatanya, ada satu tikus kecil aneh yang tersisa. Namanya Nezuko. Bahkan setelah Oyakata-sama berganti dua generasi, putri Kamado yang tersisa itu masih tak dapat kembali seutuhnya menjadi manusia.
Apalagi yang kurang? Matahari kini bukan lagi masalah untuknya. Komunikasi dapat ia jalani tanpa kendala. Ia bisa melahap dan menikmati makanan yang sama dengan teman-teman manusianya.
Ah.
Tentu saja, karena giginya masih bergemeletuk dan lapar masih bergemuruh bila aroma darah manusia masuk dalam radius penciumannya. Tentu saja, karena darahnya masih bisa berubah menjadi api. Tentu saja, karena tubuhnya hanya bisa berubah bila ia memberi perintah pada sel-sel tubuhnya untuk berkembang atau menyusut.
Karena meski ia mendapatkan kembali sifat-sifat fisik manusianya, karakteristik iblis tetap tidak meredup dari diri Nezuko.
Sesekali Nezuko mendapat komentar ringan dari beberapa orang yang awam dengan perjuangan dan penderitaannya. Bukankah suatu berkah untuk memiliki kemampuan fisik di atas manusia, namun tetap dapat berbaur dengan mereka? Toh bila kau lelah dengan hidupmu, kau punya pedang nichirin untuk kau tebaskan ke lehermu kapanpun kau mau, kata mereka.
Setiap kali kalimat seperti itu terdengar, Nezuko dapat merasakan darahnya mendidih naik ke kepalanya dan membakar seluruh sarafnya.
Mengembalikan Nezuko kembali menjadi manusia yang bisa menua dan mati sesuai garis hidupnya adalah apa yang kakaknya perjuangkan sepanjang hidupnya. Bahkan saat kepala dan hati Nezuko dibutakan oleh balas dendam kepada pria jahannam yang menimpakan kemalangan pada keluarganya, yang jadi fokus Tanjirou adalah Nezuko. Bahkan saat sosoknya yang gagah terbaring lemah di tempat tidurnya, kulit keriputnya digenggam erat oleh lembut tangan mungil Nezuko, ia masih menggumamkan maaf pada adik kecilnya.
Bertahan sendirian di tengah dunia yang terus bergerak terasa sangat menyakitkan. Berkali kali pedang nichirin itu menggores kulitnya, namun Nezuko tak pernah sampai hati untuk memutus harapan akan dirinya dapat tumbuh dan menua secara alami—secercah cahaya yang selalu dikejar dan diraih kakaknya.
Kak, untuk bertahan hidup dan terus bergerak bersama waktu benar-benar terasa berat.
Tapi tunggulah sebentar lagi, sebentar lagi Nezuko akan pulang.
fin.
ditulis sebagai selebrasi berakhirnya serial rollercoaster ini! yay!
also check velinxi's fanwork on instagram!
now what do i do with my life,
Enamel Illyane
p.s i wrote this in november so this what i thought the ending would be. turns out i was so, so, soo wrong.
