Membuatnya mati itu terlalu mudah. Mengapa tak membiarkan ia terus melihat neraka kehidupan?
Bungou Stray Dogs milik Kafka Asagiri dan Sango Harukawa.
Warning : Typo, gaje, ooc, dll
Genre : angst, hurt.
Idealisme yang diagung-agungkannya, ikut menghilang bersama sepasang tangannya.
Oh? Atau dengan pikiran rasionalnya?
Sesungguhnya Kunikida, tak mampu lagi untuk menghadapi kenyataan.
Tetapi, ia terus dipaksa untuk melakukannya. Menatap dunia yang menyajikan neraka baginya.
Apa peduli dunia? Sama sekali tak ada yang peduli.
Pria idealis itu hanyalah salah satu dari sekian banyak boneka yang ada.
Boneka tidak perlu memiliki perasaan, bukan? Boneka tidak perlu memiliki tujuan hidup, bukan? Boneka ... Tidak perlu memiliki nyawa, kan?
Semua telah dirampas dari Kunikida. Hampir, sekarang ia hanya memiliki nyawa.
Nyawa yang mungkin hendak diambil oleh pria buta didepannya.
"Tak mau berteriak?" tutur pria itu sambil mengacungkan pistol kearah Kunikida, walaupun buta, pria itu bisa mengetahui segalanya.
Segalanya.
Kunikida hanya diam, iris jade green yang dulu bercahaya sekarang ... kosong dan mati.
Seperti, boneka bukan?
Tangan yang mengacung pun jatuh turun. Wajah menghadap Kunikida yang masih bungkam. Bukankah sudah dibilang? Membuat Kunikida mati itu terlalu mudah.
Layar proyektor muncul, menampakkan orang-orang yang pasti sudah dikenal Kunikida.
Mata yang tadinya mati pun terbelalak, tak percaya akan apa yang ada dihadapannya.
Anggota agensi yang terikat terpampang, dan ada seseorang memegang katana dengan erat.
"Saatnya melihat pembantaian."
Teriakan terdengar, tampak tubuh terpotong, darah bersimbah ke berbagai arah.
Bibir Kunikida bergetar, tidak, bukan hanya bibir. Seluruh tubuhnya gemetar. Matanya terus melihat ke layar, walaupun ia tak ingin.
Semua mati, semuanya, semua anggota agensi, semua rekannya.
Semuanya hilang
Air mata tak mengalir, sama sekali tak keluar. Hendak memeluk tubuh sendiri, tapi teringat tangan sudah tak ada lagi. Semuanya hilang, bukan?
Lidah kelu, mata menatap wajah Jouno yang hanya tersenyum tipis.
"K-kau ... Bajingan."
"Aku? Itu bukan salahku. Itu salahmu yang salah memilih jalan. Itu salah idealismemu."
Lisan yang keluar dari pria buta itu, seakan menampar Kunikida dengan kenyataan(lagi).
Dia benar, ini salah idealismenya. Idealisme yang membuat Kunikida dan orang sekitarnya terbakar.
Terbakar hingga mati.
Kunikida lagi-lagi terdiam, menunduk dengan ekspreksi tak percaya. Masih tak bisa menerima kenyataan yang terus menamparnya.
Jouno menyeringai tipis, berbalik dan keluar dari ruangan Kunikida.
"Sekarang, kau lega bukan? Aku bisa merasakannya."
Lisan terakhir yang Kunikida dengar karena, dirinya terlalu sibuk dengan pikiran yang berkecamuk.
Hati semakin beku, mata tak lagi hidup dan takkan pernah hidup lagi, lidah beku akan kata-kata.
Selamat, Kunikida resmi menjadi boneka hidup.
Tabuhkan genderang, nyanyikan lagu gembira, menarilah dengan lepas. Neraka dunia akan terus melingkupi Kunikida
Keinginan dunia dan kalian semua terpenuhi, bukan?
End
N.A
Maaf, ini gaje'-'Ini diambil dari SW yang kubuat:v
enjoy~
