Warning Alert! Untuk Reader, tolong baca di saat Buka Puasa atau Sahur!

...

..

...

..

...

..

...

..

...

Naruto by Masashi Kishimoto

Warning: Kata Kasar, Mature Content, serta beberapa adegan seksual lainnya. Ooc, Typo, AU.

...

..

.

Enjoy it!

Naruto baru saja pulang dari tempatnya bekerja, dia berdiri di depan pintu apartemen miliknya, ia sedikit merenggangkan tubuhnya yang sudah kelelahan akibat terlalu lama duduk. Menjadi pekerja kantoran memang membuatnya cepat lelah, tapi itu tak masalah karena dia harus profesional saat bekerja.

"Selamat malam Namikaze-kun."

Pemuda itu mendengar sebuah suara merdu, sosok wanita berambut merah panjang baru saja tiba di depan apartemennya, dan menyapa Naruto. "Wah, Uchiha-san, selamat malam. Sepertinya kau baru saja membuang sampah?"

Sosok wanita itu bernama Kushina Uchiha. Wanita cantik yang menjadi istri dari Sasuke Uchiha, keduanya baru saja menikah dan pindah ke sebelah apartemen Naruto, beberapa Minggu yang lalu Naruto bertemu pertama kalinya dengan mereka berdua, Kushina adalah wanita yang ramah serta baik, dia terkadang mengajak Naruto untuk makan malam di apartemennya.

Yah, saat itu Kushina sedang kesepian karena ditinggal suaminya bekerja.

Sasuke Uchiha memang orang yang sangat sibuk, dia terkadang meninggalkan istrinya untuk pergi ke kantornya di kota lain. Lalu Naruto akan dengan senang hati menenami wanita itu.

"Ara, Namikaze-kun tahu saja aktifitasku. Apakah kau seorang stalker?" Naruto langsung menatap Kushina yang sedang tersenyum jahil. "Aku bercanda, Namikaze-kun."

Pemuda itu menghela napas mendengarnya. "Kau membuatku terkejut saja, Uchiha-san."

Keduanya pun berbincang beberapa saat, lalu Naruto berpamitan untuk masuk ke dalam apartemennya. Di dalam tempat tinggalnya, Naruto mengambil sekaleng Bir yang ada di dalam lemari pendingin, dia melepas penat dengan minuman keras itu sembari memikirkan apa yang barusan saja terjadi. "Kushina Uchiha." Dia lalu mengambil ponsel pintarnya, dan mengetik beberapa pesan. Pemuda itu mengirimkan pesan itu pada seseorang.

Ia saat ini tengah memikirkan Kushina Uchiha, sosok wanita yang membuat dia terpesona akan kecantikannya. Sosok wanita yang membuat beberapa pria tetangga apartemennya terpesona, kecantikan wanita itu tak ubahnya seorang Bidadari yang turun dari Surga. Tapi, sayang sekali, wanita itu milik orang lain.

Memang benar, dia beberapa kali di ajak makan malam oleh wanita itu, hanya sekedar untuk menemani rasa sepi yang menderanya.

Lamunan Naruto buyar saat ada seseorang yang mengetuk pintu apartemennya. Dengan segera, Naruto beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan menuju pintu masuk apartemennya, dia membuka pintu tersebut.

"Uchiha-san?"

"Malam, maafkan aku mengganggumu, Namikaze-kun."

"Ada yang bisa kubantu?"

Kushina terlihat malu-malu pada Naruto, membuat pemuda itu mengangkat sebelah alisnya. Dia cukup heran dengan sikap yang dikeluarkan wanita itu. "Anu, bolehkah aku memasak makan malam disini? Bahan masakanku sudah habis, dan aku belum membelinya tadi pagi."

Naruto diam sebentar, dia terlihat berpikir sejenak, dan Naruto mengganggukkan kepalanya, dia menyetujui jika Kushina akan memasak makan malam untuk dirinya. "Silahkan masuk, maafkan aku, tempat tinggal ini sedikit berantakan."

Kushina masuk ke dalam apartemen itu, dia melihat-lihat interior yang dimiliki Naruto. "Namikaze-kun, ini sungguh rapi, dan kau bilang berantakan? Yang benar saja?"

Naruto tertawa kecil mendengarnya.

...

..

...

Beberapa saat kemudian, keduanya selesai melakukan makan malam, mereka berdua pun minum Bir dari lemari pendingin milik Naruto. Berbincang beberapa hal yang menurut mereka lucu, serta beberapa hal yang sedikit sensitif.

Termasuk hubungan Kushina dan Sasuke.

Kushina bercerita di saat dirinya mabuk. Dia seolah tak menginginkan pernikahannya dengan Sasuke, dan sampai sekarang pun dia masih menjaga keperawanannya. Keduanya tidur terpisah, Sasuke dan Kushina memiliki kamar sendiri, privasi sendiri, keduanya seolah orang asing yang tinggal dalam satu atap.

Naruto mendengarkan itu dengan seksama, dia sungguh tak tahu jika pernikahan antara Kushina dan suaminya akan menjadi seperti itu, keduanya menikah tanpa dilandasi dengan cinta, dan itu hanyalah akal-akalannya keluarga Uchiha yang saat ini tengah berkuasa di negara Jepang.

Kushina dan Sasuke pindah ke sebelah apartemen Naruto karena Sasuke punya kantor cabang, dan dia disuruh oleh ayahnya untuk mengurus kantor tersebut. Sebenarnya, calon dari Sasuke adalah Sara Uzumaki, wanita yang menjadi kakak kandung Kushina. Tetapi, wanita itu telah meninggal dalam sebuah kecelakaan. Ada sebuh sabotase saat itu, dan Kushina yakin akan hal tersebut.

Naruto terus saja mendengarkan ucapan Kushina, dia pun mendapat sebuah pesan dari seseorang. Pemuda itu meminta Kushina untuk menghentikan ceritanya, dan menatap pesan itu.

From Tsunade Uzumaki:

Ya, aku memang punya anak, dia bernama Kushina Uzumaki. Anak itu masih terlalu muda untuk menikah, dia masih berumur dua puluh enam tahun, dan dia masih tak begitu mengerti. Pernikahannya adalah pernikahan politik, keluargaku berharap banyak bisa mendapatkan sebagian harta dari keluarga Uchiha.

Naruto menghela napasnya, dia meneguk bir yang ada di tangannya itu.

"Namikaze-kun, bolehkah aku menginap disini?"

Naruto tersentak dengan perkataan Kushina barusan. Dia meletakkan ponsel pintarnya, dan menatap Kushina lekat-lekat. "Aku akan menanyakan beberapa hal, dan jawab dengn serius!" Kushina mengangguk kecil, dia bersiap untuk menjawab pertanyaan Naruto di saat dia sedang mabuk. "Kau tak suka dengan suamimu? Kau sepertinya menginginkan sebuah kebebasan, Uchiha-san?"

"Ya, aku ingin bebas dari belenggu ini." Kushina menjawabnya dengan tegas, dia memang ingin bebas dari semua belenggu yang mengikat dirinya. "Namikaze-kun..." Wanita itu merangkak mendekati Naruto, dan itu membuatnya terkejut.

"Uchiha-san?"

"Panggil aku Kushina jika kau tak keberatan." Wanita itu terus mendekati Naruto, merangkak di atas tubuh pemuda itu. "Sejak pertama bertemu, aku... menyukaimu, Namikaze-kun."

"..."

"Aku berharap bisa menjadi Istrimu saat ini."

"Maafkan aku, tapi kita seharusnya tak boleh begini."

"Aku tahu, tapi aku ingin." Bibir mungil Kushina mencium bibir Naruto, menghisapnya dengan lembut serta memasukkan lidahnya ke dalam mulut Naruto, ciuman mesra itu dilakukan oleh Kushina, ia kemudian bertumpu telah di dada bidang Naruto. Kushina dapat merasakan betapa kekarnya dada bidang Naruto.

Pemuda itu tak bergerak, dia membiarkan Kushina melakukannya semdiri. Hingga pada akhirnya, Naruto membalas ciuman mesra Kushina. Mereka berdua saling menghisap bibir satu sama lain, hingga Kushina menarik bibirnya. Dia menatap Naruto dengan pandangan sayu miliknya, satu persatu pakaiannya dilepas olehnya, hingga telanjang dada serta hanya memakai celana dalam berwarna hitam saja.

Kushina duduk di atas perut Naruto, dan melakukan Lap Dance. Di saat dirinya mabuk, dia melakukan tarian erotis tersebut terhadap pria lain, bukan lada suaminya. Tapi Kushina tak memperdulikannya, dia terus melakukan tarian tersebut, kedua payudaranya yang lezat itu terlihat memantul mengikuti gerakan tubuhnya. Kedua tangan Naruto bereaksi, dia memegang pinggul ramping Kushina, dan mengelusnya dengan lembut. Naruto sangat menikmati bagaimana Kushina menggerakkan tubuh seksinya.

"Kau benar-benar binal."

Kushina tertawa saat dia disebut binal oleh Naruto. "Aku menunjukkan tarian ini pada satu orang saja," balas Kushina. Dia kemudian menggenggam kedua tangan Naruto, dan mengarahkannya pada payudaranya, membuat Naruto meremas buah dada Kushina. "Kau mau tahu berapa ukuran bra milikku? Ya, tiga puluh dua D."

"Damn, kau memiliki aset yang besar Kushina." Pemuda itu lalu mengarahkan bibirnya pada salah satu payudara Kushina, dia melahapnya serta menyedot payudara Kushina.

"Ahhh."

Desahan Kushina terdengar jelas di telinga Naruto, begitu merdu saat masuk ke dalam rongga telinga Naruto. Dia mulai bersemangat untuk terus meremas serta menghisap puting susu Kushina. Tubuh wanita itu menegang setelah kedua asetnya dimainkan oleh Naruto, dia meremas kepala pirang itu saat dirangsang oleh Naruto.

Pantat sintal Kushina bergerak di atas gundukan celana Naruto. Sungguh, dia menikmati bagaimana Naruto memuaskannya. Wanita itu sungguh dimanja oleh Naruto.

"Namikaze... Ahhh..."

Naruto menarik dirinya, dia membiarkan Kushina untuk menghirup udara disekitarnya, napas wanita itu terlihat tak beraturan, dadanya naik turun saat dirinya mengambil udara. Senyuman terpatri di wajah tampan Naruto, dia melihat Kushina yang tubuhnya sudah mulai dibalut keringat yang lumayan banyak. Dia pun mengangkat tubuh Kushina, dan meletakkannya tepat di atas meja yang menjadi tempat mereka makan.

Dia membuka kedua kaki jenjang Kushina, lalu melepas celana dalam Kushina. Kedua tangan Kushina langsung menutup vagina basahnya, dia tak mau Naruto melihat dirinya yang terangsang.

Dengan cepat, Naruto menarik kedua tangan Kushina, dan mencium vagina basah Kushina. Lidahnya bermain-main di tempat tersebut, dan menggigit clit Kushina, membuat wanita itu berteriak penuh kenikmatan.

Tubuh Kushina bergerak tak beraturan saat dia merasakan lidah Naruto mulai memasuki tubuhnya. "Namikaze... Tolong... Ahhh..." Naruto seolah tak mendengar perkataan Kushina, dia malah menggerakan jari telunjuknya lalu memasukkan telunjuk itu ke lubang belakang Kushina. "Ja-jangan... Kumohon..."

Naruto terus melakukan aktifitas tersebut hingga sampai pada Kushina yang mengeluarkan cairannya, dan membasahi wajah Naruto. Tubuh seksinya melengkung saat dirinya klimaks untuk pertama kalinya. Naruto menarik diri, dia beranjak dari tempatnya duduk sambil melepas tusukannya pada liang belakang Kushina.

Pemuda itu mulai membuka pakaiannya satu persatu, hingga dia telanjang bulat. Ia membebaskan penisnya dari sangkar yang membelenggu, Naruto tersenyum menatap penis besarnya yang sedang ereksi karena tubuh seksi Kushina yang ada di atas meja. Naruto pun mengarahkan penisnya ke vagina Kushina, dengan pelan dia mendorong pinggulnya, penis Naruto mulai masuk ke dalam vagina Kushina.

Pemuda itu meringis merasakan sempitnya liang senggama Kushina, Naruto terus mendorong pinggulnya hingga semua penisnya masuk ke dalam tubuh Kushina. Air mata wanita itu keluar, serta cairan merah mulai keluar dari liang senggama Kushina. Naruto meneguk ludahnya kasar, dia telah memperawani seorang wanita yang menjadi istri orang.

Kushina menahan rasa sakit yang mendera bagian bawahnya, keduanya terdiam sesaat untuk menghilangkan rasa perih di vagina Kushina.

"Selamat Namikaze-kun, kau yang pertama."

"U-uh, aku sedikit merasa bersalah."

Kushina menyentuh pipi Naruto, mengelusnya lembut. "Aku berpimpi untuk menikah denganmu, Namikaze-kun. Kau adalah pria yang baik, aku mungkin tak akan menyesal nantinya jika menjadi Istrimu," ujar Kushina. Dia lalu memeluk leher Naruto, membawa pemuda itu ke dalam pelukannya. "Aku menyukaimu, Namikaze-kun."

Wanita itu pun mencium bibir Naruto, kedua kakinya memeluk pinggul Naruto, pemuda itu pun menggerakkan pinggulnya, sementara ciuman Naruto mulai menjalar ke leher Kushina, dia menjilati leher jenjang wanita itu, kedua tangannya mulai meraba buah dada Kushina, dia meremasnya dengan lembut, dan mencoba untuk merilekskan Kushina.

Naruto terus menggerakkan pinggulnya, penis besarnya keluar masuk di vagina Kushina. Dia masih meraskan sempit saat batang kemaluannya itu menggagahi Kushina. "Kau begitu sempit Kushina."

"Ahh... Damn, Namikaze-kun... Your dick is so good! I love it! Fuck me... Fill me with your hot cum."

Racauan itu membuat Naruto bersemangat, dia menarik tubuhnya lalu mengubah posisi mereka. Naruto mengangkat tubuh Kushina, lalu dia tiduran di atas lanta, dan membuat wanita itu duduk di atas tubuhnya. Kushina menggerakkan pinggulnya naik turun, kedua tangannya bertumpu di atas dada bidang Naruto.

"Ahhh, Namikaze-kun..."

Kushina kembali mendesah, kedua payudaranya bergerak memantul mengikuti iramanya. Naruto sendiri tak kuasa untuk menggenggamnya, dia mengangkat kedua tangannya, dan meremas buah dada Kushina, lalu memilin puting susu berwarna merah jambu. Dia juga mencubit serta menarik kecil puting susu Kushina. Wanita itu merasakan geli saat payudaranya dimainkan oleh Naruto.

Dia menggenggam pergelangan tangan Naruto, seolah tak ingin disentuh lagi dibagian itu. Tapi Naruto tak kehabisan akal, dia bangun dari tempatnya tidur, lalu mengecup puting susu Kushina. Pemuda itu memainkan putih susu Kushina menggunakan lidahnya, sementara tubuh wanita itu terus bergerak naik turun.

"Kau... Ahh, kau seperti bayi... Namikaze-kun..."

Naruto menarik kepalanya, dia menatap Kushina dengan pandangan menggodanya. "Dan Bayi ini akan menghamilimu nantinya."

"Uhhh, come on Baby, fuck me... You can use my body... Make yours, Namikaze-kun... Yess... Yess..."

Kedua tangan Naruto turun hingga sampai pada pinggul Kushina, dia pun membantu Kushina mempercepat gerakannya. "Kau sungguh seksi, Kushina..." bisik Naruto. Dia meremas gumpalan daging di pinggul Kushina. "So Thicc..."

"Ahhh, yess... Namikaze-kun... Yess, I want your cum... I want... Give me a cum... Give me... Ahh yes..."

"Aku akan keluar!"

"Aku juga!"

Desahan nikmat dikeluarkan oleh dua orang itu, mereka mengeluarkan klimaks masing-masing.

...

..

...

"Kau menyesal?"

Kushina menggeleng disertai dengan sebuah senyuman manis di wajahnya, dia seolah tak mempunyai rasa bersalah setelah melakukan seks dengan Naruto. Keduanya saat ini duduk di kursi yang mereka gunakan untuk berhubungan badan, Kushina memeluk tubuh Naruto dari samping, menempelkan permukaan kulitnya pada Naruto. Setelah melakukannya, dia seolah tak ingin melepaskan Naruto.

Terutama benda besar dibawah itu.

"Aku tak akan menyesali semuanya. Kau itu pria yang hebat, dan perkasa, Naruto-kun." Wanita itu mengecup mesra pipi Naruto. "Keperawananku pecah untuk pertama kalinya denganmu, fufu, Naruto-kun sungguh hebat saat memecahkan keperawanan istri orang."

"Uhhh, aku malah merasa bersalah."

"Jangan begitu, sayang. Aku akan memberikan surat cerai pada Sasuke, dan aku bisa mengubah margaku menjadi Namikaze."

"Dasar."

...

..

...

"Okay, kita sudah resmi bercerai, Sasuke." Kushina tersenyum manis pada pria di depannya. "Ibu akan sangat senang dengan ini. Terima kasih sudah merawatku beberapa bulan ini, Sasuke, dan selamat tinggal." Wanita itu pun pergi meninggalkan Sasuke yang tengah duduk diam, pandangannya sangat datar, dia menatap punggung Kushina yang berangsur pergi meninggalkan dia.

Gigi Sasuke bergemelatuk keras, dia kecewa dengan dirinya sendiri. Dia telah membiarkan seorang Bidadari lepss dari sangkarnya. "Sialan kau Namikaze!"

Di saat yang bersamaan, perusahaan yang menjadi saingannya mendapatkan hampir semua saham yang ada di Jepang, dan pemilik perusahaan itu adalah tetangganya sendiri. Dia sungguh tak tahu akan hal tersebut.

Di sisi lain, Naruto dan Kushina berciuman di dalam apartemen. Kedua tangan Naruto mengangkat tubuh mungil Kushina, mereka berdua berciuman mesra di dalam apartemen itu.

"Fufu, kita jadi menikah kan?"

"Kita akan menikah sebentar lagi, sayang."

...

..

.

End!