Yang terjadi hari ini benar-benar gila untuk dirasakan perempuan baik, pintar, cantik macam Minseok, ya setidaknya begitu yang dia pikirkan. Bagaimana bisa seorang kutu buku macam Oh Sehun menciumnya dilapang sekolah dengan tidak tahu malunya? Minseok bersumpah bahwa ini terlalu memalukan apalagi Kris melihat itu dan menahan tawa, Minseok bersumpah melihat tawa mengejek dari mantan kekasihnya itu. Dia tidak bermimpi apapun tadi malam hingga dengan kurang ajarnya Oh Sehun melakukan itu, sadarkan Minseok jika ini semua hanyalah mimpi.
"Bagaimana rasanya?" Kyungsoo menahan tawa, dia juga terkejut ketika tahu temannya itu merasakan kejadian gila.
"Dia benar-benar gila. Akan ditaruh dimana wajahku?" Minseok menjawab dengan menggebu-gebu
"Melihat dia menciummu seperti itu, aku rasa dia menyukaimu"
"Demi celana dalam superman, aku tidak tersanjung sama sekali. Kau tahu bagaimana reputasiku selama disekolah dan sekarang harus hancur karena sikutu buku itu"
Semua orang mengakui jika Minseok adalah primadona sekolah, Kris mantannya adalah Kapten basket, 3 bulan lalu dia juga baru saja putus dari Kim Jongin salah satu anggota Band sekolah, bahkan siketua osis Kim Junmyeon pun bertekuk lutut padanya, lalu dimana alasan Minseok harus tersanjung dengan fakta bahwa seorang kutu buku menyukainya sedangkan mantan kekasihnya adalah lelaki keren dan mempesona ?
Dering ponsel Minseok mengalihkan perhatian mereka, nama Park Chanyeol tertera dilayar ponselnya.
"Hallo Chan" Minseok melemaskan suaranya, seolah tidak ada yang terjadi. Kyungsoo memutar bola matanya bosan, trik wanita memang banyak.
"Tidak itu salah paham, aku bisa menjelaskannya" Kyungsoo menatap penasaran karena sekarang Minseok tampak sangat marah.
"Ada apa?"
"Chanyeol membatalkan kencan kita"
"Kenapa?"
"APA LAGI KALAU BUKAN KARENA SIKUTU BUKU ITU!" terkejut karena berita itu bisa sampai ketelinga Chanyeol yang bersekolah ditempat lain, wajar jika Minseok marah karena ini, perjuangannya mendapatkan Chanyeol sudah lama dan dengan mudah Chanyeol membatalkan kencan mereka karena gosip murah yang mengatakan Minseok telah berpacaran dengan Sehun.
"Kau tahu rumah si kutu buku itukan?"
"Tentu saja, tidak jauh dari rumahku"
"Antar aku kesana"
.
Minseok turun dengan bergegas dari mobil, memasuki pekarang rumah sederhana Sehun, sebentar Minseok nampak kagum pada rumah itu. Beberapa tanaman menghiasi pekarang dengan indah dan tampak segar, bunga mawar dan anggrek yang bermekaran menambah indah pemandangan, menyadari siapa yang memiliki semua itu Minseok langsung kembali ketujuannya. Mengetuk pintu dan siap meledakkan amarahnya pada Sehun, Kyungsoo bahkan tidak ingin ikut kedalam dan lebih memilih pulang lalu meminta Minseok menelpon jika urusannya sudah selesai, teman kurang ajar memang.
"Mencari siapa?" Seorang wanita paru baya membukakan pintu, Minseok pikir itu ibu Sehun. Mengapa dia tidak bertanya pada Kyungsoo dengan siapa Sehun tinggal.
"Selamat malam bibi, maafkan mengganggu saya mencari Oh Sehun" Minseok berucap malu, beruntung dia memakai baju sopan hari ini.
"Oh kau temannya Sehun, mari masuk"
Minseok mengikuti langkah Ibu Sehun kedalam rumah, menyamankan diri dikursi selama ibu sehun pergi untuk mengambilkan minum.
"Sehun belum pernah membawa pulang temannya, ini pertama kali" Ibu Sehun meletakan segelas teh dimeja
"Ah benarkah?"
"Tentu, aku pikir Sehun tidak memiliki teman"
Siapa juga yang mau berteman dengan kutu buku kurang ajar itu.
"Tunggu sebentar bibi panggilkan dia dulu, dia tidur sepertinya"
Minseok memperhatikan detail rumah Sehun yang terlihat nyaman walau tidak terlalu besar ya jika Minseok boleh membandingkan dengan rumahnya, luas ruang tamu ini sepertinya sama dengan luas kamar Minseok sendiri.
"Sehun sedang kekamar mandi dulu, tunggu sebentar ya. Bibi akan kembali kedapur menyiapkan makan malam"
Minseok mengangguk, mengambil ponselnya lalu memberi kabar pada Kyungsoo jika ini tidak semudah yang dia bayangkan sebelumnya.
Suara derap kaki ditangga mengalihkan atensi Minseok. Disana Sehun dengan kaos hitam yang pas ditubuhnya, rambut kelimis yang biasa dia tata saat kesekolah terganti dengan rambut acak-acakan khas orang bangun tidur tapi Minseok malah terpesona melihat itu, kacamata kotak yang dipakainya juga tidak ada.
"Mi-minseok" Sehun tergagap ketika tahu siapa yang mengunjungi rumahnya, ada apa Minseok kerumahnya? Bagaimana Minseok tahu rumahnya? Apa dia sudah mengadukan yang dia lakukan tadi siang disekolah pada ibunya? Beribu pertanyaan muncul dikepala Sehun.
"Ah kau sudah turun, ayo kita mengobrol sambil makan malam" Ibu Sehun muncul dari dapur, memecahkan atmosfer tidak menyenangkan diantara mereka.
"Tidak perlu bibi, aku hanya sebentar"
"Tidak apa, ayo. Jarang sekali ada teman Sehun kemari"
Mereka duduk berdampingan dimeja makan, tidak ada kursi dimeja makan ini hanya meja kecil dan mereka akan duduk dilantai dan tanpa sengaja kaki mereka bersentuhan.
"Kau menyukai makanannya?"
"Ini enak bi" Minseok tidak membual tentang rasa makanan, itu memang jelas enak untuk dirinya yang terbiasa memilih makanan.
"Sehun sangat menyukai sup ikan, cobalah"
Minseok memperhatikan Sehun yang hanya diam tidak bereaksi apapun, saat ibunya bercerita tentang makanan apa yang bisa dan tidak bisa Sehun makan dengan antusiasnya.
"Minseok, jika bibi boleh tahu sebenarnya ada urusan apa dengan Sehun?"
"Aku kesini ingin membicarakan sesuatu tentang tadi siang"
Wajah Sehun menegang dan Minseok bisa melihatnya dengan jelas walau dari samping
"Sesuatu?"
"Tadi siang Sehu—"
"Maafkan aku" Sehun dengan cepat memotong ucapan Minseok "Aku mengaku salah"
"Sehun tidak sopan memotong ucapan orang lain. Lanjutkan, nak"
Sehun pasrah saja jika misal ibunya akan kecewa pada dirinya, dia tidak bisa menghindari kejadian tadi siang. Kris tahu dia menginginkan sebuah gitar yang tidak bisa ia beli langsung seperti Kris, Kris juga tahu dia menyukai Minseok dan dia memiliki dendam tersendiri terhadap Minseok yang telah memutuskannya demi lelaki bernama Chanyeol yang Sehun tidak tahu itu siapa.
Kris berjanji akan memberi dia uang untuk membeli gitar yang diinginkannya jika dia berani mencium Minseok dilapangan saat jam olahraga. Siapa yang tidak akan tergiur dengan tawaran yang dua kali lipat menguntungkan, dia dapat gitar dan bisa mencium perempuan yang dia sukai, tapi Sehun lupa dengan konsekuensi yang akan terjadi.
"Sehun tadi siang mengajakku berkencan bi, tapi aku menunggu beberapa jam dia tidak datang dan malah tertidur"
"Ke-kencan?" Sehun rasa telinganya bermasalah, kapan dia mengajak Minseok berkencan?
"Maaf bi jika aku tidak sopan tapi Sehun dan aku sudah berkencan"
.
Sehun mengantarkan Minseok kedepan mobil Kyungsoo yang sudah menunggu, bukankah Minseok keterlaluan? Dengan mengatakan mereka berkencan membuat ibunya senang bukan main, padahal itu hanya sebuah kebohongan, itu sama saja Minseok mempermainkan perasaan ibunya.
"Minseok"
"Jangan banyak bicara, aku sudah memaafkanmu"
"Aku tahu aku salah, tapi mengapa kau harus berbohong pada ibu? Kau tahu kau bisa melukai hati ibuku saat dia tahu perkataanmu bohong"
"Siapa bilang aku berbohong? Tadi siang kau berani menciumku, itu artinya kita sudah berkencan. Aku tidak pernah dicium siapapun selain kekasihku" Minseok memalingkan wajahnya malu, hilang sudah rasa marah Minseok, ini semua karena dia terpesona oleh Oh Sehun yang sekarang bukan sikutu buku. Bagaimana seorang kutu buku bisa memiliki lengan berotot dan perut yang sepertinya menyimpan otot-otot hasil gym dibalik kaosnya, Sehun terlihat tampan malam ini.
"Minseok a-aku"
"Sudahlah aku mau pulang. Jangan lupa jemput aku besok kesekolah"
Minseok masuk kedalam mobil dengan segera meninggalkan Sehun di belakang sana yang tenganga tidak percaya.
"Serius dia berkencan denganku?"
Sehun melompat dan meninju udara dengan senang, tidak sia-sia mempertaruhkan harga dirinya dihadapan semua orang disekolah jika akhirnya dia mendapatkan Minseok dan juga gitar gratis dari Kris.
