Enjoy and stay at home guyss
08 Februari 2020
Boboiboy menatap setiap inci wajah Krystal. Boboiboy akui, gadis itu memang terlihat mirip dengannya. Hanya saja mata gadis itu dari cara dia menatapnya, sangat mirip dengan Yaya. Apa mungkin? Boboiboy menggeleng, menahan perasaan senang yang tiba-tiba muncul.
Isi folder di galeri itu bukan editan namun bisa saja Boboiboy salah mengira, tapi Boboiboy bisa meminta Ochobot memeriksa foto-foto dan video-video itu. Lalu, bisa saja mesin waktu sudah di tahun 2046 'kan?
"Bagaimana aku di masa depan?" Tanya Boboiboy tiba-tiba sambil memberikan ponsel milik Krystal.
Krystal menerima ponselnya lalu menaikan sebelah alisnya. "Jadi kau sudah percaya padaku?"
"Entahlah. Semuanya tidak masuk akal, tapi anggap saja begitu." Boboiboy berkata dengan tenang. "Jadi bagaimana aku di masa depan?"
"Seperti ayah pada umumnya, membosankan." Krystal menjawab. "Sangat menyebalkan. Gila kerja, dan kau juga suka mengatur hidup keempat anakmu."
"Walau begitu, kau tetap seorang pria yang mencintai istrinya dan keempat an--"
Belum sesai Krystal berkata, Boboiboy sudah mengintrupsinya. "Tunggu, apa kau bilang tadi? Aku punya empat anak?!"
"Tiga anak kembar laki-laki dan aku."
Wajah Boboiboy memerah, remaja laki-laki itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Krystal mengernyit, terlihat memikirkan apa yang terjadi pada laki-laki di hadapannya itu. Senyum lebar terukir di wajah Krystal setelah menyadari apa yang di pikirkan Boboiboy, dia pun tertawa lebar.
"Hey, apa aku di masa depan tidak pernah mengajarimu kalau menertawakan ayah sendiri itu dosa?" Boboiboy bertanya dengan nada memperingati.
Krystal langsung berhenti tertawa dan menatap Boboiboy dengan speechless.
"Apa? Masih mau tertawa?"
Senyum tulus Krystal membuat perasaan Boboiboy menghangat. Itu senyum milik Yaya.
"Iya... Maafkan aku, ayah."
Boboiboy tersenyum tipis.
Ayah yah?
"Apa nih ayah-ayah?" Tanya Gopal tiba-tiba muncul.
"ASTAGHFIRULLAH!" Teriak Krystal dan Boboiboy bersamaan karena terkejut.
"Oy Boboiboy? Ngapain pula kau bawa perempuan berduaan saja di rumah?" Tanya Gopal, tidak peduli dengan tatapan tajam Krystal.
Boboiboy berdecak kesal lalu melempar bantal sofa kearah Gopal, namun Gopal langsung mengubah bantal itu menjadi roti isi coklat lalu menangkapnya. Boboiboy melotot saat Gopal akan memakan roti itu, Gopal tertawa canggung kemudian segera mengembalikannya kembali menjadi bantal.
"Astaga ternyata orang ini memang menyebalkan yah aslinya," ucap Krystal sambil memijit pangkal hidungnya.
Gopal mendelik, ia mengalihkan pandangannya kearah Boboiboy. "Siapa dia? Aku baru lihat dia. Sepupumu? Kalian mirip."
"Anakku," jawab Boboiboy enteng. "Kemarikan ponselmu," kata Boboiboy pada Krystal.
PLAK!
"Aw! Kau kenapa sih Gopal?!" Boboiboy mengusap kepalanya yang kena toyoran super Gopal.
Gopal memutar matanya. "Anak apa? Kau tak liat perempuan itu seumuran sama kita? Memangnya kau membelah diri seperti amoba jadi bisa punya anak sebesar itu?"
'Sinting,' umpat Krystal tanpa bersuara.
Boboiboy mengulurkan ponsel milik Krystal ke Gopal, memperlihatkan video pertama yang Boboiboy tonton. Beberapa saat Gopal diam saja, kemudian melotot terkejut melihat sosok Boboiboy di video itu.
"WHAT THE FOOD?!"
Crystal Snow
Krystal menatap kamar milik Boboiboy sambil menahan senyumnya. Krystal berjalan kearah meja belajar Boboiboy dan duduk di bangku yang ada disana. Tangan Krystal meraih album foto yang berada di rak buku meja paling bawah, dan membukanya.
Halaman pertama terdapat foto Boboiboy berusia 11 tahun yang memamerkan jam kuasanya, lalu fotonya bersama Ochobot dan foto bersama Tok Abah. Di halaman kedua terdapat beberapa foto Boboiboy bersama sahabat-sahabatnya minus Fang, tapi di halaman selanjutnya terdapat foto beberapa Boboiboy bersama Fang.
Rasa iri tiba-tiba muncul di hatinya. Krystal iri pada ayahnya yang memiliki ikatan persahabatan yang sangat lama dengan sahabat-sahabatnya, beda dengan Krystal yang selalu gagal dalam menjalani pertemanan. Krystal menggelengkan kepalanya, membuang jauh-jauh rasa iri itu dan membuka halaman selanjutnya.
Senyum gadis itu melebar, foto di halaman yang baru di lihatnya membuat Krystal tersenyum. Foto seorang gadis berhijab pink yang berdiri di samping Boboiboy sambil berpegangan tangan.
Krystal melepas foto itu dari album itu, membalik lembar foto itu dan membacanya.
'Boboiboy and Yaya, 06 October 2019.
We fall in love since we're kids, be friends for some years like we don't care about the feelings, but the truth : we do care. Now she's mine. God, please don't take her away from me.'
God, please don't take her away from me.
Andai semudah itu. Krystal tersenyum miris.
"Sayangnya, Tuhan tidak mendengarkan do'amu," lirih Krystal.
Krystal mengembalikan foto itu kembali ke tempatnya dan menutup album itu. Krystal berdiri dan berjalan keluar dari kamar Boboiboy.
"Astaga!" Krystal terkejut saat melihat Ochobot yang tiba-tiba muncul di depannya.
"Eh? Maaf kalau aku mengejutkanmu," ucap Ochobot merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, ngomong-ngomong apa yang kau bawa?" Krystal menunjuk paper bag merah muda yang di bawa oleh Ochobot.
"Ini beberapa pakaian untukmu," jawab Ochobot sambil memberikan paper bag itu pada Krystal.
Krystal menerima paper bag lalu tersenyum. "Seharusnya tidak perlu repot-repot, aku bisa beli sendiri."
"Tidak apa-apa," kata Ochobot. "Oh yah, kamar tamu yang ada di depan kamar Boboiboy itu bisa kau tempati, kamar itu bersih kok karena Atok selalu membersihkannya."
"Baiklah."
"Kamar mandi ada di setiap lantai, terserah mau pakai yang mana saja."
"Okay."
"Kalau ada perlu, kau-"
"Ochobot, sudahlah." Krystal cemberut. "Jangan perlakukan aku seperti tamu, aku tidak suka."
"Lagi pula aku sudah tahu denah rumah ini," kata Krystal sambil tersenyum tipis. "Yang beda, di masa depan terdapat lebih banyak foto yang terpajang di dinding."
Ochobot mengangguk. "Baiklah," ucap Ochobot. "Aku akan ke kedai Tok Abah sekarang. Kalau kau mau, kau bisa menyusul."
Krystal mengangguk semangat. "Kau duluan saja, aku akan mandi dan ganti baju dulu."
Meanwhile...
"Kau akan menceritakan soal anak itu ke yang lainnya?" Tanya Gopal selagi mereka berjalan menuju kedai Atok Abah. "Cantik pula dia, mirip lah sama kau."
Boboiboy menggidikan bahunya. "Entahlah, kau pikir mereka akan percaya?" Boboiboy balik bertanya, terdengar ragu.
"Apa kau percaya dia?"
"Mungkin, entahlah."
Gopal berdecak. "Cerita 'kan saja, minta pendapat mereka," ujar Gopal. "Fang, Ying, dan Yaya 'kan trio jenius, hanya kita yang bodoh."
"Maksudmu aku bodoh?!"
"Hehehe bercanda."
Sesampainya disana, terlihat jelas ketiga sahabatnya duduk di salah satu spot dekat meja bar, menatap kearah mereka. Ternyata kedai sudah mulai sepi, padahal masih terlalu siang untuk sepi. Gopal langsung menghampiri mereka, sedangkan Boboiboy berjalan perlahan.
"Kalian tahu, ada gadis cantik di rumah Boboiboy!"
'Gopal goblok, ember banget sih mulutnya!' Maki Boboiboy dalam hati. Boboiboy hanya tersenyum canggung, lalu tatapannya tertujuh kepada Yaya yang menatapnya meminta penjelasan.
"Gadis itu anaknya Boboiboy! Mirip sama Boboiboy, gak mirip banget sih tapi pasti perpaduan wajah Boboiboy dan istri Boboiboy di masa depan!"
Kali ini Yaya meninju bahu Gopal dengan keras, merasa jengkel. "Diem sih!"
"Kau ini cembu--"
"Diem atau aku akan melemparmu?!"
Gopal langsung diam. Sedangkan Fang dan Ying yang dari tadi menyimak memutar bola mata mereka, lalu menatap Boboiboy meminta penjelasan.
"Perempuan tadi itu kenalanmu, Boboiboy?" Tanya Ying. "Siapa tadi namanya... Ital?"
"Krystal," ralat Boboiboy.
Fang berdecak. "Kau bahkan tahu namanya, kau tidak memikirkan perasaan Yaya?" Hardik Fang.
Boboiboy memijit pangkal hidungnya. "Diem dulu dong habis itu aku jelasin."
Boboiboy menatap satu persatu sahabatnya, remaja laki-laki itu terlihat bingung. Rasanya sulit untuk menjelaskan, kalau Gopal mah pasti percaya karena terlalu malas berpikir realistis, tapi ketiga orang di hadapannya itu?
Bagaimana cara menjelaskan kalau Krystal adalah anaknya yang muncul dari tahun 2046?
"Aku tahu ini benar-benar aneh, tapi... Dia benar-benar anakku." Boboiboy berkata langsung to the point.
"Kau percaya begitu saja?" tanya Fang, dengan tatapan sinis andalannya.
"Awalnya aku tidak percaya, tapi dia mempunyai video dan foto kami berdua di ponselnya," jawab Boboiboy.
"Bisa saja dia mengeditnya 'kan? Dia melakukan itu mungkin hanya untuk menarik perhatianmu."
Mendengar kesimpulan Fang membuat Boboiboy merasa kesal. Boboiboy mengepalkan tangannya, menatap sahabatnya itu dengan tajam. "Dia tidak berbohong! Dia--"
"Kau yakin soal itu?" Fang memotong perkataan Boboiboy. "Kau tidak memikirkan perasaan Yaya?"
Boboiboy menoleh kearah Yaya, tampak Yaya diam saja sambil memainkan ponselnya. Namun ada raut wajah Yaya jelas menunjukan ada rasa khawatir yang dia rasakan saat itu.
"Coba tanyakan pada gadis itu, siapa ibunya? Bagaimana kalau gadis itu bilang kalau Yaya bukan ibunya? Tentu saja Yaya akan merasa sakit hati."Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Fang, tiba-tiba membuat Boboiboy merasa serba salah.
"Fang, sudahlah." Ying menegur Fang. "Kau membuat Boboiboy jadi tambah bingung."
"Aku hanya memberitahunya," kata Fang, tatapannya melembut saat bertatapan dengan Ying. "Agar dia tidak di tertipu kalau memang gadis itu berniat untuk menipu."
"Tapi bagaimana kalau gadis itu benar-benar dari masa depan?" tanya Gopal setelah dari tadi hanya menyimak saja.
Fang berdecak. "Mana mungkin? Mesin waktu itu tidak ada, realistis dikit dong."
"Tapi Krystal memiliki senyum yang sama hangatnya dengan senyum Yaya," ucap Boboiboy dengan suara yang pelan, namun masih bisa di dengar oleh mereka. "Saat dia tersenyum, kupikir Krystal adalah Yaya, senyum mereka sangat mirip, cara mereka menatapku juga sama persis."
Yaya menoleh kearah Boboiboy.
"Dunia ini besar, sangat besar." Yaya berkata dengan tiba-tiba, membuat mereka menoleh kearahnya. "Hal yang menurut kalian tidak masuk akal, mungkin benar-benar ada dan juga terjadi. Mungkin bagi orang di luar sana, orang-orang seperti kita yang memiliki kekuatan super dan melawan Alien jahat itu tidak masuk akal, tapi kita benar-benar memiliki dan melakukan hal yang menurut mereka tidak masuk akal."
Yaya mengalihkan pandangannya kearah Boboiboy. "Percayalah pada hal yang menurutmu pantas. Tidak perlu memikirkan perasaanku, karena aku akan baik-baik saja selama kau baik-baik saja," ucap Yaya lalu tersenyum.
Benar-benar mirip.
Fang memutar kedua matanya. "Terserah kalian saja deh, tapi kalau kalian tertipu beneran aku tidak mau ikut pundung," kata Fang. "Dasar pasangan aneh."
Ying langsung menyikut perut Fang. Fang meringis dan menatap Ying dengan tatapan protes. sedangkan Gopal hanya mengangguk, toh apapun keputusan dari mereka, Gopal hanya bisa ikut mendukung dan membantu saja, yang penting sahabat-sahabatnya baik-baik saja.
"Krystal tak kesini kah?" Tanya Gopal. "Kalau tak salah tadi kau menyuruh Ochobot beli baju perempuan 'kan?"
"Iya, nanti Krystal kesini."
"AHHH!!" Teriak Gopal terkejut, Ochobot pun ikut berteriak.
"Sejak kapan kau ada disana?" Tanya Ying pada Ochobot.
"Baru saja lah," jawab Ochobot. Lalu mata robot ochobot tertujuh kepada Yaya. "Di banding Boboiboy, dia lebih mirip Yaya."
Setelah mengatakan itu Ochobot segera pergi. Wajah Yaya tiba-tiba memerah, sedangkan Boboiboy tersenyum penuh arti ke Yaya.
Lalu semua kembali ke aktifitas masing-masing. Boboiboy dan Yaya menerima pesanan, Ying dan Fang mengantar pesanan sedangkan Gopal membantu Tok Abah dan Ochobot menyiapkan pesanan. Karena terlalu sibuk, mereka tidak sadar kalau Krystal sudah sampai di tempat itu.
Krystal memutuskan duduk di gazebo yang ada di dekat kedai, dia mengambil ponsel dari saku hoodie yang dia pakai. Dia menyambungkan earphone bluetooth ke ponselnya, kemudian membuka aplikasi pemutar musik dan mendengar lagu-lagu dari playlist favoritnya. Dia pun ikut menyanyi, dengan suara pelan agar tidak di dengar siapapun, sambil memainkan salah satu permainan offline di ponsel canggihnya itu.
Yaya menjadi orang pertama yang menyadari kehadiran Krystal di gazebo. Dia pun mendekati Krystal, tanpa di sadari oleh siapapun. Yaya tertegun saat melihat wajah Krystal, wajah serius gadis itu mengingatkan Yaya pada wajah Boboiboy. Benaran mirip ternyata, pikir Yaya.
"Hai?" Sapa Yaya saat Krystal mulai menyadari kehadirannya.
Mata Krystal membulat, mulutnya terbuka karena terkejut dan segera dia tutupi dengan tangannya. Yaya mengernyit bingung dengan reaksi Krystal, hingga akhirnya mata Krystal yang berkaca-kaca seperti menahan tangis membuat Yaya panik.
"Eh? Ke-kenapa?" Tanya Yaya salting karena bingung. "Kau tidak suka aku ada disini?"
Krystal menggeleng cepat. "Aku bahagia kamu disini..." Lirih gadis itu dengan nada gemetar. "Aku merindukanmu..."
Kemudian perasaan Yaya menghangat saat Krystal memeluknya tiba-tiba, menenggelamkan wajahnya di bahu Krystal. Yaya tidak tahu apa hubungannya dengan gadis itu, tapi perasaan hangat dan familiar terus muncur di hatinya.
"Jangan pergi lagi," bisik Krystal. "Tetap disini."
Yaya mengusap rambut Krystal. "Aku tidak kemana-mana kok."
"Apa dia baik-baik saja?" Boboiboy tiba-tiba muncul, dengan raut wajah terlihat khawatir. Yaya mengangguk menandakan Krystal baik-baik saja, kemudian melepaskan pelukannya.
"Aku baik-baik saja," kata Krystal dengan suara serak. "Kaget aja liat Yaya, aku rindu."
Boboiboy dan Yaya saling bertatapan, lalu tersenyum. "Yaya sepenting itu yah?" Tanya Boboiboy.
Krystal mengangguk. "Iya, penting banget."
"And I'll do everything to keep her alive."
Next...
How about this chap? Don't forget to leave some review and comment guysss. Thank youuu.
- With love
Ursparks a.k.a Lujaecy
