Trouble Love

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning!: Gaje,femsasu,abal-abal,badsummary,dll

Pairing:Naruto X ...

Summary:

Naruto mencintai Sakura akan tetapi Sakura tidak,karena Sakura mencintai sasuke, tapi sasuke tiba-tiba berubah jadi perempuan karena fenomena langka yang terjadi didunia ini, dan hanya naruto yang tahu kan hal tersebut dan naruto diminta untuk menyembunyikannya karena sasuke belum terbiasa akan hal yang terjadi pada dirinya.

Bagaimana jadinya kalau sakura tahu sasuke sebenarnya adalah perempuan?

Don't Like Don't Read

Chapter 1

Pagi hari dirumah naruto

POV Naruto

"Naruto bangun sudah pagi ini,hari ini tahun keduamu disekolah dan hari pertama jangan sampe telat untuk upacara penyambutannya. Cepat bangun kaa-san tunggu dibawah sarapan dulu nanti kalo sudah mandi" teriak kaa-sanku dari bawah padahal masih ada waktu kurang sejam lagi jarak darisini keskolah gak jauh-jauh amat lagi. Keluargaku emang gitu ayahku mendidik dikeluarga begini 'lebih baik datang lebih awal' gitu katanya ya tapi ini masih terlalu pagi…hadeuhh…

"ya kaa-san"jawabku dikamar lekas tuh aku langsung berjalan ke kamar mandi untuk mandi karena sekolah dimulai sebentar lagi.

Lekas itu aku berjalan kebawah sambil menyapa kedua orang tuaku dan aku tidak melihat adikku disana "ohayou kaa-san,tou-san mana Naruko? Belum bangun dia kaa-san? Apa dia udah berangkat jam segini?"tanyaku dengan nada bingung soalnya aku tidak melihat adikku yang manis dan ini masih terlalu pagi untuk berangkat…tapi entah kenapa dia sangat membenciku dan selalu menghindariku meskipun kami tinggal seatap tapi kami jarang mengobrol ataupun saling menyapa juga tidak. Aku tidak ingat kalo ada salah ma dia,dianya lagi gak mau bicarain kenapa.

"Ya, dia sudah berangkat dari tadi"jawab kaa-sanku mungkin menghindari dariku ya…aku menundukkan kepalaku sambil berjalan ke meja makan. Padahal aku gak mau gini terus sama adikku aku ingin baikan dengannya.

"yang sabar ya Naruto, mungkin dia masih belum bisa memaafkanmu atau mungkin dia ada urusan makanya pergi pagi"kata kaa-sanku sambil memegang dagunya. Dia begitu mungkin melihatku menundukkan kepala tadi kayak yang sedih tapi emang sedih sih,aku ingatnya dulu akrab banget ma adikku itu tapi,beranjak dewasa malah menjauh hadeuhh…dia tahun ketiga di KJHS (Konoha Junior High School) beda dua tahun ma aku.

"ya kaa-san…tapi aku gak ingat kesalahan apa itu sehingga dia gak mau memaafkan kakaknya ini…apa aku dulunya kakak yang buruk kaa-san?"tanyaku ke kaa-san kira-kira tau kaa-san soal ini

"itu…." Ketika kaa-sanku mau jawab eh ada ketukan pintu didepan

tok…tok…tok

"Naruto ayo berangkat"kata suara yang diluar sembari mengetuk-ngetuk pintu.

"nanti aja kaa-sanmu jawab yang tadi cepatan Sasuke dah nunggu diluar tuh…jangan lupa ambil roti ini makan dijalan"suruh tou-sanku sambil mengambil rotinya dan memberikannya padaku.

"iya dah…aku berangkat kaa-san,tou-san"kataku sembari menggigit roti yang tadi.

"iya hati-hati dijalan…ini bawakan juga sekalian buat sasuke-kun mungkin dia belun sarapan juga…ataupun sudah suruh saja dia makan ya"suruh kaa-sanku mengambil rotinya dan memberikannya padaku.

"siap kaa-san" jawab aku

"kenapa kau datang selalu diwaktu yang gak tepat sih teme? Dan ini masih terlalu pagi untuk berangkat. Padahal tadi aku mau tahu kenapa naruko menjauhiku.. .ck"kataku marah karena gak mendapat jawaban atas pertanyaanku tadi pada kaa-sanku

"apanya yang masih pagi…kau gak punya mata ya atau gak punya jam dirumah? Setengah jam lagi masuk…ck urusatokanci"jawabnya dengan marah. Kenapa dia yang jadi marah padaku.

"ck…ck kenapa kau jadi marah juga padaku? Kenapa gak berangkat aja sendiri gak usah bareng aku…yah aku gak lihat jam tadi waktu beres mandi jadi gak tahu aku jam berapa sekarang"kataku

"itu kebiasaanmu dobe…kalau aku gak bareng kau nanti kau telat mulu kesekolahnya dan aku yang selalu ditanyai oleh guru-guru 'kemana Naruto?' kalau aku berangkat sendiri. Itu merepotkan tau"kata Sasuke sambil terus berjalan. Benar juga kata dia kalau aku berangkat bareng si teme ya aku gak kan telat, tapi kalau aku berangkat sendiri aku selalu telat kenapa itu ya? Aku juga bingung.

"hmm ya la…terima kasih kalau begitu karena mau berangkat denganku terus"kataku berterima kasih pada Sasuke.

"hn…itu terpaksa karena jarak rumah kita dekat dan juga aku males kalau ditanyain para guru disekolah"kata Sasuke dengan datarnya. Kenapa dia selalu tanpa ekspresi ya? Aneh aku ma dia.

"ya la teme…aku akan berusaha mengubah kebiasaanku nanti agar kau tidak berangkat bareng aku lagi." Kataku dengan nada agak sedih, karena baru tahu aku kalau dia ternyata selalu terpaksa berangkat denganku

"hn" 'kenapa si dobe ini biasanya dia gak kan begini

Aku baru ingat kalo ada titipan dari kaa-sanku buat sasuke "ouh ya ini roti dari kaa-sanku buat kamu…jangan tolak nanti aku dimarahin kaa-san"suruhku pada Sasuke agar memakan rotinya dan sambil memberikan padanya tapi, dia malah pergi duluan kedepan.

"maaf aku harus nolak Naruto"kata Sasuke sambil berjalan kedepan…duh disuruh makan ini kalo gak nanti aku dimarahin kaa-sanku apa dia gak peduli ya?

"kenapa? Kau gak tahu marahnya kaa-sanku?"

"aku tahu,makanya aku tolak"jawab Sasuke dengan datar dan muka datarnyya pengen dijitak tuh muka.

"ouh sengaja?ok kalo gak mau, kukasih tahu aja rahasiamu pada orang tuamu,teman sekelas,atau bahkan dunia juga harus tahu tentang ini?"ancamku…ya dia memiliki rahasia yang sangat luar biasa…ya aku juga baru tahu waktu kelas satu semester 2 kalo dia berubah menjadi perempuan pada waktu setelah ujian akhir,emang gk ngenal waktu ya fenomena-fenomena apapun, akan terjadi kapan saja dan yang tahu Cuma aku, karena ya waktu dia berubah dia pulang bareng sama aku seberes ujian mau ngasih tahu orang tuanya tapi dia malah membentakku katanya jangan ya sudah jadi yang tahu cuma aku.

Tapi bukannya takut akan bocor rahasianya dia malah mendeath-glare padaku.

"kenapa gak takut akan aku bocorin?" tanyaku

"jangan…ya sudah ini rotinya aku ambil"kata sasuke sembari langsung mengambik roti yang ada ditangan kiriku…itu rotiku dia gak sadar apa itu sudah dimakan setengah olehku… "jangan yang itu teme"perintahku langsung menyusul kedepannya.

"kenapa?dah habis dimakan aaaa bukannya kau yang nyuruhu tadi" jawab Sasuke sambil membuka mulutnya menampilkan rotinya yang sudah ancur.

"ya tapi kau salah ambil roti teme…itu roti bekas aku,apa gak sadar kau ya saking takutnya aku bocorin rahasiasia mu?"kataku dengan nada mengejek.

"hoek…hoek… pantas aja rasanya aneh…lagian apaan kau dobe ungkit-ungkit rahasia aku segala hanya untuk satu roti?"kata Sasuke sambil muntah-muntah tapi kan udah tercerna itu duhh.

"parah kau teme sampe pura-pura dimuntahkan…kau sih kenapa menolak segala tadi dan tenang aja kali kau bisa percayakan padaku kalo rahasiamu akan aman di tangan Uzumaki Naruto ini"kataku dengan membanggakan diri.

"hn dobe"jawab sasuke dengan tersenyum dan semburat merah dipipinya

Apa sasuke tadi tersenyum ya? Gak lihat aku soalnya dia depan kenapa pula jalannya cepat.

Mungkin ini agak telat tapi perkenalkan namaku uzumaki naruto aku anak ke-1 dari 2 bersaudara seperti yang sudah dibaca kalo aku punya adik kecil yang beda 2 tahun denganku. Aku bersekolah di konoha high school dan ini tahun kedua aku disana dan yang disampingku ini uchiha sasuke teman masa kecilku dia dari dulu gak berubah selalu ja begitu gak ngerti aku,pertemanan ini bisa bertahan lama aku merasa aneh juga…atau emang takdir ya aku yang periang,hyperakti dan dia kebalikanku cool,pendiam tapi dia disekolah sangat populer dikalangan cewek-cewek aku gak ngerti apa yang disukai para cewek itu pada sasuke kalau saja para fansgirl itu tahu sasuke sekarang perempuan gimana ya?…tapi ya dia emang tampan,ya tampan meskipun sebernanya perempuan juga dan pintar lagi jauh sih aku dibanding dia membuatku iri saja aku yang cowok tulen gini gak populer-populer amat disekolah,walaupun yah aku emang agak bandel disekolah wajar kali ya?

Dijalan gak ada obrolan sama sekali karena dia bukan orang yang akan mengajak obrol terus aku mau ngobrolpun nanti dijawab cuek tapi ya dia kadang cuek gini kadang gak seenaknya emang dia ini. Atau mungkin dia marah gara-gara tadi aku mengungkit rahasaianya ya makanya dia diem terus?...Hadeuh meskipun dah lama berteman tapi kami masih belum terlalu akrab…

Dan setelah dia jadi perempuan aku tambah canggung kalo dekat ma dia tadi aja kami debat atau ngobrol dah sekian lama gak gitu aku senang dia begitu.

Ketika kami berjalan mau masuk gerbang sekolah kami mendengar suara perempuan dari belakang aku dan sasuke menoleh kebelakang"ouh ohayou Sakura-chan"sapaku padanya tapi dia mendorongku menjauh.

Padahal aku Cuma ingin dapat balasan sapaan aja darinya tapi gak hadeuh…perkanalkan teman masa kecil kami juga dia haruno sakura aku dan sasuke ketemu dia waktu disekolah dasar dari waktu pertama lihat dia entah kenapa aku senang waktu itu aku gak tahu apa-apa soal cinta jadi aku gak tahu kalo itu cinta, aku baru tahu itu cinta waktu dijunior high dan aku memberanikan diri menyatakan perasaanku padanya tapi dia menolaknya tapi sejak hari itu aku tak pernah menyerah untuk mendapatkannya ya walaupun dia selalu nolak.

"awas naruto aku ingin mendekat sama sasuke-kun…ohayou sasuke-kun udah sarapan Sasuke-kun?"dia mendekat pada sasuke lalu memegang tangannya hadeuh…aku disini cemburu sakura apa kamu gak kan melihat aku yang selalu mencintaimu?...ya aku berjalan menjauh ja la daripada menganggu dia nanti dia tambah benci lagi.

POV Naruto End

"hn…ohayou sakura…udah tadi dikasih roti dari kaa-sanny naruto"jawab sasuke dengan nada geram ya dia mengingat kembali soal tadi diamemakan roti bekas naruto… itu ciuman tidak sengaja bukan?

"kenapa sasuke-kun? Kayak yang lagi kesel aja apa ada yang terjadi sama si baka naruto tadi?"tanya sakura dengan nada penasaran

"gk da"jawab sasuke cuek

"ouke kalo terjadi apa-apa antara kamu dengan naruto bilang aja padaku nanti dia kupukul"kata sakura dengan mengepalkan tangannya kedepan

"hn"

Teng…Teng…Teng

Teng... Teng...Teng

Bel masuk telah berbunyi murid-murid yang sudah masuk kelas menerima pesan dari gurunya untk kelapangan,penyambutan masuk kembali setelah libur yang lumayan lama.

"ne sakura-chan?"tanya naruto disamping sakura sambil menggeser mendekat pada sakura.

"apa? Kenapa kamu ada disampingku sih naruto? Mana sasuke-kun?"jawab sakura sambil mencari sasuke,sasuke berada didepan disampingnya sasuke itu temannya ino 'membuat iri saja ino itu' inner sakura..

"takdir ini sakura-chan emang gak kan bisa jauh ya kita... Hehehe... Mau makan bareng kalo dah beres ini dikantin sakura-chan? "tanya naruto dengan cengirannya

"gak...dengerin dulu apa yang disampaikan kepala sekolah disana jangan berisik...kamu berisik naruto,dan juga kamu menganggu yang lain apa kamu gak lihat? "kata sakura sambil menunjuk kedepan dan kesamping kalo mereka jadi pusat perhatian.

"ehh... M-aaf semuanya...kenapa gak bilang dari tadi sih sakura-chan? Kan aku jadi malu"kata naruto dengan muka memerah katena malu.

"huh aku yang lebih malu disini naruto... Dah la jangan berisik lagi,kalo berisik lagi ataupun ngobrol lagi sama aku,aku akan pindah tempat naruto"

"iya sakura'-chan"jawab naruto dengan lemas.

Time skip

Setelah beres upacara penyambutan itu naruto masih mengajak sakura untuk makan bareng tapi ditolak terus dan malah dia ngajak sasuke untuk makan bareng.

"sasuke-kun... Makan bareng yuk.. Aku bawa bekal ini ayo makan berdua"ajak sakura pada sasuke dengan menunjukkan bekal buatannya.

"gak aku sama si dobe aja makan dikantin itu kamu makan aja sendiri"tolak sasuke dengab nada datarnya. Lalu sasuke langsung pergi nyusul naruto.

"tunggu dobe aku juga mau kekantin"kata sasuke sambil mengejar naruto yang sedang berjalan didepannya.

"ehh...gak makan bareng sama sakura-chan teme? " kata naruto heran melihat sasuke yang menyusulnya kekantin.

"gak... Aku kan gak bawa bekal dan juga mana kenyang nanti kalo makan berdua dari bekal buatannya"jawab sasuke sambil berjalan disamping naruto.

"heh kau ini gak ngerti perasaan perempuan ya" kata naruto...'meskipun kau sendiri sekarang juga perempuan tapi masih belum paham juga duhh emang beda' guman naruto. Dan itu kedengeran oleh sasuke karena berada disampingnya.

"bilang apa kau barusan dobe... Suaramu masih kedengeran olehku... Jangan bawa-bawa masalah itu disini dobe atau kau mau akibatnya? Dan juga aku gak mau mengerti perasaan perm an itu merepotkan" kata sasuke sambil menyilangkan tangannya didadanya.

"huh... Suatu saat kau akan mengrti itu sasuke... Mau atau tidak ya itu pasti akan terjadi"kata naruto

"hn"

Sesudah sampai dikantin mereka dikejutkan dengan banyaknya murid khs yang masih mengantri untuk memesan makanannya. Naruto melihat meja kosong dipojokkan kanan dia langsung menyuruh sasuke untuk menempati itu dulu takutnya nanti mereka gak dapat meja.

"teme kau tempati dulu meja yang disana aku yang pesan kau mau pesan roti sama jus tomatkan? "suruh naruto sambil menunjuk meja yang kosong. Naruto sudah naruto pesananan favorit sahabatnya itu.

"hn" jawab sasuke singkat dengan langsung menuju meja yang kosong itu.

Antrian sudah mulai berkurang... Naruto sedang memesan pesananya.

"bi jus tomat satu,rotinya satu dan satu mangkok ramen ukuran jumbo dengan air putihnya ya" kata naruto sambil memberikan uangnya.

"ha'i.. Tunggu ya... Nah ini jus tomat satu, roti, ramen dan air...terimakasih...selamt menikmati"kata bibi tersebut sambil menyerahkan pesanannya.

"ha'i... Terima kasih" kata naruto sambil menundukkan kepalanya.

"ini teme,itu pake uangku dulu nanti ganti ya."kata naruto sembari menyerahkan pesanan sasuke.

Sasuke merogoh saku celananya dan dia tidak menemukan uangnya, "aku lupa bawa uang dobe, nanti aja pulang sekolah ya". Balas sasuke dengan langsung memakan rotinya.

"huh diajak ma sakura-chan tadi gratis enak gak mau kau, mau kekantin gak periksa dulu uangnya. Duh teme kau juga bisa ceroboh ya batu tahu aku. "kata naruto sembari menseruput ramennya.

"hn"

"ya sudah deh aku traktir aja untuk kali ini. Sebagai ucapan terima kasihku padamu"

"hn"jawab sasuke yang sedang asyik memakan rotinya

"gak da terima kasih? Ya sudah deh" kata naruto kecewa gak dapat ucapan terima kasih dari sasuke.

"terima ka-" sebelum sasuke ingin mengucapkan kalimat tersebut ada seorang perempuan yang tiba-tiba datang ke tempat meja makannya dia ma naruto.

"hei... Hei... Boleh aku bergabung disini? Gak ada lagi meja kosong disini" kata perempuan cantik berambut pirang itu sembari menunjuk meja yang lain yang sudah terisi.

"ouh ya silahkan saja aku udah mau beres ini... Teme aku duluan ya"kata naruto menseruput ramen terakhirnya. Setelah itu naruto menyerahkan mangkok ramenya ke bibi kantin. Setelah itu naruto inget ada barang ketinggalan di mejanya lalu dia balik lagi ke mejanya.

Waktu dia balik lagi ke mejanya tadi untuk mengambil sesuatu dan mau pergi tetapi, baju dia dipegang oleh perempuan tadi.

"kenapa? Apa kita kenal? " tanya naruto heran.

"kamu lupa ya naruto... Aku dari junior high scholl sama denganmu dan sasuke-kun, tapi aku disana cuma beberapa bulan dan aku lngsung pindah karena pekerjaan orang tuaku. Ingat aku? " kata perempuan tersebutsambil menatap mata naruto.

"ouh aku ingat kamu shion kan? Dari kelas sebelah kami"kata naruto sambil duduk dikursi lagi.

"ya itu aku...heheheh terima kasih masih ingat aku naruto... Apa sasuke-kun juga ingat aku? " tanya perempuan tersebut yang bernama shion itu pada sasuke sembari menatap sasuke.

"ya teme apa kau ingat dia? "tanya naruto juga pada sasuke.

"gak ingat aku pernah ngobrol sama kamu dan juga aku gak terlalu peduli sih kalau kelas sebelah jadi maaf ya. "jawab sasuke datar

Shion mendengar jawaban tersebut dia menundukkan kepalanya melihat makanan yang dipesannya dan dia jadi gak terlalu nafsu untuk memakannya setelah mendengar kalau sasuke tidak mengingatnya.

Naruto yang melihat itu langsung menggeser tubuhnya pada sasuke. "sst.. Ssst... parah banget kau teme. Setiap perempuan yang kau sukai selalu berakhir begini... Dia dulu pernah nembak kamu, dan kamu tolak dia karena gak kenal dan gak tertarik, aku aja inget itu kenapa kamu gak? "kata naruto membisik pada sasuke.

"ano shion maafkan sasuke ya dia becanda"kata naruto untuk menghibur perempuan tersebut

"aku gak becanda, aku emang gak inget dia dobe. Kenapa kau maksa sih? "kata sasuke dengan sedikit agak marah.

"aih kau teme, meskipun gak inget juga harus tahu situasinya dong. Pura-pura inget aja udah kan beres. " bisik naruto pada sasuke yang didengar oleh shion.

"gak apa-apa naruto... Mungkin sasuke-kun masih gak tertarik sama aku dan kan banyak perempuan yang sudah nembak dia jadi sasuke-kun lupa denganku. Yang lebih penting naruto kamu gak pura-pura inget aku kan? Seperti yang kamu dah bilang pada sasuke-kun tadi 'bilang pura-pura aja gampangkan' gak gitu kan naruto? "tanya shion karena dia gak mau dilupain juga sama temenya itu walaupun cuma sebentar juga berteman tapi dia merasa nyaman saat bersama dengan naruto.

"gak la shion.. Mana mungkin aku pura-pura... Dan ingat ini baik-baik shion kalau aku gak kan melupakan temanku dan juga perempuan cantik mana aku lupa hehehe. "jawab naruto dengan cengiran khasnya.

Mendengar jawaban itu dari naruto shion merasa agak malu dan semburat merah muncul dipipinya. "tapi tadi dari awal kamu gak tahu aku. Kenapa itu? "tanya shion penasaran.

"eh itu... Ano karena ya Tadi aku kaget aja mana mungkin ada perempuan yang tiba-tiba memegang kamejaku dan aku baru ketemu perempuan penampilan seperti kamu disini. Dan juga aku agak terkejut kamu beda banget jadi aku gak terlalu mengenalnya. Kamu tambah imut dengan kacamata itu. "jawab naruto dengan agak malu mengatakannya sambil menunjuk kacamata yang dipakai shion.

"ehh... Oh gitu terima kasih ya karena gak melupain aku dan kacamata ini aku pake karena penglihatanku agak buram sekarang" kata shion dengan muka tambah merah karena dipuji imut sama temannya itu dan menjelaskan juga kenapa ia pake kacamata sekarang.

"hehhehe gak apa-apa tenang aja kalo sama aku, aku mana mungkin melupakan teman"kata naruto dengan bangganya.

Shion mendengar itu perasaannya jadi campur aduk bahagia dan juga sedih karena hubungan shion dengan naruto cuman teman. Ya shion baru menyadarinya kalau shion ternyata suka sama naruto, saat perpisahannya dulu dia gak sempet bilang pada naruto dan dia masih merasakan hal yang sama sekarang.

Sasuke melihat mereka berdua yang sedang berbincang-bincang merasakan hal yang aneh pada hatinya, dan dia gak tau itu apa.

"aku duluan aja ya shion,sasuke aku beri kalian waktu berdua untuk saling mengenal sekarang dan juga aku ada keperluan bentar... Ja sampai nanti. "kata naruto sambil berjalan pergi.

Setelah naruto pergi suasananya jadi agak canggung. Shion mau memulai percakapan tapi dipotong oleh sasuke. "eh ano sasuke-kun... " belum selesai shion menyelesaikan kalimatnya dia dipotong oleh pertanyaan dari sasuke.

"kau menyukai naruto kan? "tanya langsung sasuke memotong kalimat shion.

"ehh... Ya sasuke-kun... Itu semenjak aku pindah dan aku ditolak sama sasuke-kun aku udah menyerah pada sasuke-kun. Dan aku terkadang selalu mengingat kenangan waktu dulu bersama naruto. Dia laki-laki yang sangat baik ya. Waktu itu dia selalu ada menghiburku setelah kamu tolak aku. Dia selalu ada buat menyukai sifatnya yang begitu, tapi sekarang aku gak mau cuma teman sama naruto"Jawab shion panjang lebar.

"hn...aku udah beres aku duluan"balas sasuke sambil pergi menuju kelasnya.

"apa dia marah ya? " kata shion pada dirinya sendiri karena merasa ada yang aneh sama sasuke.

Ketika sasuke yang lagi berjalan mau kekelasnya dia melihat naruto yang lagi mengobrol bersama dengan seorang perempuan yang memakai kacamata dan berambut merah itu.

'kenapa si dobe hari ini udah dekat sama 2 perempuan gak biasanya.. Dan juga kenapa hati ini serasa sakit melihat si dobe sama perempuan lain? ' inner sasuke. Setelah itu dia langsung saja pergi kekelasnya gak mau kelamaan melihat naruto sama perempuan lain nanti dia tambah sakit dihatinya.

Flashback

Naruto mengulurkan tangannya padanya "kamu tidak apa-apa? Maaf ya tadi aku lari, gak lihat kalau ada orang" kata naruto dengan nada menyesal.

"hmm... Jangan berlarian disini lain kali. Aku bisa sendiri kok, kacamataku mana? "kata karin menolak uluran tangan naruto dan langsung berdiri dan menanyakan dimana kacamatanya.

Perempuab tersebut dan naruto menoleh kesana kesini mencari kacamata milik perempuan tersebut dan naruto menemukannya di dekat tong sampah. "ini"kata naruto langsung memakaikannya pada perempuan tersebut.

"aihh... Kamu main pakein aja.. Gk tahu sopan santun ya? Aku terkejut tiba-tiba merasakan ada sentuhan"kata perempuan tersebut agak marah karena terkejut kalau dia langsung memakaikannya. "eh kamu kan si berandal yang baru masuk tahun pertama udah berantem sama kakak kelas itu ya kan? Dan juga kamu teman sasuke-kun kan?

Kamu juga yang selalu telat itu? "tanya perempuan tersebut mengenali naruto karena dia selalu melihat laki-laki ini bersama sasuke.

"serah aja sih mau panggil aku apa... Ya temannya aku kenapa? "tanya naruto.

"bukankah aneh ya berandal sepertimu berteman dengan idola sekolah? " jawab perempuan itu dengan pertanyaan lagi pada naruto.

"entahla... Dia sama aku udah temanan dari dulu, aku begini karena ada perubahan la dia gak ada perubahan sama sekali tetap ja begitu"jawab naruto 'meskipun badannya berubah sih, sikapnya gak ada perubahan'lanjut naruto didalam pikirannya.

"ouh.. Ok la"kata perempuan tersebut. Mau langsung pergi tapi dia ditahan dulu sama naruto.

"tunggu dulu aku minta maaf untuk yang tadi ya " kata naruto meminta maaf pada perempuan tersebut

"aku udah maafin kok"jawab karin

"terima kasih"balas naruto dengan cengirannya.

"ya aku pergi dulu kalau begitu... Sampai jumpa senpai." kata perempuan tersebut sambil pergi.

"hmm dia ternyata adik kelasku ya... Kuso aku belum tahu namanya" kata naruto menyesal dan sambil pergi ke kelasnya.

Ketika itu tanpa disadari naruto ada seorang perempuan berambut pink warna bunga sakura dibelakangnya melihat adegan tadi.

Teng... Teng... Teng

Pov naruto

Istirahat udah berakhir para siswa siswi khs masuk kekelasnya masing-masing. Dan aku juga langsung duduk dibangkuku dibelakang.

Aku dan sasuke sekelas. Sasuke duduk didepan dengan sakura disampingnya dan aku duduk dibelakang paling kiri sendirian. Awalnya aku sebangku dengan sasuke tapi sakura tiba-tiba aja mengusirku...ya aku mana bisa menang lawan dia. Ak mengalah aja dan berakhir disini, tapi gak apa-apa deh demi perempuan yang ku cintai.

Aku memandang keluar jendela melihat murid-murid yang lain sedang olahraga, bukankah ini hari pertama? Kok udah ada aja yang olahraga... Aneh kan? Ya inilah KHS gak tahu waktu pertama atau bukan pelajaran harus tetap dilaksanakan.

Ketika aku sibuk memandang keluar jendela, pintu kelas langsung terbuka menampilkan seorang guru yang memakai masker.

"hnm. Oke perkenalkan aku Hatake Kakashi wali kelas kalian di kelas 2 ini" kata guru tersebut memperkenalkan dirinya sebagai wali kelas baru kami.

"ha'i sensei" jawab semuanya.

"dan ada satu lagi murid yang akan bergabung disini"kata sensei tersebut. "ayo sini" lanjutnya sambil menyuruhnya untuk masuk. Dan aku lihat ternyata murid yang kesini adalah Shion.

"ya sensei...perkenalkan namaku Shion aku dari otogakure dan salam kenal" kata shion sambil membungkukkan kepalanya.

"ouke untuk yang lainnya nanti sensei absen aja.. Dan Shion kamu duduk dibelakang sana dengan laki-laki pirang." kata sensei...

"Laki-laki pirang? Aku punya nama la sensei dan dia teman aku juga." kataku agak marah pada sensei. Dan teman sekelasku semua menatapku. "apa? " tanyaku.

"bohong kau Naruto...mana mungkin ya kan kamu kenal sama perempuan cantik seperti dia... Jangan ngawur deh kamu" kata Kiba dia temanku juga tapi ya gitu..

"kalo gak percaya ya sudah gak maksa percaga ini." kataku gak peduli.

"aku emang kenal dia kok... Dia teman disekolahku dulu dia baik kok"kata Shion membelaku... Kamu baik sekali Shion.

"sudah sudah pelajaran udah mau mulai ini... Kamu cepat duduk." kata sensei ini menyuruh Shion segera duduk bersamaku.

"hai. Aku gak nyangka kita bisa sekelas dan juga sebangku sama kamu Shion aku senang sekali."kataku senang pada Shion

"ya aku juga Naruto sama gak nyangka juga... Mohon bantuannya ya disekolah ini" balas Shion dengan senyuman manisnya. Duh kamu manis sekali Shion.

"heheheh... Iya" balasku pada Shion dengan cengiran khasku.

Time skip

Waktu sekolah telah berakhir dan murid-murid ada yang langsung pulang dan ada juga yang lagi ekskul.

"Shion mau pulang bareng aku sama Sasuke gak? " ajakku pada Shion.

"maaf Naruto aku udah dijemput sama supirku, dia lagi nunggu aku, aku duluan ya sampai jumpa besok Naruto." tolak Shion sambil berlari. Aku melihat dijendela Shion masuk ke mobil besar. Aku gak tahu kalau dia orang kaya.

"ayo pulang teme." ajakku pada Sasuke yang masih duduk dimejanya.

"duluan aja dobe aku masih ada urusan sudah ini" tolak Sasuke masih berkutat dengan urusannya itu.

"pulang sendiri nanti dong kamu? Apa gak apa-apa? "tanyaku pada Sasuke aku khawatir kalau terjadi apa-apa pada dia. Ya meskipun sifatnya menyebalkan tetap aja dia sahabatku.

"kamu khawatir padaku? Jangan khawatir dobe aku bisa pulang sendiri" balas Sasuke yang masih berkutat dimejanya.

"ok kalo gitu. Aku juga ada pekerjaan udah ini. Sampai nanti teme."kataku pulang duluan.

Aku pergi keluar dari sekolah dan langsung menuju tempat kerja paruh waktuku di ichiraku ramen.

"konbanwa oji-san... Naruto siap kerja" kataku dengan penuh semangat.

TBC

Terima kasih untuk yang sudah membaca

Dan mohon untuk kritik dan sarannya.