Chapter 1
Perhatian :
Cerita ini berbau Homo/Bl. maka dari itu menjauh sampai keujung dunia. jika masih keras kepala mari bantu author. beri pendapat kalian juga beri inspirasi dan motivasi biar Cerita ini bisa Berlanjut Sampai Tamat, Okey.
mohon kerja Samanya Minna-san!!!
All Character tetap milik Ji-chan M.K.
tapi Kalau cerita ini tentu Milik Ary.
Pairing: Narusasu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
1 Oktober *
Sore hari yang hangat, di sebuah Taman indah terlihat di bangku tepat di bawah pohon besar, seorang bocah berambut Raven tengah termenung. Entah apa yang sedang di pikirnya. Tapi itu tidak mungkin bagi seorang bocah yang umurnya sekitar 6 tahun berkeliaran sendirian di taman yang sepi ini. Apa mungkin dia sedang tersesat? entahlah?
Tidak jauh dari tempat bocah berambut Raven tersebut. Ada lagi bocah berambut Blonde yang tak sengaja lewat. Bocah Blonde tersebut berhenti saat melihat ada anak seumuran yang tengah terdiam terpaku di bangku taman.
" Indah. " guman bocah yang berhenti tadi.
Bocah Blonde itu terpesona akan keindahan bocah yang seumuran dengannya. Apalagi ditambah dengan sinar matahari sore yang menerpa wajah putih nan cantik itu menambah kesan indah di mata bocah Blonde itu.
Bocah blonde itu menghampiri bocah Raven yang sedang duduk termenung di bangku taman.
" Hei! Apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya bocah blonde itu.
Bocah raven itu melirik sebentar kearah bocah blonde itu kemudian beralih kearah matahari terbenam.
'apa dia tidak melihat kalau aku sedang duduk, cik Dobe. ' batin Bocah Raven yang ditanya oleh Bocah Blonde tadi.
"hei! kau mendengarku kan? Apakah kau bisu?" Tanya lagi bocah Blonde itu.
" Berisik Dobe" ucap bocah Raven itu akhirnya angkat bicara kerena merasa terganggu dengan bocah Bloode di sampingnya.
"A apa, Dobe!? Aku tidak Dobe, Teme!!" ucap bocah Blonde membalas perkataan bocah Raven itu karena merasa tidak terima di panggil 'Dobe'. Hei dirinya tidaklah bodoh!
"Hn, Dobe"
"Oii! Teme ,berhenti memanggilku Dobe, aku punya nama yaitu Naruto"
"Aku tidak tanya Dobe"
"yak teme sudah kubilang berhenti memanggilku Dobe!!"
"Hn"
" Hentikan kata alien mu itu Teme! Aku tidak mengerti maksudnya!
"Hn Dobe"
"hah terserah kaulah Teme, mau memanggilku apa saja" ucap Bocah Blonde bernama Naruto itu, menyerah.
Bocah Raven itu tersenyum kemenangan. Sedangkan Bocah Bloode (Naruto) itu hanya memutarkan matanya. Namun dia sedikit terpesona dengan senyuman bocah Raven itu.
" Teme? Emmm...
"Sasuke, itu namaku" ucap sasuke seakan mengerti apa yang di ucapkan oleh bocah Bloode ( Naruto).
"Suke-chan! "
"nama apa itu Ruto eh Dobe. Jangan mengganti nama orang dengan seenaknya"
" Kenapa? itu panggilan sayangku Suke-chan. Dan apa tadi itu? Ruto? Apa itu panggilan sayangmu untukku? Oow Manis Sekali!! " Tanya Naruto mengoda dan kemudian mengusap kepala Sasuke.
Sasuke memalingkan wajah untuk menutupi pipinya yang merona atas perlakuan Naruto.
Naruto yang melihat tingkah menggemaskan Sasuke tidak tahan untuk tidak mencubit pipinya.
"oouww! Kenapa kau manis Sekali Suke-chan! "
"uuggh, lhephaskhan Dhobhe. Ithu shakhit".
"oh maaf" Naruto melepaskan cubitannya dari pipi Sasuke.
" Makanya jangan berpose manis seperti itu"
"Aku tidak Manis Ru_Dobe, aku ini tampan! "
"Iya2 kamu tampan Suke-chan. (yeah saking tampannya hingga terlihat manis dan imut sukee-chan) " ucap Naruto di akhir kalimatnya di ucapkan dalam hati.
Tanpa di sadari, Sasuke tidak protes lagi saat Naruto memanggilnya 'Suke-chan'.
"Suke-chan, Kenapa kau bisa berada disini, sendiri lagi? " Tanya Naruto.
" Kabur " singkat Sasuke.
"Eh? Kenapa Suke-chan" tanya Naruto Khawatir.
Sasuke menunduk terdiam seakan enggan memberitahukan alasannya.
"Aku menunggu Suke-chan"
Sasuke mengangkat kepala mendapati Naruto menatapnya Tajam penuh Dominasi melalui mata birunya. Segera menolehkan kepalanya Karena merasa gugup di tatap oleh mata Biru itu. Sasuke berfikir dengan menghadap Matahari Terbenam.
'Apa aku beritahu saja ya, tidak2 Akukan baru mengenalnya. Tapi Naruto Juga Baik. Tidak apa2 hanya Naruto saja ' batin Sasuke sedang berperang dengan dirinya sendiri.
Naruto Terus Menatap Sasuke tanpa Berkedip, Dia Kembali terpesona. Wajah putih itu, pipi tembem itu, hidung mungil itu, mata indah bagai malam hari itu, sangat Indah. Dan kini Sinar matahari yang menyentuh wajah putih tersebut lagi. Itu semakin membuatnya semakin menawan.
Sosok Sasuke Di mata Naruto bagai Wujud Dari Kesempurnaan.
' Boleh kah Aku Memiliki nya.' Pikir Naruto.
Naruto menghentikan pikirannya saat Suara Sasuke terdengar.
"Ruto? " panggil Sasuke tanpa sadar akan panggilanya pada Naruto.
"Ya, mau memberi tahu
Sekarang? "
Sasuke Mengangguk.
"jadi? "
"itu Karena Keluargaku. Aku marah pada mereka. Aku kesal pada mereka. Mereka Selalu Mengurungku di Masion dengan embel2 keselamatanku. Aku tidak Suka itu, Aku ingin juga bermain di luar. Tapi dilarang, kalaupun mereka setuju, harus dengan para Bodygourd Atau Aniki. Aku Juga ingin Memiliki teman Ruto~" Jelas Sasuke menatap kedeoan dengan sendu
Melihat Air Mata Sasukenya. Entah apa hati Naruto ikut menjadi Sakit. Sasukenya? tentu! Naruto sudah Mengklaim sebagai miliknya. " jika kau melihat seseorang menderita dan Kau merasakan penderitaan itu Juga Untuk pertama kalinya, Jadikan Dia Milikmu, Karena Apa Yang Membuat Nami-Uzu Tertarik Akan Menjadi Miliknya. Dan akan Di pastikan Apapun itu Selalu Melindungi dan Menjaganya. Karena Seorang Nami-Uzu Takkan menarik kata2nya. Itulah yang Selalu di tanamkan Dalam dirinya Dari Sang Ayah.
" Hei Jangan Menangis Suke-chan" Naruto Mengucap Air mata Sasuke. Hidung Mungil Itu tampak Merah. " Aku Akan Menjadi Temanmu (dan kedepannya akan menjadi Pasanganmu)"
Naruto menarik Sasuke dalam pelukannya. Mengusap kepala raven itu untuk menenangkannya .
" Benarkah Ruto" Sasuke Memastikan, dengan wajah dan hidung yang merah. Naruto Mengangguk dan tersenyum Cerah.
"Sebaiknya Kita Pulang Suke-chan, ini sudah Sore dan sebentar lagi Malam. Keluargamu Akan Sangat Khawatir Nantinya. " Saran Naruto memperhatikan Sekitar yang hampir malam. Sasuke Mengangguk. Mereka pun beranjak dari tempat duduk mereka. Berjalan bersama keluar taman sambil berpegangan tangan.
Naruto dan Sasuke Masih terus Berjalan Namun Spontan Sasuke Menghentikan Jalannya Saat Mendengar Seseorang Memanggil Namanya. Naruto pun ikut menghentikan Jalannya. Dia Bingung.
"Tuan Muda Sasuke!!" Teriak Seorang pria Dengan luka melintang di hidungnya.
Sasuke Menoleh Kebelakang dan Naruto pun Sama. Mereka melihat Pria Berseragam pelayan berlari Kearah Mereka.
"Eh Iruka-san?" lirih Sasuke Terkejut namun masih bisa di dengar Naruto.
Naruto pun manatap Sasuke.
" Suke-chan kau Mengenalnya. "
" Ya, dia Adalah Kepala Pelayan Di Rumahku"
Naruto Hanya ber'Oh ria.
" Tuam Muda Hosh Untunglah Saya Hosh Menemukan Anda Hosh, " Ucap Iruka Terengah-engah. Iruka Menetralkan Nafas Saat sudah Sampai di tempat Tuan mudanya Yaitu Sasuke. " Tuan Besar Dan Nyoya Besar Sangat Mengkhawatirkan Anda" Iruka Kembali melanjutkan ucapannya.
"Hn..
Naruto memperhatikan Pelayan bernama iruka yang sedang berbicara Kepada Sang Tuannya. Sedangkan Sasuke Sebagai Tuannya hanya Menjawab 'Hn' saja.
"Saya Sudah Menelfon Tuan Besar, jika Saya Sudah Menemukan Anda tuan Muda, juga Sebentar Lagi Mobilnya akan Datang untuk menjemput kita" Ucap Iruka Formal.
Sambil Menunggu Mobil Jemputan Meraka mencari Bangku di Sekitar, untuk Mereka Duduki.
Menemukan Apa yang di Cari Naruto dan Sasuke pun duduk Sedangkan Iruka Berdiri. Baginya, Dia tidak Pantas Karena dia Adalah hanya Seorang pelayan.
Naruto yang Melihat pelayan Sasuke berdiri merasa Tidak Enak. " Iruka-san Kenapa Anda tidak Duduk Bersama Kami" Tanya Naruto.
" Saya Tidak Pant_ ucapan Iruka Terputus Saat Sasuke Menyuruhnya Duduk.
"Duduk " Perintah Sasuke.
Iruka Membatu. " Ha'i "
"Hn
Iruka Pun duduk Bersama Naruto dan Sasuke dengan Gugup.
Hening Mengusai Suasana Sekitar.
" Hai , Saya Naruto, Teman Sasuke" Sapa Ceria Naruto Pada Iruka. Naruto Ingin Menghilangkan Rasa Canggung Iruka Dengan memperkenal Dirinya.
"Eh, Ha'i. Saya Umino Iruka, Pelayan Tuan muda Sasuke" Iruka Terkejut Saat Seorang anak Yang Bersama Tuan Mudanya Itu Tiba2 menyapanya Dan Memperkenalkan Namanya. Apalagi Mengaku Sebagai Teman Tuan Mudanya. Setaunya Tuan mudanya itu kan tipe tidak suka orang asing. Namun Ia Harus Percaya Saat Sasuke Mengumankan kata Andalannya.
"Hn..
Suasana kembali hening . Mobil Mereka Pun Sudah Sampai.
"Ayo Tuan Muda" Panggil Iruka. Sasuke Pun berdiri. berjalan mendekati mobil jemputan yang sudah terpakir di depannya. Namun Sasuke tiba2 menghentikan langkahnya saat menyadari sesuatu.
"Tunggu" Henti Sasuke Saat Merasakan Naruto Tidak Bersamanya. Dia Menoleh Kebelakang menemukan Naruto duduk di Bangku yang mereka DuduKi tadi, sedang Menatapnya.
Sasuke Berlari Kearah Naruto. Hal itu Membuat Iruka Terkejut.
" Ruto Kenapa Kau tak Ikut" Tanya Sasuke Saat sudah Sampai Di Depan Naruto" Nanti Aku akan mengantarmu juga atau Ruto Tidak Mau Jadi Suke Temanmu Lagi" sedih Sasuke.
Naruto terkejut. Dia pun berdiri depan Sasuke." Tidak Begitu Suke-chan, aku akan Tetap Menjadi Temanmu Selamanya. Jadi jangan Sedih. Aku pun akan Di Jemput juga"
"Ruto apa Kita Akan Bertemu lagi" Tanya Sasuke.
" Tentu, besok Aku akan Ketempat itu juga, Jam 3 Sore. Aku Menunggumu Suke-chan. " Ucap Naruto Sambil Mengelus Kepala Sasuke. Sasuke pun menganguk paham.
" pergilah, Iruka-san Sudah Menunggumu"
" Hn, Aku Pergi Ruto"
"ya Hati2".
Sasuke pun menghampiri Iruka. Iruka pun membawa tuan mudanya Kedalam Mobil. Dia Cukup Terkejut saat melihat Interaksi Tuan mudanya dengan Teman Barunya yang bernama Naruto.
Mobil Sasuke Naiki bersama Iruka mulai Menyala. Sasuke berdiri Di depan jendela Kaca Mobil Sambil Melambaikan Tangannya. Naruto Pun Melakukan Hal yang sama dengan Sasuke.
Mobil itu Berjalan Dengan Keadaan kecepatan Normal. Setelah Mobil Sasuke Pergi, Sebuah Mobil Berwarna Hitam mewah tiba2 berhenti di depan Naruto.
Naruto Menaiki Mobil Itu Dan duduk Duduk di samping kemudi. Di samping Naruto, Pria Dewasa Berambut perak dan Memakai Masker Hitam yang awalnya menatap kedepan kini menatap Naruto.
" Kau Lama paman Kakashi" Ucap Naruto Datar. Ini wajah Asli Naruto Yang tidak dia perlihatkan Di depan Sasuke dan Iruka. Dingin dan pendiam.
" Maaf Naruto-sama" Ucap pria bermasker itu bernama Kakashi.
"Hm.
Kakashi Menjalan Mobil hitam itu dengan Kecepatan Normal.
Hening...
"Besok, datanglah ke taman jam 16:30 ." Ucap Naruto datar.
"Ha'i"
Kakashi bingung, kenapa Naruto menyuruhnya datang besok. Kakashi menaikan bahu, nanti juga tahu. Pikir Kakashi.
Hatake Kakashi adalah Pelayan Pribadi keluarga Naruto. Namun Keluarga Naruto Sudah Menganggapnya Keluarga. Apa lagi Ayah Naruto Sudah Menganggapnya Sebagai Adik. Dan juga Dia merupakan Tangan Kanan Ayah Naruto.
7 Oktober *
Sore hari di Taman Kota, 3 manusia yang merupakan Cucu Adam. 1 lebih dewasa dan 2 Bocah sekitar umur 6 tahun.
Iruka pria Dewasa itu, sedang memperhatikan Interaksi antara tuan mudanya yaitu Sasuke dan temannya yang bernama Naruto.
Sudah Seminggu kejadian ini di lakukan oleh Tuan Mudanya. Setiap harinya Iruka menghabiskan waktu Sorenya dengan menemani tuan Mudanya Di Taman.
Sedangkan untuk 2 Bocah Yaitu Naruto dan Sasuke Sedang Asik Di bermain.
" Sukke-Chan? Kudengar ada Acara Sulap Di Dekat Sini, apa Kau Mau Ikut Denganku" saran Naruto.
" Eh, Hai" Jawab Sasuke Senang.
"ayo!
Iruka Mengikuti Naruto dan Sasuke Dari Belakang. "jika Tuan besar dan Nyonya besar melihat ini pasti mereka akan terkejut Setengah mati, atau mungkin mereka akn pergi ke kuil untuk berterima kasih kepada dewa" Batin ngawur Iruka.
Tanpa Iruka dan Sasuke sadari, dari kejauhan Seseorang memperhatiakan mereka dengan Intens.
end for Ch 1
