My New Life

Cast :

Do Kyungsoo and Kim Jongin ( EXO ) –lainnya cari sendiri-

Genre :

Romance, Drama, little Humor

Disclaimer :

Cerita ini asli milik saya, tapi alur ceritanya agak terinspirasi sama Sekai-ichi Hatsukoisama Junjou Romantica~~

Kaisoo milik SMent dan orangtuanya, sedangkan cerita ini yang nulis sayaa ^^v Hehehe

Warning :

Boys Love, OOC, Typo bertebaran, DLDR! Waspada diabetes jika ceritanya terlalu manis~! -,-v

Note :

Maaf alur kecepetan -_-v

^Happy Reading^

Chapter 2

Hening.. Sunyi.. Senyap.. Tegang..

Mungkin kata – kata itulah yang bisa menggambarkan suasana di ruang tengah rumah mewah milik namja hitam bernama Kim Jongin selama satu jam ini.

Ya rumah mewah tersebut milik Kim Jongin.

Jongin menggenggam tangan Kyungsoo yang bergetar karena takut itu dengan erat. Seakan menegaskan pada kekasih mungilnya itu bahwa semua akan baik – baik saja. Ia merasa sangat bersalah dengan Kyungsoo saat ini. Baru beberap hari resmi menjadi sepasang kekasih, ia sudah melibatkan namja cantik itu dalam masalah keluarganya.

"Jadi.. Bisa kau jelaskan, Kim Jongin?" Sebuah suara pecah menghancurkan keheningan yang berlangsung lama. Yang dipanggil hanya menundukkan kepalanya tanpa melihat lawan bicaranya.

"Hyung, maafkan ak-"

"Hyung tidak menyuruhmu untuk minta maaf, kesalahanmu sudah terlalu banyak sejak kau meninggalkan rumah ini. Hyung hanya menyuruhmu menjelaskan kejadian tadi." Perkataan Jongin disela dengan cepat oleh namja yang berpenampilan mewah layaknya boss suatu perusahaan tersebut.

Jongin kikuk melihat kilatan kemarahan terpencar dari mata sang kakak. Kata – kata yang sudah ia rangkai dari perjalanan menuju rumahnya ini seakan tersangkut di tenggorokannya.

"Oh, dan siapa namja imut ini hm? Apa dia yang memesanmu untuk menjadi hostnya?" Mata Jongin membulat. Darimana orang ini tahu kalau dia menjadi host selama ini?

"Da-darimana kau tahu kalau aku host?" Tanya Jongin, gelagapan.

"Kau lupa siapa aku?" Tidak! Tentu Jongin tau, seorang ahli waris yang selalu mendapatkan semua yang ia mau dan semua yang ingin dia tahu.

Namja di depan Jongin itu tersenyum meremehkan. "Ah, jadi benar jika kau menjadi host selama kabur huh? Dan namja di sebelahmu yang menyewamu untuk malam ini begitu?"

"Ya! Kim Joonmyeon!"

"Ya! Panggil aku hyung, Kim Jongin!"

"Shireo! Kau meremehkan kekasih imutku, aku tidak terima!"

"Oh jadi dia kekasihmu? Kau berpacaran dengan anak sekolah dasar huh?"

"Beraninya kau meremehkan kekasihku lagi! Dia sudah sekolah menengah! Aku tidak terima!"

Wajah Joonmyeon memerah karena marah.

"Harusnya aku yang protes padamu Kim Jongin! Akibat perbuatanmu yang kabur dari rumah dan tidak pergi ke sekolah selama 2 bulan, aku harus bersujud meminta kepala sekolah untuk tidak mengeluarkanmu. Kau pikir itu mudah huh?!"

"Tidak sekolah pun kecerdasanku sudah melampaui batas!"

"Lalu apa kata dunia jika seorang Kim Jongin tidak lulus SMA?! Kau mau mempermalukan appa dan eomma huh?!"

"Aku bekerja mencari uang, kau tahu!"

"Dengan menjadi host dan memakai baju orang miskin seperti itu? Kau membuatku malu."

"Ya! Kim Joonmyeon!"

BRAK!

"Ya! Bisakah kalian diam!"

Kedua kakak beradik itu seketika menghentikan adu mulut mereka dan melihat ke arah Kyungsoo dengan mata yang hampir keluar. Kyungsoo tersenyum kaku sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sendiri kaget dengan tindakannya barusan. Jujur, sebenarnya ia risih mendengar mereka saling berteriak berhadapan dengan air liur yang muncrat kemana – mana. Euh -_-

"Ma-maaf.." Ucap Kyungsoo, sambil menundukkan kepalanya.

Joonmyeon melipat kedua tangannya di dada sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. "Well, imutsekali dia. Sayang sekali harus mendapatkan kekasih pervert sepertimu Kim Jongin."

"Ya! Jangan sok sempurna kau, pendek!"

"Apa kau bilang? Pendek? Biarpun pendek, aku lebih pintar daripada kau!"

Untuk yang kedua kalinya Kyungsoo jengah melihat pertengkaran Jongin dan hyung-nya itu. Ingin rasanya keluar dari rumah neraka itu -_-

"Emmm, maaf. Bolehkah aku keluar sebentar?" Kata – kata Kyungsoo menghentikan pertengkaran mereka –lagi-.

"Ah sayang, lebih baik kita pul- hmpp!" Sebuah tangan putih membekap mulut Jongin dan menariknya ke dalam suatu ruangan.

"Tetaplah di sini, Kyungsoo-ssi. Aku akan mengurusi si hitam ini. Maid-ku akan memberi beberapa makanan ringan untukmu." Joonmyeon berteriak pada Kyungsoo sambil menyeret tubuh Jongin yang meronta dan protes mendengar panggilan dari kakaknya.

Kyungsoo hanya bisa tercengang melihat perilaku kedua kakak beradik itu. Namun jika Kyungsoo pikir, apa pedulinya. Ia melihat beberapa yeoja yang berpakaian maid menghampirinya sambil membawa beberapa piring berisi makanan ringan yang terlihat mewah. Bahkan mungkin uang saku Kyungsoo selama seminggu pun tidak akan bisa cukup untuk membeli makanan itu -_-

Setengah jam terlewat, Kyungsoo tetap termenung melihat televisi yang ada di ruang tamu tersebut sambil memakan hidangan kecil yang disuguhkan maid tadi. Ia benar – benar bosan. Akhirnya Kyungsoo beranjak dari tempat duduknya dan berinisiatif melihat – lihat sekeliling rumah mewah tersebut.

Ia tak menyangka rumah sebesar ini ternyata adalah milik kekasihnya, Kim Jongin. Ada rasa kecewa ketika mengetahui Jongin menipunya selama ini. Tapi Kyungsoo yakin, pasti ada alasan tersendiri kenapa Jongin sampai hati menipunya seperti ini.

Ketika kakinya mulai beranjak mengelilingi ruang tamu tersebut, matanya menangkap beberapa pigura foto yang menampilkan sepasang suami istri dan dua anak laki – laki yang memiliki cukup banyak perbedaan. Mulai dari tinggi badan, warna kulit, bentuk wajah, dan lainnya. Kyungsoo yakin kedua anak kecil tersebut adalah Jongin dan kakaknya. Namun ia mulai sadar dan bertanya – tanya, jika mereka berdua adalah kakak adik kenapa wajah mereka berbeda sangat jauh?

Tak berapa lama, suara pintu terdengar jelas. Kyungsoo seketika menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah pintu. Joonmyeon muncul dengan senyum tipis –atau lebih tepatnya seringaian- menghiasi wajahnya.

"Sudah puas berkeliling hm?" Joonmyeon bersandar pada pintu ruang tamu sambil memperhatikan Kyungsoo dengan lekat.

"A-aku hanya berkeliling di sini sa-saja." Jawab Kyungsoo. Jujur ia takut melihat tatapan tajam kakak Jongin ini.

"Tak usah takut begitu. Duduklah. " Joonmyeon duduk di sofa diikuti dengan Kyungsoo yang masih terlihat takut dengan Joonmyeon.

"Jadi, bagaimana kau bisa bertemu dengan Jongin eum?"

"Ehm aku.. Bertemu dengannya ketika aku memesannya setelah melihat selebaran. Aku tidak melihat keseluruhan selebaran itu yang ternyata adalah selebaran host." Kyungsoo tersenyum kikuk, ia malu mengingat kejadian pertama kali ia bertemu dengan Jongin. Tapi tentu saja malam itu berakhir dengan sangat indah bagi Kyungsoo.

"Ah, polos sekali kau ini Kyungsoo-ssi. Sayang sekali Jongin harus menodai kepolosanmu dengan kemesumannya. Jongin juga tak setampan aku." Kyungsoo mendengus pelan, ia mulai tak suka jika namja di depannya ini berbicara tentang hal buruk Jongin kepadanya. Ia menerima Jongin apa adanya kok.

"Ya! Jongin tidak menodai pikiranku seperti yang Joonmyeon-ssi katakan! Menurutku Jongin namja yang tampan kok. Aku menerima semua hal tentang Jongin apa adanya. Bahkan ketika ia mengaku tak mempunyai apapun kecuali tabungannya yang berjumlah sedikit. Meskipun nyatanya dia sekaya ini, tapi aku tetap tidak peduli. Aku menerima dia apa adanya!"

Joonmyeon tersenyum meremehkan. "Kau akan menyesal Kyungsoo-ssi. Bagaimana jika kau memilihku saja sebagai kekasihmu? Aku lebih mapan dibandingkan Jongin."

Kyungsoo membelalakkan matanya. Ia tak menyangka jika kakak Jongin di depannya ini benar – benar meremehkan dirinya layaknya namja murahan. Seketika Kyungsoo langsung berdiri dan memberikan deathglare pada Joonmyeon.

"Maaf Joonmyeon-ssi, aku tidak melihat seseorang dari materi ataupun tampangnya. Aku melihat seseorang dari ketulusan hati dan kepribadiannya." Lagi – lagi Joonmyeon menampakkan wajah sinisnya mendengar perkataan Kyungsoo.

"Kau lupa rupanya. Jongin adalah seorang host kau ingat?" Kyungsoo mematung. Ia sungguh lupa kenyataan itu, yang berarti Jongin….

"Yang berarti Jongin sudah tidur dengan puluhan namja ataupun yeoja, 'kan? Mengingat ia host ternama di tempat itu, pasti sudah banyak yang pernah 'merasakan' Jongin." Lanjut Joonmyeon. Wajahnya kali ini menunjukkan kemenangan atas perdebatan ini.

Kyungsoo terdiam. Ia benar – benar tak berkutik. Semua yang dikatakan Joonmyeon benar. Mengapa tak terpikirkan olehnya selama ini?

"Jangan membicarakan hal – hal buruk tentang Jongin. Sudah aku katakan sebelumnya, aku menerima Jongin apa adanya." Suara Kyungsoo terdengar lirih dan bergetar, membuat Joonmyeon semakin bersemangat untuk memberi 'pelajaran' pada adiknya.

"Kau masih mempertahankannya huh? Aku masih ingat perkataanmu tadi yang mengatakan jika kau melihat seseorang dari kepribadiannya. Apakah kepribadian seorang player seperti Jongin kah yang kau inginkan eum?" Badan Kyungsoo semakin bergetar mendengar setiap kata yang meluncur dari mulut Joonmyeon. Ia sangat bimbang kali ini.

"Oh ya, dan Jongin itu a—"

BRAK

"Hentikan semua kata – kata hinamu itu, Kim Joonmyeon!" Jongin memotong percakapan Joonmyeon dan segera mendekat ke tempat dimana Kyungsoo duduk.

"Hentikan semua omong kosongmu itu, hyung! Aku tak menyangka semua perkataan hina itu muncul dari mulut seseorang yang 'perfect' seperrtimu huh?" Jongin menutup kedua telinga Kyungsoo dengan tangannya begitu ia sudah berada di dekat Kyungsoo.

"Jo-jongin.." Kyungsoo menatap Jongin lemah, membuat hati sang namja tampan tersebut cukup terluka. Jongin seakan melihat tatapan ketidakpercayaan terpencar dari mata Kyungsoo. Sungguh membuatnya terluka.

"Wah wah wah, superhero datang untuk menolong sang princess ya? Aku seperti melihat drama picisan saja." Smirk meremehkan dari Joonmyeon menghiasi wajahnya.

"Cukup sudah. Aku akan pergi, tolong jangan ganggu hidupku dan hidup Kyungsoo lagi. Permisi." Jongin segera membawa pergi Kyungsoo dari tempat terkutuk itu. Ia sungguh tak tahan akan perilaku kakaknya.

"Kyungsoo-ssi, jangan lupakan perkataanku tadi eum. Dan penawaranku tadi masih berlaku sampai kapanpun!" Joonmyeon berteriak dan mengeraskan suaranya, seakan – akan Kyungsoo dan Jongin tidak dapat mendengar suaranya di dalam ruangan yang hanya ada mereka bertiga saja.

Jongin tetap melanjutkan langkahnya menggiring Kyungsoo untuk segera keluar dari tempat tersebut tanpa memperdulikan lagi kata – kata Joonmyeon tadi.

Ia membawa Kyungsoo menaiki porche merah miliknya dan segera mengeluarkan mobil mewahnya tersebut keluar dari rumah Joonmyeon –yang juga rumahnya sendiri-.

"Jo-jongin aku.."

"Jangan katakan apapun sampai mobil ini berhenti di apartemenku, Kyungsoo sayang." Jongin mengemudi dengan tergesa – gesa. Matanya masih memerah karena marah. Rahangnya juga terlihat masih mengeras. Kyungsoo benar – benar takut dengan Jongin yang marah seperti sekarang ini.

"Jongin.."

"Sudah ku katakan, jangan berbicara sampai mobil ini berhenti Do Kyungsoo!" Jongin berteriak marah, membuat Kyungsoo semakin menciut karena takut.

Jongin tiba – tiba sadar akan tindakannya barusan. Tangannya berusaha menggapai tangan Kyungsoo –dengan pandangan masih menatap lurus ke arah jalanan-. Namun yang diterimanya hanyalah tampikan keras dari Kyungsoo.

"Maafkan aku, Kyungsoo. Tolong maafkan aku. Aku dalam keadaan marah tadi. Maafkan aku, sayang.. Maafkan aku." Jongin meminta maaf pada Kyungsoo berulang – ulang dengan nada yang lemah. Ia benar – benar menyesal telah membentak Kyungsoo tadi.

"Jongin.. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucap Kyungsoo, dengan nada yang masih bergetar menahan rasa takutnya pada Jongin.

"Katakan saja, sayang. Apapun untukmu."

"Setelah ku pikir – pikir, lebih baik hubungan kita sampai di sini saja."

CKIIITTT

"Apa katamu tadi Do Kyungsoo?!"

~TBC~

Huahaha saya kembalii huaa

Setelah lama gk melanjutkan cerita ini, author kembali dengan sekilas cerita yang membosankan (?)

Sebenernya chapter 2 ini gk sependek ini sih, tapi karena author suka membuat readers-dul penasaran yaaa dipotong aja sampe sini hehe ^^v *plak

Dan jujur saja, chapter 2 ini author buat cuma dalam waktu sehari aja~! Ngebut banget yak wkwk -_-" Soalnya masih banyak tanggungan FF lain sih. Kasihan tuh FF OnKey belum tersentuh sama sekali~

Chapter depan author belom bisa memastikan update-nya kapan ya. Tergantung responnya gimana sih :p

Oke ditunggu review-nya ya, biar author semakin semangat ngelanjutin cerita geje ini hehe ^^v

Buat yang udah review, gamsahamnidaa /bow 90°/ dan mohon reviewnya lagi(?) *plak xD