My New Life
Cast :
Do Kyungsoo and Kim Jongin ( EXO ) –lainnya cari sendiri-
Genre :
Romance, Drama, little Humor
Disclaimer :
Cerita ini asli milik saya, tapi alur ceritanya agak terinspirasi sama Sekai-ichi Hatsukoi sama Junjou Romantica~~
Kaisoo milik SMent dan orangtuanya, sedangkan cerita ini yang nulis sayaa ^^v Hehehe
Warning :
Boys Love, OOC, Typo bertebaran, DLDR! Tidak dibaca ulang, jadi author ngga tau ada yang salah atau tidak wkwk.
Note :
Maaf karena udah lama banget, penulisanku jadi berubah seiring waktu. Udah lama banget juga ga nulis ff Korea, jadi penulisan bahasa Korea nya saya kurangi. Sekali lagi mohon maaf akan ketidaknyamanannya. ^^
^Selamat membaca^
Chapter 3
Jongin menggeram kesal. Cukup. Malam ini menjadi malam yang panjang baginya. Baru saja menjadi kekasih Kyungsoo sehari sudah mendapatkan kesialan beruntun.
Ia segera meminggirkan mobilnya sebelum menjadi bulan-bulanan massa karena menghentikan kendaraan tersebut secara tiba-tiba. Yah beruntungnya jalanan tersebut sedang sepi.
Tangannya turun dari pegangan setir. Matanya melihat lurus ke arah Kyungsoo yang terlihat menahan tangis di sebelahnya.
"Sungguh, Kyungsoo. Ini tidak lucu untuk menjadi bahan candaanmu." Lirihnya, sambil berusaha tidak melepaskan amarahnya yang meluap-luap.
"Aku tidak bercanda, Jongin." Nada bicara Kyungsoo bergetar. Sesuai dugaan Jongin. Sudah jelas sekali bahwa kekasihnya itu sedang menahan tangis.
Kyungsoo yang sedang memegang handphone nya sambil tertunduk tiba-tiba saja mengangkat kepalanya dan menatap Jongin. Lelaki hitam di sampingnya terkejut dan memundurkan kepalanya.
"Jongin, aku butuh waktu. Aku akan mencari jalan." Lanjut Kyungsoo.
Tak lama lelaki tersebut membuka pintu mobil dan segera keluar dari mobil Jongin.
"Tunggu, Kyungsoo!" Jongin semakin terkejut dan mengikutinya keluar mobil.
"Mencari jalan apa? Kyungsoo!" Kyungsoo tetap berjalan tidak menghiraukan teriakan Jongin dan melambaikan tangannya tanpa melihat wajah kekasihnya tersebut.
Jongin melihat Kyungsoo yang menghilang di sebuah gang. Dengan kesalnya ia memukul, menendang mobilnya lalu masuk ke kursi pengemudi sambil kembali memukul setir di depannya. Kedua tangannya menutup wajahnya berusaha menenangkan diri. "Kim Joonmyeon, awas saja kau!"
~ My New Life ~
Kyungsoo mempercepat langkahnya seiring handphone nya yang terus berbunyi. Entah itu telepon atau pesan, ia sudah tak peduli. Yang jelas ia harus segera sampai di apartemen sahabatnya, Baekhyun.
Tak berselang lama, ia sampai di apartemen tersebut dan segera naik ke lantai tiga. Sesampainya di kamar Baekhyun, ia menekan bel dengan tak sabaran.
Suara lantang dari dalam kamar apartemen terdengar. Pintu terbuka menampilkan seorang Baekhyun yang memakai piyama dan berambut acak-acakan dengan muka masam. Sepertinya kesal karena dibangunkan dari tidur cantiknya.
"Baekhyun! Baekhyun Baekhyun Baekhyun Baekhyun Baekhyun!" Sambil terus mengucap nama sahabatnya itu, ia mendorong tubuh Baekhyun dan masuk secara paksa lalu menutup pintu kamar tersebut.
Baekhyun yang baru bangun dari tidurnya terheran melihat tingkah Kyungsoo. "Ya! Ada apa ini? Namaku bukan mantra, jangan mengucapnya berulang-ulang! Bikin merinding." Gerutunya.
"Matilah aku, Baekki." Ucap Kyungsoo. Ia mendudukkan dirinya di sofa empuk milik Baekhyun sambil menatap handphone nya yang terus berdering. Notifikasi yang muncul terus bergantian. Antara nama Jongin yang muncul atau nomor tak dikenal. Hanya dua itu saja.
"Mati? Kenapa? Handphone mu terus berbunyi astaga, angkatlah! Berisik sekali." Gerutunya, sekali lagi. Melihat Kyungsoo yang tetap terdiam di depan handphone itu, Baekhyun pun merebutnya dan segera mengangkatnya dengan mode speaker.
"Yeoboseyo?" Jawabnya. Kyungsoo panik dan ingin merebut kembali handphone nya, tapi Baekhyun berlarian menghindari Kyungsoo.
"Segera enyah dari kehidupan Jongin atau kau nyawamu akan menghilang lebih cepat dari catatan malaikat kematian."
Langkah Baekhyun terhenti. Kyungsoo yang mengejarnya tertabrak punggung Baekhyun. "Apa? Hei apa maksudmu?"
Kyungsoo langsung merebutnya dan mematikan handphone nya. Ia terduduk lemas di lantai. Baekhyun yang kebingungan berusaha menanyakannya. "Apa itu tadi, Kyung?"
"Aku diincar keluarga kekasihku, Baek." Sahut Kyungsoo, lemas.
"HAH? SEJAK KAPAN KAU PUNYA PACAR?!"
~ My New Life ~
Setelah menenangkan Kyungsoo dengan memberikan segelas cokelat panas dan selimut hangat, Baekhyun duduk di sebelah Kyungsoo. Ia sudah mendengar cerita dari awal Kyungsoo memesan host, mendapatkan pacar secara tiba-tiba dan secara tiba-tiba pula bertemu kakak sang pacar. Ia ingin menanyakan lebih lanjut, tetapi alangkah baiknya menunggu Kyungsoo meminum cokelatnya.
"Baek, mimpi apa sebenarnya aku ini. Aku tak ingin berpisah dengan Jongin. Tapi kakaknya mengintimidasiku."
"Hah?" Baekhyun bingung. Ia tahu bahwa kakak Jongin melihat Kyungsoo dengan rendah, tapi mengintimidasi? Kenapa dan bagaimana?
"Saat perjalanan Jongin mengantarkanku pulang, handphoneku terus mendapatkan spam pesan yang menyuruhku untuk memutuskan hubunganku dengan Jongin. Aku ketakutan. Bagaimana bisa kakaknya tahu nomor handphone ku hanya dengan mengetahui nama dan wajahku?"
Baekhyun terkejut mendengarnya. "Yang benar, Kyung?" Ia pikir ini hanyalah permasalahan kecil karena kesalahpahaman yang akan terselesaikan dengan cepat.
"Silahkan kau bisa percaya padaku atau tidak, yang jelas aku sangat ketakutan saat ini. Orang kaya selalu mempunyai segalanya. Dan pastinya saat ini kakaknya juga sudah mengetahui alamat rumahku. Beruntungnya aku tidak tinggal di rumah orang tuaku." Kyungsoo menenggelamkan wajahnya dalam selimut milik Baekhyun. Hatinya sangat gelisah, apalagi menggantungkan hubungannya dengan Jongin begitu saja tanpa Jongin mengetahui apapun.
Lelaki bermarga Byun tersebut sedih melihat wajah murung Kyungsoo. Tiba-tiba ada yang terlintas di pikirannya. "Tunggu, Kyung. Tadi kau bilang, siapa nama kakak Jongin?"
"Ah? Eum, tadi Jongin memanggilnya Kim Joonmyeon." Sahutnya.
Mata Baekhyun terbelalak. "Astaga Kyung, Kim Joonmyeon?! Kau tak tahu siapa dia?"
Kyungsoo memiringkan kepalanya. "Memangnya siapa? Aku hanya tau kalau keluarga Jongin adalah orang kaya. Sudah itu saja." Jawabnya.
"Do Kyungsoo kau bodoh, serius!" Baekhyun segera mengambil handphone nya lalu mengetikkan nama Kim Joonmyeon di mesin penelusuran. Lalu ia menunjukkan sebuah foto kepada Kyungsoo. "Manusia ini kan?"
Kyungsoo menganggukkan kepala setelah melihatnya. Tak berselang, Baekhyun memukul kepalanya dengan bantal di sebelahnya. Sekali. Dua kali. Tiga kali.
"Aduh aduh kenapa kau ini, Baek!" Kyungsoo berusaha menampik segala pukulan bantal yang mengarah padanya.
"Bodoh! Kyungsoo bodoh! Kenapa aku memiliki sahabat bodoh sepertimu dasar bodoh!" Baekhyun terus memukulinya sampai lelah dan menopang kepalanya di atas kedua tangan.
Kyungsoo kebingungan. "Memangnya dia siapa, Baek?"
"Dia CEO perusahaan Kim Pro, Kyung! Demi kacamata legend nya Lee Sooman, kau sangat bodoh sampai terlibat dengannya!"
Kyungsoo tak bergeming. "Yah keluarga mereka kaya, aku tidak kaget mendengarnya." Sahut lelaki tersebut sambil kembali menyeruput cokelatnya.
"Bukan itu yang point yang ku maksud. Tapi pacarnya, Kyung! Pacarnya! Pacarnya mafia di China bernama Wu Yi Fan! Kau pasti kenal!"
Kali ini Kyungsoo terkejut hingga hampir menyemburkan cokelat panasnya ke wajah Baekhyun. Ia tersedak dan hampir tak percaya pernyataan yang diluncurkan sahabatnya itu.
"Bodoh! Bye! Rest in Peace, kau akan segera mati Kyung." Baekhyun melemparkan dirinya di sofa seberang Kyungsoo duduk.
"B-Baekki.. Apa yang telah ku lakukan?"
"Mana aku tahu, bodoh!" Teriak Baekhyun sambil kembali melemparkan bantal ke arah Kyungsoo yang masih mematung dengan memegang kepalanya. Masih tak percaya.
"Jadi aku harus bagaimana, Baek? Aku pikir hanya berurusan dengan orang kaya yang pastinya Jongin atau kekasihmu bisa mengatasinya. Aku terlanjur mengatakan pada Jongin kalau aku akan mencari jalan keluar." Kyungsoo memegang dahinya, sepertinya ia mengalami sakit kepala mendadak.
Wu Yi Fan adalah seorang mafia China yang saat ini sangat ditakuti akan kekejamannya. Bahkan ia pernah dikabarkan membunuh musuh kekasihnya tanpa ampun. Dan pastinya atas permintaan kekasihnya itu sendiri. Yah benar-benar budak cinta.
"Aku tak bisa membantumu kali ini, Kyung. Chanyeol pun takut setiap mendengar nama Wu Yi Fan. Sekalipun kau mengumpulkan seluruh mafia di penjuru Korea Selatan termasuk Chanyeol pun tak akan bisa melindungimu." Sahut Baekhyun sambil memainkan game di handphone nya.
"Oh tidak. Baek, aku baru ingat. Saat di rumah Jongin tadi aku mengajak kakaknya berdebat. Bahkan aku sempat membentaknya." Kyungsoo menggigit jarinya. Ia benar-benar ketakutan. Kenapa ia baru sadar sekarang.
"Hah! Ya begitulah tindakan bodohmu selama ini. Tak pernah berpikir panjang. Bye Kyungsoo, tamatlah riwayatmu." Teriak Baekhyun, lantang seakan menertawakan kebodohan Kyungsoo.
Kyungsoo merangkak menuju sofa Baekhyun berada. Ia menangkupkan kedua tangannya, memohon pada Baekhyun dengan segala kecemasan terpaut di wajahnya. "Kumohon, Baek. Mintalah Chanyeol untuk membantuku. Aku sudah kehilangan akal. Aku harus bagaimana? Aku bahkan belum merencanakan pernikahanku ke depannya dengan Jongin!"
"Masa bodoh, Kyung! Kau ingin aku dan pacarku mati demi tindakan gegabahmu itu? Chanyeol tak akan mau!" Teriak Baekhyun dengan nada tinggi, setinggi harapan Kyungsoo agar Baekhyun mau membantunya.
"Ya! Kau kan belum menghubungi Chanyeol! Tahu darimana kau kalau Chanyeol tak akan mau membantuku!" Nada bicara Kyungsoo pun ikut meninggi. Ia jengkel, tak tahu harus berbuat apa lagi. Tapi sahabat pengecutnya ini malah tak mau membantunya. Sahabat macam apa dia ini!
"Ya mana aku mau pacarku terluka karena kecerobohanmu, Do Kyungsoo!" Sahut Baekhyun, tetap dengan nada tinggi.
Badan Kyungsoo melemas. Ia menjatuhkan dirinya di lantai dengan tetap memeluk selimut. "Sepertinya kau senang kalau aku mati nanti hah. Mau tak mau harus ku hadapi sendiri."
Baekhyun tak menjawabnya. Sebenarnya ia kasihan dengan Kyungsoo. Ia sudah sangat lama mengenal Kyungsoo sejak masih kecil. Bahkan mereka bertetangga dan selalu berangkat sekolah bersama.
Dulunya Baekhyun anak yang pendiam, polos dan sangat tertutup. Hingga saat Kyungsoo sering mengunjungi rumahnya untuk bermain. Sekarang kehidupan Baekhyun berubah drastis. Ia sangat bersyukur menjadi sahabat Kyungsoo. Tanpanya, ia tak akan memiliki kehidupannya yang sekarang dengan Park Chanyeol. Kekasihnya yang seorang mafia kelas kakap. Walaupun sempat mendapat banyak rintangan, tapi Kyungsoo setia menemani dan membantunya melalui itu semua.
Ia tahu, Kyungsoo adalah tipikal yang tak mudah terprovokasi dengan kata-kata yang meluncur dari mulut Kim Joonmyeon. Meski lelaki itu mengatakan bahwa Jongin mungkin sudah meniduri puluhan wanita ataupun lelaki, Baekhyun yakin Kyungsoo tak akan gentar. Sepertinya ia lebih takut jika saja Kyungsoo akan benar-benar mati mengenaskan kali ini.
"Haish! Padahal besok adalah jadwal kencanku dengan Chanyeol!" Seru Baekhyun. Ia bangkit dari posisi tidurnya di sofa dan duduk sambil melihat Kyungsoo yang cemberut menatap lurus pada dirinya.
Baekhyun menghela nafasnya. "Oke oke. Aku akan meminta Chanyeol untuk membantumu."
Kyungsoo langsung bangkit dari posisi terlentangnya dilantai. Ia menatap lurus ke mata Baekhyun dengan raut wajah sangat serius. "Kau serius kan? Tidak sedang mengerjaiku?"
"Astaga, ya ya aku serius. Aku akan menelepon Chanyeol setelah ini. Oh dan ingat! Aku tak ingin Chanyeol terluka, jadi aku akan memintanya untuk hanya membantumu melalui bawahannya. Dan pastinya dengan perssetujuannya dulu, oke?"
Kyungsoo tersenyum sumringah. Akhirnya ia bisa bernafas lega. Besok ia akan segera menemui Jongin untuk memberitahu segalanya. Ia tak perlu takut lagi dengan ancaman kakak Jongin yang mengerikan itu.
"Saranghae,Baekki." Ucap Kyungsoo sambil berusaha mencium pipi sahabatnya. Tentu saja Baekhyun berusaha menghindar dan mendorong wajah Kyungsoo dengan bantal sofa.
~ My New Life ~
Brakk
"Kim Joonmyeon! Dimana kau!" Kim Jongin langsung membuka pintu depan rumahnya setelah berusaha menerobos para penjaga di depan. Amarahnya sudah meledak besar. Ia masih tidak terima hubungannya berakhir karena campur tangan kakaknya.
"Hey hey, ada apa ini ribut sekali?" Sesosok berpenampilan serba hitam dengan postur menjulang tinggi berjalan ke arah Jongin. Jongin yang terkejut hanya terdiam mematung melihat lelaki tersebut.
"Gege, kenapa kau disini?" Tanyanya. Lelaki yang dipanggilnya 'Gege' itu tersenyum sinis.
Ya lelaki itu adalah Wu Yi Fan. Kekasih dari kakak Jongin. Dan tentu saja, karena statusnya sebagai mafia membuat Jongin kikuk saat berhadapan dengannya.
"Kenapa kau menanyakannya? Tentu saja aku kesini untuk menemui kekasih tersayangku, hyung mu." Sahut Yi Fan, dengan menekankan kata 'hyung'.
Yi Fan tersenyum puas melihat Jongin yang terdiam di depannya. "Jadi anak nakal ini akhirnya pulang juga? Setelah beberapa bulan kabur dari rumah, tak mengabari apapun? Well, sebenarnya aku lebih nyaman tanpa kau disini sih."
"Yi Fan, jangan bilang begitu!" Ucap Joonmyeon yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. "Oh Jongin, kau kembali? Sudah putus dengan kekasihmu?"
Jongin mencoba memendam emosinya. Ia berusaha untuk tidak meluapkan emosi kepada kakaknya, atau dia akan mati saat itu juga.
Joonmyeon mencium pipi Yi Fan dan menggandengnya ke ruang tengah. "Sekarang sang pangeran sudah pulang, jadi kau bisa beristirahat, chaggi." Ucap Joonmyeon kepada Yi Fan.
Jongin mengekorinya di belakang. Mulutnya sangat gatal untuk menanyai kakaknya segala hal tentang kekasihnya. Ia yakin, Joonmyeon sudah mengancam dan melakukan hal yang tidak baik terhadap Kyungsoo sehingga membuat hubungannya diujung tanduk.
Mereka bertiga duduk di ruang tengah. Joonmyeon memanggil asisten rumah tangga untuk membawakan kopi untuk mereka. Lelaki berkulit putih itu memegang handphone nya dan mulai mengetikkan sesuatu. Tak lama, ia mengarahkan layar handphone nya kepada Jongin.
"Bawahan Yi Fan mengatakan kekasihmu tak ada di rumahnya, kemana dia? Kau sembunyikan? Atau sedang meraung menangisi akhir dari hubungan kalian?" Ucap Joonmyeon.
Jongin sudah tak bisa menahan rasa marahnya melihat layar di handphone Joonmyeon yang menunjukkan foto isi rumah Kyungsoo yang sedang kosong.
Jongin bangkit dari duduknya dan ingin meraih lengan Joonmyeon, namun tangannya ditepis oleh Yi Fan. Lelaki China itu mencengkeram leher Jongin dengan satu tangan besar miliknya.
"Hey bocah, bisa sopan sedikit dengan kakak kandungmu? Jangan menyentuh Joonmyeon dengan tangan kotormu itu, harusnya kau cuci dulu." Bisik Yi Fan, tepat di depan wajah Jongin.
"Aku tak akan memaafkan kalian jika sampai terjadi apa-apa dengan Kyungsoo. Ingat itu!"
Joonmyeon yang melihatnya hanya tersenyum kecil dan mulai mengambil secangkir kopi yang barusan terhidang di depannya. "Seperti kau berani melawanku dan Yi Fan, saja. Menyerah saja."
Yi Fan menguatkan cengkeramannya seiring dengan Jongin yang berusaha lepas darinya. "Jongin, kekasihmu akan selamat selama kau menuruti kemauan Joonmyeon. Ikuti perintahnya, dan kau akan bebas melakukan apa yang kau mau." Seringainya.
"Kalian benar-benar sudah gila!"
~TBC~
Astaga maafkan author yang hina ini T_T
Jadi sudah berapa tahun ini? Wkwkwk astaga astaga astaga. Sudah enam tahun terlewati!
Jadi begini chingu, hari ini aku buka laptop lama. Dan ngga sengaja buka folder fanfiction yang lama. Dan baru ingat ternyata aku pernah bikin ff ini. Entah kenapa terlintas di pikiranku kalau aku akan melanjutkan sebagian ff yang belum terselesaikan sampai saat ini. –yang murni ff ku ya, bukan ff titipan-
Yah dan berakhirlah aku yang melanjutkan chapter 3 ini dengan waktu cuma sehari. Wew. Kekuatan sistem lembur semalam. xD
Aku sudah lama mulai meninggalkan fandom kpop dan beralih ke jepun dan western. Jadinya untuk update kpop, aku ngga terlalu ngikutin. Yah meskipun masih sedikit tahu lah sama EXO, aku ngga bisa ninggalin ship ini. Sama ChanBaek juga. xD
Akhir kata, bila ada beberapa referensi yang salah aku minta maaf sebesar-besarnya. Untuk update chapter 4, aku mau lihat dulu review nya. Apa masih ada yang ngikutin ff ini? Aku takut ngga ada yang baca :"
Atau mungkin nanti ada yang usul buat dipindah ke wattpad biar mudah dibaca? Aku tunggu review kalian ya chingu. Mohon dukungannya untuk chapter-chapter selanjutnya. ^^
Oh ya satu lagi, aku lupa. Coba hitung berapa kali Baekhyun mengucap kata 'bodoh' di atas? Wkwk good luck and see you next time :*
