Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi. PPWP (Poetic Prose Without Plot) untuk latihan menulis dramatis.
Pada malam pertama yang mereka habiskan bersama, jemari Seijuurou menelusuri setiap jengkal tubuh Tetsuya—sebuah penjelajahan yang bermula di bibir dan bermuara di sela paha.
Tetsuya ingin bertanya apa maksudnya, tapi saat ia membuka mulut, Seijuurou mempertemukan bibir mereka.
Dan sisa malam itu pun mengabur semasa dua raga lebur jadi satu.
Pagi hari Tetsuya terbangun dengan pemandangan wajah terlelap Seijuurou yang tenteram. Cahaya mentari malu-malu menyusup dari sela-sela tirai. Menyinari rambut Seijuurou yang semerah darah. Menyebarkan semburat merah di pipinya yang pucat seakan lidah api menjilat permukaan kertas.
Bahkan pada momen senyap seperti ini, ia tetap menguasai hati Tetsuya sepenuhnya.
Tetsuya menyentuh bibirnya seperti yang Seijuurou perbuat semalam dan menyadari, Seijuurou melakukannya untuk memetakan tubuhnya. Sebuah navigasi untuk mengenal setiap lekuk teritori asing yang kini miliknya.
