Another Fairy Tale Stories

.

.

.

Disclaimer : Vocaloid milik Crypton Future Media yang punya.

Warning : Typo.

Chapter 2

Pesta dansa di tengah kekacauan

Aku langsung menghentakkan tangannya dari mukaku.

"Kau ini apa-apaan sih? Tiba-tiba saja memintaku untuk menikahimu, kau pasti seorang om-om yang suka meminta seseorang yang baru kau temui untuk menikahimu kan, hah! Aneh sekali. Kau pasti memiliki banyak istri di rumahmu. Aku menolaknya!" Kataku langsung pergi dari tempat itu.

"Hhmm. Gadis yang menarik. Akan aku tunggu kau bersedia gadis kecil!" Kata laki-laki itu, dia itu apa-apaan sih. "Walaupun menghabiskan waktu seumur hidup, aku akan menunggumu gadis kecil." Katanya.

"Hah, apa yang kau katakan?" Tanyaku kepadanya. Sebenarnya aku mendengarnya tetapi hanya ingin memastikan saja.

"Bukan apa-apa, lebih baik pulanglah saja gadis kecil, lingkungan ini tidak cocok untuk gadis sepertimu." Kata orang itu, dia kemudian pergi bersama gerombolannya. Sungguh laki-laki yang aneh, dia baru bertemu dan langsung memintaku menjadi istrinya. Huh, aneh sekali. Yah, namanya juga dunia yang sedang dalam krisis, orang-orangnya pun menjadi berlaku nekat. Yang penting aku sudah menolaknya tadi. Dan aku akan pergi dari kota ini secepatnya. Aku tidak akan menemui geng itu tadi.

"Haaah, malam yang melelahkan." Kataku sambil berjalan pulang, aku pun tidak tahu sekarang jam berapa. Tetapi aku melihat matahari di ufuk timur, kelihatannya sudah semalaman aku tidak pulang. Setelah bertemu dengan geng menyebaklan itu, aku melatih cahaya-ku di dalam sebuah rumah kosong.

"Ini dia Miku!" Kata seseorang ketika aku datang.

"Miku! Aku sungguh panik!" Kata seseorang memelukku.

"Rin?" Tanyaku kepadanya.

"Dia sungguh panik satu jam yang lalu ketika bangun dan menemukanmu menghilang dari kasurmu, sekarang Gakupo sedang mencarimu diluar." Kata Luka-san kepadaku, aku telah membuat keributan ternyata.

"Maafkan aku, aku hanya berjalan-jalan diluar." Kataku menenangkan Rin, dia menangis sambil memelukku. "Kenapa dia seperti ini?" Tanyaku kepada Luka.

"Ini adalah kota dimana berbahaya sekali untuk seorang gadis berkeliaran tanpa seorang laki-laki mendampingimu. Dan Rin sungguh panik mendengar hal itu." Kata Luka menjelaskan. Astaga Rin selalu berlebihan.

"Tentu saja aku panik! Bahkan sampai beberapa hari yang lalu kau masih payah dalam menemukan jalan untuk pulang, bahkan ke rumah Jii-chan yang sudah kau kenali selama 13 tahun!" Kata Rin sambil mengusap air matanya. "Apalagi kau baru beberapa jam disini, dan dunia ini asing dan belum kau ketahui! Aku sungguh panik Miku! Aku panik!" Kata Rin-chan kepadaku. Aku hanya terkekeh.

"Jalanan di sini sungguh simpel Rin-chan, aku mengingatnya dengan mudah, tidak seperti di desa, bahkan kau selalu mengajakku ke jalanan yang berbeda setiap harinya, bagaimana aku bisa ingat?" Kataku sambil mengeringkan air mata Rin, dia ini selalu berlebihan.

"Yah, kelihatannya kau beruntung, walaupun bertemu dengan Kaito." Kata seseorang di balik kami ternyata Gakupo-san.

"Apa? Kau bertemu geng-nya Kaito Shion?" Kata Luka-san terkejut, apa dia orang yang langsung mengajakku menikah itu?

"Apa dia orangnya mengenakan jubah hitam dan memiliki satu cincin yang membungkus satu jarinya? Dia juga memiliki rambut biru?" Tanyaku, aku ingat sekali dia mengenakannya di tangan yang menyentuh mukaku itu.

"Memang dia mengatakan apa saja kepadamu Miku-chan?" Tanya Luka-san.

"Dia menginginkanku menikah dengannya. Tetapi aku sudah menolaknya." Kataku tidak ingin mengingat hal menyebalkan itu.

"Baguslah kalau kau sudah bilang menolaknya, karena kalau kau tidak mengatakan apa-apa saat itu, dia akan terus mengejarmu, tadi dia sangat ingin mengetahui tentang dirimu kau tahu. Sepertinya, kau telah menarik perhatiannya." Kata Gakupo-san sambil duduk di sofa di sana.

"Kau memang sebuah magnet bahaya Miku! Jangan pergi sendirian lagi! Kalau kau mau pergi, bangunkan aku dulu atau bilang kepadaku dulu!" Kata Rin kepadaku.

"Iya-iya Rin-chan, aku akan mengingatnya." Kataku sambil duduk disana. "Jadi siapa sebenarnya Kaito Shion?" Tanyaku.

"Dia adalah seorang dewa kenalakan di dunia ini, dunia ini sungguh kecil kau tahu, tidak seluas dunia-mu. Setiap kerajaan mewakili satu negara. Lebih tepatnya, satu ibu kota negara. Dan Kaito Shion, atau sering di panggil Kaito oleh orang yang mengenalnya, adalah Trickster, dia sungguh mencerminkan dewa kenakalan. Dia sudah mmbentuk geng di mancanegara dan gengnya adalah yang terkuat, ada isu yang mengatakan kalau dia sebenarnya anak buah kesayangan para penyihir itu dengan elemen kegelapan yang di miliki Kaito. Jadi sangat mudah baginya untuk membentuk geng yang berkuasa seperti saat ini, dan dia sekarang ada di kota ini." Jelas Luka-san, aku hanya mengangguk paham.

"Cho-chotto Matte, Trickster? Berarti dia.." Kata Rin.

"Kau tahu hal itu rupanya, yah, dia adalah sang pembuat trik dengan elemen kegelapannya itu. Tidak ada mekanisme yang tidak bisa di tembusnya." Kata Gakupo-san, wow, dia hebat juga.

"Luka-chan, kau ada pakaian pesta dansa untuk Miku dan Rin?" Tanya Gakupo-san, eh untuk apa buat kami?

"Ada kok, tenang saja Gakkun!" Kata Luka-san.

"Eh, kami juga ikut?" Tanya Rin tidak percaya. Luka-san hanya mengangguk.

"Len tadi menelfonku, kelihatannya dia tahu tentnag penghuni tambahan di rumahku, jadinya dia mengharuskanku untuk mengundang kalian juga." Kata Gakupo-san, Rin kemudian mendengus kesal.

"Sudahlah Rin-chan, bukankha kau juga ingin menghadiri pesta-pesta yang selalu di selenggarakan secara mewah di aula desa? Ini adalah kesempatan bagimu Rin." Kataku kepada Rin, dia kemudian tersenyum lebar.

"Benar juga! Baiklah, Luka-san, ajak kami bersamamu!" Kata Rin, Luka-san hanya tersenyum.

"Baiklah, jadi pilihlah pakaian yang kalian suka!" Kata Luka-san sambil membuka lebar-lebar lemari pakaiannya, banyak sekali gaun indah disana. Aku merasakan mata kami berbinar.

"Lihatlah semua pakaian ini! Ini semua milikmu Luka-san?" Tanya Rin. Luka-san hanya tersenyum sambil mengangguk.

"Betul sekali! Silahkan pilih, nanti malam kita akan berangkat ke istana Len dan besoknya kita akan berpetualang!" Kata Luka-san bersemangat. "Ah, Rin-chan, aku akan membetulkan bagian dada-nya untukmu." Kata Luka-san ketika melihat Rin yang mengenakan salah satu pakaian Luka-san dan menatap muram ke arah, yah, dadanya. Rin hanya memanyunkan bibirnya.

Hari pun berlalu tanpa kami sadari sudah malam, setelah memakai pakaian terbaik kami, kami juga menata rambut kami dan perjalanan diantar sebuah kereta kuda, ternyata kerajaan yang mengundang kami yang mengirimkan sebuah kereta kuda. Sesampainya disana, kami melihat sebuah istana yang sangat megah sekali! Kelihatannya, seluruh kerajaan di dunia ikut dalam pesta ini.

"Luka! Gakupo-kun! Kalian datang!" Sambut seseorang berambut pirang madu yang sedikit, shota? Itu menurutku sih. "Dan ini pasti Miku Hatsune dan Rin Kagamine?" Tanya laki-laki itu, seandainya dia tidak mengenakan pakaian pangerannya aku akan mengira anak itu laki-laki, Rin tiba-tiba ada di depanku seperti melindungiku. "Tenang saja, tidak perlu seperti itu, aku tidak berbahaya kok." Kata laki-laki itu sambil tertawa renyah. "Namaku adalah Len Kagime, senang bertemu dengan anda, panggil saja aku Len." Kata laki-laki itu sambil membungkuk memperkenalkan diri.

"Yah, itu normal sih Len, Miku-chan telah berurusan dengan Kaito sih." Kata Gakupo-san kepada anak bernama Len tadi. Aku hanya terdiam.

"Itu patut di khawatirkan, tenang saja, Kaito tidak datang ke pesta ku, dia tidak suka pesta seperti ini. Ayo masuk!" kata laki-laki itu sambil membawa kami masuk ke dalam istana mereka. "Selamat datang di pesta ulangtahunku yang ke 17! Terima kasih karena sudah memenuhi undangan, kalian bebas untuk makan, berdansa dan berkeliling di kebun bunga kami selama 24 jam penuh!" Kata Len-san sambil merentangkan kedua tangannya di atas sebuah panggung, semuanya kemudian bersorak.

"Rin-chan, kau terlalu tegang menurutku. Daijobu-yo, kau juga tidak mendeteksi bahaya kan?" Tanyaku kepada Rin, dia hanya menghembuskan nafas.

"Habisnya, mendengar Gakupo-san berbicara tentang anak bernama Kaito itu, aku tidak rela kau menikah dengannya!" Kata Rin kepadaku, aku kemudian menyodorkan minuman kepadanya. "Apa ini?" Tanya Rin-chan.

"Jus Jeruk kesukaanmu! Rasanya lebih enak loh daripada jeruk peras di rumah, cobalah." Kataku. Dia kemudian meneguknya.

"Waaahh! Kau benar, lebih enak daripada saat kita beli jeruk peras di kedai dekat rumah." Kata Rin langsung menghabiskan minuman itu, kami kemudian berada di tepian aula besar itu dan melihat beberapa orang sedang berdansa dengan riang disana. "Sudah lama aku ingin hal seperti ini, dan semuanya sudah ada di depan mataku." Kata Rin-chan kepadaku dia kemudian mengambil gelas berisi jus jeruk lagi. Aku hanya mengangguk, tentu saja hal ini adalah hal idaman setiap gadis miskin yang selalu terdesak oleh keberadaan orang kaya.

"Menurutku belum semuanya Rin." Kataku kepadanya.

"Apa maksudmu? Semuanya sudah lengkap seperti yang kita inginkan, kita hadir di pesta mewah, dan mencoba minuman enak! Apalagi yang kurang memang?" Tanya Rin kepadaku. Tetapi seseorang di belakangnya langsung memanggil Rin.

"Rin Kagamine, boleh aku mengajakmu berdansa?" Tanya orang itu sambil mengulurkan tangan.

"Di dalam impianmu, kau juga ingin berdansa dengan pangeran bukan? Nikmati saja Rin-chan." Kataku kepada Rin.

"Te-tetapi kau akan di sini sendirian?" Tanya Rin, aku hanya tersenyum.

"Aku hanya akan berkeliling Rin-chan, tenang saja, aku tidak akan membuat masalah, kalau aku tersesat, aku bisa menanyakan kepada pelayan atau penjaga." Kataku.

"Tidak apa-apa Rin-chan, selama Miku-chan ada di lingkungan kerajaan, dia tidak akan apa-apa." Kata Len-san menyakinkan.

"Ayolah Rinny, kau terlalu berbelit!" Kataku sambil mendorongnya maju, dan akhirnya Rin menerima uluran tangan laki-laki itu dan aku memutuskan untuk pergi mencari Luka-san atau Gakupo-san, ternyata mereka sedang asyik berdansa.

Aku pun memutuskan untuk berjalan-jalan di sebuah taman, tamannya lebih indah daripada Hope's Park. Bau bunga pun menyerbak dimana-mana.

"Kau memang lebih suka menyendiri yah." Kata seseorang. Aku kemudian menolehnya, ternyata dia muncul juga.

"Seiapa sebenarnya kau ini? Gakupo-san berkata kalau kau adalah dewa kenakalan, dan kata Len-san kau tidak biasa mengikuti pesta seperti ini. Aku bingung, kenapa kau datang kemari?" Tanyaku, dia masih seperti terakhir kali aku melihatnya, memakai pakaian serba hitam dengan syal biru yang melingkar di lehernya itu.

"Yah, kau juga bisa menganggapku begitu, oh, iya, aku hanya ingin minta maaf atas perbuatanku yang kurang ajar kemarin." Katanya, aku hanya mengangguk.

"Selama kau masih menyadarinya tidak apa-apa." Kataku masih menikmati kebun disana, dia duduk dengan mengangkat satu kakinya dan tangannya bertumpu di lutut kakinya yang di angkat itu.

"Kau sangat menyukai kebun ya?" Tanya anak itu, aku hanya mengangguk.

"Namaku Miku Hatsune, senang bertemu denganmu. Kau dapat memanggilku Miku." Kataku sambil mengulurkan sebelah tangan kepadanya, dia hanya tersenyum ironis.

"Kau tidak takut kepadaku?" Tanya orang itu sambil menatap penuh tanya kepadaku, aku hanya menggeleng sebagai jawabannya. "Meskipun aku adalah kegelapan? Kelemahanmu?" Tanyanya, aku juga menggeleng.

"Ketika elemenku bersinar pun elemenmu akan habis." Kataku masih mengulurkan tangan kepadanya.

"Baiklah kalau itu maumu, aku Kaito Shion, senang bertemu denganmu Miku-chan." Katanya ikut menyalamiku akhirnya, tangannya terasa sangat nyaman, dia kemudian menarik kembali tangannya. "Kau tahu, baru kali ini aku melihat seorang gadis yang sama sekali tidak takut kepadaku. Dan juga, apa menurutmu aku ini om-om?" Tanyanya kadaku. Aku kemudian melihatnya, dia terlihat sangat muda, bahkan mungkin masih berusia sama denganku.

"Ah, maafkan aku saat itu, habisnya kau sangat kurang ajar tiba-tiba langsung memintaku untuk menikahimu. Aku kira ya kau sudah sangat tua dan memiliki banyak istri karena hal itu. Sumimasen." Kataku kepadanya.

"Yah, aku hanya ingin mengetes apakah kau ini perempuan gampangan yang aku temui di setiap jalan, ataukah kau adalah perempuan yang tidak miliki keberanian untuk dekat denganku walaupun beradius 100 meter. Ternyata kau berbeda dengan mereka." Katanya sambil menerawang, aku hanya tersenyum.

"Terima kasih." Kataku.

"Kuharap, kau mengenalku hanya sampai batas ini, aku takut kalau kau menggali lebih dalam kau akan terluka." Gumamnya.

"Apa yang kau katakan?" Tanyaku. Dia ini sungguh senang bergumam.

"Bukan apa-apa." Katanya kembali menerawang. Kami kembali berada di kesunyian tanpa ada yang berniat memecahkan kesunyian ini. "Apa kau tidak berniat untuk kembali ke dalam? Aku akan mengantarkanmu." Katanya, aku hanya menggeleng dan akhirnya duduk di sebelahnya.

"Aku tidak tertarik dengan pesta, lagipula pestanya terlalu mewah, aku tidak cocok di sana, lalu kenapa kau tidak masuk, kau pasti sangat cocok di dalam." Kataku. Dia hanya tertawa.

"Orang sepertiku? Walaupun Len yang mengadakan pestanya, pesta itu akan ricuh kalau salah satu dari mereka tahu kalau aku datang saat itu. Sebenarnya aku tidak ingin datang dalam pesta ini, tetapi Len sahabatku, dan aku juga memiliki alasan tersendiri untuk hadir di sini." Katanya. Jadi reputasinya sudah seburuk itu yah.

"Memang alasan apa itu?" Tanyaku, kemudian dia menatapku. "Ah, kalau kau tidak menceritakannya juga tidak apa-apa, aku memahami privasimu." Kataku sambil menunduk, gaun ini tidak membantu di udara dingin seperti ini.

"Aku datang karena ingin bertemu dengan seorang gadis, dia sungguh menarik perhatianku semenjak aku bertemu dengannya, aku menjadi penasaran untuk mengenalnya lebih dalam." Katanya, aku kemudian mengangguk paham.

"Memangnya kalian berjanji untuk bertemu dimana?" Tanyaku, dia hanya memberikan senyuman miring, ya ampun, senyumannya seperti malaikat.

"Aku tidak memberitahunya, karena saat itu, gadis itu mungkin membenciku karena sikap kurang ajarku sebelumnya, untungnya dia memaafkanku." Katanya.

"Syukurlah kalau kau di maafkan olehnya, itu tandanya gadis itu memang baik." Kataku sambil memegangi rokku yang menggembung. Udara semakin dingin malam ini. Kemudian ada sebuah jaket yang menutupi bahu-ku yang terbuka, ini kan jaket Shion-san.

"Shion-san, kalau kau seperti ini kepadaku, gadis itu akan menjauhimu." Kataku, dia kemudian tertawa.

"Panggil saja Kaito, dia tidak akan menjauhiku, sekarang dia sudah ada di sebelahku dan memakai jaketku karena kedingingn yang di sebabkan oleh gaunnya sendiri." Katanya sambil tersenyum menawan dan menatapku.

"I-ini Rin-chan yang memilihkannya kepadaku." Kataku, jaketnya sungguh nyaman, bahkan gadis yang ingin di temuinya pun sangat di perhatikan olehnya. Chotto matte! "Apa maksudmu, gadis yang kau cari itu aku?" Tanyaku menatap tidak percaya kepadanya.

"Akhirnya kau menyadarinya, Miku-chan." Katanya sambil mencium punggung tanganku. Aku merasakan jantungku sungguh berdetak kencang.

"A-aku.." Ketika aku mencoba berbicara, ada orang yang memanggilku.

"Miku! Ada yang harus kita bicarakan!" Kata seseorang, ketika aku menoleh, ternyata Gakupo-san, aku kemudian berjalan kearahnya.

"Ada apa?" Tanyaku.

"Iya, ada apa?" Tanya Kaito sambil melingkarkan lengannya di pundakku. Gakupo-san hanya tersenyum penuh arti. Tetapi apa aku tidak tahu dan langsung melepaskan pelukan Kaito-san di pundakku dengan perlahan.

"Ah, kau datang juga Kaito! Ah iya, Miku, kita mendapatkan teman untuk ikut bersama kita." Kata Gakupo-san.

"Benarkah?" Tanyaku.

"Bahkan 3 orang sekaligus!" Kata Gakupo-san.

"Wow! Itu bagus, memangnya siapa?" Tanyaku.

"Besok kau akan menemuinya." Kata Gakupo-san.

"Hei, kalian mau kemana, aku ikut juga!" Kata Kaito-san tiba-tiba.

"Eh? Kaito, bukankah kau paling tidak suka dengan hal-hal seperti ini? Hanya sebuah perjalanan biasa." Kata Gakupo-san terkejut.

"Tidak! Aku akan ikut selama Miku juga ikut!" Kata Kaito-san, Gakupo-san kembali tersenyum penuh arti.

"Eh? Aku? Apa kau berniat mengikutiku hah?" Tanyaku kepadanya.

"Kalau iya memangnya kenapa?" Tanya Kaito-san enteng, aku sama sekali tidak paham dengan dirinya.

"Baiklah, Kaito, apa kau mau kembali ke istanamu dulu?" Tanya Gakupo-san, jadi dia anggota kerajaan juga?

"Tidak, aku akan ke rumahmu saja." Kata Kaito-san. "Lagipula, ayahku tidak peduli aku pergi kemana." Kata Kaito-san lagi.

"Kalau begitu, bisa kau antar Miku pulang? Len masih tidak bisa membiarkanku pulang, begitu juga dengan Luka dan Rin. Miku kemarin tidak tidur sama sekali." Kata Gakupo-san kepada Kaito-san.

"Ti-tidak usah aku belum mengantuk kok!" Sergahku.

"Benarkah? Kalau begitu, bilangkan kepada Len, aku pinjam kudanya satu." Kata Kaito-san sambil menggenggam tanganku. Aku tidak di hiraukan.

"Baiklah, kalian tunggulah di gerbang." Kata Gakupo-san kembali ke arah istana.

"Kaito-san, tidak perlu repot-repot mengantarku pulang, aku belum mengantuk kok." Kataku. Kini kami berada di gerbang untuk menunggu kuda.

"Tidak apa-apa, kau tidak memberatkanku sama sekali. Lagipula kau ini gadis apa hah? Seharian tidak tidur dan kau bilang kau baik-baik saja, apa kau seorang gamer?" Kata Kaito-san kepadaku.

"Hah Gamers? Jangankan memiliki komputer untuk bermain game, aku saja tidak memiliki ponsel!" Kataku, aku hanya menunduk setelahnya. 3 orang lainnya yah? Kelihatannya semakin meriah saja perjalanan ini.

"Kaito! Senang rasanya kau datang!" kata seseorang sambil memeluk Kaito-san.

"Selamat ulang tahun sobat." Kata Kaito-san membalas pelukan Len-san.

"Kaito, bisa berbicara sebentar. Miku, tunggulah di sini, aku hanya sebentar kok, hanya pelajaran untuk laki-laki sepertinya." Kata Len-san sambil menarik Kaito-san menjauh dariku, mereka kelihatannya membicarakan hal serius, tetapi aku tidak bisa mendengarkan mereka berbicara apa, yang aku tahu Kaito-san tiba-tiba mukanya berubah merah. Akhirnya mereka selesai. "Miku, kalian pulanglah dulu, tenang saja Rin aman bersamaku. Dan Kaito, awas saja ketika Rin-chan pulang dan memergoki kalian melakukan hal yang aneh." Kata Len-san dengan sedikit ancaman di bagian terakhir, kami hanya mengangguk, Kaito-san naik ke kuda hitam itu dan aku di tariknya dengan lembut duduk di hadapannya. Posisiku miring ke kiri.

"Tenang saja Len, aku tahu dimana batasanku." Kata Kaito-san sambil memacu kuda-nya pergi.

.

.

.

TBC

Clara kembali-desuu~~ (Readers : enggak ada yang peduli) kalian kejam-desu~~.

Semoga yang ini tidak terlalu banyak bagi kalian-desu. Setelah membaca manhwa bertema gadis baik-baik dengan laki-laki berandalan Clara jadi membuat Kaito seorang berandalan di sini-desu.

Balasan Review :

Kebab Nyamnyam : Enggak bakalan di apa-apain kok, lagipula kalau ada adegan itu ratingnya bisa berubah M nih, jadi Clara cuman bikin secukupnya aja, tehehehe. Yap benar sekali itu Kaito-desuuu~~