"Uh.. Mesra sekali.." Gerutu seorang pria bermata bulat. Dia melihat sebuah artikel yang menjadi headline news dalam sebuah portal. Didepannya juga memperlihatkan sebuah adegan mesra dua orang sejoli yang sedang berpelukan disebuah taman yang sepi. Banyak foto yang ditunjukkan sebagai bukti bahwa kedua sejolii itu sedang bermesaraan

"Bosan..." Pria bermata bulat itu menjatuhkan kepalanya pada punggung sofa yang didudukinya. "Semua berita menampilkan kemesraan mereka saja"

"Lebih seksi lagi Jongin" tampak seorang model yang hanya memakai celana panjang dan berbaring dalam sebuah ranjang mengikuti arahan dari sang photografer

"Iya.. Iya begitu.. Bagusss" Sang photografer tampak semangat "Oke.. Cukup.." Photografer mengakhiri sesi pemotretannya.

"Kerja bagus Jongin.." Ucap photografer saat model bernama Kim Jongin itu melihat hasil fotonya "tubuhmu memang sebuah seni" Photografer menepuk ringan punggung Jongin. Jongin hanya tersenyum dan membungkukkan badannya seraya mengucapkan terima kasih

"Tidak ada kabar apapun darinya?" Jongin bertanya pada sang manager yang sedang mengendarai mobilnya mengantarkan Jongin menuju acara selanjutnya. Jongin sibuk melihat sebuah artikel berisi tentang skandal kencan yang sedang ramai dibicarakan

"Dia tidak menelpon atau mengirim text apapun" Sahut sang manager

"Tumben sekali.." Gumam Jongin heran

"Jongin.. Kau sudah tahu kan? Skandal kencan Kita menjadi nomor satu dimesin pencari" Sapa suara wanita saat Jongin pertama kali mengangkat telponnya

"Bagaimana Kau bisa tahu nomorku?" Tanya Jongin dengan suara dingin

"Dari agensimu.." Jawab wanita itu riang. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa Jongin tidak suka kalau wanita yang menjadi pasangan dalam skandal menghubunginya

Jongin masuk dalam sebuah rumah, suasana rumah itu sangat gelap karena penghuni disana tidak menyalakan lampu

"Kenapa gelap sekali.." Ucap Jongin seraya meraba saklar agar lampu menyala

"Kau sudah pulang?" Sebuah suara serak khas bangun tidur menyapa telinga Jongin setelah Dia menyalakan lampu. Terlihat sosok pria bermata bulat menggosok matanya menandakan Dia baru saja bangun dari tidurnya.

Jongin segera menghampiri sang empunya suara dan memeluknya, menyalurkan rindunya hari ini

"Aku membangunkanmu?" Pria dipelukannya hanya menggelengkan kepala

"Kau tidur seharian?" Tanya Jongin setelah melepaskan pelukannya. Jongin mengapit kedua sisi wajah dan menekan pipi pria itu. Jongin tertawa keras melihat ekspresi pria itu yang membulatkan matanya dengan pipi yang tertekan. Jongin menciumi pipinya berkali kali karena gemas.

"Hm.. Karena tidak ada pekerjaan.. Lagipula acara tv tidak ada yang bisa ku tonton.. Semua menampilkan wajahmu dan wanita genit itu" Sindir Pria bermata bulat. Jongin terpaku mendengar ucapannya. Pria menyingkirkan tubuh Jongin dan beranjak menuju dapur

"Kyuung.. Kau marah? Biasanya Kau akan langsung berkomentar jika skandal ini terjadi"

"Aku tidak marah.. Hanya kesal" Kyungsoo membanting botol minum yang Dia keluarkan dari kulkas "Kalian mesra sekali.." Cibir Kyungsoo

"Maaf.. Dia memaksa.. Dia ingin saling berpelukan dan bergandengan tangan agar kencan itu terlihat nyata" Jelas Jongin. Dia berjalan menghampiri Kyungsoo yang sedang meminum air mineral langsung dari botolnya.

"Maaf.." Ucap Jongin sekali lagi

"Hah.." Kyungsoo menghela nafasnya ringan "Dia wanita paling genit"

"Aku tahu.." Jongin memeluk Kyungsoo dari samping. Jongin mencium pipi Kyungsoo sebelum menyandarkan dahinya di pelipis Kyungsoo

"Huh.. Pekerjaan hari ini melelahkan.. Aku harus melakukan pemotretan tiga kali sekaligus" Jongin mengadu pada Kyungsoo. Kyungsoo mengelus kepala Jongin

"Sudah makan?"

"Manager Hyung tadi membelikan sandwich untukku"

"Mau kubuatkan sesuatu?" tanya Kyungsoo

"Tidak perlu.. Aku hanya ingin Kau memelukku malam ini" Jongin meminta "Kau tidak boleh menolak~~" Dia menggoyangkan tubuh Kyungsoo dalam pelukannya

"Baiklah" Kyungsoo mengiyakan "Ayo segera bersihkan tubuhmu. Kau bau"

"Tapi Kau tetap cinta padaku" Jongin memainkan alisnya menggoda Kyungsoo

"Terpaksa.. Aku kasihan padamu karena Kau terus mengejarku"

"Ck.." Jongin melepaskan pelukan Kyungsoo dan berjalan mendahuluinya. Kyungsoo tersenyum melihat tingkah laku suaminya.

"Kau tidak jadi meminta pelukan malam ini? Baiklah" Kyungsoo berbalik melenggang kembali ke sofa. Jongin berhasil menangkap Kyungsoo sebelum Dia sampai pada sofa

"Kau membuatku kesal dengan ucapanmu tadi"

Kyungsoo tersenyum menanggapi ucapan Jongin. Dia melingkarkan tangannya pada tubuh Jongin. Dia menengadakan kepalanya menatap suaminya

"Bagaimana bisa Aku menerimamu dengan terpaksa jika Aku jatuh cinta padamu sejak awal bertemu" Dia mencium bibir Jongin cepat

"Kau ini.." Jongin menunduk dan saling menempelkan dahi mereka.

"Ayo tidur. Kau pasti lelah" Ajak Kyungsoo

Mereka berjalan berpelukan menuju kamar

Baru beberapa langkah meninggalkan dapur, ponsel Jongin berbunyi. Jongin mengeluarkan ponsel dari sakunya. Dia memasukkan ponsel itu setelah tahu nomor yang tertera dilayar.

"Siapa?"Tanya Kyungsoo penasaran.

"Wanita itu" Ucap Jongin santai. Dia kembali memeluk Kyungsoo dan membawanya berjalan. Tapi.. Kaki Kyungsoo sama sekali tidak melangkah

"Kau memberikan nomormu padanya? Bukankah itu tidak boleh dilakukan?" Tanya Kyungsoo tak suka

"Dia mendapatkannya dari agensi.. Aku tidak tahu soal itu"

Ponsel Jongin kembali berbunyi. Jongin mengambil ponsel disakunya untuk memutuskan panggilan itu

"Angkat.." Perintah Kyungsoo

"Tapi Kyuung.." Jongin menatap wajah kesal Kyungsoo, mengurungkan niatnya untuk protes. Segera Dia mengangkat panggilan itu

"Jongin.. Kau sedang apa? Sudah tidur?" Wanita itu memberikan banyak pertanyaan pada Jongin

"Sudah Ku bilang untuk tidak menghubungiku lagi. Kontrak Kita hanya sebatas malam itu"

"Tapi Jongin.. Aku benar-benar suka padamu" Ucap wanita diseberang telepon

"Dengar.. Jangan pernah Ganggu Jongin lagi" Kyungsoo mengambil ponsel dari tangan Jongin. Dia sudah kesal karena Jongin hanya menggertak lembut pada wanita itu

"Kau siapa?"

"AKU ADALAH PASANGAN KIM JONGIN. DIA TIDAK MENYUKAIMU KARENA DIA TIDAK SUKA WANITA. JADI JANGAN MENGHUBUNGI JONGIN LAGI. DASAR WANITA GENIT" Kyungsoo memutus panggilan teleponnya setelah mengucapkan kalimat itu. Jongin hanya menatap kagum pada pasangan imutnya itu

"Ganti nomormu.. Jangan pernah menerima tawaran penyewaan pacar. Aku benci melihatmu bersama wanita lain" Ucap Kyungsoo melewati Jongin dan mengembalikan ponsel padanya. Kyungsoo berjalan cepat menuju kamar

Jongin tersenyum bangga pada kekasihnya "Okeee" segera Dia mengikuti kekasihnya itu menuju kamar

"Ah.." Kyungsoo berhenti didepan pintu kamar. Dia membalik badannya menghadap Jongin "Malam ini Aku tidak jadi memelukmu"

"Tapi sayang..." Kyungsoo tidak menghiraukan ucapan Jongin dan berbalik memasuki kamar meninggalkan Jongin yang merengek padanya.