Apa!? Uchiha Sasuke kabur.
Ya. Sasuke pria bungsu dari keluarga Uchiha pasangan Fugaku dan Mikoto, kabur lebih tepatnya melarikan diri dari acara pernikahan perjodohan yang di rencanakan oleh kedua orang tuanya.
Semua itu bermula dari usulan nyonya Mikoto yang sering mendesak putra bungsunya untuk segera mengakhiri masa lajangnya mengingat usianya yang hampir berusia 35 tahun. Sasuke yang pada dasarnya tidak pernah memikirkan masa depan terlebih terikat perkawinan, dan lebih senang menjomblo serta lebih memilih bercinta dengan berkas ketimbang memikirkan makhluk bergender perempuan, terus-terusan menolak atas permintaan ratu besar. Alhasil Mikoto yang geram karena Sasuke masih terus saja tidak memberi kepastian kapan bawa calon, jadi mengambil tindakan sendiri.
Awalnya Mikoto pikir putranya akan nurut bak pupus (kucing) di beri ikan tapi nyatanya apa?
Putranya justru kabur di saat pengawasan Yang mulia Fugaku lengah mengakibatkan kuil berlangsungnya pemberkatan jadi geger. Fugaku dengan segala kekuasaan memerintah prajurit ralat bodyguard-nya untuk mencari ke segala penjuru dunia putra bungsunya yang minta di unyel-unyel karena sudah bertingkah kekanakkan.
Mikoto menangis kejer di dada suami tercintah dengan air mata bercucuran yang hampir menenggelamkan kuil.
Sementara semua orang pusing, di suatu tempat yang temaram, menjurus gelap seorang pria justru tengah mengukir lengkung misterius yang malah terlihat mirip psyco. Dia amat bangga karena bisa kabur dari para pasukan raja?
Dia, pria itu yang ternyata Sasuke sudah akan pergi dari tempat persembunyian sebelum makhluk berjenis tuyul(?) justru dengan tenang berani mencolek bokongnya. Sasuke yang tidak sadar kalau dari tadi berteman tuyul (?) disampingnya jadi membatin.
Perasaan aku tadi sendirian?
"Oi chibi kembali'in."
"Enak aja barang udah di tangan haram di balikin," seringai si gadis berhelai merah muda agak kusam lantaran berada di tempat gelap serta bermata madu yang tadi di batin tuyul oleh Itachi, mengibas-ngibas sesuatu yang diambil dari saku bokong Sasuke.
"Kamus dari mana tuh. Tidak ada yang seperti itu. Cepat kembalikan," todong Sasuke seperti orang memalak alih-alih meminta benda miliknya.
"Tidak mudah layau~~," ejeknya dengan senyum menggoda.
Sialan betul ini bocah.
Tunggu! Bagaimana bisa anak kecil malam-malam begini berkeliaran diluar? Jangan bilang kalau dia—
"Kau pencuri?"
"Hahaha baru nyadar. Dasar pak tua lemot."
Asem! Mulutnya pedas banget.
"Beraninya kau mengataiku. Kemari kau cabe rawit," Sasuke berniat memiting kepala sewarna menggelikan si bocah namun teriakkan dibelakang yang terdengar menghentikan niat Sasuke.
Mampus!
Sasuke langsung berlari kabur sebelum pasukan yang mulia Fugaku berhasil menangkapnya.
"OI PAK TUA NGAPAIN AKU DIBAWA-BAWA," teriak si gadis berlari kepayahan karena langkah yang pendek akibat kaki tidak jenjang karena satu hal dan dia meruntuki itu. Semua ini gara-gara orang itu!
Akh, sialan! Sasuke yang tadi tidak sengaja menyeret lengan si bocah langsung menghempas begitu tersadar dan memilih kabur sendirian.
"PAK TUA TIDAK BERPERASAANNNN!," teriak si gadis kesal sebelum malah mengejar Itachi karena takut pada orang-orang berpakaian serba hitam yang mengejar dibelakang.
"Oi Chibi ngapain ngikutin aku dan kenapa larimu bisa sangat kencang huh!?"
"Urusai! Selamatkan diri masing-masing."
Sasuke yang sudah lelah tak pelak melambatkan lari justru sebaliknya semakin kencang. Si gadis yang kesal karena merasa kalah lomba lari, malah menubruk punggung Sasuke menjadikan pria itu sebagai kudanya. Sasuke yang tak sempat menjaga keseimbangan hampir terjerembab dan lantas jadi oleng kesana kemari sebelum akhirnya jatuh terguling-guling di pematang lapangan basbol bersama si gadis. Menggelinding bak bola, keduanya saling bertumpang tindih bergantian. Saking cepatnya berputar-putar keduanya bahkan tak mampu hanya sekedar berteriak karena pusing yang mendera dan terkhusus untuk si gadis, dia merasa sakit dan berat yang berarti mengingat yang menimpanya makhluk berbobot bongsor. Mereka baru berhenti ketika menabrak gorong-gorong yang tersusun disana. Walau sakit, tak ada waktu mengerang bagi Sasuke, pria itu langsung mencari tempat persembunyian lain ketika mendengar derap langkah kaki mendekat dengan sedikit sempoyongan karena masih pusing sehabis guling-gulingan.
"Kemana Sasuke-sama."
"Sial, kita kehilangan jejak!."
"Bisa di gorok kita."
"Trus gimana."
"Cari lagi bodoh! Aku yakin Sasuke-sama belum jauh. Ayo!."
Perlahan suara kian menjauh dan Sasuke mulai bernapas lega. Pria itu berniat bangun dari posisinya sebelum terurung karena merasa ada sesuatu yang menindih.
"Oi chibi apaan kau. Turun!."
Alih-alih menyingkir, si gadis malah menenggelamkan wajah didada pria yang dari tadi di kuntitnya. Sasuke yang geram menggerakkan kasar tubuhnya, lupa kalau dia tepat di bibir danau. Ibarat di tepi mulut bergerak sedikit saja, maka dia akan tertelan. Begitupun posisi Sasuke, karena dia lasak (tidak mau diam) jadilah Sasuke nyebur bersama si gadis kecil kedalam danau.
"Gah bocah sialan, kau membuatku mandi di hari malam."
"Kau pak tua bodoh, dari tadi aku diam karena takut jatuh tapi kau malah lasak. Sekarang siapa yang salah."
"Kaulah cebol! Kau tidak memberitahuku!."
"Grrrr, apa kau tidak bisa bicara lembut. Dasar mulut kasar!," mereka masih saja terus beradu mulut, tidak sadar posisi mereka yang cukup memalukan dimana si bocah ternyata dalam gendongan depan Sasuke dan begitu Sasuke tersadar, wajah pria itu langsung memucat kemudian tanpa perasaan langsung menghempas si gadis kecil yang lantas segera naik ke permukaan, berniat berlari kabur sebelum terurung karena ternyata si gadis tidak bisa berenang. Dengan sisa kebaikkan yang Sasuke punya, pria itu akhirnya menolong juga si gadis namun sayang si gadis tidak bernapas membuat Sasuke kelimpungan panik, bingung cara untuk menolong dan karena Sasuke pria dingin tanpa perasaan, dia jadi menolong dengan cara cukup mainstream yakni membacok (menabok) dengan tenaga tak tanggung-tanggung, perut si bocah yang akhirnya memancrotkan air dari dalam mulut dengan mata terbuka lebar.
Duak
Sasuke sukses mendapat tendangan extra di wajah dari si bocah yang telah tersadar.
"Mau membunuhku bilang. Dasar sadis!."
"Khe bukannya berterimakasih," dengus Sasuke, mengelus pipinya.
"Sudi! Malahan aku ingin membunuhmu," sarkasnya.
Jduarrrrr
Bunyi guntur yang tiba-tiba terdengar membuat si gadis melompat tanpa aba-aba ke pangkuan Sasuke membuat pria itu terjengkang.
"Geh kau masih bocah, agresif banget sih," sentak Sasuke membuat si gadis yang kesal jadi memberi cubitan maut di kedua pipi Sasuke.
"Kau yang berselera padaku pedophilllllll."
"itteiiiii!."
TAMAT!
