A/N: Kamen Rider Kabuto adalah hak cipta Toei dan Shotaro Ishinomori-san. OC dan cerita adalah hak cipta author
Kagami's Love Story
Genre: Romance
Rating: T
Chara: Kagami Arata x OC
Chapter 1
Aku kesel abis, tahu nggak? Beres berpakaian, eh perut ngajak ribut. Ternyata eh ternyata, ini bukanlah sekedar sakit perut biasa, melainkan diare. Jadi aja aku telat ke kantor 10 menit. Lalu kena marah atasan karena sudah 2 kali terlambat. Kalau terlambat sekali lagi, aku bisa dipecat!
Pulang dari kantor hujannya lebat, selebat hutan hujan tropis. Aku lupa bawa payung. Sekujur tubuh basah kuyup. Jalanan becek nggak ada ojek. Terpaksa naik taksi + bayar mahal deh. Padahal uangnya buat beli kebutuhan sehari-hari sama makan malam. Well, terpaksa aku tidak makan malam hari ini. Aaaaaaaaarrrrrrrgghhh!
Bener-bener sial pangkat kuadrat aku! Sampai di apartemen nggak sengaja injak t*i kucing dekat tangga. Terus waktu mandi masuk kecoa, terbang lagi! Syereeeeemmmm... Untung sudah sedia Ba***n di wastafel. Mau tidur juga nggak bisa. Kedua mata ini sulit terpejam. Mungkin karena aku jones galau. Maklum, aku paling sulit berkomunikasi dengan lawan jenis. Misaki pernah bilang kalau aku mudah emosi kayak cewek lagi PMS dan kurang ganteng. Sakit meeeeennn, tapi lebih baik jujur daripada bohong kan? Nggak setuju sama aku, kuhajar kau! (Wedew xD)
Tidak hanya ditolak Misaki saja. Temanku yang kaya tujuh turunan, lebay, berisik, bawelkong, tapi baik hati dan tidak sombong, Kamishiro Tsurugi, sudah lama meninggal. Aku sedih kehilangan sahabat seperti doski. Soalnya, di kantor teman-temanku kebanyakan muka dua. Hiih, menjijikan! Ogah aku menemani makhluk seperti mereka, bikin panas hati doang. Eh, jadi curhat.
Ok, cukup curhat soal mereka. Malam ini sepertinya aku insomnia lagi. Secara tiba-tiba, kaki seribu muncul dari kardus-kardus yang gua taro di sudut kamar. Oh sh*t, lagi-lagi kesialan datang menimpa hidupku. Baru sadar kalau kardus kosong ini belum sempat dibuang. Untung kaki seribunya balik masuk ke kardus, buru-buru dah dibuang.
Cukup sudah untuk kesialan hari ini!
Aku sudah muak! Muaaakkk!
Semoga besok tidak sial lagi.
Keesokan harinya, tepat pukul 5.30 pagi, hujan deras. Begonya gua keenakan tidur, bangun-bangun jam 7. Buru-buru aku bangun, kemudian melirik kalender. Oh untung hari Minggu, hari dimana aku bisa istirahat walau hanya sebentar. Yah, inilah kebiasaan burukku, lupa hari dan tanggal. (Wah wah wah, bahaya ini x_x)
Tiba-tiba hp bergetar. Rupanya pesan masuk L*NE dari Misaki. Isi pesannya berbunyi:
"Kagami, kos kamu campur kan? Masih ada kamar kosong nggak? Temanku Ann udah cari kos kemana-mana, tapi kebanyakan sudah penuh."
Aku balas:
"Iya, kos aku campur. Sekarang ada 5 kamar kosong. Minggu lalu ada 4 mahasiswa yang keluar, udah lulus kuliah. Dan seorang mahasiswi pindah kos karena kerja di luar kota."
Wah, senang banget ada penghuni baru. Temannya Misaki pula. Woohoo! Ujarku dalam hati.
15 menit kemudian, Misaki membalas:
"Syukurlah. Kalau gitu Ann di kos kamu, yaa. Tapi sayang dia sudah punya pacar." *smile emoji*
DEMI APAAAAAA? Ku pikir dia masih jomblo bahagia. Hiks...
"Tidak mungkin..." *cry emoji*
Malamnya, Kagami hendak ke minimarket. Ketika ia keluar membuka pintu pagar, di depannya muncul seorang wanita berambut pendek, memakai dress pendek warna ungu, dan sepatu kets. Oh astaga, aku semakin gugup saat ia menghampiriku. Jantung ini berdebar dengan kencang.
"Ups! Maaf..."
"Tidak apa-apa. Ibu kos-nya ada di dalam, nggak?" jawabnya sambil menyuntingkan senyum manis.
"A-a-ada kok. Ada, ehehe."
Duh... Kenapa aku jadi gugup begini, ya? Apa karena wanita tadi? Jangan-jangan itu... Itu Ann!
Ah sudahlah, lebih baik beli roti dulu di minimarket. Mumpung belum hujan. Kenalannya mah nanti saja.
Kembali ke kos, tampak Ann kelelahan memindahkan barang-barangnya. Tanpa babibu, aku langsung membantu dia. Ditambah lagi, tak ada seorangpun yang melihat kami berdua. Sepertinya Dewi Fortuna berpihak padaku hari ini. Uhuy!
"Umm... Namaku Arata Kagami. Kamu?"
"Ann Yamaguchi. Senang berkenalan denganmu, Kagami-kun."
"Se-senang berkenalan denganmu juga, hehe."
"Terima kasih sudah membantuku membawa barang-barang ini."
"Ah, tidak tidak! Tidak perlu berterima kasih." jawabku tersipu malu. "Omong-omong, ini sandwich tuna untukmu. Sandwich tuna di minimarket dekat kos enak banget!"
"Terima kasih, Kagami-kun. Kebetulan aku belum makan sedari siang tadi."
-oo-
Tepat pukul 21.30, aku segera menyelesaikan laporan keuangan untuk besok. Tiba-tiba, 15 menit kemudian aku mendengar suara petir menyambar dengan kencang. Jantungku terkejut seketika. Setelah sambaran petir, hujan deras turun ke bumi disertai angin kencang. Ugh, cuacanya dingin sekali. Aku mencari-cari sweater di lemari baju... Oh iya! Sweater-nya saja masih di laundry. Besok baru bisa diambil. Mana sweater itu satu-satunya pemberian Tsurugi lagi, hiks...
Lalu aku memutuskan untuk meminjam sweater teman sebelah kamarku, Satoshi. Melirik jendela kamarnya... sial! Kamarnya gelap. Pasti Satoshi pulang kampung ke Yokohama. Lalu aku mengetuk pintu kamar Eita. Sebenarnya aku nggak begitu dekat dengan Eita, karena ia seorang mahasiswa baru dan sering keluar malam. Pulang-pulang bisa jam 11 malam, kadang tengah malam. Sungguh, hidup si Eita ini nggak jelas banget.
"Ada apa, Senpai?" ujar Eita sambil menggigit tonkatsu-nya.
"Pinjam sweater dong. Kamu punya dua nggak?"
"Sebentar, saya cari dulu."
Astaga dragooooonnn, nyari sweater doang kok lama banget. Sampai setengah jam. Itu anak simpan baju dan barang-barang sembarangan kali, ye? Ku menggerutu dalam hati.
"Baru ingat kalau sweater saya juga di laundry, Senpai. Maaf ya, hehehe."
"Haha hehe haha hehe, senang banget ya ngerjain Senpaimu sendiri? HAH?!" geramku sambil menjewer telinga Eita.
"Aduduh, aduh sakit! Ampun, Senpai!"
Aku pun keluar dari kamar Eita dengan ekspresi suram. Yah, sepertinya malam ini aku tidur tanpa sweater... Semoga saja tidak terserang flu.
"Tidakkk, hentikan!"
Terdengar jeritan seorang wanita. Tidak salah lagi, itu suara Ann. Rupanya ia dikepung oleh tiga pria tak dikenal. Mereka pasti ingin menggoda dan memperkosa Ann, pikirku. Gawat, ini gawat!
Umm, tunggu sebentar! Bukankah Ann punya pacar? Terus kekasihnya pergi kemana? Pria kok nggak bertanggung jawab! Tanpa babibu, langsung kuhajar mereka bertiga. Bodo amat soal pacarnya.
"Sialan!" geram salah satu dari mereka. Ia hendak memukul balik, namun kutangkis.
"BERANINYA KALIAN MENGGANGGU WANITA INI! TAK BISA DIMAAFKAN!"
"Lebih baik kita kabur dulu sekarang. Akan kubuat kau babak belur nanti!" pekik sang ketua geng.
Ann menangis di pangkuanku. Sekujur tubuhnya lebam. Ia terus menerus mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkan dirinya. Kini aku hanya membisu, tak dapat berkata-kata. Namun jantung berdegup kencang. Semakin lama semakin kencang. Oh astaga! Perasaan apa ini? Jika ini perasaan cinta... Tidak, Arata! Kau tidak boleh jatuh cinta pada Ann. Dia sudah punya pacar, mana boleh kamu mencintai wanita yang sudah dimiliki orang lain? Kau harus tahan godaan, Arata! Kau itu pria sejati!
"Sejujurnya... Ketiga pria itu..." tangis Ann. "Mereka... mereka..."
"Siapa mereka? Katakan saja padaku, Ann-chan."
"Teman... kekasihku."
WTF? Kok bisa mereka mengincar Ann? Emang salah Ann apa? Pertanyaan itu terus mengiang-ngiang di kepala. Sungguh, aku tidak tega meninggalkan Ann ketika ada masalah seperti ini.
"Sebenarnya aku sudah putus dengan kekasihku 2 hari yang lalu. Aku sering terlibat konflik dengannya, kemudian aku minta putus. Betapa teganya ia mengirim teman-temannya untuk memperkosa dan membunuhku. Hiks... Kagami, aku takut. Kumohon lindungi aku."
"Apa... Kau serius?"
Ann mengangguk padaku. Kejam! Tidak berperasaan pula! Hanya karena diputusin saja mantannya emosi begitu, bahkan sampai membunuh. Mendengarnya pun aku kaget sambil menepuk dahi. Semakin banyak saja manusia sekejam mantan pacarnya Ann. Setelah kejadian itu aku mengobati luka Ann, lalu menyuruhnya untuk istirahat. Namun genggaman tangan Ann semakin erat, seolah-olah tidak ingin lepas dariku.
Haruskah aku menceritakan ini pada Misaki? Ah, tidak! Kurasa ini bukanlah waktu yang tepat. Trauma Ann juga masih membekas. Cukup aku temani tidur saja, meski sebenarnya ini tidak boleh dilakukan.
"Ano... Kalau tidak keberatan, aku temani kamu tidur boleh?" tanyaku pada Ann. "Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini karena tabu, tapi... Aku khawatir padamu. Apalagi kamu sudah diganggu oleh teman mantanmu."
"Tidak apa, kamu boleh menemaniku tidur. Kebetulan juga kos sedang sepi, kan?" jawab Ann spontan. Ia melirik jam dinding, lalu terkejut. "Astaga, sudah jam 11. Ayo kita segera tidur. Jangan sampai terlambat kerja."
"Iya."
-oo-
Waktu semakin cepat berlalu. Sedikit demi sedikit rasa trauma yang menimpa Ann hilang. Mantan kekasih Ann dan ketiga temannya pun berhasil ditemukan dan ditangkap polisi. Aku teriak kegirangan setelah mengetahui berita itu di televisi.
Rasakan itu! Karma berbalik pada kalian berempat!
OH YEAAAAHHH!
AKU PAHLAWAN!
Tak lama kemudian aku resmi menjadi kekasih Ann yang baru. Akhirnya Dewa memberikanku pasangan secantik malaikat. Rahmat dari Dewa benar-benar indah. Kesialan dalam hidupku pun menghilang. Namun, karena terlalu gembira aku sampai lupa untuk merencanakan kencan bersama Ann.
"Mou! Kagami-kun bodoh! Kita udah jadian malah lupa merencanakan kencan denganku." Ann marah sambil menggembungkan wajah.
"Hihihi, kamu lucu deh kalau marah, kayak ikan buntal." godaku pada Ann, lalu mencubit wajahnya yang lembut seperti mochi.
"Sakit tahu!"
Kami berdua saling tertawa lepas, lalu kupeluk dia erat. Kumohon Dewa, biarkan aku melupakan pekerjaan untuk sementara. Saat ini yang kuinginkan hanyalah bermesraan dengan Ann. Aku tidak ingin berpisah denganmu, ikan buntalku sayang. Takkan kubiarkan pria lain menyentuh, apalagi menggoda ikan buntalku yang lucu!
Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu kamar Kagami. Siapakah gerangan?
TBC
