A/N: Kamen Rider Kabuto adalah hak cipta Toei dan Shotaro Ishinomori-san. OC dan cerita adalah hak cipta author

Kagami's Love Story

Genre: Romance

Rating: T

Chara: Kagami Arata x OC

Chapter 2

Oh no! Ternyata kedua orang tuaku datang berkunjung. Aku lupa mengatakan ini kepada Ann. Kini wanita kesayanganku tampak canggung melihat kedua orang tuaku. Duh, jantungku semakin berdebar-debar. Kira-kira Ayah bakal menerima Ann tidak, ya?

"Selamat siang." Ibu Kagami mengucapkan salam kepada aku dan Ann. "Wanita ini pasti kekasihmu, ya? Salam kenal."

"Sa-salam kenal juga, Tante. Nama saya Ann Yamaguchi." jawab Ann tersipu malu.

"Kagami," ujar Ayahnya curiga. "Coba kamu ceritakan bagaimana kamu bertemu dengan Ann."

"Jadi... Ann merupakan teman dari temanku juga, Misaki. Setahun yang lalu dia pindah ke kosan aku. Tanpa sengaja aku dan Ann saling bertemu, lalu aku membantu membawakan barang-barang ke kamarnya. Tidak lupa aku memberikan Ann sandwich tuna favoritku."

"Oh, kau benar-benar anak Ibu yang perhatian sekali." Ibu memeluk erat tubuhku.

"Apakah wanita itu benar-benar kekasihmu seperti yang Ibu katakan?" tanya Ayah.

"Iya. Ann itu kekasihku, Yah." aku menjawab pertanyaan Ayah dengan tegas. "Aku juga telah menyelamatkan Ann dari kekerasan yang telah dilakukan mantan pacarnya. Ayah ingat tidak berita waktu itu?"

"Berita mengenai penangkapan mantan pacar dan tiga temannya yang melakukan kekerasan terhadap Ann Yamaguchi? Ooh, berita itu toh." Ayah senyum-senyum tidak jelas. Aku pun curiga.

"Kok Ayah senyum-senyum?"

"Kau hebat! Kau telah menjadi pahlawan untuk Ann dan juga semakin dewasa. Selamat! Ayah menerimamu sebagai calon suami Ann." Ayah menepuk-nepuk bahu Kagami. "Kami bangga padamu, Nak."

Mendengar perkataan Ayah, Ibu menangis terharu akan tindakanku yang heroik tersebut. Rasanya senang bukan main. Mereka merestui hubunganku dengan Ann. Yes yes yesss! Selain itu Ayah juga telah menentukan pernikahanku dengan Ann, yakni bulan depan. Aku pun memilih untuk menolak dan memutuskan untuk menikah tahun depan saja, karena kondisi keuangan dan mentalku belum matang. Aku masih ingin merasakan indahnya pacaran dan asmara di Bumi yang indah ini.

Keesokan harinya kedua orang tuaku yang menginap di kos pulang ke Kyoto. Setelah mereka pulang, aku mengajak Ann ke taman hiburan karena waktu itu lupa. Betapa senangnya Ann mendengar ajakan kencan dariku. Ia tampak cantik saat tersenyum, bagai malaikat yang turun ke Bumi. Yosh! Saatnya bersenang-senang dan melupakan sementara urusan kantor!

Puas mencoba hampir seluruh wahana di taman bermain, aku dan Ann menaiki bianglala, yakni wahana terakhir. Tsurugi berkata bahwa di atas puncak bianglala seluruh pemandangan kota Tokyo sangat indah, apalagi pada sore atau malam hari. Terakhir kali aku menaiki bianglala itu pada saat tamasya playgroup pada umur 3 tahun. Kini aku menaikinya bersama kekasih tercinta. Ah, masa-masa mudaku yang berawal suram telah berubah menjadi lebih indah. Semua karena asmara.

"Ann, aku bahagia bersamamu selama setahun ini."

Ann hanya membisu, lalu menangis di pelukanku. Aku menaikkan wajah Ann, perlahan-lahan mendekati dan mencium bibirnya yang imut. Seketika Ann berhenti menangis setelah berciuman selama 5 menit. Ia mengucapkan terima kasih karena telah lahir, menjadi pengganti mantannya yang brengsek, dan menikahinya dengan tulus. Mendengar kata-kata indah Ann, air mata di wajahku mengalir.

Besoknya di kantor aku tak sengaja mendengar rekan-rekan kantor lain sedang bergosip. Apakah ini berhubungan dengan kekasihku, Ann? Jika benar... Oh astaga! Malu banget kalau ketahuan. Aku takut mereka memberikan pertanyaan bertubi-tubi.

"Ah, Misaki!" sapaku pada Misaki yang kebetulan lewat. "Kau tahu? Informasi mengenai aku punya kekasih dari siapa?"

"Umm... Soal itu..." jeda Misaki. "Kalau tidak salah rekan kerjamu yang melihatmu jalan berdua bersama Ann. Kamu dan Ann habis bermain di taman hiburan, kan?"

Empat orang rekan kerja Kagami tiba-tiba memotong pembicaraan.

"Hei, Kagami! Selamat ya sudah punya kekasih. Kira-kira kapan kamu menikah?"

"Apakah tanggal pernikahanmu sudah ditentukan, Kagami-san?"

"Setelah menikah kamu mau punya berapa anak, Kagami-kun?"

"Rencana tempat tinggalnya sudah disediakan? Kalau belum aku ada kenalan yang bekerja di real estate, nih. Dijamin dia kasih harga murah."

Ah, mou! Membuatku pusing saja. Aku pun segera berlalu tanpa menjawab pertanyaan mereka.

"Yah, dia tidak menjawab pertanyaan kami."

"Lupakan saja," jawab Misaki. "Kagami benci pertanyaan-pertanyaan yang bersifat privasi."

"Awww, sial!" keempat rekan kerja Kagami kecewa.

The End