"그대라는 세상"

The Maze Runner belongs to James Dashner. I own only this story.

그대라는 세상 © Yoon Mirae

warnings:

alternate reality. based on the death cure movie. typo(s) may be found. and the list goes on….

shunshines

.

.


.

Hidup memang bukan suatu kompetisi. Hidup memang bukan mengenai siapa yang lebih cepat meraih suatu standar kebahagiaan atau siapa yang lebih menderita. Semua orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing. Berat atau ringan seseorang menempuh kehidupannya bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan perbandingan.

Tapi, untuk kali ini saja, Minho ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia merasakan penderitaan yang jauh lebih kuat dari kawannya. Minho sudah tahu di luar kepala bahwa baik dirinya maupun Thomas adalah dua manusia yang menjadi kelinci percobaan WICKED, yang sama-sama memiliki nasib serupa. Sama-sama pernah hampir mati dan sama-sama kehilangan. Memang sekilas hampir semua hal yang mereka lewati sama, tapi ia bisa memastikan bahwa ada perbedaan antara kisahnya dengan Newt dan kisah Thomas dengan Newt.

Minho mengenal lelaki itu lebih lama dari Thomas. Tiga tahun bersama di The Glade adalah waktu yang cukup lama untuk membuat keduanya menciptakan kenangan lebih banyak. Dan selama tiga tahun itu pula, perasaannya menguat. Perasaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu.

Dibandingkan dengan Thomas, Minho merasakan 'hampir' kehilangan Newt jauh lebih banyak. Minho merupakan saksi hidup pertama saat Newt mencoba bunuh diri dengan melompat dari tembok besar. Selanjutnya, ia harus rela kehilangan satu runner karena percobaan bunuh dirinya tersebut mengakibatkan cacat kaki permanen. Minho juga menyaksikan Newt diterkam Crank saat mereka melarikan diri di scorch. Minho pun menyaksikan Newt yang berubah menjadi Crank. Dan lagi-lagi, Minho menyaksikan Newt hampir mati untuk kedua kalinya.

Dan sekarang, Minho sedang memendam gemuruh di dadanya. Rasa ingin berteriak, menyerukan kepada semua penghuni Bumi yang masih tersisa, bahwa ia adalah orang yang paling takut kehilangan Newt di dunia ini. Bukan Thomas, bukan siapa pun. Atau mungkin adik perempuannya, namun ia sendiri tahu bahwa semua orang di sini sudah hilang ingatan mengenai diri mereka sendiri.

Thomas akhirnya keluar dari pondok dimana Newt sedang dirawat. Lelaki itu bilang ingin mencari udara segar. Minho jelas tidak melewatkan mata kawannya yang cukup sembap. Ia mengangguk dan tanpa sadar segera melangkah ke dalam pondok agak sedikit terburu-buru.

"Hei, Newt-shank.Bagaimana kabarmu?"

Tidak ada bedanya dengan Thomas, Minho tetap berbicara kepada Newt yang masih tidak sadarkan diri. Hal ini tidak pernah dilakukan sebelumnya saat lelaki berambut pirang itu pingsan setelah mematahkan kakinya saat di Glade. Ia dulu hanya duduk diam, menatap lurus, berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup cepat.

"Kauingat, dulu saat kau pingsan akibat mematahkan kakimu, hal pertama yang kaulakukan saat sadar adalah mengejekku," ujar Minho, lebih lembut dari biasanya. Satu tangan digunakannya untuk meraih tangan Newt dan satunya lagi digunakan untuk mengelus rambut pirang tersebut. "Sekarang, aku masih menunggu kau meledekku lagi setelah kau sadar, Newt. Kautahu aku bukan orang yang suka menunggu. Jadi, tolong jangan membuatku menunggu lebih lama."

Dulu, Minho hanya sempat duduk di sebelah Newt tanpa berkata-kata. Karena tak lama setelah itu, Newt membuka mata perlahan, mengerjap, lalu menoleh ke arah Minho.

'You look like a mess'

Minho masih ingat kalimat pertama Newt yang saat itu baru sadar. Lelaki itu langsung mengajaknya bercanda dengan kilat jahil yang masih lemah. Dan Minho tidak bisa lebih bersyukur lagi saat Newt sudah kembali, meskipun saat itu masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai apa, kenapa, dan bagaimana insiden ini bisa terjadi.

Runner Asia tersebut menghela napas panjang. Dadanya mencelos setiap kali dihadapkan dengan situasi seperti ini. Minho tidak pernah lupa rasanya. Bagaimana dadanya seperti ditikam, jantungnya berhenti berdetak, dan kembali berdetak dengan tempo terlalu cepat. Bagaimana ia ingin ikut mati saja seandainya, seandainya, semesta memanggil Newt lebih dulu. Bagaimana rasanya kehilangan semua harapan dan segala yang sudah diperjuangkan terasa tidak ada artinya.

Hancur adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi hatinya saat ini. Minho sudah lama berkenalan dengan rasa itu. Hatinya remuk redam setiap kali ia menyaksikan kawan-kawan seperjuangannya pergi, terpaksa mati demi berkorban untuk semua ini. Bagi Minho, sekarang rasanya jauh lebih sakit dari sekadar hati yang hancur.

Dunianya hancur.

Karena untuk Minho, Newt adalah dunianya.


.

Berbeda dengan Thomas yang ekspresif dalam menyampaikan afeksi, Minho adalah orang yang sangat jauh dari itu. Semua orang tahu bahwa 'Minho' dan 'berperilaku manis' bukanlah padanan kata yang tepat. Sedangkan semua orang juga tahu bahwa Thomas adalah sosok yang penyayang dan peduli.

Begitu pula saat ini. Thomas adalah orang paling sibuk perihal merawat Newt yang masih koma sejak seminggu yang lalu. Ia memang bukan orang yang mengerti medis, tapi ia akan membantu para Medjacks apabila dibutuhkan. Tidak ada orang yang bisa menghentikannya, meskipun itu Brenda, atau bahkan Minho.

Semua orang juga mengerti setiap gerak-gerik dan perlakuan Thomas terhadap Newt saat ini. Semua orang mengerti bahwa Thomas tidak ingin kehilangan Newt untuk kedua kali.

Tapi, tidak semua orang mengerti bahwa Minho lebih takut, jauh lebih takut dari yang Thomas rasakan. Tidak semua orang mengerti tentang hal yang dilakukannya selama menunggu Newt kembali. Tidak semua orang mengerti apa arti bisu sesungguhnya selama Minho terjaga di luar pondok siang dan malam.

Di malam kedelapan, Minho masih tidak mendapatkan jam tidur yang normal. Ia masih duduk di luar tidak jauh dari pondok, ditemani angin laut dan debur ombak yang sudah menjadi sahabat barunya semenjak menginjakkan kaki di Safe Haven. Diam-diam memandang ke arah pondok, terkadang melewati jendela untuk sekadar melihat Newt yang berada dalam penjagaan ketat dan mata awas dari Thomas. Lalu, ia kembali duduk di tempatnya. Tidak selalu di dalam pondok, tetapi selalu di luar.

Setidaknya jika ia tidak bisa menjaga Newt di dalam, ia bisa menjaganya dari luar sini.

"Minho."

Tersadar dari lamunannya, Minho menoleh ke arah suara yang memanggil. Sosok Frypan berjalan mendekat, tanpa berkata lebih lanjut, koki kebanggaan Grup Atersebut duduk di sebelahnya.

"Apa yang masuk ke otakmu sehingga memutuskan untuk bangun dini hari dan duduk di sebelahku?" sambut Minho tanpa menolehkan pandangannya lagi. Kedua mata sipitnya fokus menatap gelombang laut. Frypan terkekeh, sudah tidak merasa terganggu sama sekali.

"Hanya memastikan sesuatu," balas lelaki itu. "Banyak yang mengkhawatirkanmu. Tidak hanya Thomas yang berulah, maksudku bukan berulah dalam konotasi negatif, tapi kau juga."

Minho mengangkat satu alisnya, kini menoleh ke arah Frypan. "Maksudnya?"

Frypan menepuk bahu tegap Minho. "I know it's hard for you, and for us too. But you still have to look at yourself first. Banyak yang mengkhawatirkanmu karena kau hampir tidak pernah tidur, Min. Aku paham kau hampir kehilangan Newt berkali-kali, tapi dia sendiri pasti akan ngeri melihatmu menjadi terlalu tenang dan pendiam seperti ini."

Butuh beberapa saat bagi Minho untuk mencerna perkataan kawannya. Ia kemudian mengangguk dan berkata lirih, "Thanks, Fry."

"Get yourself a rest, shank." Frypan pun bangkit. Sebelum benar-benar pergi, ia menepuk kembali bahu Minho. "You do really lack of sleep, even more than Thomas."

Minho awalnya hendak menahan lelaki berkulit gelap tersebut dan bertanya apa yang ia maksud dari perkataan tadi, namun ia mengurungkan niatnya dan kembali diam menonton deburan ombak di pantai. Pemuda berdarah Asia tersebut memilih bermonolog dengan dirinya sendiri.

Ya, mungkin tidak semua orang mengerti tingkah laku Minho dalam mengekspresikan afeksinya. Mungkin tidak semua orang mengerti bahwa begadang tidak tidur semalaman dan juga siang dan tidak pernah pergi lebih jauh dari pondok adalah cara Minho menjaga Newt dalam diam secara rahasia.

Malam itu, tepatnya malam ke delapan sejak Newt dinyatakan koma, Minho untuk pertama kali menghampiri hammock-nya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mencoba tidur. Ia tahu ia tidak akan bisa tertidur dalam waktu cepat seperti biasa, tapi setidaknya berbaring di hammock juga merupakan suatu bentuk istirahat.


.

Kadang, tidak semua pertanyaan harus langsung ada jawabnya. Kadang, waktu adalah jawaban. Baik Thomas maupun Minho, keduanya adalah tipe orang yang selalu ingin mencari tahu. Kritis, saking kritisnya, keduanya sama-sama bertendensi merasa frustasi apabila tidak mendapat jawaban dari segala pertanyaan. Hal ini terbukti saat keduanya menyusuri maze kala itu. Rasa penasaran dan tekanan membuat mereka berhasil memecahkan teka-teki yang bertahun-tahun berusaha diselesaikan. Dan itu terus terjadi. Rasa penasaran, haus akan jawabanlah yang menuntun mereka sampai di titik ini.

Namun terkadang, ada hal yang tidak bisa langsung dijawab. Ada pertanyaan yang tidak bisa langsung dijawab, seberapa keras pun usaha dilakukan untuk mencarinya. Bahkan, ada pertanyaan yang jawabannya adalah sebuah ketidaktahuan yang hanya bisa dijawab oleh waktu.

Thomas dan Minho sama-sama mencoba memahaminya sekarang. Keduanya adalah orang yang selalu memakai logika dan skeptis terhadap sesuatu di luar nalar. Tapi untuk kali ini, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus mengerti bahwa pertanyaan mengenai kapan Newt akan bangun dan melanjutkan hidupnya kembali adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu.

Dan sekarang, waktu sudah menjawabnya di saat yang tepat.

Newt membuka mata saat Thomas dan Minho sama-sama berada di pondok menjaganya. Permainan takdir yang lucu, dimana ketiganya kembali bersatu dalam waktu yang sama. Seakan-akan Newt memang harus bangun saat kedua sahabatnya bersamanya dalam tempat yang sama dan waktu yang juga sama.

Thomas yang berada paling dekat dengan Newt secara refleks langsung memeluknya. Mendekapnya erat untuk beberapa waktu, bahkan tidak sanggup berkata-kata. Ia kelewat lega. Ia ingin berterima kasih kepada siapapun yang telah membantu Newt kembali. Lelaki berambut pirang itu sudah bangun dari tidur panjangnya, dan Thomas tidak bisa merasa lebih lega lagi.

"Glad you are back," ujarnya setelah berhasil menyusun kalimat sambil tetap merengkuh Newt dalam pelukan. "Bagaimana keadaanmu?"

Lelaki berambut pirang itu tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Thomas, membalas pelukan tersebut. "I'm more than fine, Tommy."

Minho menghela napas lega. Sama halnya seperti Thomas beberapa saat yang lalu, lidahnya kelu dan ia juga tidak ingin berkata-kata. Perasaannya kini tidak cukup dijelaskan dengan perpaduan kata dari 26 abjad saja. Ia tersenyum bahagia sampai matanya menyipit membentuk bulan sabit.

Tidak apa-apa. Meskipun ada satu hal yang tidak bisa terwujud seperti dulu lagi saat ini, Newt sadar pun sudah lebih dari bahagia baginya. Tidak apa-apa. Meskipun Minho tidak bisa memeluknya paling pertama, seperti yang ia lakukan kepada Newt saat di Glade, meskipun perannya sekarang tergantikan oleh Thomas; ia tidak apa-apa.

"Kau terlihat jauh lebih buruk dari yang kukira, Min."

Minho terkekeh, menatap Newt yang sudah melepaskan pelukannya dengan Thomas. Newt juga menatapnya dengan kilat jahil yang khas, yang membuat Minho tersenyum lebih bahagia.

"Welcome back, Newt-shank."

.

.

to be continued

.

.


MAAFFF banget lama update huhu. hope u guys still enjoy it uwu