.
Naruto milik Masashi Kishimoto
.
"KATAKAN SEKALI LAGI!?"
Sakura menutup kedua matanya ketika Naruto membentak, mereka saat ini berada di dalam kamar Sakura, dengan Naruto yang berdiri melipat kedua tangannya, menghadap Sakura yang duduk di atas kasur.
"Sudah kubilang ... ini hanya untuk main-main..." jawab Sakura pelan.
"Hanya untuk main-main?! Yang kalian hadapi itu adalah gengster! Calon pemimpin Yakuza di jepang ini, Sakura! Dan apa yang telah kalian lakukan sampai Itachi-san sendiri yang menghampiri karin!"
"Jangan salahkan Karin, ini semua salah Sasuke!" jawab Sakura dengan sangat pintar menyebut nama Sasuke.
"Sasuke? Uchiha Sasuke, adik Uchiha Itachi!? Apa hubungannya dengan dia!?"
Sakura tidak berani menatap Naruto.
Naruto menghela napas dan mengacak rambutnya, "Ini harus diselesaikan, aku tidak bisa membiarkan kalian terlibat di dunia hitam."
"Kau sendiri," gumam Sakura yang masih bisa Naruto dengar, "kenapa bisa kenal dengan mereka?"
Naruto menatap kesal dan mencengkram kedua pundak Sakura, "Aku melakukan ini ada alasan yang sangat jelas." lalu kedua tangannya pindah merengkuh wajah mungil Sakura, "aku ingin melindungi kalian, melindungimu agar tidak lagi terjadi kejadian dua tahun yang lalu, aku harus masuk ke dunia hitam itu agar kalian terlindungi! Apa kau mengerti!? Dan kalian berdua menagcaukan semuanya! Kalian berdua malah dengan sengaja menginjak dunia hitam itu!"
"Kami tidak sengaja, aku bersumpah," jawab Sakura yang kini menangis karena melihat wajah serius Naruto, baru kali ini Naruto hilang kendali, "kami baru tahu ketika kami mengikuti mereka."
"MENGIKUTI MEREKA!?"
"Maafkan aku..." jawab Sakura kilat.
"Dan ketika kalian tahu mereka ada di dunia hitam, kalian masih berhubungan mereka!?" tanya Naruto dan Sakura mengangguk pelan.
Naruto melepaskan rengkuhannya dan mengambil napas panjang. Dia menjambak rambutnya sendiri, "Ini harus diselesaikan."
Melihat Naruto membuka pintu membuat Sakura cemas, "Kau mau kemana?"
"Bukan urusanmu!"
Sakura sangat tahu kemana Naruto akan pergi, "Aku ikut!" Sakura beranjak dari duduknya, "aku ingin memastikan Karin tidak apa-apa."
Naruto menghentikan langkahnya dan menoleh pada Sakura yang ketakutan, "Lalu apa yang bisa kau lakukan? Hm? Menangis? Menjerit?"
Mendapat ucapan remeh seperti itu membuat Sakura kesal, "Setidaknya aku bisa mendinginkan kepalamu nanti jika terjadi apa-apa!" Sakura melangkah melewati sosok Naruto dengan kesal.
.
.
Itachi membawa Karin ke apartemennya, Karin berdiri di depan pintu sedangkan Itachi melempar kunci motor ke sembarang arah, dia membuka kulkas dan mengambil sebotol bir dingin lalu meminumnya, Karin melirik pintu yang tidak dikunci, dia berpikir untuk langsung lari ke pintu itu dan kabur.
"Kalau kau lakukan itu, maka aku akan membunuhmu," ucap Itachi tiba-tiba yang seolah membaca apa yang Karin pikirkan.
Karin mengambil napas dan membuangnya pelan-pelan, "Mau apa kau bawa aku ke sini?"
Itachi mengambil gelas dan mengisinya dengan air dingin lalu memberikannya pada Karin. Saat ini, karin tidak berani bertindak macam-macam, mengingat betapa menyeramkannya Itachi tadi di sekolah, karena itu dia mengambil segelas air yang Itachi tawarkan, namun kata-kata Itachi memprovokasi Karin.
"Aku tidak menyangka kau belagak suci di hadapanku, ternyata kau sama murahnya dengan wanita di luar sana," ujar Itachi sambil membalikkan tubuhnya.
"Apa kau bilang?"
"Kau membiarkan laki-laki lain menyentuhmu dengan bebas."
Cemburu.
Itachi sangat cemburu, kecemburuannya mmebuat dirinya tak terkontrol dalam berucap.
"Ketika kucium, kau marah, aktingmu luar biasa."
Karin mencengkram gelas itu dan melangkah mendekati Itachi.
"Tapi laki-laki itu, dengan santai merangkulmu dan-"
Karin menyolek pundak Itachi pelan hingga laki-laki itu berbalik, kemudian...
SPLASH!
Karin menyiram air pada wajah Itachi, dengan air mata kekesalannya.
"Pertama, dia adalah teman baikku di kelas, kami berteman dengan sangat baik. Kedua, kau melecehkanku di depan umum!"
PRANG!
Karin melempar gelas ke sembarang arah dan menghadap Itachi, "Asal kau tahu! Aku tadi memang takut padamu, tapi sekarang rasanya aku ingin sekali meludahimu! Ternyata sosokmu yang kusuka sangat berbeda dari bayanganku. Benar kata Sakura, kau menyeramkan, tidak seharusnya aku menyetujui permainan yang Sasuke tawarkan padaku..." Karin terus berucap sambil menangis dan menunjuk dada Itachi, "kau boleh hebat dalam dunia hitam, tapi pada kenyataannya kau sama payahnya dengan laki-laki di luar sana ketika berhadapan dengan wanita, kau payah! Dan aku..." Karin mencengkram seragam Itachi, "aku tidak akan pernah memaafkanmu karena sudah melukai temanku! Kau menyebalkan! Aku menyesal bertemu denganmu! Aku menye-"
Itachi mencium Karin, namun kali ini dengan sangat lembut, tangannya merengkuh pipi Karin, kemudian satu tangan Itachi berjalan membelai kepala Karin dengan sangat kembut, sambil mencium, Itachi bergumam, "Maafkan aku..."
Seolah tenaga Karin hilang, Itachi menahan tubuh Karin dengan merangkul pinggangnya, "Aku tidak pandai mengutarakan perasaanku," lanjut Itachi, "sampai-sampai aku tidak sadar bahwa aku membutuhkanmu." Itachi menempelkan keningnya pada Karin dan merasakan suasana yang mulai mencair ini dengan tatapan penuh penyesalan ... Itachi memejamkan kedua nmatanya, "Aku mencintaimu."
Karin terkejut oleh pengakuan Itachi, ada perasaan kesal namun bahagia dalam dirinya.
"A-aku tidak mau! Jangan seenaknya!" Karin mendorong tubuh Itachi dan memukulinya dengan keras, "jangan kaupikir aku akan luluh!"
Itachi melihat ekspresi Karin dan tersenyum lembut, dia tahu...sangat tahu, bahwa wanita ini sudah memaafkannya.
"Apa-apaan senyumanmu itu! Aku benci padamu! Menyebalkan!"
Itachi duduk di atas meja dan menarik pelan lengan Karin mendekatinya, "Kita mulai dari awal."
Karin tidak bisa lagi berkata apa-apa, dia hanya menunduk dan mengangguk pelan sambil bergumam, "Kau harus minta maaf pada Suigetsu..."
"Iya, akan kulakukan."
.
.
Naruto dan Sakura kini berada di depan bar polaris.
"Kau yakin mereka di sini?" tanya Naruto.
"Aku sangat yakin. Kita harus bergegas, nii-san, karena kalau tidak... Itachi pasti sudah merobek seragam Karin dan melaklukan tindakan yang melanggar hukum!" geram Sakura.
Sakura menuntun jalan menuju ruangan khusus, beberapa penjaga sudah mengenal sosok Sakura, karena itu mereka membiarkan Sakura masuk ke ruangan khusus, ketika Sakura membuka pintu, kedua matanya terbelalak ketika melihat sosok wanita berambut panjang hitam sedang melakukan tindakan tidak senonoh pada Sasuke yang sedang duduk dan menikmati apa yang wanita itu lakukan.
Melihat Sakura datang, Sasuke menarik kepala wanita itu dengan sangat cepat dan memasang kembali celana yang tadinya terbuka.
"Sakura..." wajah Sasuke sangat panik.
Sakura seolah tidak mempedulikan apa yang dia lihat tadi, "Mana kakakmu?" tanya Sakura ketus.
Sasuke melihat ke sekeliling dan kembali pada Sakura, "Apa kau melihat dia ada di sini?"
Sakura memasuki kamar di dalam dan tidak ada siapa-siapa.
"Sakura, bagaimana?" tanya Naruto.
Sasuke terkejut melihat Naruto muncul di bar ini, "Naruto?" tanya Sasuke bingung.
Naruto hanya mengangkat dagu seolah menyapa Sasuke.
"Dia tidak di sini, sial! Kemana mereka?" geram Sakura.
"Itachi?" tanya wanita yang berdiri dan memasang kancingnya, "setahuku dia langsung pulang ke apartemennya, karena tadi aku ingin bermain dengannya, sepertinya dia bersama wanita, ada suara wanita tadi di telepon."
"Dimana apartemennya?!" tanya Sakura.
"Ayo, aku tahu di mana," ajak Naruto yang merangkul pundak Sakura.
Melihat Naruto begitu dekat dengan Sakura membuat Sasuke panas, apa hubungan antara kedua orang itu? Kenapa mereka bisa saling kenal? Dan ... kenapa tidak ada reaksi apa-apa dari Sakura ketika melihat dirinya bersama wanita lain?
Sebelum mereka pergi lebih jauh, Sasuke menyambar kunci motor dan menyusul mereka ke apartemennya.
.
Di perjalanan, Sakura memeluk Naruto dengan sangat kencang, Naruto berpikir bahwa adik angkatnya itu mengkhawatirkan Karin yang saat ini bersama dengan Itachi, namun pada kenyataannya Sakura sedang menahan rasa sakit di dadanya kalau mengingat apa yang Sasuke lakukan tadi bersama wanita itu.
Kenapa bisa se-sakit ini?
.
.
Pelukan yang cukup lama membuat suasana di ruangan itu benar-benar mencari, Karin tersenyum oleh setiap tindakan Itachi yang membelai rambutnya, sampai akhirnya Itachi menyudahi pelukan mereka dan membelai pipi Karin, wajah mereka semakin mendekat sampai kedua bibir itu saling bersentuhan. Mereka saling membalas ciuman masing-masing, Itachi memijat pelan leher karin, dan wanita berambut merah ini melingkarkan kedua tangannya pada leher Itachi, sampai-
"Itachi-san!"
"Kariiinn! Apa kau tidak apa-apa?! Apa kau masih hidup!? Kariinn!"
Suara ketukan pintu ditambah teriakan dari Naruto dan Sakura membuat mereka menghentikan ciuman itu dan saling tatap, ketukan pintu itu ditambah bel tidak berhenti mereka lakukan, sampai akhirnya Itachi membuka pintu dan menatap mereka dengan tatapan yang sudah lebih manusiawi dibanding sebelumnya.
Melihat sosok Itachi yang tiba-tiba membuka pintu membuat Sakura kaget dan bersembunyi di belakang Naruto.
"Itachi-san..."
"Karin di dalam, masuklah," ucap Itachi dengan santai.
Itachi kembali masuk dan membiarkan pintu terbuka agar mereka bisa masuk. Dengan santai Itachi kembali mengambil minuman di kulkas, namun kali ini dia memilih jus untuk diminum, Itachi melihat Sakura berlari ke arah Karin dan memeluk wanita-nya itu dengan sangat erat, wajah Sakura terlihat cemas. Di situ Itachi sadar betapa Sakura menyayangi Karin, seperti dirinya menyayangi Sasuke.
"Sakura, aku tidak apa-apa." Karin menepuk kepala Sakura.
Itachi menghampiri Naruto dan menepuk pundak laki-laki pirang itu, "Naruto, ada yang harus kubicarakan."
Naruto menatap Itachi dengan cemas, dia sudah tahu apa yang Itachi akan bicarakan.
Itachi berdiri di samping Karin dan merangkul pundak kekasihnya itu, "Aku ingin menjalin hubungan yang serius dengan Karin."
Ucapan Itachi membuat Sakura menganga, bahkan Karin sendiri terkejut oleh pengakuan Itachi, sedangkan Naruto sudah bisa menebak.
"Serius di sini maksudku adalah benar-benar serius, aku tidak main-main, karena itu aku menghormatimu sebagai kakak kandungnya untuk merestui hubungan kami." Itachi sedikit membungkuk pada Naruto.
Ini adalah kejadian yang sangat luar biasa, pertama kalinya Naruto melihat Itachi membuang semua harga diri dan kesombongannya hanya untuk meminta restu darinya. Padahal, kalau Itachi mau, dia bisa memakai kekuasaannya dengan memaksa keluarga Karin untuk merestui mereka, tapi Itachi berbuat sangat jantan. Naruto hanya bisa menghela napas dan pasrah.
"Apa aku bisa berkata tidak?" ucap Naruto dengan senyuman pasrah.
Karin terkejut oleh persetujuan Naruto dan langsung memeluk kakak kembarnya itu, "Nii-san, terima kasih."
"Ya..." Naruto menatap Itachi dan sedikit membungkuk untuk memberi hormat, "aku titip adikku."
Sakura tersenyum, entah kenapa dia ikut senang walaupun ada perasaan yang mengganjal pada hatinya, mengetahui senyuman Sakura aneh, Itachi menghampiri Sakura dan tersenyum, "Aku janji akan menjaga kakakmu, kalian tidak akan melihatku seperti tadi siang, akan kubuktikan bahwa aku bukan orang yang mengerikan."
Sakura salah tingkah, darimana Itachi tahu bahwa Sakura menganggap Itachi laki-laki yang mengerikan? Sakura melirik Karin yang sedang menjulurkan lidahnya.
"Ehm, anu ... aku ..."
"Kalian berdua, berada di dalam perlindungan Dragon secara khusus," ucap Itachi yang kini menatap Naruto, "tidak akan ada yang berani menyentuh bahkan menatap mereka, aku akan mengumumkannya."
"Entahlah, itu ide baik atau buruk, jika aku mengumumkannya, bukankah akan ada yang mengincar mereka?" tanya Naruto.
"Tunggu," potong Karin, "sebenarnya, kalian berdua ini kenal darimana sih?"
Belum sempat Naruto menjawab, Sasuke datang melempar kuncinya ke sofa, kebiasan buruk adik kakak ketika sampai di apartemen mereka, "Wah, apa sedang ada pesta di sini?"
Melihat wajah Sasuke membuat Sakura merasakan ngilu kembali seperti tadi ketika dia melihat Sasuke dan wanita itu sedang bercumbu.
"Sudah mulai malam, ayo kita pulang," ajak Sakura pada Naruto.
"Kuantar," ucap Itachi yang meraih kunci motornya.
Sakura melewati sosok Sasuke tanpa menatapnya sedikit pun, hal itu membuat Sasuke jengkel dan menggebrak pintu ketika Sakura melewatinya, dan sudah pasti tindakannya membuat semua kaget.
"Kau pikir kau siapa bisa melakukan ini semua? Kau pikir kau istimewa?" geram Sasuke.
Sakura menatap bingung pada Sasuke yang membalas tatapannya, "Aku paling benci wanita sepertimu."
"Bagus kalau begitu, dari awal pun aku sangat membencimu, dan sampai kapan pun aku pasti akan tetap membencimu, jangan khawatir, aku akan jamin bahwa kau tidak akan pernah lagi bertemu denganku," jawab Sakura dengan tegas.
Sakura lebih dahulu pergi meninggalkan apartemen itu, di susul oleh Naruto dan Karin. Itachi memakai jaket dan menepuk pundak adiknya, "Ada istilah lidah lebih tajam dari pisau," ucap Itachi, "akan kubantu cari tahu, kenapa dia bisa semarah itu padamu."
"Tidak perlu, aku tidak butuh wanita seperti dia, benar kata Lee, aku bisa memilih wanita manapun yang kumau, aku tidak butuh Sakura," tolak Sasuke.
Wajah Sasuke terlihat sangat pilu, Itachi menghela napas dan tersenyum lembut, "Kau jernihkan dulu pikiranmu, pikirkan apa yang benar-benar kau inginkan dan apa kesalahanmu."
Ketika Itachi menutup pintu, Sasuke merebahkan dirinya di sofa. Senyuman Sakura selalu terbayang, dan hal itu membuat Sasuke kesal.
"Brengsek!"
.
.
Sesampainya di rumah, Sakura langsung lari menuju kamarnya, dia tidak ingin siapapun bertanya tentang apa yang terjadi dengan dirinya dan Sasuke, terutama Naruto yang kelewat protektif. Itachi mengantar Karin sampai depan pintu sampai Naruto mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Naruto, ada apa dengan Sakura? Dia terlihat kesal," tanya Kushina yang muncul dari dalam dapur.
"Ah, dia-"
"Bertengkar denganku," sela Karin, "aku akan menyelesaikannya nanti, tenang saja."
"Kalian bertengkar?" tanya Kushina bingung, karena sejauh ini Karin dan Sakura jarang sekali bertengkar.
"Ya... permasalahan kecil," jawab Karin, "ah, ibu... perkenalkan... ini Itachi."
Itachi membungkukkan tubuhnya dengan sopan, "Selamat malam, maaf mengganggu."
"Wah, temanmu?" tanya Kushina dengan senyum lembutnya.
"I-"
"Apakah anda mengizinkan putri anda untuk menjalani hubungan yang spesial denganku?" tanya Itachi tanpa basa-basi.
Karin menganga dan Naruto memutar kedua bola matanya, sedangkan Kushina yang masih terkejut kini memundurkan langkah dan meneriaki nama suaminya, "Minatoooo, suamikuuuu, berita gembiraaaaa!"
"Sudah kuduga akan begini jadinya," gumam Naruto.
Terdengar suara langkah yang cepat dari atas, sosok Minato terlihat dengan wajah bingung dan Kushina menghampiri suaminya itu dengan ekspresi bahagia, "Karin! Akhirnya anak kita membawa pasangannya, aku sungguh bahagia."
"Karin? Siapa pasangannya?" tanya Minato.
Kushina membawa Minato pada Itachi yang kini membungkukkan tubuhnya pada Minato.
"Selamat malam," sapa Itachi.
"Wah, anak yang sopan," ucap Minato, "mari, kita berbincang-bincang." Minato mengajak Itachi langsung ke ruang keluarga, meninggalkan Karin dan Naruto yang masih berdiri di depan pintu.
"Aku akan buatkan teh," ujar Kushina.
Karin dan Naruto saling tatap dan sedikit terkekeh, namun ekspresi Naruto kini berubah menjadi cemas, seolah mengerti kecemasan apa yang menyelimuti kakak kembarnya, Karin mendorong tubuh Naruto, "Hibur dia, hanya kau yang bisa menghiburnya." Karin mengedipkan sebelah matanya.
Naruto tersenyum lembut dan pergi menuju kamar Sakura.
Itachi langsung akrab dengan Minato. Beribu pertanyaan dilontarkan pada Itachi, sedangkan Karin hanya menatap kagum sosok Itachi yang sangat jantan menghadapi kedua orang tuanya, tidak ada kegugupan sama sekali yang terlihat dari wajah Itachi, benar-benar tidak terlihat seperti anak SMA, rasanya Itachi sangat dewasa.
Ketika Minato sedang bercerita bagaimana Karin kalau di rumah, Itachi menginterupsi, "Maaf, apa aku boleh tanya sedikit tentang Sakura?"
Karin datang dan duduk di samping Itachi, "Untuk Sasuke?" tebaknya.
"Tidak ada salahnya 'kan?" jawab Itachi.
"Silakan, kau bisa bertanya apa saja," ucap Minato.
"Aku merasa ada sesuatu yang menjanggal pada diri Sakura, apakah dia pernah mengalami sesuatu?" tanya Itachi langsung.
Minato, yang tadinya memasang wajah antusias dan ceria kini berubah menjadi diam dan pilu, "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?"
"Dia selalu terlihat takut, terutama pada laki-laki, khususnya lagi terhadap laki-laki yang identik dengan nakal atau kasar," ujar Itachi memperjelas.
Karin mengambil alih, "Dia mengalami trauma yang mendalam."
"Karin, apa kau yakin? Ini hal tabu," ucap Minato.
"Ayah, ini harus diselesaikan, Sakura tidak bisa terpuruk pada masa lalu, dia harus bangkit, dia harus mulai membuka hatinya lagi, dia tidak bisa seumur hidup terus seperti ini," ujar Karin yang beranjak dari duduknya untuk mengambil sesuatu di laci.
Karin mengambil sebuah bingkai foto dan menyerahkannya pada Itachi, "Lihat, ini Sakura ketika masih di bangku SMP, saat kelulusan," ucap Karin.
Itachi sedikit terkejut melihat ekspresi Sakura yang sangat bahagia, tertawa lepas seperti gadis kecil polos yang tidak mengerti pahitnya dunia.
"Dan laki-laki ini?" tanya Itachi pada sosok laki-laki tampan berambut panjang yang merangkul Sakura.
"Dia pacar pertama Sakura," jawab Karin dengan wajah sendu, "mungkin baginya pun laki-laki ini adalah pacar terakhirnya."
Masih bingung atas kalimat Karin, Minato menambahkan, "Saat masih di bangku SMP, Sakura sangat polos, dia mudah ditipu..."
"Intinya..." Karin menyela lagi, "jika Sasuke ingin mengenal Sakura lebih jauh, dia harus mencari tahu sendiri, aku tidak akan menceritakannya padamu secara detail, garis besarnya adalah...Sakura mengalami trauma mendalam, dan apa yang telah Sasuke lakukan padanya telah mengingatkan Sakura pada masa traumanya dulu."
Itachi menganguk, mengerti apa maksud Karin, sambil menatap foto tersebut, Itachi berpikir bahwa Sasuke tidak akan mudah mendapatkan hati Sakura, laki-laki ini adalah saingan berat Sasuke, Itachi harus mencari tahu siapa laki-laki ini.
"Siapa nama laki-laki ini?" tanya Itachi.
"Hyuuga Neji, dia laki-laki yang paling Sakura cintai," jawab Karin sambil meletakkan foto di atas meja.
Saingan berat Sasuke, itulah yang ada di dalam pikiran Itachi.
"Sampai saat ini, Sakura masih terbayang sosok Neji, hanya sampai sini aku bisa memberikan info, selanjutnya Sasuke harus usaha sendiri," ucap Karin.
Itachi setuju dengan Karin, walaupun Sasuke adalah adiknya, Itachi ingin Sasuke lebih jantan mendekati Sakura dan dengan apa adanya, termasuk mengalahkan sosok Hyuuga Neji ini.
.
Sakura tengkurap di kasur, dengan Naruto yang duduk di sampingnya sambil membelai setiap helai rambut Sakura-adik angkatnya.
"Andai saja aku tidak pernah bertemu dengan mereka, pasti aku tidak akan mengalami hal ini," gumam Sakura.
"Yang berlalu biarlah berlalu, sekarang lebih baik kau jauhi mereka, biarkan Karin yang sudah resmi berpacaran dengan Itachi-san saja yang berhubungan dengan dunia hitam, aku percaya pada Itachi-san, dia laki-laki yang hebat," ujar Naruto.
Sakura terdiam, bukan berarti Sasuke itu jahat, hanya saja cara Sasuke memperlakukan Sakura benar-benar membuat gadis itu ketakutan. Sakura mengubah posisinya menjadi duduk sambil memeluk guling, "Nii-san, apa kau punya seseorang yang kau suka?"
Pertanyaan Sakura membuat Naruto sedikit kaget, namun laki-laki yang memiliki prestasi bagus di sekolah ini tersenyum dan menepuk kepala Sakura, "Ada, kamu." Naruto menjawab.
"Aku juga suka Nii-san, hehe," ucap Sakura sambil memeluk lengan Naruto, "Nii-san, jika suatu saat nanti kau menemukan wanita pilihanmu, aku sangat berharap bisa akrab dengannya."
Naruto tidak merespon, ungkapannya tadi dianggap lelucon oleh Sakura, bagaimana Sakura akan percaya bahwa Naruto menyukai dirinya bukan sebagai adik tapi sebagai wanita, karena Naruto sendiri masih selalu menahan dirinya agar tidak ketahuan, dia tidak ingin Sakura menjadi bingung dan pada akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah ini, tidak...Naruto tidak mau mengambil resiko itu.
"Sakura." karin membuka pintu kamar dan menghampiri mereka, "Naruto, aku ingin bicara dengan Sakura."
"Kau mengusirku?" ledek Naruto.
"Kumohooooon..." pinta Karin yang menempelkan kedua telapak tangannya.
Naruto memutar kedua bola matanya, "Baiklah, obrolan wanita, aku mengerti." Naruto beranjak dari duduknya lalu keluar dan menutup pintu.
Karin duduk dan menggenggam tangan Sakura, "Apa kau baik-baik saja?"
Sakura mengangguk, "Mana Itachi?"
"Dia sudah pulang, aku tadi menjelaskan sedikit tentang Neji padanya," jawab Karin.
Kedua mata Sakura terbelalak, namun sebelum Sakura mengucapkan sesuatu...Karin berucap lebih dulu, "Tidak semuanya, tenang saja, biar Sasuke yang usaha mencari tahu semua."
"..." Sakura tidak merespon.
Tahu Sakura terlihat pundung, Karin mengangkat dagu Sakura pelan, "Sasuke bukan orang jahat, Sakura."
"Aku tahu," jawab Sakura pelan, "hanya saja..."
"Berilah dia kesempatan, setidaknya berbaikanlah," usul Karin.
Sakura terngiang adegan Sasuke bersama wanita tadi siang di ruangan khusus bar polaris, tidak...bukan hanya itu, banyak hal yang harus Sakura pertimbangkan jika menerima Sasuke, "Sebagai teman...mungkin aku masih bisa pertimbangkan."
Karin tersenyum dan membelai kepala Sakura, "Semua akan baik-baik saja, percayalah padaku."
Tidak.
Semua tidak akan baik-baik saja, dengan keadaan seperti ini dan masa lalu Sakura, semua tidak akan pernah baik-baik saja, karena secara mereka tidak sadari, mereka terjebak dalam lingkaran setan yang terus berulang pola nya.
.
TBC
.
.
A/N : Apa di tempat kalian sering hujan? di sini (Jakarta Selatan) lumayan sering hujan dan deras, jadi adem puasanya walau aku lagi ngga puasa hahahaha
oh iya, aku baru beli album BTS yang MOTS 7. gila, itu album keren banget dan gede banget wakakakaa lumayan buat nimpuk maling.
XoXo
V3 Yagami
