A/N usai menyanyi Daniel menceritakan kisahnya.
XxXx
HETALIA punya Om Himaruya Hikadez
Cerita milik Kopi and Co
Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari karya transformatif ini.
XxXx
(DANIEL POV)
" Dulu sekali di abad pertengahan, ketika kerajaan kerajaan masih ada... " Aku mengambil salah satu lilin, meniupnya hingga padam. " Ada sebuah legenda, legenda tentang mereka yang sudah pergi dan kembali lagi kedunia." Ucapku sambil menyisir ruangan.
Lucunya aku melihat ketakutan di wajah mereka.
" Bertahun tahun yang lalu, tanah German dikenal karena legenda mengerikan yang melingkupi setiap jengkal tanahnya. Die Nachzehrer adalah salah satunya..." Ucapku penuh penekanan dan dibuat semenakutkan mungkin.
Saat aku melihat ke direksi Alfred, Alfred sudah ketakutan setengah hidup dengan tangan memeluk lengannya Matthias dan Arthur yang berwajah 'wtf dude, aku gak peduli'.
" Sama seperti strigoi dari Romania, mereka datang kembali ke dunia orang hidup untuk mengabil daya hidup orang orang disekitarnya. Kedatangan mereka di ikuti oleh wabah atau penyakit. "
Aura ketakutan kayaknya telah melingkupi mereka. Veliciano menutupi wajahnya dengan bantal, wajah stoik bang Berward yang 11 12 sama Lukas, Matthias dan Alfred yang berpelukan layaknya teletabis.
(ambil nafas ) " Jadi keluarga bangsawan di Jerman pada masa itu sangatlah sulit terlebih kalau kamu anggota bangsawan dengan status sosial yang tinggi."
(krik krik)
" Gabriel adalah salah satu anak dari keluarga seperti itu. Ketika Nachzehrer muncul dia masih berusia belasan tahun. Gabriel sudah diperingatkan untuk tidak keluar terutama ketika gelap atau di musim musim ketika kabut dari gunung turun. "
"Hii serem"
" Suatu sore di pertengahan musim gugur, Gabriel menyelinap keluar dari kediamannya. Dia mau main ke rumah sahabatnya. Saat itu sudah masuk magrib. Cahaya matahari sudah hilang dari horizon, saat Gabriel menyadari ada yang salah. " (jeda sejenak )
" Lanjut" Ucap salah satu penonton.
" (tertawa mengerikan ) Kik kik kik... kik kik kik "
Saat aku tertawa begitu, Alfred pingsan.
" (tiba tiba berteriak pake suara demonic) kik kik kik Halo~ hehe nice to meet you~ kik kik kik " Aku mengakhiri suaraku yang naik beberapa oktav.
" AAaaa" Penonton berteriak kaget sekaligus ketakutan. Veli menggigiti kuku jarinya, Romano makan tomat makin lahap.
(ahem) " Gabriel menyadari apa yang jangal. Kabut gunung itu masih terlalu awal untuk turun seperti itu. Terlalu jauh untuk pulang ke rumah. Gak akan sempat. Gabriel sudah tahu apa yang di hadapinya meski dia belum pernah bertemu dengan monster itu. Dengan segenap keberanian yang masih tersisa Gabriel berkata
(pake suara baritone) " Siapa kamu? Mau apa kamu !? "
(suara demonic ) " Kik kik kik Huh tidak sopan! (Daniel pake suara anak kecil merajuk) Uuh...Aku tak suka!"
Aku merasakannya! Audiens terbawa suasana, Peter sekarang berada di dekat Arthur dan mencengkram lengan baju Arthur. Peter sendiri gemetaran setengah hidup.
" Dari kabut yang tebal perlahan ber-manifestasi-lah siluet gadis kecil.
( Gingles layaknya anak kecil ) " hi hi hi masa? Masa kau tak kenal denganku ? "Selesai berkata begitu siluet itu berubah jadi seorang gadis kecil yang memiringkan kepalanya. Gabriel terkejut, tentu saja dia kenal betul dengan si cewek.
" Ju..Julia ? " Ucap si Daniel menirukan orang gagap karena takut.
(gigles kayak anak kecil ) " Hi hi hi Sudah ingat kan~ ??? " Sambung Daniel lagi.
(ahem) " Siapa yang tidak takut bila bertemu dengan sosok seperti itu? Julia yang dulunya manis imut, kini berubah layaknya zombie dengan mata kirinya yang terisi belatung dan tangan kanan nya yang tinggal tulang belulang. "
" GYAAAA ARU! STOPP HENTIKAN AKU GAK TAHAN, ARU! " Kata Yao Wang sambil meluk pandanya(?)
"(gemetaran) Ter...terlalu Seraam desu yo! " ucap Peter sambil narik lengannya Arthur.
" Eh ? " kataku sambil mengejapkan mata dan pake ekspresi heran.
" Hentikan aru! Nanti aku gak bisa tidur aru! "
" Yakin nih? Masih belum selesai juga.." kataku ragu.
" Yakin seyakin-yakinnya! hentikan saja ini! " Ucap sebagain besar penonton.
" Okelah, apa boleh buat" kataku acuh sambil mengangkat bahuku. Aku kembali ke tempat dudukku.
Arthur yang masih jaw drop dengan reaksi audiens tadi pun berdiri. Ketakutan sudah mencair sekarang. Sekarang dia mengambil tempat di tengah tengah lingkaran.
" ( pake gulunga kertas sebagai mic) ( Ahem ) Tadi itu benar benar menegangkan ya? " Kata Arthur dengan senyuman bodoh nan kikuknya.
" E, e, eh? " Aku dan para audiens lain pun sweat drop berjamaah.
Arthur kembali ke sikap gentleman nya. (uhuk ) " Ok setelah tadi... (du ru ru rub / anggap suara drum ) Sekarang tiba saat yang kita tunggu tunggu...
Pembagiann... DORPRIZE ! YAY " Arthur kelihatan bersemangat sekali bung! Kalau di hitung dari skala 1 sampe 10, Arthur sekarang berada di no 12 ! ( gak nyambung ya/plak)
" Whaaat UDAH PEMBAGIAN HADIAH??! UWEE ALFIE SUKA, ALFIE SUKA ! "
Afred yang sudah sadar dari pingsan langsung nyeluk se-enak jidat, mengabaikan tatapan terganggu dari MC, Alfie menguap lebar dengan tangan merenggang ke samping.
" Git! Kamu itu kalo ada hadiah reaksinya norak banget!" Arthur kelihatannya sebal deh, kalau di lihat dari skala ketebalan alis yang udah kayak di maskara pake produk se-tenar Maubeli New York.
" Shut Up! You bastardo! Cepetan napa lama amat. " Kata kata pedas sepedas cabe-cabean itu terlantun dari mulut pemuda Italia selatan aka Romano yang tadi sempat menyampaikan sambutan di awal acara.
" Apa katamu barusan?? Beraninya kau..."
Huh merepotkan saja ya? dua orang itu emang merepotkan, mana sama sama sok galak bin agresip lagi.
Karena gak kuat menahan marah. Perempatan imajiner muncul di kepalaku. " Kalian bisa berhenti atau..."
( Masih ribut # Romano vs Arthur )
Brak bruk brak
Sa..sakit " desis meteka berdua. Kepala mereka benjol, tentu saja.
" Haha ha akhirnya teplon ini berguna juga! " Ucapku bangga dengan tampang keren dan teplon di pundakku.
" Ok pemenang dorprize minggu ini adalah..." ( merebut gulungan kertas dari Arthur, membukanya)
" Lho kok ??? " aku membeo heran " Arthur apa gak salah ini??"
(mengusap benjol) " Dari hasil survei emang dia. " Jawab Arthur
" Cepetan woi! Daniel " Lukas mulai gak sabar
" Dah larut nih, nanti aku ketinggalan nonton piala dunia da, mana negaraku main lagi. " Tambah Ivan.
" (dup dup prang / suara drum) Pemenangnya adalah...
VASH ZWINGLI"
" Whattt? Uapah ???!!"
Semuanya pada jaw drop berjamaah. Aku cuma bisa sweat drop dan garuk garuk kepalaku yang gak gatal sebagai partisipasi atas aksi mereka.
(Uhuk uhuk uhuk ) sayang batuk ku gak sesuai ekspetasi. Ingin elegant malah kedengaran nista. Heh nasip nasip.
" Kepada yang bersangkutan di persilahkan maju ke depan. "
Vash maju ke depan. Dengan langkah tegak maju jalan layaknya barisan tonti. Dasar mantan Daton, tambah paskip pula.
Ivan (Pemenang minggu lalu) yang udah berdiri di belakangku itu langsung memberikan hadiah dalam bungkusan kertas koran. ( salahkan kemiskinan anak kos) Vash menerimanya dengan senang.
Tepuk tangan meriah *
" Ayoo dibuka doooong! "
"Buka!( prok, prok) buka! (prok, prok) buka! (prok,prok). " Teriak kami norak.
Sreek (suara kertas disobek sobek dengan sadisnya) *
Dengan senyum lebar dan cucuran air mata, seorang Vash menggangkat tinggi KERUPUK di tanggannya ke udara.
Feliciano untuk kali ini membuka suaranya di tengah keributan yang bergemuruh.
" Veeee~ itu kerupuk adalah hadiah dari kami yang di sponsori oleh Budhe Tsunade dari fandom sebelah. "
" Jangan lupa bagi-bagi yaaa, Aru! "
" Ditambah lagi.." Sahutku sembari menepuk pundak Vash " Itu persedian selama seminggu, SEMINGGU LOH NGGU ! Jadi jangan pelit. Ok " Tambahku. Memasang pose keren ala Naruto ( baca cenggir polos-polos bodoh ) plus nodongin teplon ke lehernya.
"(menelan ludah) Ok aku janji gak akan pelit . " katanya datar sedatar tembok dengan jari tangan membentuk V aka suer.
Aku menoleh ke Arthur. " Tur, kamu MC kan, Nih (melempar gulungan kertas) Tutup acaranya. Aku kembali ke tempat awal. Duduk lagi.
" ( Ahem) Acara sudah selesai, setelah ini silahakan kembali ke kegiatan masing2. Dengan begini, selesai sudah tugas saya sebagai MC malam ini. Sekian dan Terimakasih atas partisipasi saudara saudara. "
Semua bubar jalan, namun...
" Oiii aru! jangan bubar dulu. Aku ada penggumuman dari dari Kiku Honda sang penyiar. "
Yang pada di tangga termasuk aku juga ikutan turun lagi. Kumpul lagi.
" Kiku secara pribadi menggundang kita buat datang ke studionya. Jadi Intinya KITA SIARAN LIVE ON RADIO, ON AIR LAGI!! "
"HEBAT WUUUUU " *CUIT CUIT/PROK PROK PROK*
" EMAAAAK ANAKMU INI OTW TENAAAAR !!!! "
" Lihat saja bocah, lihat saja muehehe aku akan se tenar penyiar radio David Tennant ( "Hei!" / Arthur marah lantaran penyiar fav nya di sebut se-enak jidat oleh Alpreet ) Muehehehe "
Sepertinya kewarasan Alfred dah di ragukan.
" Yay I'm gonna be Juliet, veee~ " ucap Feliciano berbinar
" Kalau kamu Juliet, biarkan aku jadi Romeo nya " sahut Romano
(Feli en Roma ) " (Tos) Yeeee " mereka berdua lompat lompat kayak dora waktu nyanyi berhasir berhasir HoRe !
'Malam minggu benar benar membuat mereka OOC. Kadar kewarasan mereka sepertinya makin kabur. ' Batinku sambil geleng geleng ala pusing pala berbi, pala berbi ouh ouh ouh.
XxXxXxX
A/n
Paskip : pasukan pengibar bendera
Daton : Dewan tonti. Ituloh yang mengurusi extra baris berbaris
Gabriel B. as Holy Roman Empire
Yao Wang as China.
sekian... tunggu kelanjutannya...
