A/n : Kuparjo di undang Kiku buat siaran On Air.

XxXx

HETALIA punya Om Himaruya Hikadez

Cerita punya Kopi and Co

saya tidak mengambil keuntungan material apa pun dari karya transformatif ini.

XxXx

Beberapa hari sebelum malam minggu...

Di pagi hari yang cerah para komplotan Jomblo dari kos-kosan hetalia berkumpul di ruang tamu.

( Daniel POV)

" Yos aku siap! " ucapku sambil mengaitkan ransel.

" Aku juga "

" Aku juga "

" Aku juga "

" Kayaknya udah semua, Ayo tunggu apa lagi CABUUUT " Seru Matthias semangat.

Kami pun berangkat meninggalkan ruang tamu saat terdengar langkah berat dari arah tangga. Kami pun menoleh.

" Hosh...hosh...hosh... Tungguin Aru! Berat nih! Hosh...hosh..."

" Ehehe Yao Wang?? "

Kami semua sweat drop berjamaah, sementara Yao Wang turun tangga bergabung dengan rombongan kami.

" Aduh aduh, untung saja masih sempat " Kata Yao sambil membawa dua tas ranselnya.

" Dah kan ? Ayo langsungan saja. " Acak Romano.

Kami pun meninggalkan kos-kosan dan naik ke truk pengangkut pasir. Kenapa kita naik truk begini? jawabannya satu PENGHEMATAN.

Bendahara kita(Yao) sangatlah ekonomis, harap maklum Yao kan anak akutansi.

" Uwa ternyata naik truk begini enak juga Desu Yo! luas lagi! "

Yao menoleh seraya mengacungkan jempolnya ke arah Peter. " Sudah kubilang, Koko gituloh! Murah lagi!" Tambahnya pede sambil membuka dompetnya, mungkin menghitung uang.

" Uh omong-omong kendaraan ini memang Awesome tapi, HARUSNYA ELO BILANG DONG KALO ADA PASIRNYA MACAM BEGINI!! LIHAT KULIT GUE JADI GATAL BEGINI!! Uwaaa padahal gak bawa salep hiks..hiks..hiks.. "

Gilbert yang awalnya marah-marah langsung berubah jadi terisak seperti anak balita.

" Soal itu... ehehe maaf aru, Koko lupa kalo kulit kamu sensitif banget. Aiyah! maaf banget Gil. " Yao Wang langsung bungkuk bungkuk minta maaf

" UWAAA Kokoh telat... Uwaaa gimana nih kulitku dah merah merah...hiks..hiks ruam nya dah muncul... " Monolog Gilbert panik.

" Oi Gil! " Disela-sela isak tanggisnya Gilbert menoleh ke arah suara. " Tangkap!"

Ceplak Hop

Gilbert menangkap sebotol losion yang dilemparkan Vladimir. Sambil mengelap air matanya, Gilbert membaca keterangan pada botol.

" SUN BLOCK "

Seketika mata Gilbert berkaca-kaca lagi dengan tampang mewek kayak kucing minta di adopsi dia berlari ke arah Vladimir dan bersiap memeluk.

" UWAAA makasih banyak brooo hiks...hiks... Elo emang terbaik" Dan mereka berpelukan layaknya teletubis.

" Sama-sama Gil" Gilbert menggeratkan pelukannya, Vladimir agak kaget namun dia membalas pelukan sahabatnya itu." Uh Uh sesak, pelukannya udah!" tambah Vladimir.

" Uwaaa maafkan.." ucap Gilbert kikuk.

Vladimir mengeluarkan sebotol losion yang lebih kecil. " Tapi...Nih, ada lagi. " Gilbert mengambilnya dari tangan Vladimir. Membaca kemasannya.

*Salep anti gatal*

" Awww makasih Vlad! Kau memang terbaik ehehe cini aku peluk " Gilbert merentangkan tangannya bersiap memeluk lagi.

Vladimir yang agak phobia dengan aksi Gilbert tadi langsung mundur satu langkah dan berteriak " NOOO~ ( ahem) maksudku tidak kali ini. "

" Aww ayolaaah untuk big broo mu ini ??" Ucap Gilbert setengah merajuk dengan bibir yang di- pout-kan dan tatapan anak kucing terlantar.

Vladimir pun luluh dan memberi Bro Hug pada Gilbert.

( lampu flash menyala ) CEKREK

" Awww that so cute! Now kiss already~"

" DANIEL! " Teriak mereka berdua kompak.

" Ciyee yang kompak cuit cuit" Ucap semua orang yang ada di dalam truk.

" Awww gak nyangka da, iyakan Nik ? "

Nikolai hanya menggangguk.

Wajah Gilbert dah ketara sekali merah kayak tomatnya Romano. Gak heran, Gilbert kan Albino.

" Daniel! Ini semua salahmu! " Ucap Vladimir kesal dengan wajah memerah dia melempariku dengan benda yang dibawanya.

" Eis tak kena tak kena, weeek " Ucapku sambil menjulurkan lidah.

" Awas kau! " Serangan kedua datang tapi aku berhasil menghindarinya.

" Aww janganlah marah, aku cuma cari kado buat adikku tersayang, tahu kan si Erzi? " Kataku santai.

" Sama aja! " Vladimir melempar barang lagi. Tanpa sadar kami berdua dah berlari lari mengelilingi ruangan di dalam truk.

(bersembunyi dibalik tumpukan barang) " Jangan lah marah Vlad, nanti cepet ubanan loh.. " Godaku.

" Gak ada hubungnya tauk ! " Ucapnya ketus.

" Tentu ada! Kalau rambutmu putih kan kamu makin couple-lan ama Gilbert, ya gak teman-teman ? " Sanggahku menjelaskan.

" Iyaaa "

" Ciye ciyee "

" Daniel kamu itu aaaaghh " Ucap Vladimir menjambak rambutnya sendiri dan menjerit frustasi. Dan meninggalkanku. Sepertinya dia kzl banget.

' Huh aman' batinku. ' Erzi pasti seneng banget nih... Kira kira bocah itu lagi ngapain ya? ' batinku lagi.

Selepas kejadian tadi aku beranjak dari bentengku ( tumpukan tas dan barang barang.)

Saat aku melirik keadaan sekitar, semuanya kembali seperti semula kecuali Vladimir yang masih memasang tampang kesalnya dan Gilbert yang memerah sebab alerginya ato kejadian tadi (aku gak tahu.) Berada bersama dengan duo unawesomenya (baca : Alfred dan Matthias.)

Aku berjalan menuju ke salah satu dinding kayu yang ada di tiap tiap sisi truk ini. Memandang jalanan dari celahnya.

(menghirup udara ) " Hah ini akan menyenangkan. " Bisik ku pada diri sendiri.

XxXxXxXxXxXxXxXx

(time skip)

Truk pasir yang kami kendarai telah sampai di studio radio yang kami tuju. Kami bersama sama turun dan menurunkan bawaan kami yang berupa tas ransel dan tikar.

Semua anggota Kuparjo berkerumun membentuk lingkaran. Salah satu tangan di julurkan ke tengah lingkaran. Bertumpuk satu sama lain.

" Baik karena ini merupakan pertama kalinya Kuparjo datang ke studio...huufft Jangan berbuat konyol dan memalukan... sebab apa kawan-kawan? " Tanya Vash di sela sela monolognya.

" Sebab kita jomblo gentleman! Jomblo yang Fabulous bin Awesome! " Ucap kami kompak.

" Ok aku anggap kita udah siap. Habis ini kita langsung masuk studio. " Tambah Vash lagi.

" Kuparjo! "

" Bisa! "

" Kuparjo! "

"Bisa! Wuuuuu!"

Kami pun melemparkan tangan kami ke udara dan melepaskan koorelasi lingkaran kami. Bersama-sama berjalan mantap ke pintu masuk studio.

Di loby penyiar Kiku Honda sudah menyambut kami. Penyiar itu membungkuk 90 derajat. Kami pun membalasnya sampai rasanya punggungku mau lepas.

" Selamat datang-minna. Mari langsung saja ikuti saya ke studio." Ucapnya sopan seraya memberikan gestur untuk mengikuti dirinya.

Kami dengan senang hati mengikuti dibelakangnya. Sampai di pintu besar dari kaca.

Ceklek krek

" Uwaau "

bersambung...

XxXxXxXxXx

A/n : kira kira pada ngapainnya di studio?Kan cuma ke studio, kenapa mereka bawa banyak barang???

Soal pergi naik Truk pasir itu pengalaman pribadi author dulu ketika mengikuti kegiatan kemah yang diadakan sekolah.

Maaf soal shiping karakternya...

Jarang banget author nemuin tuh pairing di dalam bhs indo.