A/n : Kuparjo sampai di studio. Penyiar Kiku menuntun mereka ke ruangan siaran.

Hetalia punya Himaruya Hikadez

Cerita punya Kopi and Co

saya tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.

XxXx

"Uwauuu Homina homina homina... " Koor kami kompak yang sudah kayak mau ikutan paduan suara.

Sekedar info kenapa aku menyebutnya koor, sebab satu persatu anggota kuparjo yang masuk keruangan siaran ini langsung membentuk barisan dua ber- shaf dan melantunkan quotes dari film panutan kami Spongebob Squarepants.

"Homina homina homina... " Lanjut kami dengan mulut berbusa, seakan itu adalah doa. Setidaknya sampai Nikolai sadar dan...

" WOI STOP! WOI " Ucapnya sebal.

" Homina homina homina"

Sayang sekali tak satupun dari kami menghiraukannya. Malah kami ber-koor ria makin keras layaknya ada komposer (dirigent) yang memberi aba-aba untuk menaikan suara.

Anehnya para penyiar di ruangan ini sama sekali tidak mengentikan aksi kami yang jadi bintang paduan suara orkestra dadakan yang salah tempat. Para penyiar justru menikmatinya (?)

" Demi kulit kerang ajaib " Ucap tertahan Nikolai yang menahan amarah dan rasa malu akibat aksi kami.

Sriing sriing jleb *

Sebuah pisau makan sukses menancap ditembok. Jackpot lemparan pisau itu sukses menghentikan koor kami.

Dengan sadisnya Nikolai menjewer telingga kami satu persatu, sambil berbisik ke telingga masing-masing anggota kuparjo tentang betapa noraknya kami.

Setelah itu kami semua bungkam. Wajah kami tertunduk ke bawah, kami sungguh merasa malu atas tingkah kami. Ditambah lagi semua kru radio yang sudah memenuhi kaca untuk menonton kami, sungguh mirip situasi krusty krab dikala ramai pelanggan.

Aku pun berbisik pada Vladimir disebelahku tentang situasi tanggung ini, aku juga mendengar bisik bisik antar para anggota kuparjo.

Saat aku melirik ke direksi Vash, aku hampir tak percaya seorang Vash yang galak luar biasa itu tertunduk lesu dengan muka kusut. Bang Berwald juga sama.

Di depan kami semua, para penyiar hanya duduk dan ber pose chibi-chibi menunggu aksi kami selanjutnya. ' Eh tunggu, apa gak salah? ' batinku.

Namun saat aku menatap mata para penyiar, di sana ada kilau antusiasme.

* Cieet*

*Prok prok prok*

Pintu kaca terbuka dan seorang pria tinggi berkacamata masuk keruangan sembari bertertepuk tangan elegant.

" Sungguh luar biasa, ck ck ck sangat berbakat. Gak rugi aku meminta Kiku mengundang kalian kesini. " Ucap pria berkacamata itu dengan nada senang.

Prok prok prok * ( tepuk tanggan meriah dari para penonton )

Kami sangat senang sekaligus terheran-heran dengan yang baru saja terjadi.

" ( Ahem ) perkenalkan, saya Roderick Edelstein. Aku yang mengurusi bagian pementasan. Bisa di bilang manager kalian selama disini." Ucap pria itu saat tepuk tangan berakhir.

Aku mendengar desas desus dari sesama anggota kuparjo.

" Baiklah " Roderick menarik kursi dan duduk, menoleh pada kiku " Penyiar Kiku, bisa tolong kamu jelaskan rinciannya. "

" Hai. Baik pak. " Kiku pun berjalan mendekat ke rombongan kami. " Baiklah minna-san, Saya akan menjelaskan rincian kegitan kalian selama di studio ini. Mari ikuti saya ke ruang tamu dulu. " Ucap penyiar itu sopan. Kami mengikuti Kiku dan Roderick di belakangnya.

XxXx

Selanjutnya setelah kuparjo duduk di kursi...

" Okey, minna-san, jadi Pak Roderick ini ingin mengadakan rekaman drama theater untuk acara peringatan ulang tahun radio ini. Nah berdasarkan formulir yang kalian kirimkan.. "

" What ? Uapah? " Ucap kami semua terkejut, kemudian menoleh ke arah Koko Yao.

Koko Yao hanya tersenyum ketika semua pandangan anggota kuparjo tertuju padanya. " Hehe sama-sama, aru. "

" Uwaaa terimakasih, Gege ! " Ucap Alfred yang lebih muda dari Yao seraya melancarkan bro hug pada Yao.

Beberapa detik setelahnya...

Di seberang sana, Penyiar Kiku hanya tersenyum sopan.

" Uh..umm maafkan yang tadi itu... " Ucap Koko Yao.

" Aaa... soal tadi gak masalah, gak masalah. " Ucap Kiku sweat drop sambil tersenyum canggung macam anak kecil yang terciduk makan permen tanpa izin. " Oh sampai dimana kita tadi? Eh iya... jadi sesuai ketentuan formulir, pemenangnya akan berpatisipasi menjadi pemain theater drama. Umm untuk informasi mengenai dramanya apa, Pak Roderick akan mendiskusikannya bersama kalian. " Ucap Kiku sambil bergestur mempersilahkan Pak Roderick yang duduk di sebelahnya.

Pak Roderick pun mengeser kursinya agak maju.

A/n : Apa ya lakon yang akan diperankan kuparjo ?