Hetalia punya Himaruya Hikadez
Cerita punya Kopi and Co
saya tidak mengambil keuntungan apapun dari penulisan karya transpormatif ini.
XxXxX
Sekarang Kuparjo cs sedang berada di truk pasir. Mereka tampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Entah kenapa ruangan bagian tengah truk mereka kosongkan. Kesibukan mereka dengan kegiatan mereka masing-masing tidak berlangsung lama, itu terjadi setelah...
" Saya bosan da~ hibur saya donk "
Suara itu membuat semua orang di truk minus Ivan dan pak sopir merinding disko. Bukan masalah kalau Ivan marah atau menguarkan aura unggu yang bikin ngeri. Lah ini yang jadi masalah adalah si Ivan mengucapkan kalimatnya dengan cara yang sungguh hanya kalangan banci pro saja yang bisa.
Suara Ivan yang genit-genit gatel gimana itu, membuat mereka membulatkan mata tak percaya.
" Cius Van? Itu elo? " Komen Nikolai gak percaya meski batinnya berkata lain.
" Ya jelas lah. Ini ak- eh bukan itu Vanya hehe " Balas Ivan tak kalah genit dari sebelumnya.
Semua orang lantas batuk-batuk tak karuan. Menyembunyikan tawa mungkin ? ato rasa jijique yang menyerang?
" Ayolah aku tahu kalian pada bosan. Paling tidak cari hiburan yuk. Ini juga bakalan jadi perjalanan panjang. " Ucap si Ivan lagi, kali ini dengan nada tak semangat.
" Oke oke I got it. " Ucap si Berwald yang tumben banget langsung konek. kayaknya dia juga menderita ke-bosan-an.
Berwald berdiri dan berjalan ke tengah-tengah. " Teman-teman aku ada usul. Namanya TOD. Kalau milih Truth kamu wajib menceritakan aib-aib gelap mu, kalau milih Dare kamu kudu ber-acting jadi seseorang " Matias menangkat tangan.
" Ya Matias. " " Bolehkah berlagak jadi cewek? " Berwald mengangguk. Berwald lalu menjelaskan aturan mainnya. Dan permainan dimulai.
Sebuah botol bekas sirup di putar, botol berputar terus hingga akhirnya berhenti.
Arthur berani jadi yang pertama bermain.
" Pilih Truth or Dare? " Tanya Yao Wang
" Karena aku mantan bad boy... aku pilih dare " Ucap Arthur
semua anggota minus Arthur langsung berdiskusi minta kesepakatan. " Aku nantang kamu buat acting jadi...Felix adkel SMA itu loh~ " Ucap Daniel sambil menyerigai dan menaik turunkan alis.
" Whot ? why harus dia ? gak sudi aku. Gak jadi, aku milih Truth aja " Ucap Arthur protes.
"Eits gak boleh protes. Gak boleh ganti. Masa Mas Arthur yang katanya gentleman ini menarik ucapannya sendiri sih? " Jebak si kampret Alpreet. Kayaknya si Alpreet masih dendam akibat insiden burgernya dulu.
Arthur meneguk ludah. Malu lah dia, Arthur dah kayak makan buah simalakama. Kalau dia memenuhi tantangan, harga dirinya bisa turun. Kalau gak ngelakuin, sama saja ia menghianati reputasi ke- Gentleman-nya. Arthur stress permisa!
"Gimana, Tur? Tantangan menunggu~ "
' Eh harga diri kan bisa di beli, muka juga bisa diganti-ganti. ' Batin Arthur nista. Akhirnya Arthur menjawab juga dengan ke-tsudere-an-nya. " Ok syapa takut. Ayok kapan, gue dah siap gue berani. " Yao mau bilang "sekarang aja", tapi dah keburu di srobot sama Lovino yang dengan seenak jidat ngomong, "nanti saja".
Arthur sudah berbinar-binar matanya. Di mata Arthur, Lovino udah kayak Malaikat penyelamatnya. Arthur memuji-muji kebaikan Lovino.
Di lain pihak, semuanya minus Lovi dan Arthur. Mereka dah men- Death glareLovino. Sorot mata mereka seakan berkata Gimana-sih-bikin-kacau-saja.
Dengan kzl Yao memutar lagi botolnya. Botol berhenti berputar dan menunjuk pada...
Mathias
" Truth or Dare "
" Dare. " Jawab Mathias singkat, padat, jelas, kayak tulisan di selebaran pengumuman.
Mendengar kata dare Lovi langsung menyerigai sarap. Di otaknya Lovi sudah tersusun suatu rencana dan 101 skenario.
" Kali ini aku yang ngasih tantangan." Ucap Lovi meng-ultimatum. Semuanya hanya melempar pandangan Kzl kepada Lovino. " Terserah lo aja. " Ucap Nikolai acuh.
Dengan serigai sarap tingkat dewa Lovi bersabda " Mathias aku tantang kamu untuk jadi Om-om genit..." Lovi kemudian melirik Arthur, ia menyerigai makin lebar. " Dan Arthur~ Kamu jadi Felix yang lagi di goda sama Mathias. "
Mata semua anggota Kuparjo langsung berkilau bahaya. Semuanya minus Arthur dan Mathias langsung tersenyum sableng ketularan Lovino.
Arhur yang lagi minum Aq*a langsung menyemburkan minumannya dan terbatuk-batuk nista.
" Hidup Lovi uwoooo "
Athur selesai dari batuk-batuk. Dirinya lalu menyadari kalau sedang di tatap dengan tatapan sableng dan serigaian lucknut. Arthur menelan ludahnya lagi. ' Sumpah gue gak percaya, gue harus ngelakuin ini ' Batin Arthur nista.
