(A/n) yang paling ane ingat...terakhir kali nulis cerita ini ketika piala dunia lagi di siarkan di tv bulan Juni lalu. malam final piala dunia menandai berakhirnya masa liburan sekolah ane dan mobile yg kena air :"" )
Hetalia punya Himaruya Hikadez
Cerita punya Kopi and Co
Penulis tidak mengambil keuntungan apapun dari pembuatan karya transformatif ini
Sekarang Kuparjo cs telah sampai pada sebuah tempat di daerah pinggiran kota, bisa di bilang agak nyerempet ke pelosok.
Kuparjo cs yang barusan kembali dari trip singkatnya ke pasar klitikan, sekarang sedang sibuk menurunkan barang bawaan dari sebuah truk pasir sewaan aka kendaraan mereka.
Skip time
Koh Yao berdiri di depan pintu truk dengan tangan yang menyodorkan aplop putih ke mang sopir. Tak lama kemudian Koh Yao dan Mang Supir itu saling bungkuk-bungkuk mengucapakan terimakasih.
Selanjutnya truk pasir pun pergi meninggalkan halaman rumah dengan Kumparjo cs yang melambaikan tangan di latar belakang.
skip time ~
Tak lama setelah truk pergi, Kuparjo cs telah berkumpul layaknya emak-emak yang sedang mengantri Diskonan dengan Ivan Braginsky berada di paling depan.
" Oke, oke kalem gaes. " Ucap Ivan menenangkan klayak yang ramainya udah saingan sama kerumunan lebah yang lagi pawai.
Ivan pun kembali sibuk dengan kantong-kantong pakaiannya dimana dia meletakan kunci. Dalam hati, Ivan membatin Kunci ? mana kunci? Ivan sudah merapalkan kata-kata itu lebih dari sepuluh kali.
"Cepat lah lama amat! " Ucap Matias yang udah habis kesabaran lantaran menahan hasrat ingin buang air kecil.
" Iye iye sabar. " Ucap Ivan sambil masih terus mengeledah saku-saku nya.
" Aaaah aku dah gak tahan anjeer! " Teriak Mattias dengan nistanya. Mattias lalu lari ke halaman. " Van, pokoknya lu kudu relain pohon mangga mu. " Kata Mattias yang udah setengah jalan ke arah kebun.
" Eh TAPII- ah sudahlah " Ucap Ivan.
" Bang, minta di bantuin cari kagak? " Tawar Nikolai.
" Ah kagak usah dek. " Kata Ivan yang sekarang pindah mengeledah kopernya.
"Tapi kak- " Kata Nikolai
" Udahlah biar kakak yang cari " Ucap Ivan yang masih asik mberantakin kopernya.
" Tapi kak- "
" Sttt "
" tap- "
" Sttt hais jangan ganggu kakak "
Habis sudah sumbu kesabaran Nikolai akibat kakak nya yang gak peka " TAPI KAK KASIAN MEREKA NUNGGUIN! "
Ivan pun berubah cengo. Ia bergantian melirik Nikolai dan Kuparjo cs yang memenuhi teras rumahnya.
1
2
3 loading complete.
"Uwaaa maafakan aku da " Ucap Ivan yang sambil bungkuk-bungkuk minta maaf. " Ampun gaes aku keasikan cari kunci- Eh oh kalian pasti pada haus kan ? " Kata Ivan bermonoton ria.
Yang mendengarkan monoton cuma natap Ivan dengan tatapan lah-baru-nyadar.
Smak!
" Baka aniki! " Ucap Nikolai pelaku jitakan.
" Maaf maaf " Ucap Ivan ke Nikolai.
" Hmm Yaudah deh biar adil mari cari bareng bareng aja " Ucap Vash.
Akhirnya Kuparjo cs bersama-sama mencari kunci pondok.
skip time
Akhirnya setelah capek mencari kunci, kegiatan diakhiri dengan aksi pembobolan cendela yang dilakukan oleh duo Bewald-- Vladimir. Bewald yang mbobol cendela, Vladimir yang masuk dan membuka pintu dari dalam.
XXXXXXXXXXXXXXX
Sekarang semuanya udah masuk di pondok. Karena pondok itu hanya punya 2 kamar maka Kuparjo cs sepakat untuk tidur bareng- bareng di ruang tamu saja. Kamar yang tak terpakai pun di sulap jadi gudang barang-barang mereka.
Di ruang tamu sekarang sudah hampir kosong tergeletaklah sekumpulan anak-anak kos yang sedang melepas lelah akibat kegiatan beres-beres mereka.
Ivan POV
" Ini sih namanya nginep ala pindah rumah haah~ capek nya~ " Ucap Feli sambil memijat bahunya.
" Kamu benar fel. Ini beneran kek pindah rumah... " Kata Alfred masuk ke pendengaranku. " Tapi lihatlah gara-gara gini aku jadi POTOK AKA STRONG mwehehehe. "
What de pak! apa-apaan ini? Nyesel gue ndengerin kata-kata Alpret yang norak itu, batinku nista.
Tapi bukan Alfred namanya kalau gak pede tingkat ngeselin batinku lagi.
" ...gimana aku dah mirip suparman kan? Lihat nih tinggi en strong! Ane gituloh " Lanjut Alfred lagi, sumpah ya nih anak pedenya beneran kebablasan aduh aduh...
Aku pun memilih menyembunyikan wajahku di balik koran yang sedang aku baca.
" Suparman pala yu ! lu lebih mirip suparmin. " Oke sepertinya aku tahu itu suaranya Arthur dan selanjutnya aku dengar dua orang itu langsung adu ejekan kek biasanya.
Akibat ulah mereka, mood ku untuk membaca koran pun jadi hilang.
" Hah~ " Aku menghela napas. Duo orang itu benar-benar bikin kacau, mana pasti ribut aja. Akhirnya aku berpikir sejenak...
"Aha aku punya ide! " Batinku. Kemudian aku berkata " Temen-temen, gimana kalau malam ini kita order makanan aja? "
" Waa boleh- boleh " Ucap mereka antusias.
" Selanjutnya nanti kita melanjutkan TOD yang belum selesai muehehe " kata Lovi yang disertai tawa itu membuat aku ingat akan TOD tadi siang.
" Waa itu juga ide yang bagus. " Kataku sambil tersenyum.
" Yos SEPAKAT! FIX-KAN GaES ! " Ucap Koh Yao yang kayaknya lagi semangat.
" Oke deh. " Kataku kemudian aku melirik ke Nikolai yang ada di sampingku. Jariku mem-poke bahunya.
" Nik, " (poke, poke)
" Nik " (poke, poke ) gak ada respon, dia malah makin asik main ML
" Nikooo. " Hais dia beneran gak respon. Aku pun menjewer telinganya.
" Woi NiKolas! Gue panggil panggil gak nyaut. "
" WAA Kalah! Anjret ! " Semprotnya ke aku dengan gak ada sopan-sopannya. Astojim demi apa gue punya adik lucknut macam gini. Dalam sekejam aku ambil Hp dia.
" Kakaaaak balikin " Rajuk Nikolai
" No! " Ucap ku singkat padat.
" Kakaaaak " Ku abaikan teriakan dia dengan cara pindah tempat. Kemudian aku memberkan perhatian ku pada Kuparjo cs yang wajahnya pada poker face gegara nonton dramaku dengan adiku
" Jadi mau pesan apa? " Tanyaku.
akhir dari Ivan POV
XxXx
to be continue...
