Hetalia punya Himaruya Hikadez
cerita punya Kopi and Co
Penulis tidak mengambil keuntungan apapun dari penulisan karya transformatif ini.
XxXx
Malam ini pertama kalinya malam sakral Kuparjo diadakan di luar kos-kosan. Dilantai dapur yang sudah hampir kosong itu berdirilah beberapa buah lilin yang menyala dan berkotak-kotak makanan yang sudah terbuka segelnya.
" Oke da. Sebelum kita mulai acara malam sakral ini marilah kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa mulai..." Ivan mengawali pidatonya
" Bismilah hirohmanirohim. Amiiin " Ucap Kuparjo cs.
" Ada yang belum dapat makanan? " Tanya Mattias. Yang di tanya pada menggeleng.
" Oke berati ini punya aku kan? " Kata Mattias.
krik krik krik
" Asiap ini punya saya. " Monolog Mattias.
Mereka pun makan bareng-bareng di dalam naungan cahaya lilin, sungguh sangat romantis.
Dalam acara makan bersama itu bayak sekali percakapan diantara mereka.
XxXxX
" Van, kamu kok gak bilang-bilang sih? " Komen Daniel
" Lha gak ada yang tanya sih... Ane pikir pada gak bosen sama yang namanya Cafe. " Kata Ivan.
" Bukannya bosen sama yang namanya Cafe bro... " Lanjut Alpret. " Kita- kita ini cuma bosen sama suasana Cafe di depan kos-kosan, betul gak Thur ? "
" Yak tul, Pret. Masa aku ke situ ketemunya dia, dia dan dia lagi. " Ucap Arthur sambil nunjuk-nunjuk anggota Kumparjo.
skip skip skip
" Intinya ada Cafe dekat sini kan? " Tanya Si Lovi untuk meyakinkan dirinya
" Iya Lov- eh Vi " Ucap Arthur yang memperbaiki kata-katanya biar gak diejek Alpret cs.
" Ihir~ " Goda Vladimir.
" Apaaan sih! " Ucap Arthur sok sok-an galak.
" Oww tsundere sekali~ " Ucap Daniel pelan ( yang secara terselubung punya maksud ngomporin Arthur.)
Arthur menyemburkan minumannya " Tsun-Tsun ap- What de pak! " Alis Arthur sudah menebal bung.
" Daniel aku tahu kamu punya hobi yang sakit bin kelam tapi jangan lo bawa-bawa nama gue buat hobimu yang sakit itu. Jijique tahu gak!! " Ucap Arthur marah.
" Oh aku tahu Thur, aku juga sayang kamu kok hehehe suweer " Tanggap Daniel santai
" Demi janggut Troll! Daniel kamu... " Arthur yang marah langsung dipegangi sama Alfred dan Lukas.
" Kalem Ar, kalem. " Ucap mereka berdua.
Suasana semakin runyam terlebih setelah insiden pingsannya Daniel akibat pukulan teplon yang dilancarkan Vladimir
" Kalem oi kalem. " Ucap Vash berusaha menenangkan.
menit-menit selanjutnya kegiatan kuparjo makin runyam.
XxXxXx
" Teman-teman, bagi yang makannya dah habis, sampahnya di taruh di sini ya! " Teriak seorang remaja asal Eslandia itu aka Emil sambil menunjuk plastik trash bag yang dibawanya.
" Ashiaaap~ " Jawab Kumparjo cs kompak layaknya klub paduan suara.
Selanjutnya satu persatu anggota Kumparjo memasukan sampah makananya ke trash bag tadi.
" Oi kalo dah selesai mau ngapain lagi nih? " Tanya si Gilbert yang ketara sekali tidak menyimak percakapan sore tadi.
Gilbert auto menerima pandangan sebel dari kawan-kawan sesama anak kos yang seolah bilang kan-tadi-dah-dibilangin-lu-gak-menyimak-sih.
" Eh, kok pada ngelihatin gitu sih? Biasa aja dong mukanya. " Kata Gilbert yang berharap bisa mencairkan suasana.
*Pluk* ( Sebuah gulungan kertas menghantam kepala Gilbert. )" Itu hadiah karena kamu lola sekali. " Kata sang pelaku pemukulan aka Lovi.
Gilbert yang baru akan membalas perkataan ketus Lovi sudah di potong dulun oleh perkataan lanjutan dari Lovi, " Iya iya, aku tahu kok kamu mau menemani Dimitri ambil lilin. " Kata Lovino setengah nge- rap alias berkata dengan tempo cepat.
" Enggak gue gak..." Tolak Gilbert namun,
" Ooo kamu mau nemeni kakak ? Aw makasih Gil " Ucap pria asal Ukraina aka Dimitri itu senang.
Gilbert yang mau menolak pun sungkan, " Iya Kak. " Ucap Gilbert sambil tersenyum. Gilbert pun berdiri dan mengikuti Dimitri pergi ke luar buat belanja lilin. Ketika melewati pintu, tak lupa Gilbert melayangkan death glare ke arah Lovino dan kemudian menghilang di balik daun pintu.
" Apa-apaan dia itu. " Batin si Lovi sambil geleng-geleng kepala.
XXXXXXXX
" Yok sambil nungguin mereka berdua pulang, YOK kita mulai agenda perkumpulan kumparjo ini~ " Celuk Feli tiba-tiba.
" Wo wo wo, tahan dulu sob. " Ujar Alfred sok keren.
" Kenapa, ve~? " Tanya si Feli heran.
" Bukannya aku melarang, tapi kasihan dua orang itu entar ketinggalan. " Jelas Alfred.
" iya juga sih... " Kata Feli menyesal.
" Ahahahaha~ ha ha " Suara tawa terdengar di ruang tamu itu. Seluruh mata pun langsung tertuju ke Emil.
Di sana ada Emil dan Mathias yang lagi ngakak histeris kayak penjahat di film-film Disney dengan Bang Berwald, Lukas dan Vash yang duduk bergeser menjauh, jangan lupakan ekspresi wajah tergganggu serta sorot mata mereka bertiga yang berkata, situ-bukan-temenku.
" Kalian sehat? " Arthur yang sweat drop bertanya dengan hati-hati.
" Kalian masih waras kan ? " Tanya seorang Feli yang dengan polosnya gak sadar kalo kata-katanya itu sedikit menusuk.
" Ahaha Alhamdulillah sehat kok. " Kata mereka kompak.
[" Terus kalo sehat kenapa ketawa sampe kek gitu "] Batin semuanya minus Emil dan Mathias.
" Situ kalo mau mbahas aib orang lihat-lihat situasi dong. " Komen pedas Vladimir yang dah negatif thinking duluan.
" Ye siapa juga yang mau mbahas aib lo? " Balas si Emil nyolot.
" Eh udah-udah! Kalian nih ribut aja...
Sekarang mulai aja deh acara nya! " Perintah Vash menengahi. Ok Vash itu orangnya serius jadi kalo situasinya gini, dia juga gak betah lama-lama.
" Bang, si Gilgil sama kak Dimitri belum datang loh. " Komen si Ivan mengingatkan.
Semuanya minus Emil langsung kembali ke pose berpikir.
" Wkwkwk aku ada solusi kok " Ucap Emil sambil tergelak.
" Ve~ /Gimana ? How? " Tanya semuanya yang sekarang tengah mengalihkan semua atensi nya pada Emil.
" Wkwkw Aku ada cerita nih, dan mereka berdua plus Mathias dah pernah dengar. Jadi mereka gak akan ketinggalan acara kalo aku mulai cerita. "
" Ooo gitu~ bilang dong dari tadi. " Ucap semua minus Emil kompak.
XxXXXXXXX
Cerita dimulai.
Emil POV
" (Ahem ) Ladies and Gentleman. Sambutlah penampilan dari Emil Steillson! Tolong tepuk tangannya. "
Prok prok prok (tepuk tangan para audien)
Begitulah sambutan dari Bang Berwald aka MC malam ini.
Di iringi oleh tepuk tangan, aku mau ke tengah-tengah ruangan. Aku berdiri dan mengucapkan salam disertai bungkuk-bungkuk hormat.
" Terimakasih terimakasih... "
" Hey! " Teriak Lovi setelah tanganku mencuri kertas yang di pakai Lovino untuk kipas-kipas.
Aku memakai kertas hasil curian itu sebagai microfon. " Malam ini pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya berjudul ' Kabut ' Kisah ini saya dapat ketika ikutan kapal malam. "
" Keren keren keren " Ucap Alfred yang terkagum.
" Halah dah pernah. " Ucapan Lukas yang datar masuk ke telingaku. Rasanya telingaku berkedut sebal dengan sepupuku yang satu ini. Ku angkat telunjuk ku ke depan bibir.
" Mungkin banyak yang pernah dengar kisah ini. Mengigat kisah ini populer di banyak tempat. " Kata ku sambil melontarkan pandangan kzl pada si Lukas menyebalkan itu.
" Next next " Kata Vladimir
" Gaskan broo " Kata Daniel
to be continue...
