Town of Tides
1회
Sebuah Awal
If you don't like this story, don't read ok!
Sorry for typo
Happy reading! Thank you.
MAIN CAST (JUNG JAEHYUNxLEE TAEYONG)
"Sekarang sudah saatnya dia datang. Ayo pilihkan buku untuknya sekarang" Jaehyun beranjak dari duduknya dan mengambil buku yang dipilihnya untuk anak kecil yang sering mampir kerumahnya.
Tok tok tok
"Halo, sudah kuduga kau akan datang,ayo masuk aku sudah siapkan sebuah buku untukmu. Ini, hati hati dijalan" Ujar Jaehyun sembari memberikan buku itu.
"Terima kasih" Ujarnya lalu pergi.
Sudah dua tahun Jaehyun berada di desa ini. Entah mengapa ia bisa melihat roh dan itu adalah anak dari tetangga. Nana, nama yang bagus. Dulu kebiasaannya, dia selalu meminjam buku disini dan kesini setiap hari. Tapi Jaehyun tidak benar benar menyerahkan sebuah buku kepadanya. Jaehyun hanya berpura pura meminjamkannya sebuah buku hanya dengan gerakan tangan walau begitu Nana dengan senang hati menerimanya dan kembali kerumahnya dengan bahagia. Jaehyun menjadi tidak kesepian karenanya dan menerima keadaannya yang abnormal.
''Huh.. jadi apa yang harus kulakukan sekarang'' Hela Jaehyun. Ia berjalan mendekati rak buku dan mengambil sebuah buku untuk dibacanya.
'View of imagery'
Tutup mata anda sehingga anda bisa melihat ke dalam hati anda sesungguhnya.
Baru baru ini Jaehyun membaca buku ini, Ia mencoba latihan sesuai apa yang disarankan dari buku itu. Jaehyun menutup matanya dan Ia berada di sebuah tempat yang penuh dengan pohon yang bisa dikatakan layu. Jaehyun melihat salah satu pohon yang terdapat roh Nana disana, dia meninggal dua tahun lalu, dia tidak bersekolah jadi dia sering ke rumah Jaehyun dan sekarang masih sering mampir walaupun sudah menjadi roh.
'Tree of My Heart' yang belum bermekaran.
Jaehyun membuka matanya, Ia terdiam melihat pemandangan yang sering dilihatnya muncul dalam imajinasinya. Karena merasa bosan Jaehyun jadi ingin pergi ke dermaga untuk sekedar jalan-jalan. Ia melihat Johnny, tetangganya dan ayah dari Nana.
"Halo hyung. Apa yang kau lakukan?" Sapa Jaehyun.
"Oh Jae, tidak ada. Oh iya, Ten sedang di rumah sakit dan dia akan segera melahirkan" Ucap Johnny.
"Wah, senang mendengarnya, lalu kenapa hyung masih disini bukan ke rumah sakit?" Tanya Jaehyun.
"Ah.. ada barang yang harus kuambil tadi. Aku harus cepat ke rumah sakit, aku tidak pulang untuk beberapa hari, telfon polisi jika ada penyusup di rumahku. Haha!". Ucap Johnny dan bergegas pergi.
Dermaga
Ketika sampai, Jaehyun melihat Doyoung yang sedang membersihkan sampah di tepi pantai dan dermaga.
"Apa hyung tidak lelah membersihkan sampah setiap hari?"
"Entahlah, semakin sering ku bersihkan semakin banyak orang bodoh yang sembarangan membuang sampah. Ketika aku mati apa tempat ini akan menjadi tempat sampah?" gerutu Doyoung.
Jaehyun mengalihkan pandangannya dari aktivitas yang Doyoung lakukan dan di tepi pantai Ia melihat pria yang terlihat asing menurutnya. Karena penasaran Jaehyun menghampiri pria tersebut.
"Hei,apa kau penduduk baru disini? Kau terlihat asing" tanya Jaehyun, pria itu lantas pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Jaehyun. "Hei jawab pertanyaanku dulu. Dasar aneh!".
01.00 KST
Jaehyun terbangun dari tidurnya "Huh lagi lagi terbangun di tengah malam begini. Kalau begitu aku jalan jalan ke dermaga saja". Di dermaga Jaehyun melihat pria yang ditemuinya tadi. Jaehyun bertanya tanya apakah pria itu sudah meninggal atau belum. Kenyataannya, walaupun bisa berbicara dengan roh bukan berarti harus bicara dengan mereka kan? Tapi pada akhirnya Jaehyun juga akan bicara dengan mereka.
"Kenapa kau mati? Maksudku.. orang orang bisa memilih hidup atau mati. Tapi jangan mati di pantai ini. Doyoung hyung bisa terkena serangan jantung nanti jika melihat mayat mu. Apa kau pernah memikirkan itu?" Cerca Jaehyun, lalu roh pria itu menghilang. "Ck! Kalau begitu aku tidak usah bicara,aku pulang saja".
Jaehyun pov
Aku sebenarnya memegang kebencian pada diriku sendiri. 'kenapa harus mati?', 'apa yang membebani mu?','bagaimana aku bisa membantu?'. Aku suka membaca, tetapi kalau menghadapi situasi seperti ini sulit untuk menunjukkan rasa kasihan dan aku merasa kalau diriku lebih baik mati.
Doyoung hyung, sebenarnya aku tidak peduli jika Ia terkena serangan jantung karena melihat mayat pria itu. Terdengar jahat memang, tapi ya entahlah aku tidak terlalu memusingkannya.
Nana, dihari kematiannya aku bingung apa aku harus mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Akhirnya aku tidak datang di hari pemakamannya, jika aku datang aku bisa kehilangan akal sehatku. Jadi aku menghindarinya, anak yang malang.
Pov end
Hai•
Sebenarnya cerita ini remake dari Town of Tides karya ImCyan, jadi ini bukan sepenuhnya karyaku. Disini ada beberapa bagian yang ku ubah termasuk cast yang tidak dicantumkan namanya di cerita utama dan ending.
Jadi aku harap kalian suka ya•
Terimakasih telah membaca story ini!
