MY LAST RAP

Part 3

Cast :

Monsta X Member

Lim Chang Kyun (I.M)

Lee Min Hyuk

Lee Joo Heon

Chae Hyung Won

Yoo Ki Hyun

Shin Ho Seok (Wonho)

Son Hyun Woo (Shownu)

Rated : T

PREVIEW

Seperti slow motion, dia merosot jatuh. Aku tersentak. Masih memeluknya, aku menahan tubuhnya yang merosot. Saat itulah kusadar. TIDAK !

Ku berteriak kesetanan

"HYUNGDEUL….!"

Selanjutnya

Chapter 3

Jooheon POV

"HYUNGDEUL … CEPAT KEMARI", masih berteriak aku memeluk tubuh Changkyun. Apa yang harus ku lakukan. Berpikir, BODOH. Aku blank…aku tak pernah bisa berpikir normal jika tentang hal itu tentang Changkyun.

Ku dengar suara derap langkah yang saling memacu. Tanpa menoleh pun aku tahu siapa itu. Kulihat Minhyuk hyung, bersimpuh di sampingku. Tanpa bertanya, dia memegang tangan Changkyun, menngcek nadinya mungkin. Aku hanya diam.

"Ada apa ini ? Apa yang terjadi ?" Shownu hyung bertanya dengan nada sedikit tinggi. Aku menggeleng pelan. Aku tak tau harus apa. Kulihat hyungdeul yang lain menatapa bingung kearahku, meminta penjelasan. Untuk kesekian kalinya, aku hanya menggeleng pelan. Oh, ayolah …. Sampai sebuah suara menginterupsi.

"Nadinya lemah, badannya juga dingin. Kita bawa ke kamar eoh ?" Minhyuk hyung memandang intens kearah shownu hyung. Sedangkan Shownu hyung hanya mengangguk.

"Biar aku yang angkat. Cepat !" Shownu hyung mendorong pelan tubuhku yang masih setia memeluk Changkyun. Mencoba mengambil alih tubuh lemas Changkyun. Aku hanya pasrah. Aku tak boleh egois.

Jooheon POV End

Shownu mulai mengangkat pelan tubuh Changkyun ala bridal. Bukan hal yang sulit bagi seorang "appa", berat badan Changkyun bukan masalah buatnya. Dia melangkah ke kamar yang Changkyun bagi dengan Jooheon dan Minhyuk.

(*Aima buat pembagian kamarnya seperi pas Monsta X Right Now ep. 1 :D. Anggap aja udah kaya gitu yaa :D. Oke, Back to story)

Shownu membaringkan tubuh Changkyun di tempat tidur Minhyuk yang berada di bawah dan mengambil selimut dari tempat tidur Changkyun. menyelimutinya. Akan sulit jika membaringkannya di tempat tidur Changkyun sendiri. Dibelakang nya, Kihyun membawa sebaskom air hangat dan handuk kecil. Dia duduk dibawah tepat tidur dismaping changkyun berbaring. Menyeka pelan keringat dingin yang terus keluar. Wonho hanya melihat dari ambang pintu, tanpa berkata apapun dia berjalan pergi. Yang tersisa di kamar ini hanya Kihyun dan Si Prince, Hyungwon. Hyungwon yang sedari diam, mulai membuka suara.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak itu hyung ? apa ada hubungannya dengan yang kemarin ? Kemarin dia hanya diam seperti batu, tak mengenali kita lalu jadi seperti ini. Dan hari ini dia seperti itu lagi. Aku sungguh bingung." Dia berbicara sambil menerawang kejadian saat stage debut kemarin. Kihyun berhenti dari kegiatannya, dia menghela nafas. Mengalihkan pandangannya kearah Hyungwon dan menggeleng.

"Entahlah, aku juga tak tau. Kita belum lama mengenalnya. Dan kita tak tau kan bagaimana latar belakang ataupun masa lalu nya. Melihat kejadian ini, aku penasaran. Aku ingin mencari tau asal-usul anak ini."

Mereka sama-sama terdiam, Kihyun mulai melakukan kegiatannya yang sempat terhenti. Sedangkan dia hanya menatap seorang yang menjadi dongsaengnya dengan pandangan sulit diartikan.

Di Ruang Tamu

Jooheon terdiam sambil meremas tangannya pelan, gugup. Bagaimana tak gugup jika hyungdeulnya yang sangar (minus Hyungwoon dan Kihyun) menatap penuh selidik kearahnya. Sungguh, dia ingin ikut pingsan saja dengan Changkyun. Posisinya saat ini seperti orang yang ketahuan menghamili anak orang. Astagaa … dia menggeleng keras.

"Kenapa Jooheon-ah ? ada yang ingin kau jelaskan pada kami?" Minhyuk mulai angakat bicara.

"Nde…?" Mati kau Jooheon-ah…. Oke, mungkin ia berlebihan.

"Apa yang terjadi dengannya ? kau pasti mengetahui sesuatu kan ?". Jooheon masih kekeuh untuk diam. "Dengarkan hyung Jooheon-ah, aku tahu kita belum terlalu mengenal Changkyun secara dalam. Sebelum ini terlambat, dan kita semakin jauh melangkah bersama, kita harus mengenal satu sama lain terlebih dulu. Kita sudah menjadi keluarga Jooheon-ah" Minhyuk berbicara dengan nada yang terdengar pasrah. Ini yang Jooheon takutkan. Dia mengangkat kepala nya yang sedari tadi menunduk. Menatap kearah hyungnya.

Apa semua nya akan terbongkar hari ini ? Kenapa secepat ini ? Bagaimana ini ?Tuhan….. haruskah aku mengatakannya ?

Jooheon takut, bimbang, gudah dan gulana (?).

"Dia hanya syok hyung…. Dia belum beradaptasi dengan kehidupan menjadi seorang idol." Kata-kata itu muncul secara tak sadar

"Bukan jawaban itu yang kami inginkan Jooheonie.." Wonho menekan namanya dibelakang.

Gulp…. Jooheon menelan salivanya dengan usah payah.

"Jadi ….."

"Semoga dugaanku salah Jooheon-ah, mungkin kah Changkyun itu adalah….." Minhyuk menatap tak percaya ke arahnya. "Jawab aku Jooheon-ah…" Belum selesai dia berbicara, sebuah teriakan menghentikannya. Mereka terbelalak. Saling menatap satu sama lain. Dari kamar Changkyun.

Jooheon reflek langsung berdiri dan berlari kekamarnya. Ada apa lagi ini ?

"AAAARRRRRGGGGHHHHHHH ….. "

Suara Changkyun menggelegar di penjuru dorm.

BRAK ….!

Suara pintu terbanting keras. Dapat dia lihat Hyungwoon sedang memegang kedua tangan changkyun, baskom berisi air tergeletak dilantai, air nya menggenang kemana-mana. Sedangkan kihyun sudah naik keatas tepat tidur yang sempit itu sambil memeluk erat tubuh changkyun dari belakang.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN, KENAPA DIAM SAJA. CEPAT BANTU AKU !". Hyungwoon mengembalikan kesadaran mereka, mungkin dia lupa bagaimana cara berbicara yang sopan pada hyungnya. Wonho, menggeser kasar tubuh Jooheon yang masih terpaku, member akses kepada Minhyuk dan Shownu untuk masuk. Dapat dia lihat, bagaimana keadaan Changkyun. Mata merah yang penuh ketakutan, badan yang dipeluk Kihyun bergetar. Wonho menepuk keras pipi Changkyun tapi tak ada respon, hanya teriakan.

Jooheon yang sempat terdiam, segera mengambil sesuatu dari kotak dibawah tempat tidurnya. Sebuah suntikan jelas terlihat. Jooheon mendekat kearah Changkyun berada. Biarlah ketahuan, kurasa memang ini waktunya. Shownu yang melihat gelagat aneh Jooheon langsung mencengkal tangannya.

'Apa yang akan kau lakukan ?" Matanya menatap tajam Jooheon.

"Ini akan membuatnya lebih baik, tolong biarkan aku melakukannya hyung. Setelah itu aku janji akan menceritan semuanya. Tentang aku dan Changkyun." Tangan Jooheon mencengkram erat tangan Shownu yang mencengkal tangannya. Melonggarkannya secara perlahan. Mencoba meyakinkan hyungnya ini. Lepas….. Jooheon langsung bergerak cepat. Tanpa banyak bicara, dia lansung menusukkan cairan itu di lengan Changkyun. Reaksi cepat, Changkyun langsung terdiam lemas, tak lagi berteriak. Tubuhnya bersandar sepenuhnya di dada Kihyun.

"Tolong baringkan dia hyung, dan jika kalian ingin penjelasan. aku akan menjelaskan di ruang tamu" Jooheon berlalu begitu saja, sembari membungkus kembali spluit dan membuangnya di tempat sampah dekat pintu. Semua orang yang berada dikamar itu hanya melongo melihat gelagat Jooheon. Orang yang mereka kira memiliki aegyo yang super tinggi, bisa mengeluarkan aura serius seperti itu.

Ruang Tamu

Hah….. Helaan nafas keluar dari mulut Jooheon. Menatap semua hyungnya.

"Akan aku ceritakan hyung. Sebenarnya…. Changkyun menderita trauma yang parah, sangat parah dia takut terhadap teriakan keras dan silaunya lampu yang menyorot. Dia akan terkena panicattack, jika ia merasa gugup ataupun berada dibawah tekanan. Panicattacknya akan memicu hilangnya suara untuk sementara dan dia tak akan merespon. Dia juga kehilangan suaranya hingga ia berumur 16 tahun. 6 tahun hyung dia tak dapat berbicara karena tak ada yang menolong saat panicattack menyerangnya. Dia juga tak akan mengenal kita. Dan berakhir dengan hilangnya kesadaran. Jika sudah begitu, dia akan ketakutan saat bangun nanti."

Semua shock mendengar semuanya. Kenapa mereka tak tahu ? kita sudah bersama hampir 5 bulan. Dan sama sekali tak tahu.

"Jika terus menerus seperti ini hyung, dia akan kehilangan suaranya secara permanen. Cepat atau lambat"

Kata terakhir Jooheon bagaikan petir disiang bolong. Bagaimana bisa ? mereka baru saja debut, mendapat fakta bahwa anggota mereka punya trauma parah. Sungguh, membuat mereka miris.

"Kenapa kau bisa tau Jooheon-ah ? dan kenapa dia bisa punya trauma ? Apakah dia punya kenangan buruk ?" Minhyuk yang sedari tadi diam, angkat bicara. Dia harus mengklarifikasi sesuatu

"Aku yang menyelamatkannya hyung. Bukan .. Appa ku yang menyelamatkannya. Appaku menemukannya di pelelangan anak. Appaku dulunya adalah rekan bisnis appa Changkyun. Changkyun dijual oleh appanya sendiri, appanya tak ingin "

"Pelelangan ? Di jual ? Ya Tuhan … " Kihyun menutup mulutnya, sungguh tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Bagaimana bisa seorang ayah menjual anaknya. Sungguh ayah yang biadab.

"Aku juga tak tahu persis ceritanya hyung. Saat itu appa membawa Changkyun dalam keadaan yang mengenaskan. Tubuh terantai mulai dari leher, tangan sampai kaki. Pandangan kosong. Dan darah dimana-mana. Dia hanya tertutup jas putih milik appa, darah nya telihat dari jas appa hyung. Aku bergidik ngeri saat itu hyung. Hanya satu kata yang terlintas. Mengenaskan"

"Bagimana bisa dia ada di tempat pelelangan anak Jooheon-ah. Setauku dia dititipkan ke rumah halmoeninya ? Bagaimana ia …. Bagaimana bisaa …" Pertanyaan beruntun dari Minhyuk membuat Jooheon menatap bingung dan kaget kearahnya.

"Hyung … kenapa kau …."

.

.

.

.

Apa hubungannya Changkyun dan Minhyuk ? dan setelah semua terungkap, apakah yang akan dilakukan member yang lain ?

TBC

Haloooo ….

Selamat malam… Aima Comeback :D

Maafkan akan ketelatan aima buat publish, Kan ceritanya aima pulang kampung. Jadi gak bisa ngeupdate. Dan di rumah sibuknya minta ampun buat persiapan Hari Raya Idul Fitri .

Chapter ini, aima tambah ceritanya … udah panjang belum ? udah 1k lebih … haha

Sebenarnya ini buat 2 chapter, tapi aima buat jadi 1 … sebgai permintaan maaf aima karena telatnya.

DAN SEMOGA CERITA NYA NGENA :D

Oh iya … gak bakal lupa buat ngucapin makasih buat ynag udah review. Big thanks for :

#RIN

Yang selalu pm aima … wkkwkwkw :D

Jangan males-males buat review ya reader :D sungguh yang aima tunggu Cuma REVIEW kalian semua. 3

Selamat malam.