MY LAST RAP

Part 4

Cast :

Monsta X Member

Lim Chang Kyun (I.M)

Lee Min Hyuk

Lee Joo Heon

Chae Hyung Won

Yoo Ki Hyun

Shin Ho Seok (Wonho)

Son Hyun Woo (Shownu)

Rated : T

Preview

"Bagaimana bisa dia ada di tempat pelelangan anak Jooheon-ah. Setauku dia dititipkan ke rumah halmoeninya ? Bagaimana ia …. Bagaimana bisaa …" Pertanyaan beruntun dari Minhyuk membuat Jooheon menatap bingung dan kaget kearahnya.

"Hyung … kenapa kau …."

Selanjutnya

"Hyung…. Kenapa kau ? Apa maksudmu ?" Jooheon berdiri tak percaya menatap Minhyuk yang hanya menatap penuh harap kearahnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa semua menjadi rumit ?" Wonho berbicara sambil mengusap kasar wajahnya. Kenapa mesti mereka yang mengalami ini.

Flashback 9 tahun yang lalu

Malam ini hujan deras mengguyur kota, dapat Jooheon lihat kilatan petir yang sesaat seperti membutakan penglihatannya. Dari kamarnya yang berada di lantai 2, sebuah mobil berhenti di depan rumahnya.

"Nugu ?"

Tak berapa lama seorang keluar dari balik pintu kemudi, orang itu membukakan pintu belakang bagian penumpang. Dapat ia lihat sang appa keluar. Mengangkat sebuah bungkusan kain hitam. Jas sang appa. Jooheon langsung berlari turun menemui sang appa. Membukakan pintu.

"Appaaaaa ….. nugu ? " Jooheon menatap ngeri kearah appanya. Bagaimana tak merasa ngeri jika seorang anak berusia 12 tahun melihat gundukan kain yang berhiaskan darah diman-mana. Wajah appanya terlihat panic. Apakah appanya telah membunuh orang dan membawanya kerumah untuk menghilangkan barang bukti ? pemikiran yang hiperbola bagi seorang bocah seusianya.

"Jooheonie … eomma eodisseo ? tolong cepat panggil eomma sekarang. Dan tolong bawakan kotak obat ne ?" Sang appa membaringkan tubuh yang tertutup jas itu ke sofa dengan perlahan. Jooheon mengangguk dan mulai berlari. Dia harus cepat, appanya panic sekarang.

"Yeobo ? " Panggilan sang eomma mengalihkan tatapan miris sang appa dari bungkusan jas itu.

"Lihat, apa yang aku bawa." Sang appa membuka jas yang menutup daerah kepala sampai wajah. Ibunya shock. Menutup mulutnya dengan kedua tanggannya. Tak mampu ia melihat pemandangan mengenaskan itu. Baju terkoyak penuh darah dan rantai yang melingkari tubuh ringkih itu mulai dari leher menyambung ke tangan dan kaki.

"YA TUHAN … ! Anak siapa ini yeobo ? kenapa bisa seperti ini? kejam sungguh kejam orang yang melakukan ini". Sang appa hanya member syarat –akan aku ceritkan nanti-, istrinya hanya mengangguk mengerti , Jooheon datang membawa kotak obat dan baskom serta handuk. Dia menyerahkan kepada appanya.

"Appa ? Apakah dia mati ? Kenapa sama sekali tak bergerak ?" Jooheon yang berdiri disamping sang appa menunjuk kearah (yang ternyata) seorang anak yang diam tak bergerak. Sang eomma hanya sibuk mengobati luka menganga yang berada di sekujur tubuh anak itu. Sedangkan sang appa yang sedari tadi mencoba mematahkan rantai yang melilit, menatap lembut kearah Jooheo. Lalu melanjutkan kegiatannya

"Jooheonnie, mulai sekarang appa memiliki tugas untukmu. Kau harus berjanji pada appa mulai sekarang sampai selamanya. Kau harus berjanji bahwa kau akan menjaganya, apapun yang terjadi padanya. Jangan sampai ia terluka. Anggap dia sebagai keluarga, karena mulai sekarang, dia adalah dongsaengmu. Arrachi ?". Crack …. Rantai itu terlepas. Sang appa yang telah fokus kearah Jooheon, menatap penih harap padanya.

"Kenapa harus aku appa ? Dan juga, aku tak mengenalnya sama sekali. Bagaimana bisa dia menjadi dongsaengku ?"

"Appa mohon Jooheonnie eoh ? Untuk sementara appa hanya meminta itu saja darimu. Tolong bantu appa, oke ?. Dia sudah appa anggap sebagai anak appa sendiri. Dan ini merupakan permintaan yang menjadi yang terakhir teman appa."

Jooheon yang tak bisa untuk tak meng'iya'kan keinginan sang appa hanya bisa mengangguk. Semoga dia mengambil keputusan yang benar.

6 Bulan Kemudian

Sudah 6 bulan, Changkyun tinggal dikediaman keluarga Lee. Iya… nama anak itu adalah Changkyun. Dan sudah 2 bulan ini dia secara sah menjadi anggota keluarga Lee. Tapi sang kepala keluarga, tak akan mengubah nama depan maupun belakang Changkyun. Itu adalah hak dan identitasnya, begitulah jawaban jika ditanya kenapa dia tak mau memaksa untuk mengubah nama "anaknya" secara legal. Sedangkan Changkyun sendiri, setelah sadar dari "tidur panjangnya" selama hampir 1 bulan. Hal mengejutkan terjadi padanya. DIA TAK BISA BICARA. Dia hanya terdiam layaknya seorang patung. Namun wajahnya menampakkkan ketakutan yang parah. DIa tak mau didekati oleh orang. Dia akan berteriak tanpa suara dan menangis. Sang appa tanpa ba-bi-bu langsung memanggilkan dokter keluarga. Dan Changkyun divonis trauma dengan derajat yang terbilang parah ini dikarenakan perlakuan yang menyebabkan luka parah. Traumanya akan menimbulkan panicattack dan hilangnya suara. Satu-satunya jalan yaitu membuatnya tenang dengan memberikan obat penenang. Dan konsumsi jangka panjang obat penenang ini bisa menimbulakan kerusakan pita suara yang permanen. Dan itu sudah terjadi, memang belum sepenuhnya rusak. Tapi cukup untuk membuat Changkyun tak bisa berbicara. Dan itu akan butuh waktu berbulan-bulan bahkan tahunan untuk mengembalikan suaranya seperti semula. Butuh perhatian ekstra bagi keluarga Lee untuk mengembalikan Changkyun dan kehidupannya walaupun tak 100%

Sejak saat itulah, Jooheon mengerti maksud appanya. Kenapa dia harus menjaga Changkyun yang notabene telah menjadi dongsaengnya. Dan ia sudah berjanji. Ini janjinya sampai mati.

Flashback off

Jooheon POV

Saat menatap tak percaya dan penuh kebingungan kea rah Minhyuk hyung, pikiranku bernostalgia, bagaimana awal aku dan Changkyun bertemu. Aku tak bilang jika aku adalah hyung yang secara negara adalah sah. Mungkin nanti. Dan minhyuk hyung, apa hubungannya dengan dongsaengku ? Appa tak memberitahu jika Changkyun punya saudara ataupun kerabat. Siapa dia ?

"Hyung apa hubungan mu dengan Changkyun ? Apakah kau kenal Changkyun sebelumnya ?"

Minhyuk yang mendapat pertanyaan seperti itu tampak kebingungan dengan mata yang melebar, tak percaya perkataan spontannya akan meninmbulkan pertanyaan seperti itu.

"Ah …. Tidak, itu … ah…. Hanya menebak saja Jooheon-ah..dan namanya, sepertinya hyung pernah dengar haha ..XD" Minhyuk tertawa garing. Sedangkan yang lain hanya menggeleng melihat kelakuan Minhyuk. Ingat, dia bagaikan moodbooster di group, dia punya banyak energi positif.

Shownu yang sedari tadi hanya diam mendengarkan cerita Jooheon. Mulai menghela nafas dan mulai mengerti masalahnya "Baiklah, kita sudah tau masalah Changkyun. Sebisa mungkin kita meminimalisir traumanya kambuh. Kita tak bisa mengelak, ini sudah konsekuensi jika sudah terjun di dunia entertainment. Kita tak bisa menghindari bertemu dengan kerumunan fans. Mereka bagaikan jantung kita. Mengerti ?" Semuanya mengangguk.

"Terima kasih hyungdeul. Aku sangat berterima kasih pada kalian. Tolong, rahasiakan ini dari Changkyun. Biarkan dia berpikir jika hanya aku yang mengetahui masa lalunya. Kalian bersikaplah seperti biasanya saja."

"Serahkan pada kami saja Jooheon-ah, ini rahasia kita semua. Kita akan berusaha melindunginya" Kihyun bersemangat menjawabnya.

Jam telah menunjukkan pukul 20.00 waktu korea, mereka hanya berdiam diri di dorm. Manager sudah pergi jam 16.00 sore tadi. Mereka akhirnya tak jadi latihan, manager memberikan mereka istirahat sampai besok pagi. Dan acara promosi mereka harus batal untuk mala mini. Sedangkan dokter yang dipanggil oleh manager baru datang, dia bertanya apakah Changkyun diberikan suatu obat lewat suntikan ? karena dia melihat bekas suntikan di lengan Changkyun. Kihyun yang menemani sang dokter hanya mengangguk dan bilang jika itu adalah obat penenang. "Obat ini jangan terlalu sering digunakan, usahakan untuk menenangkannya tanpa menggunakan obat ini. Jika diteruskan, maka akan merusakkan pita suaranya cepat atau lambat. Karena ini merupakan obat penenang yang termasuk obat keras. Saya sudah memberikan cairan infus untuk membantu menyeimbangkan cairan elektrolit tubuhnya. Biarkan dia istirahat. Maka diaakan baik-baik saja. Jika dia nanti terbangun dan shock lagi. Suruh dia untuk mengkonsumsi obat ini. Jangan khawatir ini obat aman. Dan sudah saya resepkan. Tenanglah, dia baik-baik saja". Perkataan dokter terngiang di telinga Kihyun. Dia tak tau jika masalah ini akan terjadi seperti ini, dia merasa bertanggung jawab dengan member yang lain. Apalagi Changkyun yang notabene adalah maknae mereka.

Kihyun POV

Mulai sekarang aku akan melindungi Changkyun, dan menjaganya, seperti halnya Jooheon dan keluarganya. Sekarang giliranku dan yang lain yang telah mengetahui masa lalu Changkyun.

Kuberjalan pelan kearah kamar Changkyun, sambil membawa bubur jika nanti Changkyun bangun. Saat aku melewati ruang keluarga. Ku mendengar suara sesorang yang seperti sedang menelpon di beranda dorm. Tak dapat kudengar jelas dan tak tahu itu siapa, karena kaca jendela yang gelap dan malam. Dan hanya bebrapa kata saja yang dapat kudengar

Kihyun POV End

"Aku sudah menemukannya samchon"

.

.

.

Keadaan Changkyun sudah mulai membaik, semua member telah mengetahui masa lalu Changkyun. Tapi tak semua. Tapi suara siapa itu ?

TBC

HALOOOOOOOOOO

AIMA COMEBACK !

AIMA MAU MENGUCAPKAN .. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI bagi readers yang merayakan

Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin :D

Maafkan yaaa segala kesalahan aima, sengaja maupun engga.

.

.

Semoga chapter ini memuaskan para readers semuaaa…. Maafkan yaa banyak misteri disini, karena aima pengenmemcahkan misteri sama kalian semua … wkwkwkwk #tabok

Oke abaikan …. Walaupun sebenarnya udah ketebak sih …. Wkkwkwkwk

Dan fic ini bakal jadi fic dengan (InsyaAllah) Lebih dari 10 Chapter…. :D jadi jangn bosen buat mantengin terus nih fic :D. Dan gak lupa buat minta maaf jika ada typooo …. Maklum yaahhh

R

E
V
I
E
W

Pleaseee …

Selamat malam :D