MY LAST RAP
Part 5
Cast :
Monsta X Member
Lim Chang Kyun (I.M)
Lee Min Hyuk
Lee Joo Heon
Chae Hyung Won
Yoo Ki Hyun
Shin Ho Seok (Wonho)
Son Hyun Woo (Shownu)
Rated : T
Preview
"Aku sudah menemukannya samchon"
.
.
.
Keadaan Changkyun sudah mulai membaik, semua member telah mengetahui masa lalu Changkyun. Tapi tak semua. Tapi suara siapa itu ?
Selanjutnya
Pagi menjelang di dorm Monsta X. Pagi ini kelihatan senggang, tidak ada aktivitas yang berarti padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi KST. Yang biasanya sang manager sudah "berteriak-teriak" membangunkan anak-anaknya, pagi ini tidak terjadi. Tapi tidak semua member bangun kesiangan, salah satu member yang diberi julukan "eomma" Monsta X, Kihyun nampak berjalan keluar dari kamarnya (kamar Changkyun). Iya, semalam dia tidur di kamar Changkyun, bilamana Changkyun mendapat "serangan" lagi ataupun terbangun tengah malam. Untungnya Changkyun tertidur dengan damai sampai dia keluar kamar. Tempat pertama yang dia tuju adalah dapur. Dia mulai memasak air, lalu setelah itu ke kamar mandi untuk memulai ritual paginya. Suara air mendidih mungkin membangunkan Wonho, dia langsung berlari kea rah air mendidih itu. Rasa mengantuknya hilang seketika. Dengan tanggap dia mematikan kompor dan berkacak pinggang. Tanda kesal
"Aishhhh …. Siapa yang meninggalkan air di atas kompor tanpa mematikannya ha…!?"
Kihyun yang mendengar itu langsung keluar dari kamar mandi dengan sikat gigi dan busa yang masih di mulutnya.
"Ah… Mianhae hyung, aku masih cuci muka dan gosok gigi. Ku kira akan efektif, sembari ku tinggal." Kihyun memamerkan sederetan gigi yang masih penuh busa. Wonho yang melihatnya hanya menggeleng. Kadang Kihyun memang kelewat aneh. Sifatnya kadang memang tak bisa ditebak. Sepertinya dia terkena virus Yesung Sunbae (Super Junior). Apakah semua yang punya suara indah, mempunyai sifat seperti ini?. Sungguh Wonho kadang tak habis pikir dengan main vocal satu ini.
"Aku ingin membuat bubur untuk Changkyun, hyung. DIa belum makan apapun dari siang kemarin. Aku tak mau dia sakit lagi hyung. Aku ingin melindunginya hyung, melindungi dongsaengku." Kihyun merasakan itu lagi. Rasa ingin melindungi.
Wonho yang mendengarnya hanya bisa tersenyum tipis. Dalam hati ia mengiyakan apa yang dikatakan oleh Kihyun.
"Cepat selesaikan itu. Aku akan membantumu membuat bubur dan makanan untuk yang lainnya."
Kihyun mengangguk dan kembali masuk ke kamar mandi. Menyelesaikan ritual paginya yang sempat tertunda. Wonho mulai memasak untuk member lainnya dan juga bubur untuk Changkyun.
Di kamar Changkyun.
Sedikit erangan keluar dari Changkyun, dia sedikit kesulitan untuk membuka mata. Erangannya membuat Jooheon yang memang tidur di lantai samping Changkyun membuka mata. Dia tidak bisa tidur denagn tenang jika keadaan adiknya seperti kemarin. Sesekali dia terbangun dan melihat keadaan Changkyun.
Jooheon langsung bangun dari posisi berbaringnya. Dia melihat Changkyun yang mencoba mengembalikan kesadarannya. Dia mengguncang sedikit tubuh Changkyun, mecoba membangunkannya.
"Changkyun-ah, bangunlah …. Hyung disini eoh ?". Dia mengusap Jooheon terlihat sedikit khawatir, karena hanya suara erangan yang keluar dari Changkyun. Sungguh dia merasa iba melihat adiknya terbaring lemah dengan selang infus menancap di lengannya. Wajahnya terlihat pucat, keringat terlihat keluar dari keningnya. Mengingatkan dia bagaimana keadaan Changkyun yang dulu. Dia tak mau melihat Changkyun dalam keadaan seperti ini.
Usaha yang dilakukan oleh Jooheon tidaklah sia-sia. Dia melihat Changkyun membuka mata. Bahagia … Pasti.
"Changkyun-ah, gwechanna ? Dimana yang sakit ? Katakanlah pada hyung …." Penuh harap, Jooheon sambil memegang tangan Changkyun dan mengusap tangan nya lembut, sedikit meremas. Memberitahu secara fisik jika ada dia disampingnya. Selau disampingnya. Membuka mata … dia melihat Changkyun membuka mata, redup.. dia melihat betapa redup nya mata adiknya itu. Seperti tidak ada cahaya kehidupan di dalamnya. Bagaikan masa lalu. Mata itu … mata bagaikan tak bernyawa.
Diam … changkyun hanya diam memandang langit" tempat tidur atasnya. Tanpa kedipan. TAKUT …. Bagaimana tak takut, bagaimana jika adiknya kembali ke masa terpuruk, jatuh dalam dunia tak berdasar.
"Changkyun-ah …. Kau mendengarku kan ? " sekali lagi Jooheon mencoba menyadarkan changkyun yang entah mendengarnya apa tidak. Jooheon bingung, apa yang harus dia lakukan untuk adiknya ? jika seperti ini terus, akan membahayakan adiknya. Dia ingin bertindak logis, tapi keadaan yang menuntutnya melakukan hal sedikit gila. Ingat ! "sedikit" gila. Ia yakin rasa sakit akan membawa adiknya kembali. Itu yang dia pikirkan.
Jooheon sedikit menekan jarum infuse yang menusuk lengan adiknya, sedikit keras. Terlihat darah mengalir di selang adiknya. Dia melihat lurus ke mata adiknya. TIDAK ADA RESPON, adiknya benar-benar tidak merespon tindakan Jooheon, berteriak saja dia tidak mau. Dia menekan lebih keras lagi.
BRAKKKKK ….
"APA YANG KAU LAKUKAN JOOHEON-AH!"
Tersentak, Jooheon merasakan dia terjatuh kebelakang, sakit saat kepalanya tidak sengaja terbentur tempat tidur di belakangnya. Terlihat kaki jenjang di depan matanya, dia tak berani menatap siapa pemilik kaki itu. Dia tak mau tahu. Nyalinya menciut tatkala menduga siapa pemilik sang kaki.
"KAU INGIN MEMBUNUHNYA HA? …. KAU GILA JOOHEON-AH !"
Jooheon diam … dia tahu dia salah, tapi apa salahnya jika dia ingin mengembalikan kesadaran adiknya itu. Dia kakaknya, dia berhak melakukan tindakan sebagai seorang hyung, seperti keadaannya saat ini. Dia bertanggung jawab pada kelangsungan hidup Changkyun. Dia hanya ingin adiknya kembali normal, dia hanya ingin itu … tapi kenapa ?
Jooheon merasa linglung seketika … takut merajai hatinya.
Apa yang telah aku lakukan .. Tuhan ?
.
Minhyuk POV
Aku mendengar ada yang berbicara di dalam kamar Changkyun, apakah dia sudah bangun ? Benarkah ?. terima kasih Tuhan. Aku masih menatap penuh bahagia pintu yang tertutup itu. Jika benar, sungguh aku bahagia.
"Changkyun-ah …. Kau mendengarku kan ? "
Suara Jooheon terdengar, aku yakin pasti Changkyun sudah sadar. Kubuka pintu secara perlahan, takut membuat kaget changkyun. Semakin kebuka, semakin jelas pemandangan didalam. SHOCK ! itu yang aku rasakan. Reflek aku membuka pintu dengan keras, mungkin membantingnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN JOOHEON-AH!"
Ku dorong tangan dan tubuhnya ke belakang. BODOH. Pikirku. Dia, Jooheon yang dia bilang jika dia hyungnya, menekan jarum infuse yang menusuk lengan Changkyun. Dia sudah gila …. Apa dia tidak lihat darah sudah mulai mengalir ke selang dan tangannya ? Gilaa .. ini sungguh gila. Dia benar-benar ingin membunuh adiknya.
"KAU INGIN MEMBUNUHNYA HA? …. KAU GILA JOOHEON-AH !"
Ku tatap garang kearahnya, berdiri dengan angkuhnya. Kulihat dia hanya menunduk, tak berani menatap mataku. Bagaimana bisa aku membiarkan seseorang yang berharga bagiku mati. Bisa-bisanya dia ingin membunuhnya.
"Aaaa … itu … anu hyung … aku … hanya.. hanya.. ingin chagkyun bangun .. hyu..hyung …" lirih dia berkata masih tanpa melihatku.
Aku serasa ingin memukulnya. Memukul kepala yang mungkin tertinggal di suatu tempat. Tanganku melayang, hanya melayang tidak sampai mengenainya. Tanganku jatuh, hanya mengepal erat disamping tubuhku. Tak kuat menahan amarah, akhirnya aku jatuh terduduk.
"JIKA KAU INGIN MEMBUNUHNYA, BUNUH DIA SEKARANG JOOHEON-AH! BUNUH DIA SEKARANG! Kenapa kau melakukan ini Jooheon-ah, kenapa dengan dirimu ? HAH ? JAWAB AKU JOOHEON-AH ?"
Aku mencengkeram erat kerah kaosnya, aku berteriak. Aku sudah tak bisa berfikir jernih. Aku ingin memaafkannya. Tapi, saat aku lihat mata kosong Changkyun membuatku sakit.
Nyutttt … seketika hatiku nyeri melihat wajah orang yang kusayangi tanpa ekspresi seperti itu. Darah masih terus mengalir di lengannya, darah itu. Darah orang yang kucari selama ini, terbuang sia-sia. Darahku serasa mendidih kembali.
PRANG … ku mendengar suara piring atau mangkuk jatuh, entahlah. Aku tak perduli. Tanganku terkepal kembali, melayang diudara. Ku gerakkan tangaku sekuat tenaga. Kukerahkan tenagaku mengarah kerahnya. Tiba-tiba tangaku dicekal. Digenggam erat seseorang, kulihat orang itu. Shownu hyung. Ada Kihyun dan Wonho berada disamping Changkyun dengan ekspresi panic. Sedangkan Hyungwoon terlihat sedang menghubungi seseorang.
Minhyuk POV End
Suasana di kamar Changkyun sungguh ricuh. Hawa panas penuh emosi memenuhi kamar itu. Terlihat Kihyun dan Wonho panic melihat keadaan Changkyun saat mereka mendengar keributan di kamar changkyun terbaring. Mereka melihat mata Changkyun yang terbuka tanpa ekspresi dan darah yang terus mengalir di lengan dan infuse Changkyun.
"Hyungwon-ah cepat hubungi uisa dan manager hyung. Kumohon cepatlah Hyungwon-ah … Changkyun gawat. Dia .. dia .. dia berdarah sangat banyak" menangis, kihyun menanagis dengan keras. Melupakan orang yang mungkin masih berseteru di sampingnya.
Hyungwoon mengannguk cepat, meraih handphonenya dan mendial nomor uisa dan manager hyung mereka.
Wonho masih mencoba mengembalikan kesadaran changkyun. Changkyun terlihat bagaikan patung, dia sama sekali tidak merespon rasa sakit dari darah yang mengalir menyusuri lengannya. Apa yang sebenarnya mereka lakukan pada Changkyun hingga seperti ini. Dia tidak tahu inti permasalahn mereka berdua, bagaimana changkyun bisa berakhir seperti ini, bagaimana mereka berakhir hampir baku hantam ? sungguh dia tidak mengerti apa yang harus ia lakukan ? tiba-tiba otaknya terasa tumpul. Yang dia sadari sekarang, dia harus membuat Changkyun bangun. Dia melihat kearah Chankyun, menutup. Mata Changkyun tertutup (lagi). JANGAN !
"Kita bawa Changkyun ke rumah sakit sekarang, tidak ada waktu untuk menunggu uisa datang. Shownu hyung, biarkan mereka berdua. Kita kerumah sakit sekarang. PALLIWAAAA !"
Shownu yang mendengar itu segera mengirimkan deathglare kearah kedua dongsaengnya . Lanjutkan perkelahian kalian jika berani. Mereka berdua (Jooheon dan Minhyuk) terduduk lemas. Menatap sedikit takut kearah Shownu. Shownu yang mendengar perintah Wonho langsung mendekat kearahnya.
Wonho memegang cairan infuse terlebih dahulu, sedangkan Shownu sedikit merendahkan tubuhnya berbisisk pelan. Changkyun-ah, hyung mohon kembalilah bersama kami. Jangan takut dongsaeng. Hyung akan melindungimu. Hyung janji. Sekarang kita kerumah sakit. Oke ?.Sambil megusap pelan rambut Changkyun. Setetes airmata keluar dari mata Chankyun. Shownu terkesiap, langsung saja Shownu menyusupkan tangan kanannya di bawah tengkuk Changkyun dan tangan satunya di bawah lututnya. Posisi ini diarasanya lebih aman dan nyaman untuk Changkyun. Dia harus cepat. Dengan sekali angkat, dia mengangkat tubuh ringan Changkyun ke atas lengannya. Mengangguk kearah wonho, mereka berjalan meninggalkan kamar itu. Kihyun segera mengikuti mereka bertiga.
Hyungwon mengalihkan fokusnya dari handphone yang dia pegang. Menatap tajam kearah dua member groupnya.
"Kuharap kalian menyesali perbuatan kalian. Ingat, Changkyun seperti ini semua karena kalian. Kontrol emosi kalian, setelah itu pergilah kerumah sakit. Nanti aku akan mengabari kalian, diamana rumah sakitnya. Untuk saat ini, renungkanlah perbuatan kalian. Aku pergi"
Hyungwoon berjalan cepat menyusul member yang lain.
BRAK ….
Pintu dorm tertutup, kesunyian melingkupi mereka berdua.
.
Di Basement
Kihyun membuka van yang akan mengantar mereka kerumah sakit. Manager hyung sudah siap di kursi pengemudi. Kihyun masuk terlebih dahulu, menerima tubuh Changkyun dari Shownu. Menyamankan posisi Changkyun, melandaikan kursi sampingnya, shownu masuk setelahnya. Infuse mereka gantungkan pada pegangan diatap dalam van. Wonho masuk setelahnya.
"Hyungwon-ah … cepatlah!" Wonho melihat hyungwoon membawa slayer ditanganya.
"Tutup lukanya hyung." Singkat, Wonho mengangguk. Melilitkan di sekitar lengan Changkyun yang masih mengeluarkan darah. Hyungwoon mengambil posisi di depan samping manager.
Van itu melaju menuju rumah sakit.
.
Di sebuah mobil..
"Sudah aku temukan, terimakasih informasinya. Kau memang sangat berguna" ….
.
.
.
TBC
.
Hai … Haiii
AIMA KIM Comeback… maafkan yaa XD author kemarin lagi semi-hiatus .. wkwkwk
Tugas kuliah dan organisasi menumpuk. Maklum orang penting … wkwkwk PLAK (MAAF XD XD)
Author mau minta maaf, malu sih sebenernya, masalah FF ini mau berapa Chapter … Itu AUTHOR SALAH NULIS (TYPO) buat chapternya author engga bisa janji berapa. Karena author masih mood-mood-an berapa chapternya. Pokok seselesainya cerita Changkyunnya :D
Trimaksih buat selalu nunggu. Ini author bikin panjang sebagai tanda permintaan maaf author. Semoga suka dan gak capek baca soalnya hampir 1.83k WOW (panjang kan ya ?)
Jangan lupa left Comment yaaa … Follow dan +Favorite buat FIc ini
Salam AIMA KIM :D
