MY LAST RAP
Part 6
Cast :
Monsta X Member
Lim Chang Kyun (I.M)
Lee Min Hyuk
Lee Joo Heon
Chae Hyung Won
Yoo Ki Hyun
Shin Ho Seok (Wonho)
Son Hyun Woo (Shownu)
Rated : T
Preview
Tunggu aku Changkyunie, tak akan aku biarkan kau lari lagi. Kau akan menebus pelarianmu 9 tahun ini. HAHAHA…
.
.
Selanjutnya
Star Company, New York
Suara langkah kaki hak tinggi menggema di sepanjang koridor Star Company pagi itu. Seorang perempuan terlihat sedikit berlari kearah salah satu rungan yang paling besar di lantai itu. Sedikit mempercepat langkahnya. Dan membuka pintu itu dengan keras
BRAKKKK
"Nyonya ! Gawat ! Nyoya !" tak ada orang. Eh ? dimana atasannya.
"Ada apa Sekretaris Jang ? Kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu lebih dahulu ha ?" Seorang perempuan keluar dari balik rak buku yang menjulang tinggi sampai kea tap ruangannya. Ruangan rahasia ternyata.
"Maafkan saya nyonya, sungguh maafkan saya." Sang sekertaris membungkuk dalam, meminta maaf atas ketidaksopanannya
"Lupakan. Ada apa kau mencariku. Jika bukan masalah "dia" aku tak mau mendengarnya"
"GAWAT NYONYAAAAAA ….! Ini tentang Tuan Besar Kim Jong Yoon sekarang sudah sampai di Korea. Menurut bawahan mereka yang kita tangkap sesaat mobil milik Tuan Besar pergi, dia mengatakan jika beliau ingin mengambil "miliknya", dan saat kami menggeledah dia, kami menemukan foto ini" sang sekertaris menunjukkan sebuah foto, foto yang sangat dia kenal.
"I… in…. ini ?" Foto itu, foto orang yang selama ini diam-diam ia lindungi dan dalam pencarian. Dan suami nya juga mau menangkapnya. Apakah ini waktunya ? sungguh dia sama sekali tidak menduga, jika hari itu akan datang pada hari ini.
"Iya Nyonya, foto Changkyun Doryeonnim. Tuan Besar akan mengambil Changkyun Doryeonnim dengan tangannya sendiri. Apa yang harus kita lakukan Nyonya ? Bisa bahaya jika kita membiarkannya."
"Kenapaa ? Kenapa, dia bertindak sejauh ini ? apakah dia akan membunuh anakku Sekertaris Jang ?" Dapat dilihat oleh nya, sang Nyonya yang biasanya anggun dan terlihat sedikit menakutkan namun tegas ketara sekali jika dia sedikit shock dengan situasi ini. Diapun juga bingung.
"Nyonyaa ! Apa yang harus kita lakukan ? berikan perintah Nyonya… jika tidak …"
"DIAMLAH SEBENTAR SEKERTARIS JANG !" sang sekertaris merasa sedikit terkejut saat perkataannya terpotong oleh bentakan sang Nyonya. Wajar, dia juga merasa bersalah. Wajah pimpinannya sudah tidak seterkejut seperti bebrapa saat yang lalu. Sudah kembali kedirinya yang biasanya.
"Baik Nyonya, Maafkan saya"
"Panggil Kepala Lee katakan jika kita membutuhkan orang untuk pergi ke Korea, sebanyak mungkin. Dan bilang jika mungkin kita membutuhkan alat untuk menjatuhkan lawan. Dan segera hubungi kepala bodyguard kita yang ada di Korea. Segera perintahkan anak buahnya untuk mengawasi "suamiku tercinta". Tetap rahasia dan jangan sampai ketahuan. Dan kau Sekertaris Jang, segera siapkan pesawat ku. Kita ke Korea sekarang. Kita harus menyelamatkan anakku. Cepat Laksanakan!"
"Baik nyonya"
Jang Eun Sun segera berlari meninggalkan ruangan itu, segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh atasannya. Dia juga tau bagaimana rasanya jika dia di posisi itu. Dia harus rela menjadi istri dari seorang penjahat, untuk melindungi sang putra, dia berpura-puramenjadi "tawanan", menjadi "budak" agar bisa tetap bersama sang anak. Dan apa yang dia dapat, setelah dia dibawa ke tempat ini, ternyata sang anak dibawa kabur seseorang, dan beberapa hari kemudian , orang yang membawa anaknya ditemukan meninggal, dan keberadaan anaknya tidak diketahui sampai ada informasi beberapa bulan yang lalu Mendengar jika anaknya masih hidup, atasannya membuat sebuah kelompok untuk mencari keberadaan sang anak. Dengan masih berpura-pura menjadi ostri yang penurut. Tapi sebenarnya, dia adalah orang yang menakutkan tapi jauh dilubuk hatinya dia hanyalah seorang ibu yang ingin melindungi anaknya. Dan anak itu adalah Im Changkyun yang sudah berubah menjadi Lee Changkyun. Dan ibu yang mencari memang ibu kandungnya Lee Soo Ram. Dan Lee Soo Ram hanya hidup untuk Im Changkyun, dan Lee Soo Ram bertahan hanya untuk membalas dendam. Dan Jang Eun Sun ada untuk selalu mendampingi Lee Soo Ram untuk mencapai tunjuannya, karena dia tahu awal mula semua ini terjadi. Dan sangat amat tahu bagaimana penderitaan seorang Lee Soo Ram.
"Tunggu kami Changkyun Doryeonnim. Kami akan menyelamatkan anda, dari Iblis itu".
.
.
Korea Selatan
Di sebuah mansion di pusat kota Seoul terlihat seorang pria yang keluar dari mobil mewah. Terlihat seorang pria berjas hitam keluar dari bagian pintu kemudi, dan berjalan kebelakang membukakan pintu bagian penumpang. Dengan setelan jas yang mahal, Kim Jong Yoon melangkah keluar dari mobil. Dan sesosok pria berlari menghampiri.
"Sudah kau temukan ?"
" Sudah tuan, dia sekarang dirawat di RS International Seoul. Dan saya sudah menyiapkan orang untuk membawanya sesuai perintah anda"
"Bagus. Ambil dia selagi ada kesempatan, dia pasti tak berdaya sekarang. Akan semakin mudah mengambilnya. Jangan sampai meninggalkan jejak. Semuanya harus rapi. Ingat ! Lebih cepat, lebih baik, mengerti ? "
"Baik Tuan"
"Pergilah"
Aku akan menang, aku akan mengambil anak itu. Hahaha
Senyum licik terpancar jelas dari seringaian seorang Kim Jong Yoon. Semoga kau tidak lupa dengan ku Lee Changkyun .. ah bukan Im Changkyun.
Dan menghilang ke balik pintu jati besar yang kokoh menjulang.
.
9 tahun yang lalu
Dermaga
"Cepat bawa anak itu, dan buang mayat itu ke laut". Dan orang itu meninggalkan Changkyun dan ayahnya berjalan dengan angkuh ke kapal dibelakangnya.
Changkyun yang masih shock tak dapat bergerak, dia kaku. Dia masih kecil dia belum tahu apa itu "mati". Ayahnya, orangtua satu-satunya di dunia ini tergeletak kaku tak bergerak. Bersimbah darah. Shock . Pasti. Dia ingin lari, insting mengatakan jika dia harus lari, menjauh dari orang-orang ini. Tapi tak bisa, dia ingin bersama ayahnya. Kakinya lemas terduduk. Changkyun melihat tanggannya yang tadi memeluk sang ayah berlumur dengan darah sang ayah. TIDAK ! AYAHNYA ….
"App…paa…. Ap… app … Appa … TIDAKK ! TIDAKKKKK … APPPAAAAAA !" tangan kecil Changkyun mengguncang tangan sang ayah … masih diamm … dia terus meraung dan menangis, dia ingin ayahnya bangun dan memeluknya seperti tadi.
"Laaa…lari, lariii Chang-.. Changyunnie.. larilah .. pergiii" ayahnya menyuruhnya untuk lari … dan setelah itu mata itu, tertutup. Nafas terakhir telah di ambil dari tubuhnya. Tubuh ayahnya
"Appa … APPAAAAAA!"
Sepasang lengan besar menarik tubuhnya menjauh dari sang ayah.
"DIAM KAU BOCAH !"
"LEPASKAN ! APPAA … TIDAK, TIDAKKK APPA, TOLONG KYUNNIE APPAAA .. APPPAAA BANGUN APAAA !"
"Ayahmu sudah mati bocah ! Hahaha"
Tubuh mungil Changkyun dibawa paksa ke dalam kapal, dia masih berusaha melepaskan diri. Ingin ke tempat apanya berada. Dia melihat tubuh ayahnya dimasukkan kedalam sebuah karung besar. Appanya … orangtuanya. Orang-orang berjas dan berkacamata hitam itu mengangkat karung itu. Dan mereka berjalan ke tepi dermaga. Ke laut.
"BERISIK ! BERI DIA SUNTIKAN ITU !"
"AP..APPA? Tapi tuan itu obat untuk … "
"BERANI KAU MEMBANTAHKU HA ?!, Apa kau ingin berakhir seperti dia ?" dia menujuk ke arah mayat yang mereka tembak tadi.
Salah seorang pria berjas hitam menghampirinya dan membisikkan sesuatu. Memberi isyarat untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh tuan mereka. Dan mengeluarkan sebuah suntikan dari balik jasnya.
"Cepat lakukan saja apa kata tuan. Ini"
Dan suntikan itu menembus kulit leher Changkyun. Changkyun masih menatap mayat ayahnya. Dan setelah itu anak itu diam tak begerak
Appa … kyunnie disuntik appa. Sakit nya sedikit appa. Seperti kata appa. Seperti digigit semut. Appa, jangan lupa jemput kyunnie ya kalau appa sudah bangun. Kyunni…e a..kan.. me..menungg..u .. app..a.
Badannya jatuh lemas di lengan pria itu dan semuanya gelap. Changkyun tak tahu mau dibawa kemana dan juga dia tak tahu bagaimana nasibnya kini dan nanti
.
Jeju-do, South Korea
"Apa yang akan kita lakukan pada anak ini tuan ?" tanya salah seorang pria berjas hitam, orang itu bernama Lee Dong Jun. Tangan ke 3 Kim Jong Yoon, salah satu dari lima orang kepercayaannya dengan masih menggendong Changkyun di lengannya.
"Bawa dia keruangan bawah tanah, kita buat dia mengaku. Pasti appanya menyimpan rahasiadi dalam anak ini. Dan buat dia mengaku. Jika dia berontak, kasih suntikan itu. Kita lihat apakah obat yang kita kembangkan berhasil. Lumayan, kita tidak harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membayar penelitian dan bahan percobaan. Anggap saja kita sedang menghemat biaya. Haha"
"Baik tuan."
Dan orang kepercayaannya itu pergi membawa Changkyun meninggalkan ruangan dan menuju ke ruangan bawah tanah yayng lumayan gelap dan pengap. Di tempat itu sebenarnya adalah tempat dimana orang-orang yang membangkang, penghianat dan orang –orang yang dianggap musuh, mereka akan dibunuh dan disiksa di ruangan ini. Banyak yang bilang jika ruangan ini adalah ruangan pesakitan. Dan dia sungguh tak tega, harus meninggalkan anak ini di tempat seperti ini. Tapi apalah daya, dia hanya harus melakukan apa yang atasannya perintahkan. Tapi hanya untuk saat ini. Dia harus bertahan.
.
.
Flashback End
.
November 2015
Rumah Sakit International Seoul.
Di dalam kamar inap Changkyun, terlihat Changkyun masih dalam kondisi tergeletak lemah di atas kasur, 20 menit yang lalu, dia baru saja dipindahkan ke ruangan ini. Wonho duduk di sofa menghadap kea rah kasur Changkyun, sedangkan Kihyun duduk di samping tempat tidur member termuda mereka. mereka hanya diam sejak masuk ke tempat ini. Mereka larut dalam fikiran masing-masing, mungkin sedang memikirkan bagaimana nasib member mereka ini. Keadaan sama sekali tak berubah sejak kemarin, malah semakin memburuk. Dan yang paling buruk adalah saat Changkyun harus menginap di Rumah Sakit bodoh ini. Wonho berinisiatif untuk memecah keheningan di ruangan itu.
"Ngggg … ne, Kihyun-ah.. Aku akan memberi kabar ke dorm. Jika kita kemungkinan akan menginap disini. Dan mungkin dua orang bodoh itu sudah merenungi perbuatan mereka. dan juga" Wonho berdiri, tanpa menunggu jawaban dari Kihyun, dia berjalan menuju ke pintu. Tapi belum sampai mencapai pintu dia berhenti.
"Dan aku akan membeli makanan di cafeteria rumah sakit, kau ingin aku belikan sesuatu Kihyun-ah?"
Kihyun sekilas menatap hyungnya. "Kopi saja hyung" Dan kembali fokus ke Changkyun. Wonho mengangguk. Saat akan membuka pintu, pintu itu duluan terbuka dari luar, sedikit keras. Wonho terkejut dan mundur beberapa langkah. Sosok Hyungwoon. SHOCK ! ! AH …..! Mereka lupa dengannya.
"Hyung, aku membawa maka- eh ?" Hyungwoon bingung melihat kedua hyungnya menatap kaget padanya. Kenapa ?
"AH ….. HAHAHAHA …. Kau mengagetkan ku Hyungwon-ah … kemana saja kau ?" Wonho tertawa garing, sungguh dia benar-benar lupa eksistensi Hyungwoon, dia terlalu panic tadi.
"Ah … tadi aku ke kafetaria, membeli makanan untuk kalian. Dan aku sudah menghubungi Minhyuk hyung dan Jooheon untuk segera datang kesini." Hyungwoon meletakkan kantong berisi makanan di meja depan sofa. dan dia duduk sambil menyenderkan punggungya. Menutup mata sejenak lumayan lelah, padahal hari masih pagi. Bagaimana tidak lelah, jika pagi-pagi dia sudah mendapatakan panic attack gara-gara member termuda mereka. Hyungwoon membuka mata saat merasa ada seseorang, mungkin Woonho yang duduk di sampingnya.
"Bagaimana keadaanya hyung ?" Hyunwoon angkat bicara.
"Tidak apa-apa, dokter akan mengawasinya sampai besok. Jika keadaanya membaik, maka dia boleh pulang besok. Dan dia harus menginap malam ini. dan kemungkinan kita akan menginap disini"
"Ehm" Hyungwoon mengangguk. Dia tau situasinya sekarang, dan bersyukur keadaannya tak mengancam nyawanya.
"Hyungwoon-ah, apa kau melihat manager hyung ?"
"Ah, aku melihatnya, dia sedang berbicara dengan Shownu hyung di cafeteria. Saat aku mendekat ke mereka, mereka malah mengusirku hyung. Dan menyuruhku untuk mebawakan makanan untuk kalian kemari. Sepertinya mereka punya pembicaraan yang penting hyung, sampai-sampai aku seperti tidak boleh mendengarnya" Hyungwoon merasa ada yang disembunyikan oleh leader dan manager nya dan dia sangat penasaran. Apa yang mereka sembunyikan.
Pintu kamar rawat terbuka, manager dan Shownu masuk. Shownu terlihat memandang sekeliling dan menghela nafas dan terlihat sedikit menahan emosi. Dia berjalan ke samping tempat tidur Changkyun, duduk di samping kaki sang maknae. Tanpa bicara dia menepuk pelan kaki yang terbungkus selimut putih khas rumah sakit.
"Ehem …." Sang manager berdehem mencoba menarik perhatian mereka. setelah tatapan mereka semua sudah terfokus padanya, kecuali Shownu, dia mulai mengeluarkan suara.
"Siang sampai malam nanti, kalian ada jadwal perform di sua stasiun TV. Ingat, kalian baru saja debut. Jadi mau tak mau, suka tak suka atau rela tak rela kalian harus melakukannya. Dan tanpa ada bantahan. Soal penampilan Changkyun, bisa kalian handle kan ? dan untuk part Changkyun, akan diambil alih oleh Jooheon. Mengerti ?"
"Tapi manager hyung sia-" belum sempat Wonho menyelesaikan ucapannya, sang manager langsung memotong, sepertinya dia sudah tau apa yang akan dikatakan oleh anak asuhnya itu.
"Akan ada staff dari management yang akan menjaganya. Jadi kalian fokus saja dengan penampilan kalian. Setelah perform, kalian aku izinkan untuk menemani Changkyun sampai besok pagi. "
Mereka semua mengangguk
"Jadi sekarang cepat habiskan makanan kalian dan nanti pulang bersamaku ke dorm, bersihkan diri kalian dan bersiap-siaplah. Minhyuk dan Jooheon sudah aku hubungi lagi untuk tak datang kesini. Mereka sedang bersiap-siap di dorm. Staff management akan kesini sebentar lagi, jika dia sudah datang. Maka kalian harus pulang. Mengerti ?" setelah mendapar respon hanya anggukan atau sekedar helaan nafas Dan sang manager keluar dari kamar rawat itu. Dan duduk di kursi tunggu di depan kamar.
30 menit kemudian, staff dari management mereka datang. Sesuai kesepakatan, mereka harus pulang ke dorm, meninggalkan maknae mereka. ada rasa tak rela harus meninggalkannya, disaat mereka belum melihat Changkyun membuka mata. Tapi mereka terikat kontrak, mereka harus professional, ini adalah konsekuensi dari pekerjaan. Mengesampingkan hal pribadi dan mengutamakan pekerjaan. Mindset itu seperti telah terpaku di kepala mereka. walaupun, kadang suara hati lebih menguasai.
.
.
Jam menunjukkan pukul 23.00 KST, member Monsta X baru saja menyelesaikan jadwal terakhir mereka untuk hari ini. Mereka tak menyangka akan bekerja sampai larut seperti ini. Tapi ada rasa bahagia, dapat melihat sorakan yang hanya ditujukan kepada mereka dan penampilan mereka sempurna, walaupun sedikit sedih tidak ada Changkyun. Mereka berlari ke belakang stage menuju ruangan mereka. Setelah membereskan barang-barang mereka, mereka segera pergi meninggalkan ruangan tersebut, sambil mengucapkan terimakasih kepada setiap staff yang mereka temui. Mereka akan pergi ke rumah sakit.
Di depan gedung, van mereka terpakir siap untuk ditumpangi. Sang manager sudah duduk tenang di bagian supir. Saat pintu van terbuka, mereka masuk satu persatu.
"Kita ke rumah sakit sekarang" manager segera melajukan vannya ke Seoul International Hospital.
Keadaan van yang cukup sunyi terpecah oleh suara dering handphone milik manager. Dengan satu tangan, dia mengambil handphone nya yang diletakkan di dash board, dan menjawab panggilan tersebut.
"Yeoboseyo ? ….. APAAA !?"
Mobil van itu berhenti mendadak, membuat para member yang mungkin akan memasuki dunia mimpi terkejut dan mungkin akan menabrak bangku di depannya jika saja mereka tak menggunakan sabuk pengaman.
"HYUNG ! APA YANG KAU LAKUKAN" Shownu yang sejak tadi pagi memang sedikit marah dengan manager hyungnya itu berteriak spontan. Bagaimana tidak, jika nyawanya hampir diambil oleh tindakan bodoh dan bahaya managenya ?buakan hanya dia seorang, tapi nyawa membernya
"BA… BAAA … BAGAIMANA BISA !? TIDAK MUNGKIN ! …. TUNGGU AKU ! AKU KESANA SEKARANG!"
Tanpa menjawab Shownu sang manager langsung tancap gas lagi, setelah meletakkan dengan kasar (baca : membuang) handphone ke dashboard di depannya. Dia mengendarai van itu diatas kecepatan rata-rata, beruntunglah jalanan sepi.
"Hyung, ada apa ini ?" Wonho yang duduk disamping sang manager mencoba bertanya dengan halus.
Tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan sang manager menjawab dengan suara yang sedikit tinggi.
"CHANGKYUN MENGHILANG"
Perkataan yang terlontar dari mulut manager mereka, membuat mereka seketika membeku .
Apalagi ini Tuhan ?
.
.
TBC
Hai-hai … AIMA COMEBACK
Semoga suka dengan Chap ini dan tidak mengecewakan.
dan maafkan jika banyak Typoo ... maklum, manusia tempatnya salah. XD
dan juga Maafkan yaaaa yang nunggu lama, soalnya banyak TUGAS KULIAH :( dan berat (#Curhat)
dan sebagai permintaan maaf AIMA, maka chap ini aima buat lenght nya lebih dari 2K. (YAYYYAAA)
.
Jangan Lupa + Favorite +Follow, buat dapat notif tiap kali FF ini publish.
jangan lupa juga buat selalu Review, karena review dari kalian sangat memotivasi AIMA buat giat ngelanjutin nih FF.
Sampai jumpa di Chap selanjutnya.
Regard,
AIMA KIM 3
