MY LAST RAP
Part 7
Cast :
Monsta X Member
Lim Chang Kyun (I.M)
Lee Min Hyuk
Lee Joo Heon
Chae Hyung Won
Yoo Ki Hyun
Shin Ho Seok (Wonho)
Son Hyun Woo (Shownu)
Rated : T
Preview
"CHANGKYUN MENGHILANG"
Perkataan yang terlontar dari mulut manager mereka, membuat mereka seketika membeku .
Apalagi ini Tuhan ?
.
.
Selanjutnya
Sebuah van melaju dengan cepat memecah gelapnya jalanan yang terlihat lenggang di tengah malam seperti ini. Manager yang mengemudikan van tersebut merasa sedikit bersyukur tidak terlalu banyak kendaraan yang bisa menghalangi jalannya, dia panic. Ingat itu. Dia kalut, bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi. Dia tau, dia tahu apa yang terjadi pada Changkyun, tapi hanya sebatas apa yang di ceritakan Shownu, hanya sebatas itu. Dan kenapa Changkyun bisa menghilang? apakah dia melarikan diri. Berbagai pertanyaan berputar di kepalanya, sangat mustahil bagi Changkyun lolos dari pengawasan rumah sakit. Dan seperti yang dokter katakan sebelumnya, jika dia tidak akan bangun sampai besok pagi. Hal inilah yang membuat dia berfikir keras, kenapa ini semua terjadi. Walaupun dia tak ingin menunjukkan kepanikannya dihadapan anak asuhnya, sejujurnya dia tak bisa menyembunyikannya.
Kau kemana Changkyun-ah ?
Dan van itu masih melaju menembus malam yang semakin pekat.
Wonho yang sedari tadi hanya melamun melihat keluar kaca mobilnya dan melihat lalu lalang kendaraan yang tak seramai biasanya, mengingat waktu hampir tengah malam. Saat melihat sebuah sedan hitam metallic yang melintas melewatinya seakan merasakan hawa keberadaan Changkyun disana. Changkyun-ah…
Mungkin hanya perasaanku saja, kepanikanku membuat aku berkhayal yang tidak-tidak. Toh, sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit.
.
.
Minhyuk POV
Gawat, pasti mereka sudah mulai bergerak. Ini berbahaya. BODOH ! harusnya aku tak menurunkan kewaaspadaan ku terhadapnya. Informasi yang aku dapatkan dari orang itu sangatlah mengejutkan. Dan sekarang bagiku sebagian misteri ini sudah mulai muncul kepermukaan dan mulai ku mengerti arah nya. Perkataan orang itu benar-benar terjadi.
Flashback (Beberapa jam sebelum Minhyuk datang ke rumah sakit)
"Kuharap kalian menyesali perbuatan kalian. Ingat, Changkyun seperti ini semua karena kalian. Kontrol emosi kalian, setelah itu pergilah kerumah sakit. Nanti aku akan mengabari kalian, dimana rumah sakitnya. Untuk saat ini, renungkanlah perbuatan kalian. Aku pergi" Kata Hyungwoon
Sesaat setelah Hyungwoon pergi, aku ingin mengetahui masa lalu Changkyun yang belum aku ketahui. Bertanya pada Jooheon rasanya akan menambah rumit masalah diantara kami. Aku harus menemukan cara nya. Sampai sebuah suara menginterupsi konsentrasiku.
"Hyung… A.. ak.. aku, aku minta maaf atas tindakan bodohku. Sungguh aku minta maaf. Tolong maafkan aku" Jooheon sama sekali tidak mau menatapku, doa hanya menunduk sambil sedikit menutup sebgaian mukanya dengan kedua telapak tangannya. Di mataku dia terlihat benar-benar menyesali perbuatannya
"Hah .." aku membuang nafas "Aku juga minta maaf jika perkataanku menyakitimu". Sebagai hyung yang baik, aku memeluknya sekilas dan menepuk pundaknya. Dan tersenyum tipis, menenangkan.
"ah…. Hyung, aku permisi sebentar, aku ingin mencari udara di luar" dan Jooheon pergi berlalu meninggalkan dorm.
Saat aku akan keluar dari kamar menuju ke ruang tengah, aku melihat handphone Jooheon yang tergeletak di bawah lantai tempat tidur. Aku mengambilnya, dan seklias aku mempunyai ide, bagaimana aku bisa memperoleh informasi tentang Changkyun. Aku membuka lockscreen Jooheon, untungnya tidak ada password atau sebagainya, jadi sangat mudah. Hahha XD.
Pertama, aku harus menghubungi ayah Jooheon, saat aku membujka kontak pada handphonenya tertulis nama "aboeji" pada urutan paling atas. Aku men-copy nomor nya pada handphone ku dan mengembalikan handphone Jooheon pada nakas dekat tempat tidur. dan aku keluar ke ruang tamu.
Aku mendial nomor itu. Tersambung, dan terdengar suara jawaban dari seberang sambungan.
"Yoeboseyo ?"
"Yoeboseyo ? ah.. nde. Selamat pagi Tn. Lee. Maaf saya mengganggu pagi anda. Saya Minhyuk member Monsta X"
"Ah… Minhyuk-goon selamat pagi. Tidak-tidak. Ada yang bisa saya bantu?"
"Apakah anda waktu hari ini ? saya ingin menanyakan sesuatu yang penting"
"Sesuatu yang penting ? tentang Jooheonie ? Ada apa dengan dia? Apakah dia baik-baik saja?"
"Jooheon ? Ah.. nde … Dia baik-baik saja. Tapi, maaf tuan Lee, ini bukan tentang Jooheon, tapi tentang I.M, maksud saya Changkyun. Jika anda berkenan"
"Ehem …. Tentang Changkyunie ? kurasa jika Minhyuk-goon ingin bertanya tentang Changkyun, alangkah baiknya jika kita bertemu saja. Hah ..(menghela nafas) Baiklah, saya tunggu di Cafe XX,40 menit lagi. Karena saya ada pekerjaan sampai malam. Bagaimana ?"
"Baik tuan … Terima kasih banyak. Saya tunggu kedatangan tuan. Terima kasih banyak sekali lagi tuan"
Dan sambungan itu terputus.
(SKIP di Café XXX)
Di café ini, aku datang terlebih dahulu. Tidak baik kan orang tua yang harus menunggu anak muda seperti kita ? dan jujur aku tidak tahu, bagaimana wajah ayah Jooheon. FYI, ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan beliau. Karena kesibukan beliau sebagai seorang dosen sukses. Selama menunggu aku terus melamun memikirkan pertanyaan yang bagaiamana yang harus aku tanyakan pada beliau. Sampai sebuah tepukan membuyarkan lamunanku.
"Minhyuk-goon?"
Aku berjengit sedikit kaget, dan sontak langsung berdiri, membungkuk formal pada beliau. Dan mempersilahkan beliau untuk duduk di depanku. Sedikit canggung.
"Langsung saja ke intinya. Apa yang ingin Minhyuk-goon ketahui tentang Changkyun?"
Beliau tidak terlihat menyeramkan bagiku, saat pertanyaan itu terlontar padaku, senyuman ala kebapakan(?) masih setia bertengger di wajahnya yang sudah mulai menua.
"Anu … tuan it-" perkataanku terpotong
"Ajusshi, cukup panggil Ajusshi saja" sambil menepuk tanganku yang saling bertautan di atas meja. Aku gugup
"ah.. nde ajusshi Jeongseohamnida"
"Jadi …?" lanjutnya
"Maaf ajusshi jika saya lancang menanyakan ini kepada anda. saya sudah tau jika Changkyun bukan anak kandung ajusshi. Saya ingin bertanya, kenapa Changkyun bisa berada di pelelangan anak. Saat itu .. saat itu saya tahu jika Changkyun akan dititipkan atau mungkin lebih tepatnya akan disembunyikan di rumah halmoeninya?. Dan tragedy dimana ayah Changkyun terbunuh dengan kejam, saya juga mengetahuinya. Dan diluar dugaan, Changkyun ada di tempat kejadian itu. Apakah Changkyun juga diincar oleh mereka, seperti mereka mengincar ayah Changkyun ?"
Setelah menyelesaikan ucapanku yang lumayan panjang. Aku melihat keterkejutan yang sangat ketara di wajahnya. Dia terlihat sangat syok. Kenapa aku bisa tau semuanya. SEMUANYA…
"Min… min- minhyuk-goon. Bagaimana bisa ? kenapa kau bisa tau semuanya ? Siapa kamu sebenarnya ? apakah kamu salah satu dari mereka Minhyuk-goon ?"
"Saya minta maaf ajusshi jika saya terdengar seperti penjahat. Tapi sungguh saya bukan bagian dari mereka. sebenarnya saya ini adalah adik dari Sekertaris Jang Eun Sun. Saya mengubah nama keluarga saya supaya saya tidak bisa dilacak"
"Siapa Sekertaris Jang Eun Sun?"
"Kakak kandung saya adalah sekertaris sekaligus tangan kanan Ny. Lee Soo Ram, ibu kandung Changkyun. Saya dimintai tolong oleh samchon saya yang bekerja sebagai kepala bodyguard kepercayaan nyonya yang berada di Korea. Sejujurnya kakak saya tidak mengetahui jika selama ini saya mengemban tugas ini. tenang saja ajusshi, saya berada di pihak Changkyun."
"Jadi ? Soo Ram masih peduli dengan Changkyun. Aku tidak percaya ini semua. Kenapa dia masih mencari Changkyun, disaat Changkyun membutuhkan seorang ibu ? dia dengan teganya meninggalkan Changkyun dan bersama dengan pria bejat yang tega membunuh suaminya. Dan sekarang dia tiba-tiba muncul ? sungguh picik sekali pemikirannya. Hah ..!"
"Ajusshi, kita kesampingkan dulu itu. Dan saya sudah tidak peduli bagaimana Changkyun bisa di pelelangan anak. Karena mungkin mereka yang melakukannya. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana cara kita melindungi Changkyun dan mempertemukannya kepada ibunya. Kekuatan yang dimilikinya sudah kuat, sekuat kekuatan suaminya. Dia diam-diam telah menyiapkannya. Dan tugas saya sekarang memberitahu samchon tentang keberadaan Changkyun yang sekarang dan bagaimana keadaanya sekarang."
Dan saat itulah aku melihat tatapannya semakin serius. Seperti actor yang berada di film-film yang sedang melakukan transaksi.
"Baiklah, kita sepakat. Dan untuk mu Minhyuk-goon, aku ingin memeberitahukanmu sesuatu. Sebuah informasi yang mungkin hanya aku yang tahu, orang-orang yang membunuh teman lamaku, telah mulai bergerak kembali. Dan mereka kemungkinan akan kembali ke Korea dalam waktu dekat ini. Mereka melihat dan mengawasi gerak-gerik Changkyun. Apalagi setelah dia debut bersama kalian. Apa kau tau, diam-diam aku juga menyewa orang untuk melindunginya. Kau bisa lihat orang yang duduk di depan meja bartender ? mereka adalah orang-orangku"
Saat kulihat kearah yang beliau tunjuk, aku melihat beberapa orang yang melirik kami. Sekitar 4 orang di sana yang tengah berbaur dengan yang lainnya. Jadi ayah Jooheon ini bukanlah dosen dan orang biasa -_-. Beliau diam-diam punya orang-orang yang mejadi mata "ketiganya". Sungguh berbeda dari perawakannya yang lemah lembut dan kebapakan (?)
"Dan aku juga ingin menyampaikan hal buruk padamu. Hal buruknya adalah ada seseorang di sekitar kalian yang menjadi kaki tangan mereka. Dia berbaur dengan kalian. Tapi sayangnya aku dan orang-orangku belum punya cukup bukti untuk menangkapnya. intinya, kau bisa mencari orang itu jika kau ingin Changkyun tetap selamat seperti yang diinginkan Samchonmu itu. Dan yang paling kuharapkan, kau kenal dengan senjata. Haha"
Flashback End
Perkataan Ayah Jooheon masih membuatku penasaran, sebenarnya siapa orang yang bersengkokol dengan orang jahat itu dan mengincar Changkyun. Pasti kutemukan orang itu, dan akan kubunuh dia. Dan jangan kira aku tidak bersahabat baik dengan besi berpelatuk itu.
Minhyuk POV End
.
.
Jalanan hutan yang sepi, tertembus oleh suara mobil yang melaju kencang. Tidak hanya satu mobil, tapi tiga mobil. Memecah heningnya hutan yang memang sepi di tengah malam. Tidak banyak percakapan yang terjadi di dalam mobil itu. Hanya saja di mobil yang kedua, terlihat 4 orang berbaju serba hitam dan diantara 2 orang yang berada di bangku belakang, terlihat sebuah buntalan selimut dan hanya rambut dan sebagian wajahnya yang terlihat tampak pucat. Kepalanya bersandar pada bahu salah seorang yang duduk dikirinya. Changkyun.
Kasihan juga anak ini. Rasa iba muncul di benak orang yang bahunya dipinjamkan pada anak itu. Agak kasihkan juga melihat anak yang umurnya masih dibilang belia, harus berurusan dengan komplotan yang terkenal akan kesadisannya. Entah bagaimana dia bisa masuk ke jurang tak berdasar ini, dia bisa saja keluar, tapi hanya dengan cara "Kematian".
Tiba-tiba mobil berdecit dan berhenti mendadak, membuat semua penumpang kaget dan menabrak dashboard di depannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi ?"
Belum sempat pertanyaan itu terjawab terdengar suara tembakan yang beruntun.
DOR … DOR … DOR
"Kita diserang, aku ulangi kita diserang. Amankan dan jaga anak itu. Jangan sampai jatuh ke tangan mereka" Suara yang terdengar dari earphone sudah menjelaskan apa yang terjadi sekarang. Intinya, mereka tengah di serang sekarang. Orang yang duduk di kursi kemudi pada mobil kedua angkat bicara.
"Kalian berdua, jaga anak itu. Apapun yang terjadi, nyawa kalian pertaruhkan. Jika kita terdesak, lariah ke hutan. Mengerti ?". Dan orang itupun keluar dengan membawa senjata jenis AK.
Pria yang berada disamping Changkyun, mengangguk dan segara mengeluarkan senjata yang tersimpan rapi di balik jasnya. Mengambil dan mempersiapkannya. Menggenggamnya dengan kuat. Bersiap dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi.
PRANGGGGGGGG !
Tiba-tiba kaca disampingnya pecah, nyaris mengenai kepalanya. Dan semua pintu mobil tersebut terbuka dengan paksa, dan memperlihatkan orang-orang yang sama berbaju hitam mencondongkan moncong senjata kearahnya dan rekannya. Sambil terus mendekap sandera mereka (Changkyun) dia berusaha mempertahankannya dengan sedikit menggertak dan mengerahkan mocong senjata miliknya kea rah kepala Changkyun.
"Biarkan kami keluar, atau aku hancurkan kepala anak ini"
.
.
TBC
Halooo … Haiiii …
AIMA COME BACK, udah hampir 1 bulan lebih yaa .. AIMA engga update. Mau curhat dikit, soalnya AIMA lagi nyiapin ujian dan melaksanakan ujian. Jadi yang harus di prepare banyak. Soalnya susah. Wkkwkwkw.(plak). Apalagi semester depan AIMA harus nyiapin judul SKRIPSI. (FYI) Aima ini mahasiswi yang mau semester tua. Jadi harap dimaklum yaaa…
Dan berita baiknya, AIMA udah mulai libur semester, jadi InsyaAllah, aima punya banyak waktu buat ngelanjutin ini FF.
Sekali lagi maafkan AIMA yaaa … semoga chap ini tidak mengecewakan. Dan jangan khawatir, buat CHAP selanjutnya engga bakal sampai 1 bulan kok.
Terimakasih untuk yang udah REVIEW… AIMA sungguh AMAT, SANGAT menghargai itu. Itu adalah penyemangat aima buat lanjut nih FF. Hountou ni Arigatou Godzaimasuuuu ….
Ah iya (INFO)… XD :FF aima yang lain bakal aima kebut juga. Biar engga terlantar. TUNGGU YAAAAA :D :D :D:D:D:D:D:D
Hai Free Reader (catatan aja… silahkan Follow FF ini untuk dapat notif jika FF ini update. Dan jangan lupa +Favorite biar author juga tambah semangat nulisnya.)
Mohon tinggalkan jejak (RnR, Follow and +Favorite, agar AIMA tau jika karya AIMA dapat diterima. Dan semakin baik kedepannya.
.
SEKIAN - TERIMA KASIH
